Batas Kerja dan Bermain itu

Batas antara bekerja dan bermain sangat tipis.

Manusia, kata ahli filsafat adalah ‘homo ludens’ sekaligus ‘homo faber’. Artinya, selain sebagai mahluk yang suka bermain, manusia juga adalah manusia yang bekerja. Lihat saja foto-foto di bawah ini, batas antara bermain dan bekerja ternyata sangat tipis, ya…

Saya kadang merasa kasihan kepada orang yang suasana kerjanya sangat serius. Tidak ada canda, tidak ada tawa. Bikin bete…

Foto di bawah ini mungkin dibuat oleh orang sambil bermain-main. Tapi, bisa jadi orang yang membuat benar-benar serius. Apapun, hargailah pekerjaan orang lain…











10 thoughts on “Batas Kerja dan Bermain itu

  1. menarek
    idene dadi bikin mikir, kalo aja mesin kagak ada. mungkin bakal jadi kek gtu. Kek pas dono, kasino, indro pas bikin robot minuman di salah satu filmnya. Si kasino yang jadi mesin manualnya di dalam robot :D

  2. kalo saya jadi mikir gini: untuk setiap barang/jasa yang kita dapatkan, ada orang di belakangnya yang harus bekerja. oleh karena itu, kita harus menghargai setiap pekerjaan. tul, nggak?

  3. pernah liat juga kayak gituan di sebuah blog… kalo ga salah blognya loucee… hihi… emang lucu banget…

    btw… aku pindahan sendiri akhirnya… hahah..

  4. HAHAHA!!!Gambarnya lucu sekali…gak sekadar lucu tapi juga very-very inspiring…

    setuju!!!Apapun pekerjaannya, minumnya..eh, apapun pekerjaannya, harus kita hargai, asalkan halal…begitu???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s