Derek Liar Polda Metro itu

Benarkah Polda Metro mempunyai jasa derek yang memeras?

Ini pengalaman pahit di jalanan Jakarta. Siang itu saya mengendarai mobil kantor dari arah Semanggi menuju ke arah Thamrin. Lalu lintas memang agak sesak karena 3-in-1 baru saja dibuka. Dasar lagi sedang sial, ketika berada di depan Hotel Sahid, tiba-tiba mesin mobil agak ngadat. Bingung juga sih karena terus terang saya tidak begitu paham dengan mesin mobil kantor ini. Apalagi kendaraan-kendaraan yang berada di belakang saya terus menerus membunyikan klakson dengan keras. Utunglah saya bisa sedikit meminggirkan kendaraan dekat ke trotoar.

Hal pertama yang saya lakukan setelah meminggirkan kendaraan adalah telepon ke kantor. Saya minta dikirim seorang dari bagian umum untuk membantu kendaraan yang mogok ini. Sial! Orang bagian umum tidak ada di tempat. Akhirnya saya hanya meninggalkan pesan ke teman lain di kantor. Bingung juga sih saat itu karena hari mulai panas dan posisi mobil saya ternyata juga agak mengganggu lalu lintas.

Tidak berapa lama kemudian, ada sebuah mobil derek dengan tulisan “Mobil Derek Polda Metro” yang berhenti tepat di depan mobil yang mogok ini. Tampang pengemudinya sangar. Bertiga mereka langsung menurunkan rantai untuk menderek mobil saya. Saya keluar dari mobil untuk mencegah mereka. Saya bilang bahwa derek dari kantor sudah saya pesan dan dalam perjalanan. Tapi mereka tidak percaya. Mereka bilang bahwa mobil saya mengganggu lalu lintas dan saya bisa ditilang polisi. Saya jawab bahwa saya lebih baik ditilang daripada diderek oleh mereka. Saya tahu bahwa mereka adalah mobil derek liar yang akan memeras. Mereka tetap bersikeras untuk menderek mobil itu. Beberapa kali saya harus bersuara keras di jalanan umum untuk mencegah mereka memasang kait ke mobil. Dengan tampang penjahat, mereka tetap memaksanya.

Akhirnya, jurus terakhir saya lepaskan. Saya keluarkan kartu karyawan saya. Ya, saya memang bekerja di perusahaan media massa. Ini bukan kartu pers memang, ini kartu presensi karyawan pada umumnya. Tapi cukuplah untuk membuat pemeras seperti mereka keder. Saya bilang bahwa saya akan mecatat nomor mobil derek mereka dan menyiarkannya di media massa jika mereka memaksa untuk menderek. Ternyata mereka cemen juga. Tahu bahwa saya berasal dari perusahaan media massa, seketika itu juga mereka diam dan akhirnya pergi meninggalkan saya sendirian.

Saya cukup beruntung mempunyai keberanian untuk melawan mereka karena saya mempunyai “senjata” untuk menakut-nakuti mereka. Tapi, apa jadinya jika yang mengalami mobil mogok adalah seorang ibu atau anak ABG? Saya tidak tahu. Coba simak pengalaman seseorang yang dikirimkan ke suratkabar ibukota kemarin:

Mobil Derek Berlabel Polda Metro Memeras Pengemudi

Sopir saya punya pengalaman pahit diperas oleh oknum sopir mobil derek berlabel Derek Polda Metro Jaya yang tertera pada badan mobil itu. Kejadian bermula dari pick-up yang dikemudikan sopir saya mogok di jalur lambat Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ke arah Tangerang, sekitar 300 meter setelah Pintu Tol Kebon Jeruk, pada tanggal 3 Juli 2007 sekitar pukul 10.00 WIB.

Begitu mobil pick-up berhenti dan sopir turun, tiba-tiba derek tersebut datang, seolah menguntit dari belakang dan langsung memasang derekan walaupun sudah ditolak sopir saya karena belum sempat memeriksa penyebab mobil mogok. Bahkan terjadi tindak kekerasan, leher sopir dicekik dan dipepetkan ke mobil, seperti kejadian di film, mau dirampok. Sopir saya sampai berteriak-teriak minta tolong kepada orang-orang yang lewat di pinggir jalan arteri. Jari tangan sopir dijepit dengan kap mesin karena menolak mobil yang dikemudikannya diderek.

Kemudian mobil dipaksa untuk diderek, yang berputar balik ke markas mereka di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Setibanya di sana sopir saya diperas agar segera membayar Rp 400.000 atas jasa derek. Mana mungkin uang sebesar itu bisa dipenuhi seorang sopir, yang hanya mengantongi uang makan dan uang tol? Bagaimana kejadian yang bejat begitu bisa terjadi pada siang bolong dan di jalan tol yang sedang ramai-ramainya?

