Obama di New Yorker

…di perapian sebuah bendera Amerika terbakar.

New Yorker edisi 21 Juli 2008 memunculkan banyak kritik. Majalah yang selalu menerbitkan reportase, komentar, kritik, esay, fikso, satire, kartun dan puisi yang berbobot itu menampilkan gambar sampul yang memicu kontroversi.

Pada edisi itu digambarkan Barack Obama dan istrinya sudah menempati gedung Oval. Istri calon presiden dari Partai Demokrat yang kribo itu digambarkan menenteng sebuah senapan. Obama sendiri dilukiskan mengenakan pakaian adat Arab yang panjang menjuntai di bawah lutut, lengkap dengan penutup kepalanya. Di atas perapian tergantung foto Osama bin Laden, orang yang dicari-cari pihak Amerika sampai kini. Sementara itu di perapian sebuah bendera Amerika terbakar.

Obama dan istrinya dilukis sedang melakukan “toss pukulan” sambil tersenyum simpul sedikit.

Cerita di bagian dalam, konon, menampilkan pendidikan politik Obama dan tahun-tahun pertamanya di Chicago.

Sampul ini dilukis oleh Barry Blitt bisa ditafsirkan macam-macam, tergantung sudut pandang orang yang melihatnya.

Bagaimana Anda menafsirkan sampul majalah New Yorker itu?

24 thoughts on “Obama di New Yorker

  1. Rasis, naif, subjektif, shallow. :evil:

    Tapi disisi lain smart, karena memang itulah satir dari Obama dimata Republikan dan pendukung McCain. Teroris karena ingin menarik pasukan dari Irak, tidak patriot juga karena ingin menarik pasukan dari Irak, dan terlalu dekat dengan Muslim dalam masa lalunya.

    Kesimpulannya, you see what you want to see. :)

  2. provokatif dan shallow… :D
    coba kalo ini terjadi di Indonesia, mungkin udah berakibat pada kerusuhan massal para pendukungnya ya…hueheuhuehe…

  3. kalo saya menafsirkannya gini:… obama itu dekat dengan kalangan Arab, makanya dia pengin narik pasukan amrik dari kawasan Arab. Dia memandang terorisme dengan cara yang berbeda dibanding bush. Tentang bendera yang terbakar, mungkin bendera itu tertiup angin dan masuk ke dalam perapian. Gitu kali ya… namanya juga tafsiran. Terserah gue yang punya mata dong..

  4. Kalau saya melihatnya sebagai kesadaran dari si pelukis bahwa tanda-tanda kejatuhan Amerika Serikat sudah sangat dekat. Amerika harus belajar dari kejatuhan Jerman dan kejatuhan negara-negara lain dulu sekali, yang berusaha menjadi penguasa di dunia.

  5. @10. Hedi –
    Hedi, keliatannya sih nggak akan ada tuntutan hukum. Jangan berharap pula para pendukung Obama datang ke kantor redaksi The New Yorker sambil membawa pentungan dan mengobrak-abrik taman kantor itu. Para pendukung Obama juga tidak akan minta The New Yorker dilarang beredar. Dan pemred The New Yorker pasti bisa tidur nyenyak karena tidak diseret ke pengadilan. Kekekekekkk….

  6. kata oom blit karikatur itu untuk memberi gambaran satire atas mis-intrepretasi orang amerika terhadap Obama. 39% percaya Obama sekolah madrasah di Indonesia, 26% percaya ia dibesarkan keluarga muslim, 12% percaya Obama akan bersumpah dengan quran ketika jadi presiden, dan surprisingly 13% Obama adalah muslim taat.

    Well, ndak ada satupun yang benar. Ia adalah seorang Kristen.

  7. @ Ambar
    Jadi oom blit cuma menggambarkan bagaimana sekian banyak orang Amrik pola pikirnya sudah diracuni isu, gosip, stereotip, suudzon, negative thinking, dll, dan tidak mau susah payah meneliti benar tidaknya pandangan dan informasi yang mereka terima.
    Untuk masyarakat “seberadab” Amrik, itu MEMALUKAN!!!

  8. Naif dan cenderung bodoh. Karena kenyataannya Obama tetap akan meneruskan kebijakan antiterorisme dan tetap tidak bersikap terhadap pendudukan Israel di Palestina.

    Obama memberi harapan baru bagi warga AS, tapi tidak bagi dunia.

  9. Kecuali kalau memang dimaksudkan untuk satir sebagai sindiran bagi warga AS sendiri. Well, saya belum baca artikelnya, cuma disuruh menafsirkan oleh sang empunya blog :P

  10. Satire.

    Tapi…, gw heran, di jaman internet dan TV gini (apalagi di amrik), koq masih ada sejumlah besar orang “disinformed” gitu sih. Ga kecil pula, antara 10-30% lumayan tuh. Lagian itu kan udah ditayangkan jelas2 di media2 nasional sana…, Masak sih gak tau mereka? Gw aja tau :D

  11. Menurut gue, Obama kurang tegas soal masalah Israel dan Palestina. Emang sih, Israel sangat menekan Amerika agar menutup mata soal Human-Rights Violations di sana, namun Obama kan berjanji akan membawa Change? Harusnya dia nggak takut mengenai konsekuensi mencoba mengubah dunia, dong!
    Gue waktu itu sempet liat ada political fashion company, namanya shirTalks, yang dengan kerennya menyindir masalah ini. Ada desainnya, Obama tampangnya bego dan bingung banget. Konyol, tapi bermakna! Ada di blog gue:

    http://shirtalks.wordpress.com/2009/02/20/amerika-pilih-obama-tapi-siapa-yang-akan-obama-pilih/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s