Logo Baru TVRI itu

Televisi ini terpuruk di tengah persaingan televisi swasta.

TVRI

Sudah lama sekali rasanya saya tidak nonton TVRI. Dulu, waktu kecil paling hobi ya nonton si Unyil dan Dunia Dalam Berita. Setelah televisi swasta muncul, nggak pernah lagi nonton televisi plat merah ini.

Lama nggak kedengeran juntrungnya, belakangan saya tahu kalau televisi milik negara ini mengganti logonya. Lho, memangnya seperti apa logo yang lama? Wah, saya sendiri lupa seperti apa bentuk logo TVRI yang lama.

Nah, logo yang baru itu konon adalah hasil kreasi awak TVRI sendiri. Jadi, meski mereka sedang gontok-gontokan, ternyata masih sempat juga bikin logo baru.

Gimana menurut kalian logo baru ini? Acara apa sih yang masih ditonton di TVRI?

35 thoughts on “Logo Baru TVRI itu

  1. logo yg lama kayaknya yg bentuk segilima itu bukan?

    *lupa* :D

    jarang nonton TV mas..
    apalagi nonton TVRI, TV dirumah salurannya cuma 8 channel doang (TV lama)

  2. Mungkin takut di tuntut kali.. :D
    Maklum logo sebelumnya kan Niru/njiplak dari logo suatu perusahaan di LN.

    • mas,TVRI itu punya kita orang Indonesia..yang ndesain ya orang Indonesia..masa sih gak ada bangga-bangganya??? masa lupa waktu dulu tontonanmu sama bapakmu sama ibumu ya cuma TVRI…masa lupa sama unyil,sama sinetron LOsmen,sama Album Minggu,Selekta Pop…
      Masak sampeyan lahir langsung nonton sinetron Cinta Fitri ke-100???

  3. logo centangnya, terinspirasi dari logo sepatu nike yang dibalik..;-)

    btw, liat tvri waktu taufik final bulutangkis, minggu kemarin

  4. wah, walaupun TVRI udah ZaDul, tapi jangan meledek donk mas!
    gitu2 juga Pelopor TV Swasta di Indonesia.
    Tontonan Anak muda jaman 50An.

  5. Pergantian logo adalah hal yang biasa dilakukan para top management untuk merubah citra. Sayangnya untuk TVRI perubahan itu hanya sebatas di Logo.

    Acara yang masih ditonton di TVRI?
    Sebenarnya masih banyak acara yg bagus dan saya menontonnya.
    Dan saya menonton TVRI bukan karena nasionalisme. Tp karena acaranya memang bagus, seperti dokumenter sejarah dunia.

    Dan acara-acara dialog!
    Terlepas dari kemasan yg jujur saja buruk, content dialog di TVRI jauh lebih bermutu dibandingkan TV-TV Indonesia lainnya.

  6. moga aja TVRI bisa lebih menggeliat ke atas pertelevisian indonesia,

    mosok TV sekarang isinya sinetron mulu!

    kapan maju indonesia…

    jadi kangen si Unyil kalo ingat TVRI

    yeah, hidup TVRI yang redup!! ;)

  7. Terima kasih TVRI yang telah mempelopori TV2 laen, meskipun acaramu tidak seperti TV2 swasta laen, tapi kamu tetap anggun dan selalu sopan. Selamat TVRI abadi selalu.

  8. TVRI yang lembut biarpun tampak redup, tapi kamu tetap hidup, TVRI yang selalu tampil santun, jayalah diudara selalu tapi acaranya jangan ikut2an diisi sinetron yang tidak berkualitas dan tidak mendidik seperti sinetron2 yang ada saat ini…..SELAMAT TVRI

  9. Bagus ko logo sekarang, yang penting karya sendiri, acara2 TVRI masih suka semuanya, mudah2an TVRI tidak ikut2an acara TV2 swasta yang hanya ngisi sinetron2 ecek-ecek…SALAM TVRI

  10. logo barunya bagus,,baguslah klo ada perubahan yang pasti ke arah kemajuan,,dan cobalah perubahan lain lagi sehingga tvri menjadi tv no 1 kayak dulu,,yang perubahan yang tidak begitu drastis………………..key…

  11. Setuju dengan yang mendukung TVRI. Saya malah sudah jenuh dengan acara2 di TV Swasta. Kebanyakan kalo gak sinetron yang latah dan jiplakan, judi berkedok kuis, gosip yang kadang menjurus provokasi dan fitnah, dll, dll.

