Stop Permainan Panjat Pinang!

Perlu waktu 5-6 tahun supaya pohon pinang tumbuh setinggi 15-an meter!

Pinang (Areca catechu) dulu dekat dengan masyarakat, terutama orang-orang yang suka nyirih. Campuran antara daun sirih, pinang, kapur menjadi menu wajib nenek saya dulu. Relief pada Candi Borobudur dan Candi Sukuh, keduanya berselisih sekitar delapan abad, juga menampilkan pohon pinang secara jelas. Artinya keberadaan pinang memang sudah menjadi bagian dari masyarakat di nusantara ini sejak lama.

Menurut primbon.com, pohon pinang merah dapat mengundang rezeki dan mmenjadi penangkal niat jahat dari orang yang hobby meneluh, guna-guna, santet dan sebagainya. Anda percaya? Saya sih nggak percaya…

Nah, setiap bulan Agustus masyarakat Indonesia semakin dekat dengan pohon pinang. Permainan panjat pinang seakan menjadi menu wajib untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Ini sebenarnya permainan lucu-lucuan yang memadukan antara kerjasama, kekuatan, keberanian, kekonyolan, dan keberuntungan. Bagaimana detail permainan itu?

Sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas disiapkan oleh panitia perlombaan. Pada bagian atasnya diletakkan berbagai hadiah menarik. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon. Oleh karena batang pohon tersebut licin karena dibaluri minyak pelumas, para pemanjat batang pohon sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang pohon inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya batang pohon, dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton.

Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa diperlukan waktu antara enam sampai lima tahun bagi sebuah pohon pinang untuk tumbuh setinggi kurang lebih 15 meter? Jika, katakanlah, semua kecamatan di Indonesia yang berjumlah 5500 menyelenggarakan panjat pinang, maka ada 5500 pohon pinang yang tumbuh sejak lima atau enam tahun lalu dibabat dan teronggok begitu saja setelah tujuh belasan.

Apa jadinya jika bukan tiap kecamatan, tapi tiap desa membuat acara panjat pinang? Akan lebih banyak lagi pohon pinang yang tercabut dari akarnya. Padahal selama ini tidak pernah ada masyarakat yang melakukan penanaman pohon pinang di lingkungan mereka. Jika dari tahun ke tahun hal seperti ini terjadi, adalah sebuah keniscayaan bagi punahnya pohon pinang dari bumi nusantara. Kita tidak ingin itu terjadi, khan? Pakai apa dong nenek-nenek kita nanti kalau pengin nyirih?

Jadi, sudah saatnya kita hentikan acara panjat pinang. Masih ada acara lain yang lebih menghibur daripada panjat pinang itu. Setuju?

Bonus:
Tahukah Anda bahwa permainan panjat pinang itu konon berasal dari Cina? (PDF)

54 thoughts on “Stop Permainan Panjat Pinang!

  1. Mas Puji nyirih ya, jadi merasa tersinggung kalau nanti pinang habis :-D

    Di Beberapa tempat (utamanya di Bekasi sini) untuk anak-2 malah pakai bambu petung atau pakai batang pohon pisang, soalnya pinang sudah mahal.

    Saran saya, mendingan ganti jadi pohon kelapa saja, atau sekalian manjat tiang listrik, kan mulus dan lurus seperti pohon pinang diserut :-P

  2. setuju ama vavai, ga harus distop ganti aja pake pohon bambu ato pipa besi, lagian setahu gw pohon pinang tuh mahal, untuk ukuran panitia kelas cere jelas ga mampu untuk beli pohonnya (belum termasuk hadiahnya)

    perbanyak lomba makan tempe dan tahu (kerupuk mulu bosen) :D

  3. @1,2,3
    panjat pinang boleh jalan terus asal ada peremajaan kembali, biar nggak cepet punah.

    tuh vavai pernah manjat tiang listrik yang diolesi oli bekas. padahal nggak ada hadiahnya. asyik, ya Om? untung nggak kesetrum… kekekekekekk… :P

    @4. Donny Verdian
    Ide elo sangat brilian. Coba bikin buble gum rasa campuran sirih, kapur dan pinang. Dan silakan pasarkan ke panti jompo. Semoga sukses! Kekekekekk….

