Obama, McCain dan Sifat Ksatria

Sifat ksatria dua senator itu harus kita tiru

Obama-McCain

Bagi saya pribadi siapapun yang menjadi presiden Amerika Serikat tidak akan berpengaruh banyak. Hanya saja, Obama nampaknya memang mempunyai “hubungan batin” yang lebih dekat dengan kita di Indonesia. Ya, itu tentu saja karena dia pernah sekolah dan tinggal di Menteng ketika dia masih anak-anak. Bagaimana dengan program dan visinya? Terus terang saya tidak mempedulikannya, pun program dan visi McCain.

Yang lebih saya perhatikan adalah bagaimana Obama bersikap terhadap McCain dan sebaliknya. Saya tidak beruntung untuk bisa menyaksikan pidato kemenangan Obama di Grant Park, Chicago, Illinois lewat layar kaca. Tapi untunglah ada internet yang serta merta bisa menghadirkan transkrip lengkap pidato itu dan bisa membacanya dengan hati-hati.

Dalam pidato kemenangannya, Obama menyebut McCain sebagai lawan yang tangguh. Katanya tentang McCain dan Palin:

Sen. McCain fought long and hard in this campaign. And he’s fought even longer and harder for the country that he loves. He has endured sacrifices for America that most of us cannot begin to imagine. We are better off for the service rendered by this brave and selfless leader.

I congratulate him; I congratulate Gov. Palin for all that they’ve achieved. And I look forward to working with them to renew this nation’s promise in the months ahead.

Source: CNN ElectionCenter2008

Lalu, bagaimana McCain mengambil sikap terhadap Obama? Begini katanya McCain:

Sen. Obama has achieved a great thing for himself and for his country. I applaud him for it, and offer him my sincere sympathy that his beloved grandmother did not live to see this day. Though our faith assures us she is at rest in the presence of her creator and so very proud of the good man she helped raise.

Sen. Obama and I have had and argued our differences, and he has prevailed. No doubt many of those differences remain.

These are difficult times for our country. And I pledge to him tonight to do all in my power to help him lead us through the many challenges we face.

Source: CNN ElectionCenter2008

Lihatlah, betapa indahnya demokrasi. Yang menang tidak menyombongkan kemenangannya, yang kalah tidak mencari-cari alasan untuk menggugat kemenangan lawan. Menang tanpa ngasorake, menang tanpa merendahkan pihak lawan.

Lihatlah betapa Obama masih menghormati McCain dan Palin. Bahkan dia mengharapkan kerjasama dengan keduanya untuk memperbaharui negaranya, Amerika Serikat. Lalu, McCain pun bersumpah untuk membantu Obama memimpin Amerika menghadapi tantangan yang akan dihadapi. Oih… betapa indahnya.

Bandingkanlah dengan di negara kita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa para mantan-mantan presiden kita tidak akur satu sama lain. Mereka belum pernah hadir di upacara 17 Agustus bersama-sama semua. Nampaknya masing-masing mempunyai dendam kesumat yang tak termaafkan. Ada yang merasa ditendang ketika masih menjabat sebagai presiden sehingga terjengkang dari kursi kekuasaannya. Ada yang merasa digembosi di ujung masa pemerintahannya sehingga dia kemudian kalah. Ada yang merasa dirinya terus menerus dipersalahkan karena “menjual” salah satu provinsi. Begitulah pemimpin kita. Mereka nampaknya tidak secara ksatria mengakui kemenangan pihal lawan dan merendahkan lawan yang telah kalah.

Cobalah kita lihat pemilu di negara kita besok. Pasti akan ada nyawa yang melayang gara-gara bentrok antarpendukung. Pasti KPU akan digugat oleh calon presiden gara-gara dia kalah dan menganggap KPU telah curang atau terlalu mendukung calon yang lain. Yah, begitulah..

Jangan pula kita menengok betapa banyaknya perselisihan pada pemilu bupati dan gubernur. Terlalu banyak contoh buruk yang ada di hadapan kita. Ada baiknya kita memang belajar dari Obama dan McCain untuk satu hal itu: sifat ksatria.

