Daging Tikus, Anyone?

Kali ini kita ngomongin makanan yang…. menjijikan!

Gara-gara tingkat inflasi yang terus membubung tinggi, harga daging tikus di Kamboja naik lebih dari empat kali lipat. Hmmm, daging tikus? Ya, daging binatang mengerat ini melonjak tajam gara-gara inflasi sebesar 37%. Setahun yang lalu sekilo daging binatang ini cuma 1,200 riel, kini orang Kamboja harus merogoh kocek lebih dalam lagi: 5,000 riel. Asal tahu saja, sekilo daging sapi di sono harganya empat kali lipat daripada daging tikus: 20,000 riel. Ugh…

Orang Kamboja memasak tikus dengan campuran bawang putih. Ini menjadi menu yang semakin populer ketika daging sapi harganya melejit tak terjangkau.

“Anak-anak di sini senang mendapatkan uang dari menjual tikus di pasar. Mereka memberikan uang juga ke keluarga,” kata Ly Marong dari Koh Thom, di perbatasan dengan Vietnam. Ternyata tidak hanya orang Kamboja miskin yang memakan daging tikus. Saudara-saudara mereka di Vietnam pun suka dengan daging tikus. Dalam sehari lebih dari satu ton tikus hidup yang diekspor ke Vietnam.

Saudara-saudara, harga daging di pasaran kita pun kini pasti melonjak. Terlebih lagi menjelang lebaran Kemarin ketika datang ke pasar tradisional, saya mendapati harga daging ayam Rp.45ribu per ekor. Oh, my God! Biasanya cuma sekitar Rp.20-an ribu saja, khan? Tapi, apa iya kita harus mengumpulkan tikus untuk memenuhi kebutuhan akan protein? Nggak lah, yauw!

Anda tega untuk makan daging tikus? Hoeekkkkk!!!

39 thoughts on “Daging Tikus, Anyone?

  1. “Da, minta nasi bungkusnya ya kuah yang banyak”

    “Lauknyo?”

    “Kepala Tikus deh. Pilihin yang gede ya.”

    Akankah dialog diatas dapat kita dengar di rumah2 makan Padang di Indonesia dalam beberapa tahun kedepan? :D

  2. coba tanya orang manado, daging tikus katanya lebih enak dr daging ayam .. hmmm … dijual di pasar2 dan banyak peminatnya .. waduh … msh belum tega ngebayanginnya

  3. Nek menurutku, semua itu kembali ke soal persepsi kok.
    Karena kita sudah kadhung mempersepsikan bahwa tikus itu kotor dan menyebalkan sekaligus menggelikan karena bulu-bulunya, maka kita pun merasa jijik jika harus menyantapnya.

    Padahal, kita semua tahu lele yang enak dibikin mangut lele atau pecel lele itupun, punya habit yang lebih menjijikkan karena memangsa tinja manusia. Toh kita ndak terlalu jijik..?

    Tapi kalau disuruh makan tikus, saya pun juga jijik. Kenapa? Ya karena persepsi itu tadi!

  4. tikusnya bukan tikus got kali yak, tapi tikus sawah/hutan yang notabene makanannya tumbuhan, tapi tetep aja geli karena kita seringnya lihat tikus makan sampah yayy

  5. Di beberapa daerah di sekitar tanah kelahiran saya, setiap ada hama tikus menyerang maka akan diadakan kerja bakti berburu tikus. Selesai kerja bakti, menu makan siangnya adalah daging tikus yang diburu tadi :D

  6. Lah Mas, udah biasa juga bukan disini.. itu yang tahun kemaren ribut bakso dari tikus.. *jadi ngga pernah makan bakso lagi abis itu… hiiiiiii*

  7. tikus …., ditempatku biasa dipanggil “cak tik”
    oh my god, berarti kita masih harus punya rasa syukur bahwa kita masih sedikit lebih “makmur” dari pada tetangga kita disana ……., kita tidak perlu memakan daging cak tik, …….

  8. Pingback: Makan « k.a.n.g.t.u.t.u.r

  9. emang jijik makan daging tikus. tapi ada yang lebih menjijikkan lagi. seorang pak lurah tega memperkosa seorang anak SMP. video pemerkosaan itu bisa dilihat DISINI

  10. masih mending kata org makan ulat yang byk mengandung protein (katanya sih rasa ulat itu kayak santan tawar,lha kepalanya kriuuuuuk gitu) daripada makan tikus.Kan ulat makan daun…kalo tikus?makan apa haaaayo??????ngilani……

  11. hmm… awal bulan ini sy ke Tomohon, Sulut, mampir ke pasar tradisionalnya ada juga tikus ekor putih yg sudah dibakar harganya 25 rb per ekor. daging RW Rp 25 rb perak per kg, trus daging ular phyton Rp 30 rb per kg…. yg miris, itu lho dg anjing dalam kurungan (persis spt ayam dalam kurungan di pasar tradisional kita, matanya itu ..sedih..kasian banget. Baru itulah sy ke pasar dg suara anjing menggonggong dan menguik… hikssss.. :-(

  12. eh denger2 lagi beredar daging tikus dibungkus tepung dan dijual di KFC-KFCan (tau kan KFC2an apaan) di pinggir jalan. Gak tau HOAX apa bukan nih

  13. daging tikus itu enak,tapi yang hidup dalam hutan ,berekor putih.
    setelah lima belas tahun baru aku merasakan lagi nikmatnya dangin tikus hutan…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s