Gorila Cewek, Gorila Betina

Ada cewek mau nemenin gorila

Sebuah berita nongol di Kompas.com siang ini. Judulnya “Gorila Ragunan Segera Ditemani Cewek“. Pertama kali membaca berita itu, saya terkesima. Wah, ada cewek hebat nih yang berani menemani seekor gorila (jantan) di kebun binatang Ragunan. Hmmm, mungkin ini cewek yang nekad. Atau dia cewek yang terlalu lama menjomblo, putus asa dan akhirnya menyerahkan hidupnya ke pelukan seekor gorila (jantan).

Tapi, baru satu paragraf berita itu saya baca, sangkaan saya salah seratus persen. Tidak ada cewek yang akan menemani gorila (jantan) itu. Yang ada adalah gorila-gorila betina dari Howlett Zoo di Inggris yang didatangkan ke kebun binatang Ragunan untuk menemani gorila (jantan).

Ini masalah pilihan kata. Setahu saya, kata cewek itu untuk menunjukkan orang berjenis kelamin perempuan. Kata ini biasanya lebih banyak dipakai oleh kalangan muda untuk menunjuk perempuan yang masih muda juga. Jadi, tidak ada cewek yang berumur, katakanlah, 60 tahun. Perempuan seumur itu tidak pantas disebut cewek, kecuali yang menyebutnya ingin menghina nenek-nenek. Pasangan kata cewek adalah cowok. Pro dan kontra penggunaan dua kata ini sudah sering kita dengar. Namun, nampaknya itu semua tidak menghalangi penggunaan kata cowok dan cewek oleh anak muda sekarang.

Sementara itu ada kata yang tepat untuk menunjukkan jenis kelamin hewan, yaitu jantan dan betina. Oh, ya… kata jantan dan betina juga dipakai dalam ilmu biologi: bunga jantan, bunga betina.

Lalu, mengapa wartawan itu menggunakan kata cewek untuk menunjuk gorila berjenis kelamin betina? Jangan-jangan si pewarta itu begitu terpesona dengan wajah gorila betina itu sedemikian rupa sehingga tidak bisa membedakan mana yang gorila dan mana yang cewek. Hahahaha… Ada-ada saja nih KOMPAS.

9 thoughts on “Gorila Cewek, Gorila Betina

  1. Iya,

    Kompas jangan seperti tetangga yang terkesima dengan fotonya Munarman yang mencekik anak buahnya, hihihi…
    (jaka sembung :-P )

    Kompas juga jangan ikutan seperti tetangga berita online yang sering saalh keitk dan terburu-buru dalam membuat berita sehingga kalimatnya acap sulit dipahami.

  2. #2 – Vavai
    kalo terkesima dengan gorila, nanti bisa-bisa dicekik oleh gorila beneran. ini lebih repot karena gorila tahunya memang cara kekerasan semata dan gorila tidak mengenal dewan pers. hahahahaha…. :P

  3. Astaga…

    Akankah muncul nantinya “Seorang cewek mengadukan ke pihak kepolisikan karena mendapat godaan dari seoarang pejantan”?

  4. itu mungkin semacam ‘pembelaan’ atau ‘pembalasan’ atas penggunaan istilah “jantan” yang selama ini sudah sering dilekatkan dgn “manusia”. Misalnya, “Pejantan Tangguh”, “Kejantanan Pria”, dan sebagainya.

  5. headline kan sering gitu…memancing rasa penasaran pembacanya. Tuh kan buktinya Anda juga penasaran jadi pengen baca lebih lanjut. Lihat saja gaya judul2 headline di PosKota atau WartaKota, sama kan judul2nya “mengundang” orang jadi penasaran

  6. he……………… ada2 aj mask g bs bedain cwe ama gorila
    or itu hny ilustrasi or mgkin aj baru bangun tidur jd ngelantur,,,,,,,,,,
    cwe=gorila
    gk lah
    tErLaLu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s