Murid Kurang Ajar itu

Murid ini benar-benar kurang ajar. Masa’ urine dicampurkan ke dalam cangkir kopi guru!

Menjadi murid memang karena membutuhkan pelajaran. Tapi, menjadi murid bukan berarti boleh kurang ajar. Ini cerita dari Amrik sana. Seorang anak kelas delapan mencampurkan urinenya ke dalam cangkir kopi gurunya. Benar-benar kurang ajar si murid bandel ini. Tentu saja dia dikeluarkan dari sekolahnya.

Baca lebih lengkap cerita tentang kekurangajaran si murid ini di SFGate.com.

Hal kurang ajar apa yang pernah kamu lakukan terhadap gurumu?

16 thoughts on “Murid Kurang Ajar itu

  1. Hmmm…
    cuma merobek kertas ujian seluruh kelas di depan guru
    memecahkan kaca
    memecahkan kacamata guru
    mensyukuri kemalangan guru BK….

    hiks hiks… masa2 jahiliyah.

    jalansutera:
    wah, kalo kelakuannya gitu sih berandalan juga namanya, ya. tapi itulah romantika masa sekolah. kalo nggak nakal, ngapain disekolahin. soalnya sekolah khan memang tujuannya spy anak jadi nggak nakal. anak baik-2 sih nggak usah sekolah saja. contohnya: didats.

  2. Ngasih balsem di kursi yang diduduki guru, ngasih lem di kursi juga, masang petasan di kelas waktu SMP, haduh, termasuk anak bandel nggak ya ?

    #kunderemp, masa jahiliyahnya berkepanjangan sampai sekarang yaks :-D

    jalansutera:
    wah… mas vavai usil juga ya ternyata. pantat gurunya panas dong…

  3. salahkan ya ngajari, sapa yang ngajari?? ya gurunya..

    jalansutera:
    lho khan memang ada peribahasa: guru kencing berdiri, murid mengencingi guru… huahahahaha…

  4. mmmh..itu bisa ketahuannya gimana mas puji? kopi plus urine kan rasanya mestinya tetap sama ya? apalagi kalau dikasih gula?

    *halah, malah dibahas*

  5. minum urine katanya sehat, benar tak?

    jalansutera:
    Kalopun benar bahwa minum urine itu menyehatkan, tidak pada tempatnya jika cangkir kopi pak guru dikencingi.

    benar-benar murid kurang ajar…!!

  6. vavai sama persis sama gue. udah gitu di skors 3 hari. bukannya sedih di skors malah seneng karena bisa jalan-jalan. wakakaka

    jalansutera:
    nggak heran ya kalo sekarang dudi nyampe ke aceh. itu sejak diskors sama pak guru, ya? wekekekekkk…

  7. Pantat guru panas boss, dah gitu lama-lama kalau balsemnya “mencair” jadi kelihatan basah. kalau inget sekarang sih cuma geleng-2 kepala, tapi dulu gelinya sampai tertawa ngikik :-D.

    Dudi ternyata satu guru satu ilmu :-)

  8. Yang ini termasuk kenakalan gak ya?
    Saya sering mempermalukan guru, benar-benar saya permalukan. Karena yang saya serang kualitas intelektualnya.

    (SMA)Guru pelajaran sejarah sering saya betulkan ceritanya ttg zaman pra-sejarah. Sehingga pada akhirnya guru itu yang pada mulanya bangga pada muridnya (saya). Malah jadi cuek, sering buang muka kalau ketemu saya.

    (SMA)Beberapa kali saya memperbaiki tulisan guru ttg teorema fisika yang terpampang dipapan tulis.
    Efek sampingnya:
    Setiap ujian saya selalu mendapat set ujian fisika yang jauh berbeda (lebih suliiiiit!) dari teman lainnya.
    Tapi guru itu tidak dendam atau malu. Malah dia terus mendorong saya utk lebih maju. (Maaf Bu! saya gagal di Olimpiade fisika!).

    (KAMPUS)Dosen saya pernah saya debat tentang metode sebuah percobaan di Laboratorium.
    Hasilnya? Nilai ujian saya dapat D!

    (KAMPUS)Saya pernah walk out dari auditorium saat Studium General didepan seluruh civitas akademika jurusan saya, karena sangat membosankan, tidak ilmiah dan banyak asumsi dibandingkan nilai ilmiahnya.
    Catatan: yg walkout cuman saya seorang, ketika Studium General itu berakhir, banyak teman-teman yang mengatakan menyesal tidak mengikuti jejak langkah saya.

    (KAMPUS)Saya pernah debat dengan PDII atau III ya? Tentang OSPEK (yaa..semacam itu lah!)
    Hasilnya? Saya disuruh menunggu diluar ruangan.

    (KAMPUS)Saya nyaris berhasil membubarkan Senat Mahasiswa Fakultas di Kongres karena saya melihat sebuah cacat hukum dalam AD/ART yang tak terbantahkan.
    Motivasi: Iseng, ngerjain senior.
    Hasilnya: Saya tarik kembali argumen saya karena faktor kasihan melihat muka Pimpinan sidang yang pucat.

    Nah, kalau sekarang?
    Cukup jadi warga negara yang baik dgn membayar pajak dan mentaati hukum. Ngumpulin duit buat kampanye untuk masuk dunia politik!@*&#!@$)($()

  9. Aku pernah bolos bersama 12 orang kawan2 waktu SMA.Kebetulan,jam pertama OR(sepakbola),habis itu kami sangat kepayahan(maklum semua siswa laki2 maniak sepakbola).Dan itu menjadi rekor terbesar dalam kategori JUMLAH PEMBOLOS TERBANYAK sekolahku saat itu.Uniknya,menjelang jam sekolah usai,kami kembali ke sekolah lagi…

  10. Emang sih die kurang ajar, tapi yakinlah lebih banyak hal yang dilakukan dia yang lebih kurang ajar………

  11. saya? ah malu kalo inget masa smp dan sma, masa anak smp dah ngrokok, dikelas lagi . Nyang lebih kurang ajar, ngrokoknya lagi pas guru bahasa inggris yang bete ngajar.. Jadilah diajar 12 guru lainnya (disidang) yang konon sidang pengadilan terbesar dengan dua belas hakim yang saya ikuti, hasilnya? marah marah dan katanya awas rasakan kalau kamu jadi guru. Sumpah serapa apa do’a ya? Abis terkabul sih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s