104 thoughts on “Obama, McCain dan Sifat Ksatria

  1. Yah, boro-boro pemilihan presiden, gubernur, atau bupati… memilih ketua umum satu partai saja ada yang sikut-sikutan…. kalah? Ya keukeuh bikin ‘sempalan’ atau malah sekalian bikin partai baru lagi :D

  2. mungkin ga banyak pengaruh buat negara Mas, tapi yang pasti Obama telah membuktikan pada semua anak di dunia kalo mereka boleh bercita-cita untuk menjadi apapun, even become a President!

    oh iya, kapan ya pemilu di sini bisa secepat pemilu AS ini. yang kalah langsung mengakui kekalahannya. ga perlu nungguin rapat pleno KPU dulu, atau gontok-gontokan di sidang dulu.. :)

  3. @4. Anang
    Saya sih tidak merasa tertipu oleh sifat ksatria Obama dan McCain. Saya justru lebih merasa tertipu oleh pemimpin kita yang tidak gentle, saling menyalahkan, tidak menghormati hukum, tidak beretika dan seterusnya…

  4. Demokrasi memang seharusnya indah, sistem pemerintahan apapun selama mendasarkan diri pada kebahagiaan rakyat dan kedamaian harusnya indah…..Obama udah membuktikan kalo Politik gak sekotor itu….dia maju tanpa dukungan para lobbyist & korporasi besar, mendasarkan kampanyenya di tangan donasi rakyat, banyak deh inspirasi & pelajaran yg bisa diambil dari pemilu Amerika yg sekarang. :D

    Sementara disini mantan Presiden benci banget sama penggantinya. Fiuh :(

  5. @anang:
    Nope.. itu bukan kulitnya.
    Sikap yang ditunjukkan oleh McCain adalah sama persis dengan sikap yang ditunjukkan oleh Hillary Clinton saat dia kalah. Memang sudah jadi etika di sini. Itu sudah jadi standar, umum, biasa.

    Aku mengikuti perkembangan karena aku sedang ada di Amerika. Aku bahkan membaca beberapa opini simpatisan partai Republik yang ironisnya memihak Obama, bukan McCain, karena mereka kecewa dengan McCain yang berkampanye melawan Obama.

    McCain sesungguhnya (di tahun 2000), konon adalah McCain yang kita lihat saat pidato mengakui kekalahan, dan McCain yang kita lihat selama kampanye, adalah McCain semu, yang didesak kepentingan-kepentingan orang-orang di Partai Republik untuk agresif, garang, untuk menang. Banyak orang-orang Republik yang kaget dengan perubahan McCain saat kampanye.

    Kampanye-kampanye awal McCain sebelum Palin terpilih termasuk cukup bijak dan sebenarnya cukup kuat. Tiba-tiba, ketika Palin masuk, citra McCain berubah menjadi garang.

    Cobalah lihat video SNL di mana McCain (beneran) hadir. Jauh berbeda dengan McCain saat kampanye.

  6. itu juga terjadi ketika John Kerry kalah dari George W. Bush pada tahun 2004.

    sementara di Pemilu kita kemarin, ada salah satu pasangan calon yang kalah. tidak mengucapkan selamat, malah nuntut KPU untuk ngadain Pemilu ulang. kelihatannya bangsa kita harus belajar untuk menerima kekalahan. :wink:

    @kunderemp
    tentang perubahan sikap McCain mungkin ada hubungannya dengan kritik media AS terlalu kejam pada McCain-Palin selama ini. Mereka banyak mengkritik dengan agak keterlaluan. Padahal sebenarnya itu cermin penolakan rakyat Amerika terhadap Bush & Republican. Andaikan pemerintahan Bush berjalan baik dan diterima rakyat, saya rasa McCain malah lebih berpeluang menang daripada Obama.

  7. McCain-nya sih ksatria, tapi pendukungnya engga. Keliatan banget rasisnya gila deh. Bahkan di forum2 ultra kanan dan ultra konservatif udah ngedumel macem2 and tried to down play Obama’s historic win.

    Keliatan sekali beda strategi kampanye McCain dengan Obama. Yg satu menyebarkan fear, dan yg 1 lagi memberikan hope.

