Pengalaman Menyita SIM Setelah Kecelakaan

Mobil Munarman mantan ketua YLBHI bertabrakan dengan taksi Blue Bird pada 14 Agustus 2007 lalu. Saat itu, Munarman yang sedang mengantarkan istrinya yang baru saja keguguran itu, meminta SIM dan STNK kepada sopir Blue Bird itu sebagai jaminan. Namun, ternyata pihak Blue Bird malah melaporkan kasus ini ke Polsek Limo, Depok. Akhirnya, Munarman pun ditahan dengan tuduhan melakukan pemerasan dan kepemilikan senjata tajam.

Saya juga pernah menyita SIM pengendara mobil. Kejadiannya sih sudah lama sekali, ketika masih kuliah di Yogya dulu. Saat itu saya sedang mengendarai motor di daerah Selokan Mataram, dekat Fakultas Kehutanan UGM. Tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil yang dikendarai seorang cewek menabrak saya. Saya kaget bukan kepalang. Untunglah keseimbangan masih terjaga. Mobil tetap melaju sehingga saya harus mengejar untuk menghentikannya. Akhirnya dia menepi dan saya tanyakan mengapa dia menabrak saya padahal jalanan sepi.

Jawaban yang diberikan oleh cewek ini mbulet, tidak jelas dan tidak logis. Akhirnya saya tanyakan sudah berapa lama dia bisa menyetir. Dia menjawab dua bulan. Well, masih belajar nih. Saya juga menanyakan SIMnya. Dengan lugunya dia memberikan SIM itu kepada saya. Saya bilang bahwa saya minta ganti rugi atas terjadinya kecelakaan itu dan SIMnya saya tahan. Dia diam saja. Saya pergi meninggalkan TKP ke kampus.

SIM itu entah kemana sekarang. Kalau nggak salah, nama depan cewek itu adalah Henny yang tinggal di seputar Selokan Mataram. Dia tidak pernah berusaha mengklaim SIMnya sampai saya lepas dari Yogya. Yah, paling tidak si Henny ini belajar bagaimana menyetir yang baik. Hahahaha…

Punya pengalaman menyita SIM/STNK? Atau jangan-jangan punya pengalaman SIM/STNK disita seperti si Henny itu?

13 thoughts on “Pengalaman Menyita SIM Setelah Kecelakaan

  1. gak pernah punya pengalaman menyita ataupun disita sih SIM dan STNK (thanks God.he2). tp selama ini, bila ada insiden terkait dgn kendaraan saya, biasanya saya turun, bicara baik2 dan selesai. utk kerusakan, bs diselesaikan dgn asuransi kan, baik mobil yg ditabrak maupun yg menabrak. yg bermasalah, kalo pihak yg lain emosi, lsg marah2(biasanya yg salah yg lebih galak.he2), wah bs jd ikutan panas deh. jd mendingan bicara baik2 aja. kl mobil disenggol taksi, truk, metromini, bajaj, ya sudah direlakan aja. mo nuntut ganti rugi, jg percuma dan urusan jd panjang. yg penting asal ada itikad baik utk minta maaf dan bicara baik2, udh cukup sih utk saya. mudah2an jg cukup ya utk org lain. he2

  2. Menurut aturan UU, yang berhak menyita SIM/STNK atau surat2 lainnya cuman polisi.

    Selain itu bisa diadukan.

    *pernah baca di pengumunan di kantor polisi waktu ngurus SIM*

  3. Kalo urusan kecelakaan di jalan, mending dibawa ke polsek aja, mas. Males ngotot-ngototan. Tapi di polsek sih musti keluar duit juga :D

    Halllooo mbak Henny, ada yang cari nih :P

  4. Saya pernah meminta SIM/STNK pengendara yang menabrak mobil saya, tapi hanya untuk saya catat identitasnya. Setelah itu ya saya kembalikan lagi, karena memang bukan wewenang kita untuk menahannya. Dengan begitu saja, ybs. sudah ketakutan dan minta damai. Beres deh urusan…

  5. Memang menahan SIM / STNK itu keliru karena bukan wewenang kita. Di lain pihak, budaya masyarakat kita (egois, seenaknya, tidak peduli peraturan) sangat merugikan ketika ada musibah begini. Solusinya sepertinya sementara ini adalah dengan asuransi. Supaya tidak pusing sendiri kalau ada masalah seperti ini.

    btw; Blue Bird sucks.
    Dulu drivernya bagus2, tapi sekarang makin banyak yang ugal-ugalan. Saya kalau pulang lembur, sering sport jantung gara-gara supir2 blue bird yang akan kembali ke pool nya di Bintaro.

    Sempat juga hampir kecelakaan karena dipepet oleh Big Bird ke pembatas jalan. Orang gila sekarang bisa jadi supir blue bird.

    Sekarang ini pula.