  4. Manjat tiang listrik sih belum boss, tapi manjat pohon kelapa yang bikin kancing baju pada trondol (apa ya ini namanya, kancing pada lepas gitu) sih pernah.

    Jadi inget humor garing, bulat, panjang dan manis, tiang listrik digulain :-P

  5. @7. priandoyo
    Mas Priandoyo, coba deh nulis tentang tips dan trik memenangkan kompetisi panjat pinang. Dijamin nanti akan menjadi BOTD karena Anda adalah praktisi panjat pinang yang sudah berpengalaman. Saya tunggu tulisan Anda ya…

  6. lomba kok gitu-gitu aja,
    muali kecil sampai tua.
    makan krupuk,
    panjat pinang.dll-nya,
    kagak ada yang mutu.
    kagak adakah yang punya ide yang brilian untuk menggantinya?

  7. tahun lalu saya dapet 3 ekor ayam, 2 payung, 4 tas, senter dan beberapa bolpoin. tahun ini, kayaknya belum nemu deh yang mau nyelenggarain panjat pinang di negeri jiran

  8. @13. Hedi
    nggak ada yang mau nurut. apalah arti blog saya ini di tengah blogosfer yang bagaikan lautan teks super crowded. apalagi nggak ada panitia panjat pinang yang baca blog ini juga. duh…

    lagipula saya lebih sering membayangkan blogging itu seperti saya sedang ngedumel kok. didengerin syukur, nggak didengerin ya nggak apa-apa. dikomentari syukur, nggak dikomentari ya no problemo. lebih seringnya sih dicuekin oleh orang-orang. kekekekekk….

  9. WADUH… KALAU ACARANYA JANGAN DI-STOP,
    TAPI POTONG POHON PINANGNYA SETUJU DI ST0P !!
    SO…. ADA CARA LAIN GANTIKAN POHON PINANG, MISAL DENGAN BAMBU PETUNG YG BATANGNYA BESAR DAN LURUS, BISA JUGA MENGGUNAKAN POHON PISANG YANG DIGANTUNG…,
    KARENA…. DENGAN ACARA PANJAT PINANG…KITA DIINGATKAN AKAN BERATNYA PERJUANGAN UTNUK MENGGAPAI KEMENANGAN.
    PERLU KERJASAMA, KEULETAN/KEGIGIHAN, KESABARAN, DAN PENGORBANAN. ITU……. ESENSINYA…AGAR KITA PENIKMAT KEMERDEKAAN TIDAK LUPA… ATAS JERIH PAYAH PARA PEJUANG KITA!!!!!!!!!…BUKAN HANYA SEKEDAR MENCARI KESENANGAN…. DAN HURA-HURA….OKEY????????

  10. Pohon pinangnya dikasih pengawet sehingga bisa digunakan minimal 6 tahun. Kalau perlu malah lebih.
    Mungkin kalau bisa dijalankan, kita bisa bikin persewaan pohon pinang. Sedia berbagai macam ukuran: pendek panjang, besar kecil.

  11. kalo pinang nya di ganti, namanya bukan panjat pinang lagi dong Mas… hihihihi

    yang saya ngga ngerti sampe sekarang ya makna dari permainan itu sendiri. menggalang kerja sama gitu? trus kalo kompak ada hadiahnya yang bisa diambil di atas?

    aaah rasanya ada banyak permainan yang bisa bikin kompak dan kerjasama tanpa harus mengorbankan alam…

  12. Gini aja solusinya biar pinang nya ngak habis. Bagi peserta yang ikut harus nanam pinang, jika peserta nya ada 20 dan ada 5500 jadi dalam 5 tahun lagi ada 11000 pinang yang akan tumbuh, maka pinang yang tumbuh lebih banyak dari yang di cabut…..=) bayangkan aja kalo tiap tahun gitu, bisa-bisa pinang nya ngak habis habis di pake….
    Sehingga tradisi panjat pinang di 17-an ngak musnah dan bisa di mainkan sampai anak cucu kita…..heheehe