    Acaranya dari segi isi, ada beberapa yang cukup ok kok. Walaupun kemasannya cukup buruk

  12. semoga tidak hanya asal mengganti logo..tapi juga memahami maknanya..dan berusaha menjadikan TVRI yang terbaik..the first the best!!!

  13. Sebagai salah satu bagian dari TVRI yang kebetulan baru bergabung, memang saya akui TVRI banyak sekali kekurangan.Sependapat dengan teman2 yang pernah menyaksikan acara2 di TVRI, saya setuju sekali dengan istilah CONTENT ACARA BAGUS NAMUN PENYAJIAN BURUK

    Alasannya :
    1. Visulaisasi yang mereka buat memang begitu, sesuai kadar
    kemampuan para insan pertelevisian di TVRI. Basicly mereka bukan lulusan desain grafis. Untuk meningkatkan SDM dijaman y serba cepat ini mereka hanya bergantung dari Diklat yang diadakan oleh instansi TVRI sendiri, kecuali ada y inisiatif mau sekolah dengan biaya sendiri (memang berapa sih gaji PNS, lah wong gaji Pokok mereka itu kebanyakan habis buat cicilan / bayar kredit hutang)

    2. Tahukah anda bahwa peralatan yang ada diTVRI sekarang itu telah berumur 19 tahun. Untuk TVRI Jogja sendiri penggantian alat ke analog sekitar awal tahun 1990an ketika ISHADI SK (sekarang Direktur Trans TV dan Komisaris Trans 7) menjabat sebagai Kepala Stasiun pada masa itu. Betapa tidak bangganya mereka, peralatan yang seharusnya sudah “wafat” diera awal tahun 2000an tetap masih bisa diakali untuk tetap “bernafas” hingga saat ini. Kenapa bisa begitu ? Jelas budget APBN terbatas. Kenapa terbatas ? Ingat bahwa Gus Dur pernah membubarkan Dep Penerangan hingga TVRI tidak mempunyai naungan dari suatu Departemen (syukur.. sekarang sudah bergabung dengan Depkominfo) dan sempat dirubah ke PT pada jaman Megawati yang sebenarnya ada maksud dibalik itu semua (TVRI ingin dijual ke pihak Luar Negeri atas nama Taufik Kemas). Benar2 suatu politik yang tidak baik tentunya, Amerika yang segede itu saja tetap harus mempunyai Televisi Publik dengan VOAnya bahkan Jepang yang semaju itu NHK pun terus melayani masyarakatnya. Lantas salah jika pihak TVRI mencoba belajar mencari iklan (yah meskipun begitulah) ?

    3. Dan tahukah kalian bahwa sebagian besar TV Swasta yang siaran secara nasional itu masih berhutang dengan TVRI mengenai masalah hak siar ke seluruh pelosok nusantara.

    NB :
    Saya lebih salut bagi mereka yang mengatakan tidak suka/pun ada kekurangan tetapi mereka juga memberi masukan. Tetapi tidak bagi mereka y hanya beranggapan negatif, lebih baik kalian maknai hidup kalian kalau tidak bisa mending mati saja (meskipun sama2 bangsa asia, Jepang lebih memiliki harga diri daripada bangsa ini. Apalagi yang anak mudanya, bangsa kita memang2 benar2 sudah tidak ada rasa nasionalis). TVRI dengan nafas yang tertatih2 saat ini mengejar ketertinggalan dengan Televisi lain yang mengumbar lebih banyak mimpi sesaat, sudah tidak butuh lagi cacian. Toh mereka tidak akan membalas karena mereka sudah lebih dewasa bahkan lebih tua untuk dijadikan panutan, selayaknya masukan yang baik lebih bermanfaat bagi kemajuan TVRI untuk bisa disejajarkan dengan TV Publik di negara2 lain (paling tidak dengan kemajuan negara terdekat kita, Malaysia)

