Pengantin Gembrot

Menurut Dian, pengantin nggak boleh gendut

Dulu, si kecil Dian keponakan saya memang lugu. Ketika diajak mamanya jagong manten adat Jawa, tidak berhenti-hentinya dia nanya ini dan itu. Juga saat iring-iringan pengantin masuk ke ruang resepsi. Dia bolak-balik bertanya.

“Ma, kok pengantin boleh gendut, ya? Yang Dian liat di majalah kok pengantin putri itu kurus dan ceking,” begitu komentarnya tatkala dilihatnya pengantin putri gendut dan tidak langsing.

Mamanya Dian tidak bisa menjawab pertanyaan anaknya.

Dian yang sekarang sudah beranjak dewasa pasti akan mengulangi pertanyaannya lagi ketika melihat foto seorang puteri dari Yogyakarta menikah dengan seorang pangeran. Anak perempuan Sultan Yogyakarta yang bernama GKR Maduretno dipersunting seorang pangeran bernama KPH Purbodiningrat.

Jangan bayangkan sang putri bagai bidadari yang ceking kekurangan makanan. Putri kita ini layaknya abg kebanyakan: berbadan subur, berpipi tembem, berlengan gombyor. Hmmmm, putri keraton jaman sekarang mungkin tidak dipingit seperti jaman dahulu, ya? Kesan gendut itu makin terasa tatkala pengantin pengantin bernama asli Nurkamnari Dewi Maduretno ini mengenakan pakaian adat Jawa tanpa atasan. Bahunya terbuka, membiarkan lengannya yang gempal terlihat oleh siapapun.

Well, puteri keraton jaman sekarang memang beda. Dalam bayangan saya, seorang puteri keraton punya banyak aturan, selalu dijaga makanannya, banyak minum jamu dan seterusnya. Kini puteri keraton adalah orang yang punya halaman Friendster, suka BBQ, suka teppanyaki, suka cheese cake, Pizza Dominos, Orange Creme Caramel, spaghetti, rice noodle soup, empek-empek, masakan korea yg pedes, french fries, brownies es krim, suka shopping, suka jalan-jalan… (hampir semua entri di blognya selalu ada kata “makan“)

Kalau Dian benar-benar melihat foto ini, pasti dia akan menebak pengantin wanitanya adalah dua orang yang berada di samping kiri kanan itu. Wanita yang langsing, tinggi semampai berambut panjang. Lady Arwen Undomiel dalam Lord of the Rings adalah tipe ideal seorang pengantin menurut Dian. Pengantin prianya pun harus seperti Aragorn yang macho, kekar, dan six-pack perutnya. Ah, Dian memang aneh.

Bagaimana menurut Anda?

24 thoughts on “Pengantin Gembrot

  1. Jangankan Dian, sayapun menduga awalnya (ketika nonton di TV) bahwa pengantinnya adalah para pengiringnya itu. Tapi setelah seksama mengikuti beritanya, ternyata saya tertipu abis.

  2. Saya hormat dan respek pada Sri Sultan HB X tapi itu tidak bisa menahan saya untuk tidak mengomentari penampilan Mbak Nurkamnari.

    Kecantikan tentu tidak semata karena langsing atau putih tapi namanya orang Indonesia, jadi timbul keinginan untuk mengomentarinya, hehehe…

    Mungkin terlalu banyak baca buku cerita pak, jadi asosiasi seorang putri keraton langsing, berambut panjang dan aduhai jelita seperti Vivian Chow :-P

  3. Saya hormat dan respek pada Sri Sultan HB X tapi itu tidak bisa menahan saya untuk tidak mengomentari penampilan Mbak Nurkamnari.

