Transportasi Laut Kita itu

Kapal kita memprihatinkan. Semua sudah tahu, khan?

Senin dini hari kemarin saya baru pulang dari tanah seberang. Karena jaraknya memang tidak terlalu jauh, kendaraan yang paling hemat tentu saja adalah kapal laut. Bis yang saya tumpangi langsung masuk ke dalam kapal ferry pada Senin dini hari lalu. Suasana di pelabuhan Bakauheni saat itu hujan rintik-rintik kecil. Bus tanggung langsung meluncur ke buritan kapal, mengalahkan truk-truk besar. Saya bahkan tidak tahu kapan awak bis membeli tiket untuk saya masuk kapal. Ugh, inilah salah satu kecurigaan saya yang pertama: nama saya tidak masuk dalam manifest kapal.

Bus meluncur ke dalam badan kapal. Sudah ada belasan truk besar yang berasal dari Sumatera yang sudah duluan masuk. Saat keluar dari bus, asap pekat memenuhi ruangan kapal bagian bawah itu. Kendaraan pribadi kebanyakan memang tidak mematikan mesin. Penumpang tetap duduk di dalam mobil, menyalakan AC dan membiarkan gas buangan memenuhi ruangan kapal yang penuh sesak dengan kendaraan. Bis DAMRI AC juga tidak mematikan mesin selama perjalanan laut 3 jam itu. Inilah kecurigaan saya yang kedua: mesin kendaraan yang terus menyala selama perjalanan laut bisa saja menyebabkan kebakaran, bukan?

Saya naik ke dek atas, mencari udara segar dan suasana hening. Lebih-lebih pada dini hari itu kantuk benar-benar menyerang. Saya masuk ke ruang kelas I dengan tambahan uang Rp.6000. Tanpa tiket, tanpa ba-bi-bu, petugas menarik uang dari tiap penumpang di ruangan itu. Kecurigaan ketiga: kemana uang itu meluncur? Ah, semua orang juga sudah tahu, khan?

Sambil memejamkan mata, saya sempat juga mencari-cari tempat jaket pelampung. Oh, ternyata ada di bagian depan, di dalam almari panjang. Saya pun sebenarnya tidak mengetahui bagaimana cara memakai jaket pelampung itu. Ah, moga-moga aman. Di mana kapal sekoci? Di mana tabung kebakaran? Duh, tidak ada jawaban untuk pertanyaan itu. Saya ngantuk.

Ruangan kelas I itu sepi, tanpa musik, tanpa band. Malumlah dini hari seperti ini siapa yang mau berdendang?

Tiga jam kemudian, kapal bersandar di pelabuhan Merak. Gerimis tampaknya masih mengucur dari angkasa. Saya turun ke lantai bawah, mencari bis untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Aman…

20 thoughts on “Transportasi Laut Kita itu

  1. yaa…gitu deh. Pas nyebrang mataram-sumbawa PP cuman komat kamit baca do’a
    “semoga tidak tenggelam, kalo tenggelam semoga tiba2 aq dianugerahi keahlian berenang, klo anugerah ga dtg juga semoga ada prince charming yg nyelamatin gw” hehehe….
    tapi semua sarana transportasi qt emang parah, cuman kalo didarat ka’nya lbh save ajah

  2. terus terang, sebenarnya saya takut naik kapal laut. kenapa, karena saya tidak bisa berenang. ketika saya naik ke dek atas, saya sempat mengintip ke luar lewat jendela. ternyata arus air laut itu kencang, ya? nggak kebayang bagaimana sodara-sodara kita yang ada di kapal yang celaka di laut jawa itu: di tengah laut tanpa pelampung. menyedihkan sekali.

  3. walaupun sdh melihat ada jaket pelampung, jangan dikira bisa dipakai. jangan-jangan tidak mengembang, jangan-jangan sudah ada tulisannya “Milik ABK”, … dan jangan-jangan lainnya…..

  4. mau ada daftar nama di manifest kapal? mimpi ah, aku tiap bulan bolak-balik lampung-banten mana ada kayak gitu, beli tiket sendiri ajah nggak dapet apalagi borongan di bis DAMRI, mo ada pelampung ada juga dah rusak dan yang nerangin cara make ajah para pedagang sebagai perkenalan awal untuk menjajakan dagangannya, fery selat sunda tuh jangan harap nyari yang nyaman, yang agak kiclong aja itu polesan doang belon bau karat yang mulai merebak. banyak do’a ajah deh kalo lewat bakauheni-merak. oiya masalah tiket, boro-boro yang nagih di kapal yang nagih di pembelian karcis resmi ajah sering nggak dapet kembalian hah…

  5. cuma mo komentar aja sama komentarnya ndah. jangan salah jalan darat justru “penyumbang kematian akibat kecelakaan paling besar per tahun di indonesia saat ini di banding kecelakaan transportasi di laut dan udara. cuma bedanya kalo kecelakaan udara atau laut diekspos sedemikian rupa karena korbannya jatuh dalam tempo yang sama, tapi kalo darat jarang banget diekspos. padahal tiap tahunnnya kecelakaan didarat itu lebih banyak membawa korban

  6. hi Indonesia,

    Ya, kalau anda ingin pulang ke bandar lampung, silakan naik damri dari gambir. bisa berangkat pagi hari atau malam hari. tapi saya sudah lama tidak naik bis ini. harga tiketnya pun saya sudah tidak tahu. kemungkinan sekitar 90-an ribu saja.

