Top 10 Jenis Pengendara Motor yang Tidak Saya Sukai itu

Ini dia 10 jenis pengendara motor yang membuat saya keki.

Akhir-akhir ini tampaknya pengendara motor banyak mendapat perhatian dari pemerintah. Kewajiban penyalaan lampu utama motor pada siang hari dan kewajiban menggunakan lajur kiri bagi pengendara motor adalah dua bentuk perhatian itu. Bahkan “perhatian” yang lain sudah dirancang juga, yaitu dilarangnya beberapa ruas jalan bagi pengendara motor. Wah, apakah itu akan terwujud? Saya tidak tahu.

Saya sendiri kadang merasa keki dengan tingkah pengendara sepeda motor. Nah, tingkah laku pengendara motor seperti apa yang membuat saya keki? Baca dan simak deh…

  1. Pengendara motor yang membiarkan suara motornya mengalahkan suara mesin truk. Ini sungguh menjengkelkan dan menggelikan. Pabrik motor pasti berusaha membuat mesin dengan suara sesenyap mungkin. Tapi, banyak sepeda motor yang menjadikannya bersuara menggelegar. Mereka pikir suara menggelegar itu bagus, padahal menyebalkan
  2. Pengendara motor yang tidak menggunakan helm juga bikin sebel. Coba kalo terjadi kecelakaan, hasilnya pasti bisa fatal, khan?
  3. Pengendara motor yang melawan arus juga sangat menyebalkan. Ini sudah banyak terjadi di daerah pinggiran Jakarta maupun di Jakarta sendiri. Kelakukan ini membuat pengendara dari arah yang berlawanan menjadi pusing.
  4. Pengendara motor yang tidak menyalakan lampu di siang hari dengan alasan hemat energi. Ini benar-benar alasan yang aneh. Menyalakan lampu di siang hari gunanya adalah supaya motor lebih kelihatan. Anehnya, masih juga ada motor yang tidak menyalakannya di malam hari. Aneh, bukan?
  5. Pengendara motor yang menjadikan anak balita sebagai tameng. Sering kita lihat anak-anak menaiki sepeda motor bersama orang tuanya. Tapi, posisi sang anak bukan di tengah atau di belakang sang pengendara, tapi di bagian paling depan. Huh, benar-benar membahayakan
  6. Pengendara motor yang parkir di bawah jembatan layang saat hujan tiba. Bukan apa-apa, jumlah motor yang parkir bersamaan itu tentu menghambat arus lalin. Kalau tahu musim hujan, kenapa nggak bawa jas hujan, Mas?
  7. Pengendara motor yang masuk tol dengan sengaja ataupun karena tidak sengaja. Yang sengaja itu misalnya klub Harley Davidson, polisi yang tidak sedang mengawal dan lain-lain. Yang tidak sengaja misalnya orang yang gak tahu arah. Apa mereka tidak baca rambu bahwa jalan tol hanya diperuntukkan bagi kendaraan “berkaki” lebih dari empat?
  8. Pengendara motor yang kebut-kebutan di kompleks perumahan pada malam minggu. Yang saya herankan, kenapa banyak cewek yang terpesona pada ulah mereka, ya? Hihihihi…
  9. Pengendara motor yang membawa barang setinggi gunung. Ah, yang ini sih sudah biasa di Jakarta. Ada yang membawa kerupuk segede Gaban, ada yang membawa bambu sepanjang jalan kenangan. Benar-benar orang yang aneh…
  10. Pengendara motor yang tidak suka membaca daftar ini. Hihihi… Serius amat bacanya sih…

Ada yang mau nambahin?

Foto: Avianto on 43People.com

67 thoughts on “Top 10 Jenis Pengendara Motor yang Tidak Saya Sukai itu

  1. sebagai salah satu dr ribuan sembalap di Jakarta, saya pribadi emang suka sebel jg sama sembalap2 yg masuk di list di atas…terutama #1 & #3…anyway, Sutiyoso emang terlalu brillian… :p

  2. gw suka maki maki orang yg naek motor malem2 tp ngga nyalain lampunya

    itu kayaknya udah ngga ada otaknya..

    *&%)#&W)(&W*($W#Q*@$@*#$@#*&#$@$_

  3. – pengendara motor yang berkendara di trotoar
    – pengendara motor yang pelit dalam memberi jalan untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang (susah nyebrang jalan di jogja!!)

    intinya adalah pengendara motor yang menyabot hak-hak pejalan kaki.

  4. – motoris yg jalannya pelan tapi ditengah
    – motoris yg pake klakson suaranya segede2 toa mesjid
    – motoris yg kalo dilampu merah brentinya paling depan tapi pas ijo mesti diklakson dulu baru jalan
    – motoris 2 tak yang ga nyadar asep motornya bisa bikin pingsan motoris laen di belakangnya
    – de el el

  5. Menurut gw sih 10 (atau 9?) diatas sih gapapa. Masih bisa ditolerir.

    Yang paling gw benci dari lubuk hati yang paling dalam adalah pengendara sepeda motor yang dibelakangnya ada rombongan mobilnya, makan jalan protokol, dan dengan semena-mena menindas pengguna jalan yang lain untuk minggir. Tidak peduli sepeda motor, mobil, atau transportasi umum pasti disuruh minggir.

    Belum lagi sirine sepeda motor yang selain bikin polusi suara juga menunjukkan kepongahan kasta militer terhadap sipil.

    Itu.. pengendara sepeda motor yang gw benci.