    Kemarin ini sih nemu taksi “Muslim” ya kalau tidak salah? Sayang armadanya baru sedikit. Moga2 jadi besar deh, supaya yang lainnya jadi terpaksa meningkatkan kualitas layanannya juga.

  6. biasanya yg salah yg lebih galak

    Iya, jelek banget kelakuan ini. Minta ampun bener.
    Sudah dihantam habis-habisan dengan gempa, tsunami, dll; masih tetap juga gak sadar.

    Adik saya pernah ditabrak motor, sepertinya motor ini selip. Lalu jatuh di tengah jalan, dan “nyosor” sampai ke bawah mobilnya.
    Lalu tentu dia turun untuk membicarakan hal itu.

    Yang terjadi justru pengendara motornya menuduh dia sudah menabraknya.

    Adik saya langsung naik pitam. Dia maki-maki orang itu habis-habisan dan pasang pose siap berjibaku.

    Ternyata pada kasus ini, untung dia ambil sikap tersebut. Belakangan dia baru sadar kalau orang-orang di sekitar situ sudah bersiap-siap untuk mengeroyoknya (selaku: penabrak MOTOR)
    Gila.

    Karena dia jadi agresif, maka mereka jadi urun melakukannya.

    WTF is it with us ?
    Pantesan semua orang jadi bully, karena kalau tidak begini maka kita tidak dihormati.

    Memang kita meminta untuk ditindas.

  7. Saya pernah om..!
    Waktu itu sedan masuk jalur forboden dan menabrak saya (laga kambing) yang sedang naik motor. Untung saya hanya mental dan tidak kenapa2. Saya tahan SIM-nya. Untung itikad dia baik dan memang dia lalai tidak melihat rambu lalu lintas. Saya langsung dibawa ke RS untuk rontgen dan motor saya diservis di AHASS. Namun seminggu kaki kanan saya terkilir pake celana saja susah. :(

  8. wah, pengalaman mo ‘sita’ stnk pernah terjadi sktr 5 bln-an lalu. waktu itu body samping kanan mbl sy yg sedang berhenti diserempet motor. sy turun dan minta motor itu menepi, eh malah kabur, saya kejar sp akhirnya si motor menyerah berhenti. Sebelum kejar-kejaran itu sebetulnya sy udh pasrah deh, namanya juga kecelakaan gak ada yg sengaja toh. Tapi krn dia kabur, akhirnya sy minta pertanggungjawabannya u ganti kerusakan. hbs niatnya gak bener gitu, gak bertanggung jawab. Dia ngakunya cuma punya duit 20 rb, hey c’monn bensin ke bengkel aja gak cukup. Sy bilang hp nya aja tuh dijual, dia nuduh sy perampok, busyett.. AKhirnya saya minta sim dan stnknya. Sudah bisa ditebak, dia gak mau kasih. AKhirnya dia kasih 50 rb, sambil sumpah2 gak punya lagi duit di dompetnya. Saat itu, sy cuma ketawa aja, terus pergi deh… Habis energi bicara sama orang gak punya otak dan tidak bertanggungjawab.. Wassalam deh!!

  9. Di Amerika sini setahu saya bahkan polisi pun tidak boleh menyita driver license (SIM). Saya pernah nabrak mobil orang dari belakang. Yang terjadi selanjutnya adalah kami saling bertukar informasi (nama, no telpon, no plat dll). Polisi datang, saya dapat tiket, tentu saja bukan tiket utk nonton. Sampai dirumah telepon asuransi, pihak asuransi minta informasi tentang orang yg saya tabrak mobilnya, dan mereka yg akan mengurus semuanya. Sampai saat ini tidak ada komplain dari orang yg saya tabrak mobilnya itu, sepertinya asuransi mengurus semuanya dengan baik.
    Peraturan membuat pemilik mobil harus punya asuransi. Awalnya kesal juga dengan peraturan ini, tapi ternyata ada manfaatnya juga. Tidak lupa membayar tiket yg nyaris $100, boleh datang ke pengadilan langsung kalo mau debat, atau ikhlas lewat surat saja.

  10. Menyita SIM/STNK? Kayaknya belum pernah dan semoga jangan. Kalau hampir sih pernah. Waktu saya msh kuliah tahun awal, ada Isuzu punya travel merubuhkan tembok pagar (buk) rumah saya. Mau saya sita dia mengiba-iba soal nafkah. Dia janji akan menyelesaikan masalah setelah mengantar semua penumpang. Beberapa hari kemudian dia datang bawa… seorang serdadu! Uh sangat Indonesia!

    OOT: Paling saya takutkan adalah kalau polisi kadung pegang SIM saya padahal saya benar. Debat apapun gak ada gunanya.

  11. #3
    Mas Hedi, saya sih sebenarnya berharap Henny datang ke saya. Tapi, sudah telat.. SIM itu sudah kedaluwarsa, khan? Wong kejadiannya sudah lebih dari masa berlaku sebuah SIM, kok. Hallo Henny, dimanakah dirimu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s