Mohon perhatian pihak terkait, apakah Jasa Marga atau Polda Metro Jaya, seperti label pada mobil derek berpelat nomor B 8933 XV dan berawak lima orang, yang harus bertanggung jawab terhadap kejadian ini? Bukankah ini sama saja dengan mencoreng muka instansi terkait? Peristiwa tersebut sudah tergolong perampokan pada siang bolong di jalan tol. Saya masih menyimpan bukti pembayaran berlogo Koperasi Pemilik Armada Derek (Kopader)

Henwizar Cakung,
Jakarta Timur

Setahu saya, mobil derek seperti ini mempunyai markas di daerah Slipi, di pertigaan Raja Buah. Di sanalah mereka tiap hari memantau lalu lintas. Jika ada mobil yang mogok, mereka akan meluncur untuk memaksa menderek mobil itu dan kemudian memerasnya. Benar-benar keterlaluan!

Punya pengalaman mobil mogok di jalan dan diperas? Cerita dong…

14 thoughts on “Derek Liar Polda Metro itu

  1. Saya hampir mengalaminya juga boss. Ini bukan di Jakarta tapi ditol dekat Cikarang sewaktu masih kerja di Cikarang.

    Karena saluran oli Mitsubishi Lancer saya sempat bocor, saya hampir terpaksa menggunakan jasa derek liar. Mereka tampangnya nggak ada niat bantu sama sekali.

    Anehnya, mereka bisa tahu secepat kilat kalau ada mobil yang bermasalah.

    Sewaktu mereka datang, mereka hanya melongok dan membiarkan kamu usaha sendiri sampai kami nantinya harus minta tolong.

    Syukurlah, saat kami sudah setengah putus asa, kebocoran bisa ditutup sementara hingga mobil bisa berjalan ke bengkel terdekat.

    Kurang ajar memang pemeras-pemeras itu. Saya sumpah-in uangnya nggak jadi daging :-D

  2. iyah, hari ini saya juga baca di surat pembaca kompas mengenai pemerasan yang dilakukan oleh derek liar yg katanya dari polda metro jaya itu. benar-benar mesti waspada, dan pihak jasa marga seharusnya menertibkan hal tersebut. apa takut?

  3. #5
    jasamarga? kalo kejadiannya di jalan tol, ya memang jadi tanggung jawab jasamarga. kalo kejadiannya di jalanan non-tol, ya kewajiban polisi lalin dong. jangan-2 polisinya juga takut sama preman? hehehehe…

  4. Bukan hanya mobil, motor juga di embat.
    Ini terjadi pada saat saya awal-awal tinggal di Jakarta. Motor saya tidak sengaja masuk ke tol. Saya baru sadar setelah 50mtr masuk tol.
    Begitu sadar, saya segera menuntun motor saya keluar tol, dan kemudian gerombolan si berat itu datang, 3 orang berwajah sangar.
    Sambil mengatakan ada polisi di belakang, mereka memaksa menaikkan motor saya. Untung pada saat itu saya melawan mereka, dengan mengatakan biar saja saya di tilang polisi. Tidak saya ladeni paksaan mereka dan sambil tetap menuntun motor saya, saya mendengar mereka memaki-maki saya. Syukurlah, ada hikmad yang bisa dipetik dari peristiwa itu, bahwa tidak semua entry tol ada pintu tolnya :D

  5. 1. Seseorang mengalami kebakaran kecil di mobil. Derek Jasa Marga dipanggil. Gratis hanya sampai pintu keluar — padahal nggak boleh parkir di jalan tol kan? Soal harga tawar-menawar via telepon. Ternyata petugas derek di lapangan bisa mendengar. Ketika derek datang, di kokpit terlihat tabel tarif berdasarkan jarak (dan lebih murah). Si korban menyoal. Jawaban awak derek: “Tadi sudah negosiasi dan jadi kan?”

    2. Seorang suami membawa mobil mungil milik istri (berdua dengan istri). Dia sudah meminta bengkel mengganti “penyetrum” supaya pengisian aki lancar, tapi bengkel ngeyel, bilang masih bisa diakali. Di tengah kemacetan parah (malam) aki tekor dan langsung keok waktu buat ngedim. Derek liar datang lebih lekas. Alhasil, dari Rawamangun muter cari bengkel/toko aki dulu lalu sampe Pondokgede kena Rp 700.000. Yang Rp 350.000 untuk derek sampai Cawang, selebihnya sampe dekat Pasar Kecapi. Duit segitu bisa buat uang muka motor. Kok nggak diasuransikan? Asuransi atas nama orang lain, wong mobil seken.

