Mengapa saya ngeblog di sini?

Bikin blog itu gampang, merawatnya itu yang sulit.

Setiap kali ada layanan blog yang baru, saya selalu bertanya-tanya. Pertanyaannya pasti seputar perlukah saya mendaftar pada penyedia blog yang baru itu atau tidak. Seperti sudah banyak diketahui, saya sudah mempunyai blog. Blog utama saya ini ada di domain JalanSutera.com. Usianya kurang lebih sudah dua tahun lebih dikit.

Dulu, ketika pertama kali kenal dengan yang namanya blog, saya menggunakan Xanga. Meskipun konon layanan blog ini terkenal di Amerika dan Inggris, saya tidak menyukainya sama sekali. Tampilannya yang sangat sederhana membuat saya tidak betah. Untuk sekedar mengubah theme saja mereka minta bayaran, saya harus mendaftar menjadi anggota Xangga Pro. Wah, nggak asyik lah. Saya pun meninggalkan Xanga yang tidak bersahabat itu.

Kemudian saya beralih ke BlogSpotnya Blogger. Waktu itu BlogSpot masih belum dimiliki oleh Google. Layanan blog gratis ini awalnya dikomandani oleh Evan Williams, anak muda yang mempunyai visi ke depan. Saya pun ngeblog di sini. Dulu BlogSpot tidak mempunyai fasilitas komentar. Jadi, supaya pembaca bisa meninggalkan komentar, kita harus memasang layanan dari pihak ketika seperti HaloScan. Agak ribet juga sih. Tapi, paling tidak BlogSpot menyediakan kenyamanan yang lebih dibanding Xanga. Themes BlogSpot pun bertebaran di internet, buanyak. Alamat blog saya ketika itu adalah http://jalansutera.blogspot.com .


Agak lama juga saya bercengkerama bersama BlogSpot sebelum akhirnya memikirkan untuk mempunyai domain dan sewa server sendiri.

Cita-cita itu pun akhirnya kesampaian. Saya bisa membeli domain JalanSutera.com dan menyewa server di WHPlus.com. Harga domainnya murah, cuma Rp. 80ribu per tahun. Sewa server pun nggak mahal, kalau nggak salah dulu cuma Rp75ribu per tahun. Total jendral, saya hanya memerlukan Rp.155ribu per tahun untuk mempunyai blog dengan nama domain sendiri di server yang saya sewa. Hmmm, awalnya bangga sekali mempunyai blog bernama domain eksklusif, tidak ada yang menyamai. Mulailah saya ngeblog di domain ini sejak saat itu sampai sekarang.

Karena kebutuhan yang meningkat, saya memindahkan hosting blog dari WHPlus ke Dreamhost agar lebih leluasa. Di WHplus saya hanya bisa menempatkan satu domain di server yang saya sewa. Sementara itu di Dreamhost saya bisa membuat sebanyak mungkin blog yang saya inginkan, jumlah database MySQL pun tidak dibatasi, space yang mereka berikan pun sudah dalam hitungan ratusan GIGA, bukan lagi puluhan MEGA saja. Jelas, di Dreamhost saya lebih leluasa melakukan banyak eksperimen blog. Bahkan tiga orang blogger lain pun saya berikan tumpangan di server yang saya sewa itu. Ndoro kakung, Saras dan Puty adalah tiga blogger yang menemani saya kost di Dreamhost.

Selama saya ngeblog menggunakan domain JalanSutera.com, berbagai penyedia layanan blog bermunculan satu demi satu. Biasanya saya melihat siapa di balik penyedia layanan itu. Jika ada nama besar yang bisa menjamin kelangsungan blog ini untuk waktu yang lama, saya akan mendaftarkan nama blog saya. Jika tidak ada nama besar di situ, saya khawatir jika baru beberapa bulan ngeblog, tiba-tiba mereka kehabisan nafas.

Contohnya ketika WordPress.com menawarkan blog gratis. Serta merta saya ingin memiliki blog di situ. Kita tentu tahu bahwa di belakang WordPress.com ada AutoMattic yang dipimpin oleh Matt Mullenweg. Anak muda asal Amrik ini adalah lead developer WordPress, blog engine favorit saya. Saya juga beberapa kali mendengar bahwa AutoMattic pernah menolak untuk dibeli oleh sebuah perusahaan besar meskipun mereka ditawari uang segunung (saya lupa jumlahnya). Dari situ saya bisa mengambil kesimpulan bahwa AutoMattic sangat serius mengelola WordPress.com. Mereka tidak akan kehabisan nafas hanya dalam waktu satu atau dua tahun. Jadilah saya mempunyai blog di WordPress. Tentu saja alamatnya adalah https://jalansutera.wordpress.com.

