Ngorbit PRAQTIS

Ini contoh akronim yang maksa

giring garing

Saya pikir hanya saya yang jengah dengan iklan kampanye fixed wireless access milik Indosat yang bernama NGORBIT. Ternyata Mas Budi Rahardjo juga keki mendegar jingle StarOne itu. Gaya Giring, personal Nidji, yang menyanyikan jingle StarOne itu terasa garing. Lebih-lebih lagi ketika saya mengetahui bahwa yang dimaksud dengan Ngorbit itu adalah “ngobrol irit”. Tunggu dulu, NGORBIT adalah akronim dari “ngobrol irit”? Well, pasti ada yang salah di sini.

Mari kita lihat bahwa susunan konsonan dan vokal yang membentuk kata “ngobrol irit” tidak mungkin disingkat menjadi NGORBIT. Paling bisa ya menjadi kata NGOBRIT. Pasti pihak StarOne atau biro iklan yang mengerjakan kreatifnya akan berkilah bahwa NGORBIT bukanlah akronim dari “ngobrol irit”. Bisa jadi mereka akan ngeyel bahwa antara “ngobrol irit” dan NGORBIT tidak ada hubungannya. Jika memang demikian adanya, saya lebih baik menjadi kusirnya dan mereka menjadi kudanya. Hahahaha…

praqtis

Ada lagi akronim yang aneh. Kali ini dari perusahaan setrum milik negara. Mereka mempunyai produk layanan yang disebut sebagai PRAQTIS (bukan praktis, tapi praQtis). Menurut PLN, akronim ini kepanjangannya adalah Pembayaran Rekening Listrik Fleksibel dan Otomatis. Wah, dari manakah huruf Q dalam kata PRAQTIS itu berasal? Jangan tanya saya, cobalah tanya ke PLN saja. Ini jelas-jelas akronim yang memaksakan diri, tidak sesuai kaidah sama sekali.

Ada yang tahu contoh akronim yang maksa?

21 thoughts on “Ngorbit PRAQTIS

  1. #1 – cahyo
    bukan, ini bukan plesetan gaya yogya. lagi pula ini bukan plesetan. ini pasti kejeblos.

    #2 – rebelution
    no, yang ditendang itu temasek, bukan indosatnya. jadi, produk-2 ISAT ya masih tetap ada. yg disuruh hengkang khan temasek.

  2. Banjir akronim dalam bahasa kita saja (meskipun katanya sesuai dengan kaidah) sudah bikin pusing. Apalagi ditambah dengan adanya akronim yang serampangan seperti ini.

  3. heheheh,..
    gimana kalo diganti dengan ngibrit? ngibul irit pake starone,… :D

    anyway, kenapa yah sekali denger lagu ini jadi inget terus?? bener2 nggak bisa dilupain,..

    ato mungkin sekarang lagi nge-trend bikin iklan jelek2 supaya masyarakat umum susah ngelupain kali yah,..

    bung jalansutra salam kenal yak,..

  4. PRAQTIS itu kan nama produk mas. Memang bukan akronim kok. Menurut saya sih lebih baik begitu ketimbang pake Pola Singkatan Ala Orde Baru (Posilaorba).

    Nah darimana saya tahu PRAQTIS itu bukan akronim?

    Karena saya dulu pernah terlibat disana hehe.

  5. #7 Andry
    Oke deh. Berarti PLN jadi kudanya sekarang. Hihihi…

    Jadi, menurut kamu lebih baik bikin akronim pake pola seperti yang dipake ISAT di NGORBIT itu daripada pola akronim jaman orba? Ah, yg bener?

  6. Mereka mencoba menancapkan mantra di benak khalayak. Soal makza atau tidaq makza, dibiqin dengan shemangat yang hahahehe atau seurieus, yank fenting mantra. Salatiga punya slogan “Hatti Beriman” (sehat, tertib, bersih, indah, aman). Kenapa dobel “t”? Karena mantra — padahal ya wagu.

  7. #10: Saya jadi ingat slogan Kota Bandung dulu (eh, apa sekarang juga masih ya?): Berhiber.

    Ajaib. Konon itu kepanjangan dari Bersih, hijau, berhiber.

    [“Hiber” dalam bahasa Sunda: terbang]

  8. #10 – Paman Tyo dan #13 – eka
    Lebih lucu lagi kota Temanggung di Jawa Tengah yang punya motto “BERSENYUM” yang konon adalah akronim dari BERsih, Sehat, Elok, NYaman Untuk Masyarakat.

    Coba cari di google menggunakan kata kunci “Temanggung bersenyum”. Google pasti akan nanya: Did you mean: temanggung tersenyum? Tuh, Google saja tahu ada yang salah. Malu-maluin…

  9. #15 – Hedi
    ya, hakikat komunikasi itu memang yang penting pesannya tersampaikan. tapi, gimanapun juag, bahaas kahn mempuynai atruan. kaol tiadk puyna atruan ya natni kacaw balaw sepreti inih.

  10. Aku curiga debat antara klien ama tim kreatifnya kira-kira begini:

    “Ngorbit aja!” seru sang klien. “Kan pas–ngobrol… irit. Pas lagi ama StarOne. Bintang kan mengorbit planet.”

    “Euh, Pak. Ngobrol irit itu kalau disingkat jadi Ngobrit,” ujar seorang pekerja kreatif.

    “Dan yang mengorbit planet itu bulan,” tambah satu lagi.

    “Jangan khawatir,” ujar sang klien. “Emangnya pemirsa kita bakal peduli? Mereka kan penonton TV.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s