  14. TVRI bagus koq
    mengingat sekarang ini budaya Indonesia sedang “menggeliat” hehe

    jam 12 3 bulan yg lalu (kl ga salah) aku sendiri sempet terkagum2 liat acara wayang orang (semar, bagong , dkk)

    lucu abiz dan penuh nilai2 budaya

    sayang memang “kemasannya” kurang

    semoga untuk ke depannya TVRI bisa lebih baik lagi
    semoga GA ADA SINETRONnya

    yah kalo menurut ku yg bagus itu ada 2 stasiun TV
    Metro TV and TVRI

  15. Selamat untuk Pak Drut yang baru smoga TVRI bangkit beneran dan terus mencerdaskan bangsa ini dengan tayangan yang bermutu !

  16. Terima kasih atas semua masukan anda semua ya. TVRI mulai tahun 2006 menjadi TV Publik bukan lagi TV Pemerintah maupun TV Swasta. Dan untuk mewujudkan TVRI sebagai TV Publik yang maju seperti halnya NHK atau BBC memerlukan effort dari stakeholders termasuk anda-anda nih…

    Kalau boleh jujur, mulai tahun 2009 ini, wajah TVRI kita sudah merepresentasikan wajah Indonesia lho.. kalau ngga percaya, silakan tonton acara-acara TVRI.

    Kiriman paket-paket dari 27 stasiun penyiaran daerah menunjukan kekayaan alam dan budaya negeri kita. Acara-acara musik sudah mulai mengapresiasi keberagaman. Pendeknya, sudah mencerminkan etalase negeri tercinta Indonesia lah.

    Kalau soal kemasan, sedikit banyak memang tertinggal dengan adik-adiknya yang lincah dan bergizi cukup tetapi ada geliat membaik kok.

    TVRI sekarang punya acara MINGGU MALAM BERSAMA SLAMET RAHARDJO, ORKES TELERAMA, JAZZ, GEBYAR KRONCONG, GENDANG BERTALU, BLUES, PELANGI DESA, PESONA BUDAYA NUSANTARA, JENDELA DUNIA, FS OSHIN, PESONA FISIKA, BINAR, BUKU BICARA BUKU, BINCANG TAKLIM DAN YANG SUKA OLAH RAGA, ADA TINJU SERTA MASIH BANYAK LAGI …

    Peran anda untuk menonton dan mengkritisi siaran-siaran TVRI akan memacu pengelola untuk bekerja lebih keras lagi mewujudkan TVRI sebagai TV Publik yang dicitakan. Salam TVRI! Retno Intani

  17. terima kasih kepada seluruh jajaran LPP. TVRI yang telah merubah pengiriman berita menggunakan internet. sekarang saya jadi lebih enak kirim berita ga harus kirim kaset, jujur saya dulu sering iri melihat teman2 TV swasta ngirim via internet tapi alhamdulillah akhirnya sekarang saya juga bisa menikmati fasilitas tersebut. Bravo LPP. TVRI

  18. TVRI baik yg di pusat maupun daerah hrs terus tgktkan mutu crew-nya. Khusus utk TVRI “daerah”, bbrp stasiun saya lihat untuk acara2 daerah kdg tdk pas antara gambar & dubbing-nya. Tapi salut utk TVRI yg berbenah terus. Maju terus TVRI tuk SATUKAN INDONESIA nan RAYA menuju KEJAYAAN yg didamba-damba oleh warganya, yaitu kita semua. Oh, ya, alamat e-mail JENDELA DUNIA -TVRI apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s