Batik Bill Gates

Bisakah kita paksa semua orang di Redmond pakai batik?

bill gates batik

Seharusnya kita malu dengan Bill Gates yang memberikan kuliah di Jakarta Convention Center hari ini. Di tengah suasana kaku yang ditunjukkan oleh para peserta yang mengenakan jas resmi dan dasi, justru bos Microsoft ini tampil mengenakan batik bikinan Iwan Tirta.

Kemarin kita ribut ketika hak cipta desain batik oleh negara tetangga. Seharusnya sejak saat itu semua acara resmi kenegaraan diwajibkan mengenakan batik tanpa kecuali. Bukankah ada motif batik yang bisa dicocokkan untuk acara resmi seperti seminar dan kuliah umum? Jika selama ini kita HANYA mengenakan batik pada saat lebaran dan kondangan saja, kini saatnyalah yang tepat untuk kembali menggaungkan kembali kampanye cinta batik produksi dalam negeri. Lihatlah pejabat Philipina yang nampak sering menggunakan baju kebanggan mereka yang transparan itu.

Sampai hari ini kita melihat serbuan bahan tekstil dari China. Kini justru anggota dewan perwakilan rakyat kita masih setia dengan jas warna gelap dan dasi melilit leher ketika mereka bersidang. Kasihan para pengrajin batik di Pekalongan dan Yogya yang kehilangan order gara-gara membanjirnya tekstil dari Tiongkok. Awas, kalau kita tidak memulai ini, jangan heran jika akhirnya kita mengimpor kain batik dari Singapura, Hongkong, Tiongkok, Malaysua atau Taiwan. Mengerikan sekali, bukan?

Di tengah naiknya harga minyak untuk menggerakkan turbin generator listrik untuk mendinginkan ruangan, kini saatnyalah bagi kita untuk menggunakan batik. Jakarta yang udaranya lebih sering panas tanpa salju pasti lebih cocok dengan batik. Batik relatif lebih murah daripada stelan jas lengkap. Untuk menggunakan batik, tidak perlu baju berlapis-lapis. Cukup gunakan kaos singlet dan baju batik. Bayangkan jika Anda menggunakan jas: paling dalam tentu singlet, kemudian kemeja lengan panjang, lalu jas, ditambah dasi yang melilit leher. Wuih, panas bukan?

Bayangkan jika Anda harus berdesakan di dalam busway yang sekarang tidak adem itu. Menggunakan batik lengan panjang pun rasanya masih lebih nyaman daripada menggunakan jas berdasi yang paling tipis sekalipun.

Jika batik lebih populer daripada jas dan dasi, suhu di dalam ruangan mungkin bisa dinaikkan barang beberapa derajat celcius. Dampaknya adalah penghematan bahan bakar minyak. Jika batik lebih populer daripada jas dan dasi semoga kita tidak perlu banyak mengimpor baju dari China. Lalu, semoga lebih banyak order bagi para perajin batik di Pekalongan, Semarang, Yogya, Cirebon, Solo dan lain-lain.

Kalau bukan kita yang peduli, apakah kita akan memaksa Bill Gates pakai batik tiap hari di Redmond?

31 thoughts on “Batik Bill Gates

  1. Memang berpakaian itu mestinya disesuaikan dengan tempat , kalau di amrik sono dingin yo enak make jas+dasi kalau di indonesia ini segernya ya make batik.
    sama sama maseko , aku juga make batik tiap jumat , mau make tiap hari ndak cukup koleksinya :D

  2. sy baca di detik, tadinya SBY mau pakai jas lengkap tuh…., namun ketika mendengar Bill Gates pake batik…., buru2 deh SBY ganti baju ke batik

    ke-bayang nggak, kalo misalnya teamnya SBY nggak tau info tsb, SBY maju pake Jas, tapi Bill Gates pake batik… wah bisa mbikin malu indonesia ….

  3. Saya suka pakai batik, tapi kadang agak takut kalau pakai batuk ke kampus, Ntar banyak yang mau ikut, dikira akan ada undangan makan-makan

    Maklum jaman kuliah dulu anggota pemburu makanan gratis di pesta kawinan orang, cukup modal batik saja, perut kenyang, syukur-syukur dapat kenalan baru, Siapa yang nikah ? Saya juga ndak kenal..

  4. Menurut saya tampil memakai batik dalam acara-acara resmi malahan kelihatan lebih berkelas daripada memaksakan memakai jas dan dasi. Ada juga karena begitu maksa pakai jas, akhirnya beli jas yang kedodoran atau kekecilan. Maka berkeliaranlah mereka itu dalam acara resmi tersebut seperti badut-badut penghibur. Saya suka tersenyum kalau melihat cara berpakaian orang kita yang maksa seperti itu.

  5. Coba deh perhatiin gaya anak A Be Geh jaman skrg. Mereka paka batik yang udah dimodif dgn tren masa kini dan modelnya menurut saya keren2. Adidas saja jg sudah mengeluarkan edisi batiknya (walaupun ga tau sebenernya itu original dari sananya apa bukan)

  6. bill gates pakai batik itu mencoreng citra batik ! Hati-hati, nanti dia bikin software atau game atau wallpaper yang ada corak batiknya di situ dan dijual sangat mahal sampai yang bikin batik ngga kuat beli… ^paranoid^

  7. Pingback: weblog go bZip :: Kang Onno @ TVone tentang Kang Bill :: May :: 2008

  8. Bukannya di jakarta batik lagi ngetren. Waktu jalan2 di mall-mall sering aku lihat cewek/cowok usia 20-something pake batik buat jalan2.