  8. Seingat saya… pada saat pemilihan gubernur selesai dan dimenangkan oleh Fauzi Bowo…. Banyak spanduk yang dipasang oleh PKS yang isinya mengucapkan Selamat kepada Fauzi Bowo atas terpilihnya menjadi gubernur…… dan permohonan maaf kepada pendukung PKS karena tidak dapat memenangkan calonnya…. padahal PKS adalah lawan politiknya FB pada saat pemilihan gubernur DKI……

  9. sing menang obama orang sini kok
    gegap gempita ikut-ikut merayakannya,
    sampai-sampai RI1+2 juga ikut-ikutan,
    kayak hamba-hamba yang memuji-muji
    rajanya biar dilihat sama si raja,
    biar nanti dikasih sesuatu sama si raja.
    terus akan begitukah orang sini selalu
    menjadi pelayannya orang sono & tidak
    punya kebanggaan ama negeri sendiri?
    duh kasihan….

  10. beneran keren banget ya mereka berdua itu.. moga2 pemimpin di Indonesia bisa mencontoh.. btw..tiba2 saya berimajinasi nih : kalau saja obama dan mccain adalah kandidat di Malut (maluku Utara) ..pasti Malut gak kacau kayak sekarang, ya.. heeeee…

  11. Kita menerima demokrasi tanpa sifat demokratis. Tanpa sportivitas. Tidak mau mengakui keunggulan lawan. Padahal sejatinya demokrasi itu indah.

    Mudah-mudahan para capres dan para calon kepala daerah kita dapat belajar dari pilpres Amerika.

  12. Iya Mas, saya setuju juga sikap ksatria ini harus kita contoh, jangan seperti pilkada di kita apabila salah satu kandidat kalah, mereka cari-cari alasan misalnya saja yang kalah mengatakan bahwa mereka dalam diliciki dalam penghitungan suara lantas terjadi bentrokan dlll, sungguh memalukan.

  13. Sebenarnya gak hanya sikap ksatria aja yang pantas dicontoh. Cara berdemokarsi pun harus dijadikan contoh. Masyarakat kita masih harus banyak belajar. Ingat kultur kita gak seperti amerika. But, nothing impossible

  14. Sebenernya yang bisa kita petik hanya betapa mereka bersikap sangat fair. Gak kayak di Indonesia. Kayak kata dondanang , yang kalah demo. Apaan tuh…

    Udahlah.. gak usah ngeributin Obama.. yang penting sekarang kita lihat gimana hubungan politik dan ekonomi Indonesia dengan US.
    Bikin VISA masih dipersulit gak?

    Saya juga heran.. presiden US yang terpilih kok rakyat Indonesia siih yg bersorak sorai?.. perasaan waktu SBY kepilih gak gini-gini amet.. sampe ada pesta pula di SD Besuki… hmmm.. kenapa ya? (sambil plongo)…

  15. pejabata2 di sini paling gembiranya hanya karena obama pernah tinggal di sini. saya tdk yakin mereka bisa mengambil sisi positif soal kebesaran hati itu…

  16. Jadi malu ngaku orang Timur. Selama ini kita selalu mengagung-agungkan adat ketimuran kita. Tapi semua ini sepertinya gak lebih baik dari budaya barat ketika demokrasi sedang diuji. Hampir tidak ada istilah lapang dada dalam dunia politik di negeri kita ketika mengalami ada pihak yang kalah.

  17. saya berharap siapapun yang menjadi presidennya dia bisa menjaga perdamaian dunia. tidak asal serang negara berdaulat saja. seperti irak dan afganistan. sama saja kondisinya bahkan lebih parah pasca invasi.
    aku berharap padamu obama

  18. bener banget kang, disini, di kabupaten kubu raya, kalimantan barat, pas pemilihan kepala bupati nya aja sempat adu jotos. dan mobil calon bupati dilemparin batu sampai hancur. makanya saya terharu liat pidato nya MacCain dan Obama.

  19. yg memalukan itu pendukung republikan pas mccain ngasih speech…. pas nama obama dimention mccain, mereka booing… sampe mccain harus kasih sinyal pake tangan biar mereka berhenti…. persis kaya di indonesia….

    blom lg para republikan kekanak-kanakan itu chanting, “we want john, we want john…” dan (yang menggelikan) “USA….USA…..USA”

    lha, emangnya barack obama bukan orang USA? hahaha….

