Kompetisi

Kali ini rumput sendiri pasti diklaim sebagai yang paling hijau

Seorang teman yang bekerja sebagai humas di sebuah perusahaan telekomunikasi mengeluhkan kompetisi yang tidak sehat dengan perusahaan lain. Dia mengatakan bahwa banyak kode etik yang telah dilanggar oleh berbagai perusahaan telko saat mereka berpromosi. Misalnya saja ada yang mengatakan bahwa tarifnya sangat rendah tanpa menyebutkan bahwa tarif tersebut hanya berlaku mulai menit ke sekian. Nah, tarif dari menit pertama sampai menit ke sekian itu tidak disebutkan berapa harga per detiknya. Konsumen yang kurang teliti pasti akan tergiur dengan promo gencar yang dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi itu.

Ada lagi yang berpromosi dengan cara membandingkan secara langsung tarif mereka dengan tarif perusahaan lain. Memang tabel itu tidak menyebutkan nama perusahaan telekomunikasi pesaing. Tapi dari warna yang digunakan, orang sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa warna merah adalah perusahaan A, warna biru perusahaan B dan seterusnya.

Sang humas itu juga mengatakan bahwa sekarang sulit rasanya untuk mendapatkan pelanggan baru yang mau setia menggunakan jasa satu perusahaan telekomunikasi untuk waktu yang panjang. Konsumen, terutama dari kalangan muda dan dari golongan ekonomi bawah, tidak peduli dengan berapa kali dalam sebulan mereka ganti nomor telepon, ganti operator. Patokan mereka pasti pada harga yang murah. Mereka tidak peduli lagi dengan nomor yang sudah disebarkan ke sanak famili, teman dan handai taulan. Kalau ada kartu yang menawarkan harga miring, serta merka mereka akan buang kartu lama, ganti dengan yang murah. Begitu seterusnya.

Pernahkah Anda tergiur oleh iming-iming perusahaan telekomunikasi dan akhirnya dibikin kecewa?

34 thoughts on “Kompetisi

  1. semenjak pertama kali beli nomor perdana ini saya tidak pernah ganti nomor..biarpun taripnyah cukup mahal
    alasannya
    1. blinya masih muahal buanget (dibandingkan harga sekarang)..jadinya sayang kalo nomor tersebut sampe hangus :)
    2. repot kalo ganti nomor harus memberitahukan lagi pada teman2
    3. sinyalnya oke terbukti di pulau sebesi (selat sunda) masih dapat sinyal hehehe bukan promosi loh

    kalo iming-iming perusahaan telko ya palingan tergiur tawaran operator cdma..layanan cukup oke hanya saja jika dibawa ke luar kota gagal trus dapat nomor gogo-nya :( jadinya ta bisa dipakai menelepon

  2. Saya terus terang nggak pernah tahu perbedaannya atau benefitnya, karena sejak tahun 95 saya pelanggan salah satu operator. Jadi apakah bonus waktu percakapan atau jam jam bebas biaya juga dikenakan pada pelanggan seperti saya ..
    Cuma ada yang menarik, percakapan dengan Boss Telkomsel sewaktu membuat iklannya ( dulu ). Dia bilang dari data pelanggannya ada sekitar 13 juta, dengan perincian 10 juta pelanggan dari kartu prabayar, 3 juta dari kartu pasca bayar. Ternyata memang pendapatan terbesar ya dari 3 juta pelanggan tadi.

  3. wah, kreatip iklannya! :D

    dulu waktu kuliah, aku sering tuh mas ganti2.
    karena memang gag penting. pan masih mude… :D

    tapi setelah kerja, punya rekan bisnis, ya ndak lagi… cukup satu nomor aja.

  4. Hedi, Iman, dan Didats

    Anda semua bukan target iklan perusahaan telko karena anda sudah mapan, tidak sensitif harga dan menghargai nomor yang sudah Anda pegang. Anda termasuk pelanggan yang setia, tidak akan tergoda oleh iming-iming operator lain.

    Anda semua beda dengan orang yang sensitif harga, orang yang yang pilah-pilih operator berdasarkan harga pulsa murah, bonus sms, undian ini dan itu. Berbahagialah operator yang punya pelanggan seperti Anda semua. hihihi…

  5. weeew ganti-ganti nomor mlulu kan repot Pak. Saya kebetulan pelanggan keduanya, tapi pasca bayar.. hehehe…

    ga masuk tujuan iklan itu ya? :P

  6. Saya sama sekali nggak tergiur dengan promosi tarif tersebut, “so what gitu lo?” kata penyanyi itu.
    Meskipun begitu, ketika mereka baru mengeluarkan promosi saya hampir selalu mengecek di websitenya dan membaca syarat dan ketentuannya. Akhirnya ya cuman tersenyum saja :).

  7. #7 – mr.bambang
    nah, mr.bambang ini adalah contoh konsumen yang pinter. nggak mudah ‘ditipu’ iklan. wah, kalo semua konsumen spt mr.bambang ini, perusahaan telko bakal kehabisan uang utk membujuk calon konsumennya. biasya akuisisi per konsumen pasti meningkat. ujung-2nya ya tarif telponnya pasti mahal. hihihi…

  8. Saya sempat pernah terpikir untuk ganti. Bukan karena tarif, bagi saya saya lebih melihat sebagai “tarif ini tidak masalah bagi saya”.