Ada lagi ketika SixApart, perusahaan yang menerbitkan software blogging MovableType, menawarkan blog gratis juga di Vox.com. Saya tahu bahwa SixApart sangat inovatif dalam menciptakan MT. Merekalah yang menemukan TrackBack. Layanan TypePad mereka pun banyak pemakainya. Maka, ketika mereka menawarkan blog gratis pun saya memesannya. Alamatnya adalah http://jalansutera.vox.com. Software yang dipakai Vox benar-benar beda dengan WordPress. Kalau boleh memberi opini, sebenarnya Vox sangat lengkap sebagai sebuah blog engine. Mau apa saja sudah disediakan oleh SixApart. Sayangnya kenapa popularitas Vox nggak menanjak, ya?

Kadang saya juga kepincut untuk membuat blog di layanan gratis, misalnya di BlogSome. Tapi, akhirnya saya tinggalkan juga. Saya tidak mempunyai cukup waktu untuk mengurusi semua blog yang tersebar di berbagai nama domain itu. Capek juga kalau harus ngeblog dengan tema yang berbeda-beda di banyak domain. Menulis bagi saya seringkali menjadi beban tatkala ide sedang mampet, kesempatan sempit, dan mood hilang entah ke mana.

Saya juga mencoba untuk merasakan bagaimana rasanya layanan-layanan yang mirip-mirip blog juga. Misalnya Tumblr.com yang mengajak kita melakukan microblogging, yah semacam blog tapi mini gitulah. Saya mendaftar, mencobanya dengan mengirimkan beberapa kali posting dan akhirnya menyerah. Microblogging yang beralamat di http://jalansutera.tumblr.com/ hanya berumur beberapa hari saja. Setelah itu dia mangkrak, tidak pernah saya urusi, tidak pernah saya update. Padahal, fitur Tumblr itu keren lho: kita bisa mengirimkan posting seperti halnya ngeblog, bisa mengirimkan kutipan, gambar, bahkan video. Ugh, sayangnya saya gak punya waktu.

Microblogging lain yang saya juga coba adalah Twitter. Ini lebih gila lagi. Ibaratnya tiap detik sebaiknya kita mengudpate Twitter. Lagi makan, ingat Twitter. Mau meeting, ingat Twitter. Dimarahi bos, ingat Twitter. Komputer error, ingat Twitter. Waduh, mampus deh saya kalau harus mengupdate detik demi detik semua aktivitas saya lewat Twitter. Lagipula, dimana privasi saya? Makanya, halaman http://twitter.com/jalansutera pun akhirnya saya biarkan terbengkalai sejak tiga bulan yang lalu. Paling tidak ya saya pernah mengalami bagaimana rasanya melakukan microblogging itu.

Pun ketika dua pihak dalam waktu yang nyaris bersamaan menawarkan blog gratis lagi. Paman Tyo dengan DagDigDug.com menawarkan space sebesar 50MB untuk ngeblog. BlogDetik.com juga menawarkan space 25MB untuk ngeblog juga. Dua-duanya sama-sama menggunakan engine WordPress Multi User, software yang selama ini saya akrabi. Akhirnya di kedua layanan itu saya daftarkan blog saya. Tentu saja alamatnya adalah http://jalansutera.dagdigdug.com dan http://jalansutera.blogdetik.com. Kedua layanan blog itu konon menempatkan servernya di jalur utama internet dalam negeri. “Dengan demikian kita hemat bandwidth, akses lebih cepat, nggak bikin repot para pembaca,” begitu kata seorang teman yang paham seluk-beluk lalu-lintas di internet.

Saya pun menganggukkan kepala tanda setuju. Buktinya saya mendaftar di kedua layanan itu. Tapi apakah saya akan terus ngeblog di kedua layanan itu? Tanpa bermaksud meremehkan produk dalam negeri, tanpa bermaksud menyinggung perasaan teman, saya harus mengatakan bahwa kemungkinan besar saya tidak akan aktif menggunakan jasa yang mereka tawarkan.

“Wah, kalau begitu Anda ini tidak nasionalis, dong. Masa’ sampeyan tidak mau menghemat bandwidth dalam negeri. Masa’ sampeyan tidak mau menghargai kerja keras teman-teman yang sudah bersusah payah menyediakan layanan gratis ini bagi orang Endonesah?” begitu mungkin ada orang yang mencoba meyakinkan saya.