  6. Betul banget kalo urusan ama derek emang ga pernah sama dengan harga yang tertera di mobil dereknya. Kemaren ini mobil saya kecelakaan di tol merak ( keguling ampe 3 kali ) otomatis kudu di derek, eh orangnya minta 1,2jt gila ga! seudah ditawar baru bisa 700, belom lg biaya buat ngambil stnk yang di tahan polisi! Seperti kata pepatah udah jatuh tertimpa tangga ke injek polisi hehehe…

  7. waduuuh….parno bgtttt, saya bru ngalamin kmrn, senin 24 Sep 2007, mogok diarah cawang persis depan carefor, air mobil habis…dengan cepatnya mobil derek warna hitam datang persis ke depan mobil kantor ku..sama nih ceritanya pake mobil kantor jg…jam 3 sore..
    kita ga minta diderek..krn seblmnya aku nlp temen kantor..dan diwanti2 suruh hati2 derek gelap katanya bener aja…walopun ada tandanya stiker jasa marga ternyata PEMERASS.
    mereka 3 orng tampang2 orng ambon gt deeh, maksa kita masuk ke mobil..dan mereka derek kita..supir saya nego harga dulu…sampe luar aza yg terdekat..30 rb yah..mereka ga gubris..udah pak gampang ktnya…
    nah dah sampe diluar tol terdekat..mereka tanya..mau k bengkel mana..
    supir saya bilang disini aja..
    ga bisa…bapa mau ditangkap..mobilnya ditaro trotoar ktnya..
    supir saya bilang gapapa…
    oke ktnya…tp gmn urusan mobil ini..klo derek sampe keluar hrs byr 450rb ktnya
    kita kaget…ga mau..
    dia bilang dia tuh koperasi..ada aturannya..
    kita keukeuh ga mau..eh supir saya dibawa kemobil derk mereka didudukin ditengah, dan gw duduk d mobil kantor dengan supir orng mereka..
    kita dibawa muter2..jauuh, sampe tiba di cililitan…gw loncat aza dr mobil saking parnonya..
    nah supir gw ditahan minta ditebus 750rb, tp tmn kantor gw bilang mau selesaikan ke polisi..mereka turun harga 300rb. uuuh kesssellll bgttt, gw doain mereka sadar…klo ga sadar…selamat menikmati aza..PERUT YG MEMBUSUK kaya d sinetron hidayah.

  8. Kejadian yang menimpa terhadap supir dan kernek kami yg kedua. Dengan dipublikasikan peristiwa malang yang kami alami, akan merangsang kepada mangsa mangsa lain yang senasib dengan saya untuk buka suara . Rincian kejadian sebagai berikut;

    Saya seorang pengusaha air bersih yang menjual air menggunakan truk tanki air melintas di tol Jatibening. Pada tanggal 8-10-2007 jam 12 siang, ada kendaraan mobil derek No Pol B9598DY dengan tulis KOPADER (koperasi Pemilik Armada Derek )beranggota 4 orang berbadan tinggi besar logat batak, melewati truk kami dengan memberi aba-aba bahwa ban belakang oleng. Truk air berhenti di pinggir jalan tol. Dari spion truk terlihat supir truk derek turun menghampiri mobil tanki, dan seorang dari mereka terlihat menyumbat selang solar. Sambil berpura-pura, mereka bilang mobil harus di periksa lalu mereka pergi. Truk tidak bisa di starter lalu mereka memaksa truk harus derek dengan tarif Rp 1.5 juta. Supir kami ketakutan karena nyawa supir dan kernet di ancam jika menolak . Truk kami langsung di derek ke markas mereka di Jl Letjen Sutoyo No 09 RT 002/11. Jakarta Timur. Dengan berat hati, saya mengirim uang sebesar Rp 1.5 juta ke markas mereka. Disana terlihat ada 4 kendaraan derek berpelat hitam. Kejadian yang menimpa saya, sudah terjadi yang ketiga kali di jalan tol yang berbeda dan di tempat peristirahatan. Bisa di bayangkan sampai saat ini berapa banyak mangsa diancam dan diperas oleh kriminal-kriminal yang lolos dari hukuman.
    Saya seorang warga yang mencari uang halal harus rela di peras padahal laba bersih menjual satu tanki air bersih hanya Rp 200,000.

    Modus seperti ini sudah biasa terjadi di jalan tol yang biasanya mencari mangsa mobil angkutan. Mohon pihak PT JASA MARGA bersama aparat terkait agar bertindak tegas terhadap mobil-mobil derek liar agar tidak diizinkan masuk jalan tol.

  9. bosan kaasih komen tidak ada tanggapan dari pihak terkait, saran gua kalau ada ketemu derek liar (pas lagi mogok)siap siap pasang jurus anjing lagi kencing atau jurus hujan jigong (sumpah serapah)dan kalau masih tidak menpan siapkan pentungan anjing geladak untuk tamu tidak diundang alias derek pemeras penghisap pendapatan kita masyarakat kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s