    Yang menjadi alasan saya dulu sempat mau pindah operator adalah ketika jaringan di lokasi tempat tinggal saya tiba-tiba menghilang. Bukan hanya dalam beberapa jam, tapi sekitar 2-3 hari. Dan saya rasa saat itu, berganti operator merupakan alasan yang kuat. Untungnya, problem sudah diatasi oleh penyedia layanan, hampir saja pindah…

  9. xixixi gsm mahal,ngaku ngaku murah ahaha
    biarin mereka perang tarif, paling2 yg diuntungkan konsumen, kalau saya sih sbagai pegangan tetep satu kartu, tapi sbg koleksi dan kemakan promosi ya gak menutup kemungkinan beli yg lainnya sekedar icip2 saja, sudah pakai ya ganti lg ke kartu semula, yg baru simpen di dompet:)

  10. Iklan itu memang tugasnya menarik minat konsumen. Konsumen inilah yang harus kritis, cermat dan cerdas jangan mudah diperdayai. Saya sendiri sp pusing mengamati iklan2 itu, masa sp ada yg kawin sama monyet segala..keterlaluann. Apa konsumen itu segitu bodohnya yaa?? Jadilah konsumen yg smart deh…

  11. #14 kucingkeren
    saya setuju dengan mba susan bahwa tujuan iklan/promo adalah mmenarik minat konsumen. tapi, iklan itu sendiri mempunyai kode etik. dia dibatasi oleh etika periklanan. iklan juga nggak boleh bo-ong, nipu konsumen, nggak ngomong jujur. gitu, khan?

  12. Lah kalo disini malah terang2an dibandingkan. Seharusnya humasnya yang ganti strategi, semakin kreatip menjaring konsumen tanpa saling jegal menjega :)

  13. Dari dulu saya bisa disebut sebagai pelanggan yang setia.
    Tidak cuman untuk urusan komunikasi. Tapi hampir semua layanan. Saya baru akan pindah kalau yang melayani kebutuhan saya sangat mengecewakan. Kalau cuman sekali dua kali kecewa, biasanya saya masih belum pindah.

  14. wah.. klo ini sih sudah serang2 an baliho segala ..
    bisa2 ntar xl ganti baliho nyerang sebelahnya tuh .. hehehhe psti seru

    soal iklan yang paling murah itu .. walopn blom tau detilnya, saya sudah menduga.. ah pasti ada catatan kecil yang sangat fatal klo nda dibaca (seperti dari menit keberapa tarif berlaku dll)

  15. kayanya bukan hanya iklannya aja dech mas yang sekarang sudah melanggar kode etik!
    TARIF untuk GSMnya pun udah melanggar kode etik dunia pertelekomunikasian tinggkat dunia!
    duh,,telpon pake kabel ama kaleng aja kali yach enak :)

  16. Pingback: ** Abe Poetra ** » 298. Perang Tarif & Perang Iklan

  17. betul sodara2,drpd gnti2 nomor, mending punya 1 nomor aja.lagian,susah jg klo brthu tmn2/sodara/kerabat klo nomor kita ganti lagi.saya termasuk “aliran” pemilik 1 nomor untuk selamnya. hehe..

  18. Kalau gw sih melihat promo² yg di pasang persh telko sangat berdampak positif bagi konsumen. Dan nyaris tanpa kecewa,sebab mereka yg kecewa biasanya yg sudah berharap lebih dari promo² tersebut.Seperti jaman dulu ketika roaming masih ada.Pernah temen ngomong begini “Coba si A ga ada roaming.Uda sinyalnya banyak tanpa roaming.. Uih enak kali ye”.Ada juga temen yg ngomong “Coba B sinyalnya banyak,uda tarifnya paling murah bisa gonta ganti sinyal telko lain lagi”.

    Tapi entah disadari atau tidak,entah di iklanin atau engga (seperti promo kartu pasca bayar yg biasanya tanpa iklan di tv) semuanya pasti menjadi lebih murah dan bersaing dari biasanya.Dan ujung²nya cust yg di untungkan.

    Sekarang tinggal si cust aja yg pilih dan pandai² menyeleksi sesuai kebutuhan. Kalo domisili di daerah pedesaan ,pake aja yg katanya sinyalnya paling kenceng (toh tarifnya juga uda ga mahal² amat).Kalo yg hoby sms, pake aja yg katanya raja sms. Kalo hoby telpon dan orgnya mobile plus suka akses internet, pake aja yg katanya termurah. Dll deh… tinggal di pillih di pillih di pillih :)

    /to :empunya.
    Maaf komennya panjang Pak (semangad negh) ^_*

  19. Kalo gw sih termasuk yg seneng-seneng aja dg adanya perang tarif kayak gini. Yg pasti dari dulu gw nggak pernah gonta-ganti kartu (soalnya no cantik sih).

  20. gw gak pernah terpengaruh dengan iklan tarif murah dan berpindah atau ganti nomor..karena gw yakin nomor yang gw pegang sekarang gak bakalan diem liat iklan pesaingnya.. (dan nomor gw gak termasuk yang ribut di gambar diatas la you…)

  21. Pingback: Perang Tarif gila-gilaan « Pengenalaninternet’s Blog

  22. kalau saya tidak begitu mempedulikan promosi yang ada :) soalnya repot gonta ganti nomor…lagipula setiap operator ada plus minusnya. so, kembali lagi ke customernya sendiri, yg dicari apa dari sebuah operator ; sinyal yg bgs? tarif murah? atau aneka promo menarik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s