Telepon Sahabat Anak 129 itu

Ngobrol tentang anak di nomor telepon 129

phone

Kejadian ini sebenarnya sudah lama berlalu. Tapi, kalau ingat, saya jadi kasihan kepada keponakan saya yang satu itu. Ceritanya, saya mempunyai kewajiban untuk membayar billing telepon ketika masih numpang di rumah kakak perempuan saya. Nah, suatu hari ternyata kedapatan bahwa billing telepon melonjak sampai enam kali lipat. Wah, apa mau dikata, billing harus tetap dibayar. Namun, saya melakukan investigasi dengan meminta print-out rincian panggilan telepon pada bulan yang bersangkutan. Benar juga, ternyata ada sekitar lima atau enam kali panggilan ke nomor premium 0809. Jika dijumlah, total panggilan itu bisa mencapai lebih dari dua jam!

Semua orang di rumah akhirnya ditanya satu per satu, dimulai dari yang paling dewasa sampai yang paling kecil. Awalnya, tidak ada yang mengiyakan bahwa ada orang yang menggunakan telepon rumah untuk menelepon ke jaringan premium yang harga pulsanya setinggi langit. Tapi, dilihat dari tanggal dan jam terjadinya kontak telepon, kami berkesimpulan bahwa ada dua orang yang patut dicurigai. Pertama adalah pembantu kami, kedua adalah keponakanku yang paling kecil. Pembantu kami akhirnya lolos dari praduga karena dia hanyalah seorang yang sudah cukup berumur, lagipula orangnya gaptek. Nah, kecurigaan terbesar jatuh kepada si Sandy, keponakan yang saat itu baru kelas dua SD.

Kakak saya akhirnya bisa membongkar semuanya setelah si kecil diinterogasi di kamar. Sambil sesenggukan, Sandy akhirnya mengaku bahwa dialah yang melakukan panggilan ke 0809 itu. “Habis Sandy bete sih di rumah, nggak ada teman,” begitu kurang lebih alasannya. Darimana dia tahu nomor 0809 itu? “Dari iklan di TV,” katanya, lugu. Terus apa yang diomongin di jalur itu? “Sandy cuma curhat saja kok sama orang di sono,” katanya lagi.

Kami yang di rumah akhirnya tidak jadi marah. Jawabannya terlalu lugu untuk dibalas dengan hukuman. Saya justru iba terhadap anak kecil yang sedemikian betenya hingga akhirnya dia melampiaskannya dengan cara menelepon ke 0809. Untunglah jalur yang dihubunginya bukan jalur dewasa. Huh, untunglah bulan-bulan berikutnya tidak ada lagi panggilan ke nomor 0809 itu.

Kejadian seperti itu kini bisa ditanggulangi karena sekarang ada TESA atau telepon sahabat anak. Nomor telepon yang digunakan adalah 129. Pulsa yang dipakai adalah pulsa lokal. Di jalur ini anak-anak bisa nelpon dan dilayani oleh konsultan dari Depkominfo, Depsos dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan. Orang tua juga bisa telepon ke nomor ini jika membutuhkan konsultasi tentang anak mereka.

Ada yang sudah coba menelpon ke 129? Coba deh, pulsa lokal kok, nggak bakal bikin kantong jebol lah… Selamat hari anak Indonesia.

8 thoughts on “Telepon Sahabat Anak 129 itu

  1. Kata temen yg jadi help desk-nya satu ISP, sering ditelfon orang malam-malam dan orang itu curhat.

    Pulsa lokal juga juga deh.

  2. kalau emang tidak dipakai (misalnya utk telkomnet) mending saluran ke 0809-nya ditutup saja. bisa kok minta ke telkom.

  3. wah jadi gitu ya kesian si Sandy sendirian, gmn skrg dia tlp 129 kah? aku pernah liat iklannya, ada dongeng2 gitu…jadi menarik ya buat anak2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s