Hore, Inggris tidak Lolos ke Piala Eropa 2008

Liga Inggris beda dengan kesebelasan nasional Inggris

Horee

Saya bukan pendukung kesebelasan Inggris pada event-event internasional meskipun saya adalah penggila sepakbola liga Inggris. Jadi, dinihari ini saya tidak kaget ketika Inggris ternyata tidak lolos ke Piala Eropa 2008 mendatang. Inggris kalah melawan Kroasia 3-2 dan pada saat yang bersamaan Rusia mengalahkan Andora 1-0.

Setiap kali Inggris tampil di kejuaraan internasional, gamang rasanya untuk mendukungnya sebagai juara. Piala dunia pun baru satu kali mereka raih, pada tahun 1966 ketika mereka menjadi tuan rumah. Prestasi terbaik di Piala Eropa pun diraih pada 2 tahun usai mereka menjadi juara dunia, di Italia. Kemudian pada 1996 mereka melaju sampai ke semifinal. Di sini mereka keok diganjal panzer Jerman lewat adu pinalti. Southgate menjadi pecundang setelah gagal mengeksekusi tendangan dua belas pas. Kasihan deh elo…

Apakah mereka jago kandang? Saya nggak tahu.

Bye-bye Inggris… Ada yang kecewa dengan tidak lolosnya Inggris ini?

27 thoughts on “Hore, Inggris tidak Lolos ke Piala Eropa 2008

  1. #2 Jiewa
    Ini bukan pertama kalinya Inggris tidak lolos. Inggris baru tampil 7 kali di Piala Eropa. Prestasi terbaik “penemu sepakbola” ini adalah sebagai semifinalis ketika mereka menjadi tuan rumah pada 1996. Saat itu mereka ditekuk oleh musuh bebuyutannya, Prancis.

    Prestasi bagus lainnya adalah pada tahu 1968 sebagai juara ketiga. Juaranya saat itu adalah negeri spagheti Italia.

  2. Sudah ditolong orang lain, Inggris masih gagal pula. Akan lebih memalukan kalau dinihari tadi Steven Gerrard dkk sampai ditolong juga oleh Andorra. Jadi, Inggris memang tak pantas lolos.

    Terdaftar di Grup E babak kualifikasi Euro 2008, dari reputasinya, saingan Inggris hanya Kroasia dan Rusia. Tapi dari reputasi itu pula Inggris semestinya lebih baik daripada dua negara dari Eropa Timur itu.

    Banyak embel-embel yang membuat posisi Inggris di belantikan sepakbola dunia selalu ada di kelas atas. Mereka tim juara dunia (satu kali, 1966), punya kompetisi liga yang disebut-sebut terbaik di dunia, sampai klaim kebanggaan sebagai ibu yang melahirkan sepakbola.

    Jadi, jika Frank Lampard kk mengalahkan Andorra, Macedonia, Estonia, bahkan Kroasia dan Rusia, hal tersebut semestinya bukanlah hal istimewa. Faktanya, Rusia mampu menundukkan mereka pula di Moskow (2-1, 17 Oktober 2007), dan Kroasia bahkan dua kali mempecundangi “Tiga Singa” (2-0 di Zagreb, dan 3-2 di London).

    Jangankan Rusia dan Kroasia, pasukan Steve McClaren malahan bisa ditahan imbang tanpa gol oleh Israel dan Macedonia (!). Jadi, jelas bahwa Inggris tidak kompetitif untuk mencari satu tempat di putaran final Piala Eropa tahun depan di Austria-Swiss.

    Karena tak mampu membuka jalannya sendiri, tak heran kalau Inggris sampai mengandalkan orang lain untuk mengais harapan. Akhir pekan lalu semua orang di Kerajaan Ratu Elizabeth II berdoa agar Israel dapat menghentikan Rusia dan Guus Hiddink-nya.

    Doa tersebut terkabul. Israel menang di menit-menit akhir. Saking girangnya, seorang kaya raya di Inggris siap mengirimi sang pencetak gol kemenangan Israel, Omer Golan, sebuah mobil mewah — tapi yang bersangkutan menolak.

    Setelah pertolongan tersebut Inggris kembali harus mengurus dirinya sendiri. Sayang, mereka seperti lantas jumawa. Pers-pers setempat belum apa-apa sudah mengklaim Inggris akan lolos, salah satunya karena Kroasia dipercaya takkan terlalu serius karena sudah mengantongi tiket tersebut.

    Tapi yang terjadi kemudian adalah sebuah petaka dan ironi. Di kandang kebesarannya, di stadion yang terkenal keramat yang telah dipugar pula menjadi salah satu yang termewah dan termegah di dunia, Wembley, Inggris takluk 2-3.

    Alih-alih mendominasi permainan, Inggris malah tertinggal dua gol lebih dulu dalam kurun waktu enam menit di babak pertama. Ups! Maka anak-anak McClaren mulai kalang kabut.

    Untuk sesaat mereka sempat berhasil. Tendangan penalti Lampard dan gol spektakuler Peter Crouch memanjangkan lagi nafas Inggris. Sialnya, kemampuan mencetak dua gol balasan tersebut tidak dilengkapi dengan upaya memperbaiki buruknya lini belakang mereka sejak menit pertama.

    Akibatnya, di menit 77 Kroasia kembali mengoyak gawang Scott Carson dan kembali memimpin 3-2. Inggris pun sekarat lagi karena pertandingan tidak tersisa banyak dan jauh di sana Rusia sudah unggul 1-0 atas Andorra.

    Barangkali ketika sampai menit 90 Inggris belum bisa lagi menjebol gawang Kroasia, sebagian fans mereka berdoa lagi supaya Andorra memberi kejutan dengan mencetak gol balasan ke jala Rusia. Jika pertandingan itu seri, maka Inggris-lah yang lolos karena menang head-to-head atas Rusia.

    “Untunglah”, skenario “murahan” macam itu tidak terjadi. Sungguh, takkan lebih memalukan apabila Inggris lolos ke Austria-Swiss hanya karena mendapat bantuan dua kali dari tim medioker Israel dan salah satu tim terlemah di Eropa, Andorra.

    Tak terbayangkan jika hari ini koran-koran Inggris memasang headline-nya besar-besar, “Thank God We Have Israel and Andorra!” Karena jalannya demikian, tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa Inggris memang tak pantas lolos.

  3. aduh ….. gol di menit 77?
    menit yg saya ingat terakhir 68, setelah itu …. ZZZZzzzzzz (asem,kurang dikit).
    saya sih pendukung fanatik tim “underdog”.
    btw, kroasia menang? ….. HOOOOREEE.
    .::he509x™::.

  4. wajar juga sih kalo inggris ga’ lolos
    soalnya mainnya angin-anginan…tapi
    turnamen sekelas piala eropa ga’ ada tim
    inggris sayang juga tuh..

  5. ya kecewanya gini cuma ga seru aja kalo hooligans itu ga ke austria…ga seru kalo yang badung cuma suppoters jerman atau polandia…

    salah pelatih jadi salah kiper semua jadi salah kaprah .. duh ga delok joe cole rek ..:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s