  9. Pejabat kita memang aneh. Di TV sering saya lihat John Howard kalau berkunjung ke Northern Territory (Darwin dan sekitarnya) cuma pake kemeja, lengan digulung. Begitu juga para menteri2-nya. La panas.

  10. Setuju, ayo lebih sering memakai batik khususnya hasil karya para pengusaha UKM yang ada di Pekalongan, Lasem, Solo, Yogya, Cirebon dll.

    Acara-acara pemerintahan/nasional dengan pakaian berdasi sudah semestinya di tinggalkan dan diganti dengan batik. Lihat, Nelson Mandela dalam berbagai acara resmi selalu PD mengenakan batik.

  11. Saya punya beberapa baju batik. Batiknya minta jahitin penjahit pakai kain batik yg sudah ada pola potongannya, jadi begitu selesai dijahitu jadi kelihatan batik professional banget, padahal total harga beli kain + jahitnya < 150 ribu. Mana kainnya nggak mudah kusut, bisa dilipat, terus dipakai lagi nggak usah disetrika.

    Saya pakai batik ini pas acara sesi ramah tamah abis conference dgn temen2 luar negeri, pada respect semua mereka.

    BTW saya pingin euy punya batik Iwan Tirta yg dipake presiden2 pas meeting APEC (kalau nggak salah) tahun 1995, yang Pak Harto pakai motif apa, yang Bill Clinton pakai motif apa, asli itu keren banget.

  12. BISA !!! CARANYA?? Gampang aja, kasih BATIK BAJAKAN…. GRATIS. Ntar kan lama lama kecanduan.
    Bikin juga proyek proyek pendidikan mBATIK, di sekolah sekolah di Amrik sono, pakai lisensi mBatik gratis satu kampus rame rame

  13. Saya baru aja beli batik lagi untuk alternatif salinan hari jumat. Ha.. ha.. sekarang batik lagi ngetren dikalangan Ibu-Ibu, memang modelnya variatif dan harga yang cukup terjangkau. Tapi mdoel untuk kalangan mudanya sedikit banget, kadang saya kalau harus pakai batik mesti pinter-pinter milih model yang pas gitu….

  14. kebanggaan untuk negeri ini memang harus muncul dari penduduknya sendiri. masalahnya, batik yang adem seperti yang dipakai sama om Gates itu mahal bos, lebih mahal dari sebuah setelan jas. kainnya saja yang belum dijahit bisa jutaan, gemana dong… di pasar klewer Solo sih aku pernah lihat ada kemeja batik yang cuma 20 rb perak, atau di batik trusmi Cirebon ada juga kemeja batik perempuan yang cuma 35 rb perak.. yahh mudah2an sih skrg msh segitu harganya.. BBM mo naik ei…

  15. Pingback: The Internet Stories - The Indonesian Stories

  16. Disaat batik yang sekarang sedang menjadi trend, disaat orang sedang tergila gila dengan batik. Disaat seharusnya kita berbangga dengan bangkitnya kembali warisan budaya Indonesia yang dulu nyaris tenggelam. Apakah kelangsungan ini bisa disupport oleh pemerintah ?? Kelangkaan minyak tanah, kenaikan harga BBM berimbas langsung kepada pengrajin batik. Dimana mereka sangat membutuhkan minyak tanah untuk melelehkan malam/lilin mereka, dimana mereka membutuhkan stabilitas harga bahan baku mori, disaat itu pula pemerintah mengeluarkan kebijakan yang justru membuat mereka terhimpit. Mau tidak mau nantinya harga kain batik ini akan melambung tinggi. Apakah tidak mungkin apabila orang – orang akan kembali lebih tertarik untuk membeli produk textile import yang harganya jauh lebih murah ??

  17. tanpa gembar gembor, sejak 6 tahun lalu di kantor pusat saya ada himbauan untuk mengenakan batik setiap jumat dan itu didukung dgn sepenuh hati oleh semuanya. silahkan mampir kesana mas, pasti akan melihat pemandangan pegawai menggunakan batik.

  18. cintai produk lokal wahai generasi bangsa……
    jangan jadikan sekedar tren belaka…
    kALu bkn kita lantas siapa lagi ???
    ya nggak…

  19. batik?
    ada beberapa “cara” memakai batik:
    [1] pakai batik yang dibuat dari kain tenun produksi perusahaan kecil dan kemudian dibatik oleh tangan-tangan atau mesin-mesin “kecil” di kampung-kampung, atau di kota-kota kecil.

    [2] pakai batik produksi dalam negri, tetapi dibuat di perusahaan besar dengan modal asing

    [3] pakai batik impor.

    maka, pakai batik? jangan keburu bangga!

  20. Indonesia memang tidak pernah sadar akan kekayaannya, setelah di “rampok” baru mulai ribut dan sibuk menyalahkan orang lain, kapan bangsa ini mau mulai belajar dan merenung…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s