  20. Soal pendukung dan simpatisan kandidat di Indonesia, saya punya pandangan khusus yang diinspirasi dari Benny dan Mice :

    “Calon mendukung rakyat, belum tentu! Tetapi Rakyat mendukung calon, sudah pasti (sepenuh hati malah)!” :mrgreen:

  21. bentar lg,kita bakal mengikuti pemilu 2009,asyik..!! partai2 bagi2 duit deh,duitnya boleh diambil,tapi klo ga sesuai dengan pilihan n hati nurani,ga usah dipilih deh,klo duitnya boleh diambil..!!! kan lumayan,klo ada 20partai aja yg ky gt,udah berapa duit,ybg bakal kita dapet. hehehe. muka2 lama ga usah dipilih lagi deh,cari pemimpin yg emang benar2 sesuai.. ga cuma ngomong doang!!

  22. Untuk Anang, andaikata apa yang dipertontonkan Obama dan McCain hanyalah ‘lipstick’, tidak ada salahnya politikus kita mencontoh sikap legowo dan rendah hati.

    Untuk kunderemp: saya juga sangat terkesima ketika menonton McCain di SNL dan waktu pidato kekalahannya. Dia terkesan lebih arif dan hangat.

  23. yap betull kayak gini dunk…

    jangan kyk indonesia..

    pa lg dlm sepak bola.teamnya kalah malah tawurr..
    astagaa.. kapan indonesia mo maju kyk negara USA sana ??

  24. saya tetep bangga jadi bagian dari negara ini. meskipun dibesarkan pada masa kegelapan berpolitik. wajar bila hal-hal macam begini terjadi di negara-negara yang umur kedaulatannya sudah lebih dari umur republik ini.

    sebagai kaum muda jadi kewajiban kita untuk terus berharap dan bermimpi sambil belajar dan berjuang dengan nyata. kalo kata Budiman Sudjatmiko “jangan sampai trauma berpolitik karena nation ini berdiri harapan dan mimpi kaum muda”

    ayo Indonesia!!!!

  25. ya gitu dah Hidup Indonesia Raya…
    Kita masih harus menunggu lama untuk bisa demokrasi dengan baik..
    Jangan kita mencontoh orang tua jaman dulu yang selalu merasa paling benar…
    Kita harus ajarkan pada anak2 kita untuk bisa saling hormat menghormati..setuju?

  26. ya gitu dah Hidup Indonesia Raya…
    Kita masih harus menunggu lama untuk bisa demokrasi dengan baik..
    Jangan kita mencontoh orang tua jaman dulu yang selalu merasa paling benar…
    Kita harus ajarkan pada anak2 kita untuk bisa saling hormat menghormati..setuju?

  27. Tanah Airku Indonesia Tercinta…
    Memang sesama partai saling bermusuhan, di US aj ga ada demo besar2an yg bisa bikin kota kacau sendiri. Di Indo! Buceee! Demo nya keren2!

    Semua orang yang hidup kan manusia, mereka juga mau dihormati. Coba kalo sesama partai saling menghormati, pasti Indo maju na cepet kale. Iya g seh? Ato gw salah? Hehe…

  28. bukannya saya mendukung salah satu partai di indonesia ya….hanya memberi salah satu contoh saja

    tetapi ingat juga kan waktu pemilihan gubernur di dki beberapa waktu lalu ?
    bagaimana sikap calon yang kalah dan bagaimana pernyataan2nya ?

    beliau juga legowo menerima kekalahan … :)

  29. Indonesia kyknya bangga banget ama Obama, tp apa bner obama punya hubungan batin dengan Indonesia. Toh, yang didapet Obama waktu di indonesia aja banyak penderitaan.
    jadi apakah oBama bangga bisa mengenal indonesia??

  30. yah, obama di indonesia cuma sampe sd (sekolah dasar), paling yang dia inget cuma lagu ‘balonku’ (itu juga kalo diajarin). Kalaupun diajarin lagu ‘balonku’ paling doi juga lupa warna-warnanya apa aja… (orang saya aja udah lupaaa, hi..hi..hi.)

