Urban

Kompas nerbitin URBANA, TEMPO meluncurkan U-Mag

Sekitar dua pekan yang lalu KOMPAS menerbitkan URBANA. Sebelum terbit, beberapa kali teasernya muncul di Klasika, halaman iklan baris dan iklan kolom KOMPAS. Saya pikir tadinya ini tidak cuma berisi informasi untuk masyarakat urban atawa perkotaan. Ternyata, setelah terbit isinya hanya iklan melulu, tidak kurang dan tidak lebih. Ada informasi iklan kafe, restoran, spa dan lain-lain.

Kurang menarik rasanya jika pembaca hanya disuguhi iklan sehalaman penuh tanpa tambahan info lain. Tega nian KOMPAS menerbitkan URBANA tanpa dukungan tulisan dari redaksi. Saya sih maklum saja karena memang URBANA adalah halaman iklan, tidak kurang dan tidak lebih. Ini seratus persen iklan-iklan dengan tema gaya hidup perkotaan yang dikumpulkan jadi satu di hari Senin untuk diterbitkan di halaman klasika. Period.

Nah, hari ini TEMPO menerbitkan edisi perdana U (disclosure: saya bekerja di penerbit TEMPO) berbandrol Rp.27.500 saja. Ya, logo majalah ini hanya berisi satu huruf saja. Di bagian surat dari redaksi, sang punggawa redaksi Toriq Hadad menyebut majalah ini sebagai U-Mag, majalah yang diperuntukan bagi komunitas urban di kota-kota besar di Indonesia. Oh, jadi U itu artinya Urban, ya? Nggak tahu juga karena kemudian dia juga menyebut U-Mag ini sebagai “you magazine”.

Hah, TEMPO menerbitkan majalah gaya hidup? Ya, TEMPO ingin memberikan alternatif segar untuk pembaca di tengah berita-berita politik yang panas dan angka-angka ekonomi yang membuat dahi berkenyit.

Untuk edisi perdana ini, U-Mag menampilkan kover foto close-up Happy Salma yang sedang memegang sebuah daun. Temanya memang Eco-lifestyle, upaya memperbaiki gaya hidup yang semakin boros energi ini. Hmmm, nampaknya isu ini memang sedang hangat, ya? Apalagi di Bali juga sedang digelar konferensi tentang perubahan iklim.

Ada 23 rubrik yang disajikan dalam majalah 100 halaman ini. Ada rubrik jalan-jalan, ada juga tulisan Paman Tyo yang menyarankan agar para wisatawan bersahabat dengan internet.

Ada yang sudah baca? Pasti banyak yang belum baca karena ini memang majalah baru. Eh, tapi kenapa KOMPAS dan TEMPO sama-sama menggunakan keyword urban untuk terbitan yang hanya berselang dua pekan ini, ya?

Screenshot menyusul

8 thoughts on “Urban

  1. usul: gmn kalo majalah iklan dari tempo tsb gambarny bs gerak kayak d tipi??? wah,pasti majalah tersebut bs laris manis (selaris kacang goreng, semanis yg jd foto modelnya)… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s