Decision Maker

Biarkan otak yang memutuskan, bukan kancing baju

Kemarin saya berkunjung ke kantor teman yang sekarang sudah jadi bos. Di mejanya tergeletak barang yang bentuknya mirip di sebelah ini. Setelah ngobrol sana sini, saya tak kuasa untuk bertanya juga benda apakah yang terbuat dari stainless steel itu. Dia mengatakan bahwa ini adalah Decision Maker atawa Pengambil Keputusan.

“Lho, bukannya pengambil keputusan di divisi ini adalah sampeyan,” tanya saya seketika sambil menjentikkan jari ke pendulum agar berputar-putar.

“Ah, itu khan secara hierarki. Tapi pada kenyataannya khan saya nggak mungkin mengambil keputusan sendirian. Masih ada bos besar yang pasti punya pengaruh besar juga. Masih ada rekan manager lain yang juga punya suara. Jangan lupa juga ada karyawan yang jumlahnya puluhan. Betul, khan?” sergahnya.

“Lalu, apa gunanya si Decision Maker,” tanya saya, lugu.

“Ya ini cuma hiasan. Saya memang menamainya Decision Maker biar keren. Tapi itu cuma nama saja. Tidak lebih tidak kurang. Masa’ sih saya akan memberikan wewenang kepada Decision Maker untuk mengambil keputusan? Dia khan nggak punya OTAK,” katanya sambil tertawa. Si teman ini menekankan pada kata terakhir dengan jelas, tegas dan galak.

Saya mengamini kata-kata teman saya itu sambil mengingat ada seorang teman lain di luar sana yang menyerahkan pengambilan keputusannya kepada jumlah kancing baju yang dipakainya saat itu.

13 thoughts on “Decision Maker

  1. Haha, telak menembakku :).
    “Duh kacau.”
    “Kenapa Koen?”
    “Kunci laci ketinggalan. Flash drive ketinggalan.”
    “Apa lagi.”
    “Otak ketinggalan.”
    “Haha.”
    “Untung kerja di sini boleh nggak pakai otak.”
    “Hahahaaaa.”

  2. hah? tertohok!!!!
    kadang-kadang kalo udah mentok banget ngga ngerti mau ngapain, kemudian menyerahkan pengambilan keputusan pada sekeping uang logam… gyahahahahahaha *maluw*

  3. #3 – funkshit
    kalo essay gimana ya? ntar gue nanya bos di sebelah sono duluan. tapi, mungkin dia nggak cuma pake kancing baju doang. jangan-2 dia pake kancing celana segala,.. :P

    #4 – Hedi
    waktu smp ngerjain soal mengandalkan kancing baju. udah jadi bos, kancing baju teteup jadi andalan. heran gue..

  4. dihitung ya kancing bajunya, a.. b.. c.. d.., seperti mo ngisi jawaban UM anak sd aja. dulu seh q juga sering kaya ginian, waktu masih sd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s