  31. Yang merasa teripu oleh pidato Obama dan McCain adalah orang yang bodoh aja, atau mereka gak ngerti bahasa Inggris

  32. Ingin dapat MARYAMAH KARPOV gratis ?
    atau Ingin Pulsa 100 Ribu ?

    * Tersedia untuk 200 SMS pertama. (Untuk buku alamat pemenang akan dihubungi)

    Pertanyaan :
    Berapa jumlah huruf (x) Ketua Partai yang memperjuangkan petani & pedagang.

    SMS ke : 021-2804099(x)

    Ketik salah satu dari yang anda ingin :

    – Basmi Dewi Kolusi
    – Basmi Dewi Nepotisme

  33. Mereka bisa play hard saat kampanye. Namun saat tahu siapa pemenangnya, mereka bisa kembali mengingat sebab kenapa mereka ingin memimpin yakni ingin mempersatukan seluruh masyarakat dibawah kepemimpinannya nanti.

  34. kalo memang kita ingin jadi ksatria atau paling tidak disebut ksatria, posting dibalas posting aja kali, kalo cuma comment ga ksatria, ya ga mas puji? (lagian jalansutera udah full comment!!)

  35. Y,a, tetapi kita juga harus seperti itu, bersifat kesatria, tidak saling tuduh, tidak saling membenci jika lawan politik kita menang…

    Mas tukeran link yuk…
    Link blognya mas sudah saya pasang di
    htp://kang-adek.blogspot.com

    thx…

  36. wah kalo di Indonesia kalah nesu mas….
    pokoke ngak mau kalah…,maunya menang…
    kalo kalah kan rugi modale durung balik….
    oooaaaalaaah….

    th3-3city.blogspot.com

  37. saya nyaranin para pemimpin kita harus diwajibkan melanjutkan sekolah ke US,,utk jurusan SALING MENGHARGAI & MENGHORMATI..jadi ntar syarat utk ikt pemilu harus bergelar SMM……;-)…

  38. Menurut gue, Obama kurang tegas soal masalah Israel dan Palestina. Emang sih, Israel sangat menekan Amerika agar menutup mata soal Human-Rights Violations di sana, namun Obama kan berjanji akan membawa Change? Harusnya dia nggak takut mengenai konsekuensi mencoba mengubah dunia, dong!
    Gue waktu itu sempet liat ada political fashion company, namanya shirTalks, yang dengan kerennya menyindir masalah ini. Ada desainnya, Obama tampangnya bego dan bingung banget. Konyol, tapi bermakna! Ada di blog gue:

    http://shirtalks.wordpress.com/2009/02/20/amerika-pilih-obama-tapi-siapa-yang-akan-obama-pilih/

  39. mungkin calonnya mau bersikap ksatria, tapi karena dipanasi sama “penanam modal” akhirnya jadi nggak terima juga. lha siapa yang rela polis asuransinya hangus :mrgreen:

  40. Saya sempat mempostingkan pidatonya saat dia dilantik menjadi presiden namun saya dan orang indonesia lainnya sempat terpukul juga. Dalam pidatonya tidak ada menyinggung sedikit masalah israel dan palestina. Ini berarti bukan masalah yang serius bagi OBAMA dan pihak AS. So masihkan membanggakan OBAMA ???

  41. yg jelas, saya pesimis ama cara caleg2 indonesia berkampanye..motivasi untuk menjabat adalah sepertinya final goal…bukan untuk kesejahteraan rakyat…

  42. contoh yang baik dalam menerima kekalahan dan kemenangan.
    untuk indonesia harusnya juga begitu, bukan seperti kondisi sekarang banyak caleg yang stress hingga bunuh diri karna kalah pemilu…
    olala…

    :(

  43. kalah atau menang mang dah biasa …
    yang kaga biasa n susah adalah,bisa ga nerima kekalahan itu dengan lapang dada ;))

    patut di tiru tuh…
    moga aja para calon pemimpin kita bisa kaya gitu yah…

    maju terus ……..

  44. Kita cuman kalah otak aja. Banyak memang orang Indonesia yang pinter, tapi itu tidak merata. Proses pendewasaan demokrasi juga masih baru disini. Cuman setidaknya kita sudah lebih baik, lihat saja debat capres kemarin, adem ayem karena disiarkan di TV. Meski belum maksimal, ini sudah mendingan dibanding dulu yang gontok2an, adu sikut tanpa kenal urat malu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s