Saya hanya akan mengatakan bahwa saya tidak mempunyai waktu untuk ngeblog di semua layanan yang ditawarkan. Satu blog bagi saya sudah cukup. Saya justru pernah berpikir bahwa membuat blog itu amat sangat mudah. Yang sulit justru adalah merawatnya. Blog itu ibarat mainan yang bernyawa. Semakin kita merawatnya dengan rajin dan tekun, semakin tumbuhlah dia menjadi sesosok blog yang matang. Jika kita lupa merawatnya, roh blog akan pergi, pageviews akan turun, pengunjung semakin sedikit, dan akhirnya blog akan mati tanpa bekas. Nah, saya tidak ingin hal yang seperti itu terjadi dengan JalanSutera.com milik saya. Meskipun dia ngehost di Amrik yang bisa dibilang tidak nasionalis, memboroskan bandwidth, tapi begitulah adanya sekarang.

Untuk sementara ini saya hanya akan ngeblog di JalanSutera.com saja.

Sementara itu, untuk mengingatkan saya kembali, ternyata saya mempunyai blog di banyak termpat, yaitu:

18 thoughts on “Mengapa saya ngeblog di sini?

  1. Ya, membuatnya memang mudah tapi merawat dan secara konsisten mengisinya membutuhkan kedisiplinan. Kalau tidak hati-hati, nanti ngeblog jadi sekedar pabrikasi kata-kata :-D

    Eh mas, sudah bikin blog buat si cantik belum ? Ayolah dibuatkan, sebagai catatan dia sejak kecil hingga dewasa kelak.

  2. saya justru bingung mau yang berbayar kepikiran, kalo ada ynag gratis ngapain ngeblog buang uang yang penting posting, akhirnya saya tetep dengan blogspot saya … tapi sama sih banyak juga berbagai abah yang saya buat di berbagai layanan gratis …

  3. #2 abah oyrza
    ya, saya pernah mempunyai pemikiran yang sama: kalo ada yang gratis, ngapain harus bayar? tapi percayalah bahwa dengan menggunakan server yang kita sewa sendiri kita akan banyak belajar. saya juga banyak belajar PHP, MySQL dan juga belajar marketing.

    Asal anda cukup rajin ngeblog, sekedar membayar domain dan sewa server saja sih pasti ketutup dari hasil iklan atau affiliate banner. percaya deh…

  4. mas puji, kalo aku daptar di tempat2 baru itu, cuma buat ngetek nama “didats”.

    ngetek di sini bukan ngetek hasil leburan dari ketek loh… :p

  5. Mas Puji, saya sendiri suka pake WP. Makanya blog saya pake WP walau gak pernah upgrade. Oh iyah satu lagi, saya kagum sama matt makanya buat akun di WP.com konten postingannya sama dengan postingan didomain berbayar. hehe.. rasanya gak penting banget yah? ^_^

  6. hehe, iya mas puji.. saya juga punya 3 blog lain di blogspot, 2 blog di server sendiri, 1 blog di friendster, 1 blog di blogsome.. gak ada yg keurus.. yg keurus cuma yg di domain milik sendiri..

    kalau saya bisa membelah diri sih gapapa nulis di banyak tempat.. sayangnya nggak (belum) bisa.

  7. Wicak dan Paman Tyo memang pada dasarnya punya penyakit aneh. konon kabarnya kalo mereka nggak ngeblog barang setengah hari saja, badan mereka bakal pegel-pegel. pinggang terasa nyeri, lutut terasa loyo. ini penyakit yang namanya Addictivis Bloggeriansis. Penyakit ini menular, bisa menjangkiti orang-orang yang dekat dengan mereka. Jadi, waspadalah karena penyakit ini bisa menular lewat komentar di blog mereka, YM dan bahkan email. berhati-hatilah….

  8. sebenernya apa sih obsesi blogger itu? menjadi selebrity di dunia maya mungkin cukup mewakili ya, atau mungkin hanya sekedar pelampiasan naluri jurnalis/ nyeletuk/ etc, yang ngga bisa disalurkan di media lain?

  9. sejarah nya panang juga, dari banyak pengalam itu pasti ada susah senang nya..
    saya baru ngeblog ni di hahap.wordpress.com, skarang lagi cari tau ngapain orang2 bikin blong.
    emang awalnya bikin blog tujuannya apa ya mas?
    trus lebih bagus yang mana menurut mas??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s