  13. tadi malam sy lihat kabaretnya teater koma di metro tv, salah seorang pemainnya -butet- menyentil soal panjat pinang ini. Katanya aktivitas ini simbol dari penindasan, lihat saja untuk mendapat hadiahnya seseorang harus menginjak kepala orang lain. Konon ini simbol kisah yg terjadi di masyarakt sekarang ini. Injak sana, injak sini, kemudian menanglah dia… haaa.. bener juga yaa.. kesimpulannya, saya setuju kalau panjat pinang ini dihapuskan. di sisi lain, lingkungan dan budaya kita yg real akan tetap tejaga toh? Paling tidak, nenek2 kita masih aman utk bisa nyirih tahun depan… :-)

  14. saya belom pernah ikutan panjat pinang hehehe.
    lomba panjat pinang tetap ada tapi ga pake pohon pinang asli. pake pipa pralon yang gede dan kuat. emang sih mahal tapi bagus buat inventaris 17-an tahun depan dan beberapa tahun lagi.

  15. gimana kalo ngadain lomba nanam pohon pinang aja?
    ntar dirawat baek2 sama para peserta, dinilai 5-6 tahun lagi (kalo gak lupa :D).
    yang punya pohon yang paling tinggi yang menang. hadiahnya: hasil penjualan pohon pinang buat lomba 17an.
    ntar kebun pisang pada ganti jadi kebun pinang. hihi

  16. Logika berfikirnya perlu dilurusin mas. Di Kampung saya, lebih dari 1000 pohon pinang titanem tiap tahunnya. Di kampung tetangga-tetangga juga kayak gitu. Jadi, gak masalah kalo ditebangin satu — sepuluh juga ga papa tuh.

  17. klo yang sempet saya dengar dari serial Para Pencari Tuhan jilid 2 sih, permainan panjat pinang tu dipopulerkan oleh penjajah Belanda yang kekurangan hiburan dan beranggapan bahwa menonton kaum jelata yang mati2an memanjat pohon pinang demi hadiah yang tidak seberapa adalah jenis hiburan yang mengasyikkan. katanya sih…

  18. AKHIRNYAAAAA….. ada yang menyuarakan hal ini!! Sudah sejak 10 tahun lalu saya khawatir. Soalnya, saya tinggal di jakarta dan kuliah di yogya dulu. Setiap kali lewat daerah banyumas, yang banyak l´pohon pinangnya, setiap tahun saya perhatikan semakin berkurang tegakannya.

    Terima kasih untuk menyuarakan hal ini!!

  19. Tradisi yang sudah mengakar tidak perlu dihapuskan, selalu ada solusinya. permasalahannya kan cuma setiap tahun pohon pinang ramai2 ditebang ? kalo setiap tahun ditanam kan selesai masalahnya. bahkan skrg banyak yang sudah membisniskan pinang ini, jadi, menurut saya its not a big deal. pohon pinang punah dari Indonesia krn panjat pinang ? ga mungkin…

  20. Pingback: Perlu waktu 5-6 tahun supaya pohon pinang tumbuh setinggi 15-an meter! | Out 2 Character Conversation

  21. untuk tahun ini di daerah saya tidak diadakan kegiatan panjat pinang dengan alasan biaya, dan ternyata ini juga menimbulkan dampak yg tidak terpikirkan yaitu faktor keselamatan dari pesertanya, karena itu untuk tahun ini tidak akan diadakan lomba panjat pinang…..

  22. panjat pinang, berarti harus pake pinang dong, kalo pake bambu namanya panjat bambu, apalagi pake tiang listrik biayanya besar harus ijin ma PLN segala, biar gak punah, buat aja program tanam pinang 5 pohon untuk satu pohon yang di tanam , jadi pinang gak akan punah….yang ditakuti kok pinang yang punah… rasa kebangsaan kita nih yang harus di takuti kalo punah, bisa dijajah lagi…

  23. panjat pinang, berarti harus pake pinang dong, kalo pake bambu namanya panjat bambu, apalagi pake tiang listrik biayanya besar harus ijin ma PLN segala, biar gak punah, buat aja program tanam pinang 5 pohon untuk satu pohon yang di tebang , jadi pinang gak akan punah….yang ditakuti kok pinang yang punah… rasa kebangsaan kita nih yang harus di takuti kalo punah, bisa dijajah lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s