    Kecantikan tentu tidak semata karena langsing atau putih tapi namanya orang Indonesia, jadi timbul keinginan untuk mengomentarinya, hehehe…

    Mungkin terlalu banyak baca buku cerita pak, jadi asosiasi seorang putri keraton itu bertubuh langsing, berambut panjang dan aduhai jelita seperti Vivian Chow :-P

    Vivian Chow ? http://www.vavai.net/index.php?/archives/12-Vivian-Chow,-VCHM_Chow-Kachow.html

  4. kata temenku anak sultan gak ada yg cakep. padahal ibunya cakep loh. tapi ponakannya sih cakep-cakep. itu juga katanya… :D

  5. Posting ini berbau SARA :D

    beliau pernah di melbourne toh, kok ga pernah ketemu, mungkin karena saya lain kasta :D

  6. Makan memang enak – tapi kan harus membatasi diri, aku diteriaki orangtua ketika mulai melar dan pagi2 dibangunin hanya untuk jalan 4 km tiap pagi sampe postur gak melar lagi. mengendalikan makan juga termasuk salah satu dari pengendalian diri.

  7. hush.. jangan begitu ah.. mas nulis blog jangan ngebantalin dian dong hehe..

    katanya skrg sudah pola pikir sudah maju..
    masa ukuran tubuh jd masalah??
    klo yg punya body PeDe knp kita yg ribut..
    klo mau jd orang yg maju bukankah kita harus belajar menerima perbedaan? manusia kan bermacam2.
    jangan phisic oriented gitu dong..

  8. halahhhh…. suka ngomongin orang gak bagus thhhh…. gak tau jg apa manfaat dari blog ini?

  9. tapi juga ga masalah tho, minimal buat pengantin pria…dan kita emang suka ribut sendiri hehehe

  10. iya, setiap melihat berita ini. reaksi spontan dari yang nonton rata-rata begini, “walah, putri kok gendut?” atau “lho, lemu tenan??”.
    Mungkin orang-orang bertanya-tanya karena kakak dan orang tua dari mempelai bisa dibilang langsing.

  11. betul setuju deh…kalo pengantin cewek maupun cowo gak boleh overweight…kalo gak bisa sih/udah dari sononya sih ya apa boleh buat…:)

  12. Kurus, Gemuk, Bisu, Tuli, Buta, Sinting, Edan, Kentir, Hidup, Mati, Pingsan, dll adalah anugrah dari Nya … Ciptaan Nya… yg sudah punya takdir masing-masing. Kenapa sampeyan mencelanya?

  13. Mas Puji, aku punya pendapat soal ini. Tapi ternyata komenku kepanjangan, ntar malah nyampah di rumah orang ndak enak juga heheh..

    Jadi silakan baca di sini

  14. Pingback: nonadita nonadita » Gendut Tak Berarti Tak Cantik

  15. apa yang salah dengan orang gemuk?
    memangnya putri nggak boleh gemuk?

    kata Can Nun juga, memilih pasangan hidup itu seperti memilih keyakinan. Sudah lah, nggak usah kita meributkan pilihan/keyakinan orang lain, kan kita juga nggak pingin orang lain meributkan pilihan kita.

  16. Dear All,

    Saya tidak menjelek-jelekkan orang gendut sama sekali. Saya juga tidak menjelek-jelekkan anak sultan yogya itu. Saya juga tidak menyalahkan orang yang mempunyai berat badan berlebih.

    Bahwa dia itu gendut itu bisa kita bisa lihat fotonya. Bahwa dia suka makan, bisa pula kita baca di blognya Dewi, khan?

    Salahkah menyebut orang yang berat badannya berlebih sebagai orang gendut/gembrot?

    Haruskah saya mengatakan bahwa Dewi itu orang yang berbadan langsing semata-mata karena dia anak perempuan sultan?

    Kenapa kalian ribut sendiri di blog saya?

  17. Mas itu mah udah fisik… saya ga mau ribut di blognya si mas ini, tapi… deuh baru tahu kalo putri Sultan yang itu toh… heuheu, subur amat! Dan waktu periksa entry blog friendsternya emang ga terlewat kata MAKAN. huahuahua. Ooops. Pis

    *maaf*

    *sambil merangkak keluar blog*

Comments are closed.