Pembatasan BBM

Batasi pembelian BBM sampai urine bisa menggantikannya

Rencana pemerintah membatasi pembelian bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor ditanggapi beragam oleh kawan-kawan saya. Ada yang bilang memang sudah saatnya harga BBM itu naik karena kita sekarang memang sudah bukan lagi negara pengekspor minyak.

“Realistis saja, lah. Kita ini sebenarnya bukanlah anggota OPEC. Kita selama ini sudah melakukan impor BBM untuk keperluan dalam negeri. Kita beli minyak dari Arab itu dengan harga yang mahal, kemudian dijual di dalam negeri dengan harga subsidi. Sampai kapan pemerintah kuat bertahan untuk terus memberi subsidi di tengah harga minyak dunia yang terus membubung tinggi?” ujarnya. Saya cuma mengangguk.

Jadi, apakah dia setuju pemerintah membatasi pembelian BBM?

“Oh, saya setuju seratus persen. Kita memang bangsa yang boros BBM. Sudah saatnya pemerintah membatasi pembelian BBM. Paksa para pemilik sedan menggunakan Pertamax dan Pertamax Plus. Kalau perlu naikkan juga harga kedua jenis BBM itu setinggi mungkin. Tidak pantas rasanya pemilik sedan di atas 2000cc antri bensin di SPBU,” kata dia lagi. Dia sendiri pulang pergi ke Bekasi mengendari Kijang kapsul.

Terus, kalau sudah dibatasi, apakah Anda masih mau pakai mobil bikinan Toyota itu?

“Ya, mobil itu khan memang sudah menjadi kebutuhan saya. Kalau memang dibatasi pembeliannya ya saya terpaksa tidak pergi-pergi naik mobil itu. Ada baiknya tetap di rumah saja, kumpul bareng anak istri. Pergi cuma kalo benar-benar perlu. Paling-paling tiap hari bolak-balik ke tempat kerja saja,” katanya mencoba bijak.

Nggak naik angkutan umum?

“Ah, you sendiri tahu khan bagaimana amburadulnya jalanan Bekasi? Anda pasti tahu juga betapa brengseknya sopir angkot di Bekasi? Anda tahu khan betapa parahnya kemacetan di Bekasi?,” katanya penuh retorika.

Hmmm, meskipun tidak tinggal di Bekasi, saya mengamini saja perkataannya. Saya sendiri akan mencoba naik kereta ekspress Tangerang – Jakarta bila ada pembatasan pembelian BBM. Jarak stasiun yang tidak terlalu jauh dari rumah, ongkos yang lebih murah, waktu yang lebih efisien dan anti macet adalah alasan utama saya menggunakan kereta api.

Sampai kapan saya akan menggunakan KRL ekspress itu? Sampai mobil bisa berbahan bakar urine!

13 thoughts on “Pembatasan BBM

  1. Sebenernya kalo pemerentah kita mau, cabut subsidi bahan bakar, terus sebagian besar dananya diinvestasikan buat bikin transortasi massal yang nyaman…

    BTW, itu si kakek kagak bisa beli pertamax, mangkanya premium dicampur urine… :mrgreen:

  2. untuk mas kucingkeren. klo yg bawa mobil cewe,ntar dikasih sedotan khusus mas.biar ga ada perbedaan gender terhadap mobil berbahan bakar urine. (hhihihihiihii…)

  3. Wealah….. kok persis ayahku, suka pipisin mobil.
    Tapi kalau ayahku karena kebelet dan tak tahan lagi…… he…3x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s