Going Green?

Sudah seberapa hijaukah aku?

Apa yang telah saya lakukan untuk bumi ini? Begitu kurang lebih Michael Dharmawan bertanya kepada saya, dan semua pembaca blognya, tentang aktivitas kita untuk memperpanjang umur bumi bagi anak cucu kita nanti.

Terus terang saya jadi malu karena saya belum melakukan banyak hal untuk membantu mengurangi polusi dan CO2 demi kelestarian lingkungan kita. Saya masih belum benar-benar habis menyantap semua makanan yang tersedia tiga kali sehari padahal di belahan dunia yang lain masih banyak orang yang kelaparan. Saya masih membeli air minum mineral jika di tengah jalan merasa haus. Rasanya membawa botol dari rumah yang bisa diisi air berulang ulang cukup merepotkan, ya? Ah, pasti ini hanya sifat malas saya saja!

Saya juga belum memisahkan sampah organik dan organik. Yang dilakukan di rumah baru sebatas mengumpulkan sampah dalam sebuah kantong plastik (Ah, ini justru menambah sampah plastik baru, khan?). Saya hanya bisa berkilah bahwa saya telah menggunakan tas plastik bekas dari supermarket untuk kantong sampah. Ups, baru sebuah kegiatan kecil tak bermakna!

Saya juga sering lupa mematikan lampu dan peralatan elektronik. AC, televisi dan stereo set di rumah selama ini selalu dalam kondisi stand-by saat tidak digunakan. Selalu saja saya lebih mengandalkan remote control saat mematikan televisi. Beberapa kali saya juga membiarkan komputer menampilkan screensaver berjam-jam. Lebih baik dimatikan, khan? Ah, betapa cerobohnya saya!

Aha, di bawah meja saya juga ada dua buah charger handphone yang masih berada di stop kontak padahal sudah tidak saya gunakan. Konon ini juga kebiasaan yang buruk karena boros energi!

Saya juga tidak menggunakan AC dengan bijak di rumah. Alasan saya sih biar si kecil Anya nyaman dan tidak berkeringat. Tapi, ini hanya alasan bodoh saja. Bukankah menggunakan kipas angin dan AC secara bergantian lebih hemat energi? Sepulang nanti moga-moga saya masih ingat untuk mencoba menerapkannya.

Itu baru sedikit daftar go green yang seharusnya sudah saya jalankan. Yang lain masih banyak.

Foto: 1worldglobes.com

8 thoughts on “Going Green?

  1. Sekarang marak pemakaian styrofoam untuk kotak makanan, sampai2 kotak berkat yang dulu pakai kertas karton berganti pakai styrofoam, mau modern tapi nggak nge-green.

    Hemat listrik? sampai harus dipaksa sama PLN, bulan ini mulai dierapkan tarif Listrik Progrsif, deg-degan nunggu tagihan nanti, nambah berapa rupiah ya?

    NB: Salam kenal :)

  2. di rumahku nggak ada ac dan banyak tanaman bahkan udah kayak hutan, bangga? nggak juga, tapi sedikit udah bagus kok dan akan terus meningkat, dari pada enggak sama sekali, mas :D

  3. tanpa AC memang gak nyaman, apalagi tinggal di jkt ini. Tapi ketidaknyamanan itu, bukankah krn kita yang ceroboh? yaitu pemakaian energi yang semena2, sementara hutan dibabat habis. Yang simpel saya lakukan adalah menanam pohon (apa saja) di halaman rumah yang tinggal sejengkal..

  4. mmmmm…kalo pake botol plastik brulang2 malah bahaya bwt kshatan.Pke botol termos aj wlo massa na lbh brat tapi lbh save.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s