  7. Dua-duanya aman, kok.

    Lampungnya mana nih? Kalau tujuan anda sekitar kota bandar lampung, naik pesawat sih ok saja. soalnya bandar udaranya dekat. tapi, kalau tujuan anda masih tiga atau empat jam dari bandar udara, lebih baik naik bis saja. lebih murah.

  8. Mau sekedar nimbrung. Males ngomongin soal tarikan uang dll, karena bukan ahlinya.

    Pertama, rata-rata pelampung kapal bukan tipe udara, tapi isinya gabus jadi ngga perlu takut mengembang atau ngga.

    Kedua sependapat dengan Wulan, bener kecelakaan kapal laut dan udara lebih jarang dan lebih sedikit korbannya. Saya pernah baca kalo kecelakaan darat memakan korban sekitar 7 (atau 70 ya?) orang tewas tiap jam di Indonesia.

    Ketiga, saya pernah naik kapal dari Jerman-Denmark belinya di stasiun. Ngga ada tuh nama saya di tiketnya. Tandanya di manifest juga saya cuma dihitung, tapi anonim.

    Aspek keselamatan memang harus ditingkatkan. Tapi coba deh seandainya jadi pemerintah, pasti bingung juga netepin prioritas antara dana pendidikan, keselamatan transportasi, operasi passar minyak tanah, dll. Sama seperti kita yang gajinya pas-pasan tapi harus makan, nyekolahin anak, bantu ortu hehe. Apa kita jg sanggup nganterin anak tiap hari ke sekolah karena ngga percaya ama bis dan ojek?

    Salam

  9. Hello semuanya!
    Slam kenal!Saya baru pertama kali nih buka situs ini…jadi mohon bimbinganya!
    Saya pengen ngasik uneg-uneg,
    Pertama,buwat Pemerintah pada umumnyanya n Dephub (laut) khsusnya: Pak,gimana kalo Bapak-Bapak/Ibu-ibu saat kunjungan ke tempat laen (yg melintasi laut),sekali waktu naek moda angkut laut? Yaah…biar lebih berkesan di hati..hehe..
    Kedua,buwat Pak/Mas Iqbal:tuk komentar yg terakir, Lhah…Pemerintah kan punya menteri yang bekompeten di bidangya,termasuk masalah perhubungan(darat,laut,udara). Bukanya sok pinter sih,tapi buwat apa mereka “duduk” di kursi kementrian! jgn2 bkan cman duduk,tapi malah ketiduran..hehe..

    salam

  10. hai..hai..salam kenal.
    aq bru tau lhow situs ini..
    tp seru bgt,jd aq mau membri tanggapan..

    klo dr semua komen yg udah aq baca, pendapat qu sih..
    sebenarnya qta jgn melihat sisi buruk saja dr transportasi qta krn kasus kcelakaan kapal, pesawat, kereta dan bus yg sering di ekspose,krn sebenarnya instansi masing2 telah berusaha utk memperbaiki kinerja dan plynan mreka kpd masy. namun apa daya klo smua itu brjln sgt lamban shg, hampir2 qta tdk bs melihat perubahannya.

    qta tdk sadar,sesungguhnya qta hrs bangga kpd transportasi qta khususnya saat ini d bidang kapal indonesia,, krn sdh bnyk kapal2 buatan indonesia yg di pesan oleh negara2 lain!! ini kenyataan lhow..kapal2 buatan indonesia d psn dgn brbagai ukuran dan utk brbagai kperluan dan ternyata hslnya keren2 dan kualitasnya bs d jamin pula krn sdh lulus uji coba..(aq tau hal ini saat study tour k surabaya..^_^)

    dr hsl study tour ini,aq mengambil ksimpulan bhw indonesia sedang berusaha utk mengambil simpati dr negara2 d dunia utk kmbali maju dan bersaing. “krn sesungguhnya hal yg terutama dan trpenting dlm perekonomian suatu negara adlh transportasi lautnya, kmudian transportasi lainnya adlh sbg penunjang kelancaran pendistribusian”, coba bayangkan,transportasi mna yg bs mengangkut brg skaligus mahluk hidup baik manusia maupun hewan dlm jmlh ribuan ton ke berbagai negara? hanya kapal laut kan? meskipun tdk scpt pesawat..(^_^)”

    namun,kpl2 angkutan brg n pnumpang qta msh blm dpt d prbaharui krn utk membuat satu kpl baru, ternyata membutuhkn biaya trilyunan!! wow,,betapa mahalnya..
    mka dr itu klo bnyk yg brtanya “knp sih kpl2 qta pd jelek2,tdk terawat,tdk nyaman, dan kslamatannya d ragukan?” krn kpl qta d beli dr luar negri (tp kpl bekasss)..sedih ya melihat kenyataan ini..smoga saja suatu saat nanti,qta bs menikmati hsl kpl buatan negri sndiri..

    tq.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s