  6. Aku pengendara motor, memiliki SIM C (dengan jujur) sejak tahun 1999 dan komentarku.

    Nomer 1: Harusnya bengkel2 pinggiran tidak membiarkan pengemudi motor memodifikasi murahan knalpotnya

    Nomer 2: Ini cermin ketidakdisiplinan kita

    Nomer 3: Awalnya dari daerah. Di masa2 awal2 aku mengendarai motor (1999-2000), belum ada sepeda motor yang melawan arus kecuali melalui trotoar. Di tahun 2002 setelah kembali dari Yogya, mulai banyak di ibukota sepeda motor yang melawan arus. Aku ingat, motor yang pertama2 melawan arus, biasanya bernopol E.

    Nomer 4: Sumber listrik untuk lampu motor adalah putaran mesin, bukan dari accu dan energi yang terkuras tidak terlalu banyak. Omong kosong kalau ada yang berdalih hemat energi.

    Nomer 5: Kebetulan saya pernah membonceng anak pembantu saya yang masih balita, mengajak dia bermain-main. Dan sejujurnya, saya merasa lebih aman dia ada di depan karena bisa menjaga dia. Saya takut kalau dia membonceng di belakang, bisa-bisa dia loncat seenaknya seperti yang nyaris ia lakukan waktu bersama ayah saya di mobil (tiba-tiba membuka pintu mobil saat mobil berjalan).

    Nomer 6: Pakai Jas Hujan juga tidak melindungi bagian lain seperti Tas. Lagipula, muka perih jika terkena air hujan saat berada di kecepatan minimal 40 km per jam. Saya sendiri termasuk pengemudi yang keras kepala, saat hujan tetap ngotot mengendarai walau tidak bawa jas hujan, walau kulit wajah terasa sangat perih, jadi mungkin termasuk yang tidak pernah merepotkan panjenengan.

    Nomer 7: Harus ada keberanian dari penjaga pintu masuk jalan tol untuk membentak pengemudi2 motor seperti itu. Saya sendiri, karena menyadari tidak bisa menggunakan tol, beradaptasi dengan cara mencari jalan-jalan kecil di kampung-kampung untuk mengatasi macet.

    Nomer 8: Harus ada keberanian dari warga kompleks untuk mengeroyok pengemudi motor yang berani mengendarai motor lebih dari 30 km perjam di perumahan. Saya sering ngeri melihat motor2 melaju di kecepatan kurang lebih 50-60 km/jam di kompleks saya padahal banyak anak2 kecil yang berkeliaran di jalan

    Nomer 9: Ini harap dimaklumi juga. Mereka tidak punya alternatif lain. Bawa barang segede gaban ke dalam bus kota juga bikin penumpang lain misuh-misuh.

    komentar 6 (kikie): Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan penggunaan trotoar oleh pengemudi sepeda motor asalkan mereka menyadari satu hal yakni trotoar adalah hak pejalan kaki, dengan kata lain mereka harus mengalah bila ada pejalan kaki, bukan seenaknya membunyikan klakson menyuruh minggir. Saya sendiri, kalau sedang kumat malasnya, sering menggunakan trotoar tetapi saya tidak pernah menyuruh pejalan kaki yang ada di depan saya untuk minggir. Yang ada malah saya memperlambat dan berjalan pelan-pelan di belakangnya.

    Komentar 10 (nDra): Saya pernah meminjam motor RX yang bunyi klaksonnya nyaris tak terdengar dan percayalah, betapa sengsaranya hari-hari itu. Klakson perlu untuk memberitahu kendaraan di depan bahwa lampu sudah hijau. Saya pribadi selalu berhenti di belakang garis zebra cross saat berhenti di lampu merah dengan pertimbangan lebih mudah melihat lampu merah di kiri atau di kanan.

  7. Oh ya.. giliran saya menambahkan yah..

    Saya paling benci, pengemudi sepeda motor yang memodifikasi klaksonnya sehingga mirip bunyi sirene ambulans atau polisi.

  8. Motor yang melawan arus, yang naik trotoar, yang menyusahkan penyebrang jalan! Tetapi yang pasti bikin emosi, modifikasi knalpot murahan. Amit-amit suaranya. Ngagetin, Ngganguin, Nyebelin! Suara metro mini rusak saja kalah.

  9. – Yang nulis bukan pengguna sepeda motor.
    – Orang yang punya mobil, cenderung menganggap sebelah mata pengendara sepeda motor. Kita sudah memakai jalur paling kiri, eh mobil tetep aja mepet aja. Giliran spion kena, maki2…
    – Orang yang bikin peraturan larangan sepeda motor, itu kayak kacang lupa kulitnya. Mbok inget dulu sebelum jadi DKI-1 sampeyan ki naik apa…
    – Orang yang punya mobil, apakah anda tidak merasa bahwa sumber kemacetan sebenarnya adalah anda sendiri?? satu orang menghabiskan begitu banyak space di jalan raya. Cara mikirnya piye to ki?

    wis ah… ora entuk numpak motor??
    Satu efek yang bisa terjadi…

    Gedung perkantoran di daerah Segitiga Emas akan kehilangan penyewanya. Ada 3in1, larangan sepeda motor.

  10. Ini sungguh menjengkelkan dan menggelikan. Pabrik motor pasti berusaha membuat mesin dengan suara sesenyap mungkin.

    gak berlaku buat HD

  11. orang yang naek motornya rame-rame, satu motor bertiga, berempat, berlima…

    huh, ini paling bikin kesel..

    Apalagi, kalo naik motor bertiga, gak pake helm, trus ketawa-ketawa. Gila.

  12. tambahan:
    – pengendara motor yg pake helm seenaknya. tiga kali kejadian di depan mata kecelakaan motor akibat helm lepas. pengendara2 di belakang berusaha menghindar tapi ‘gagal’.

    – pengendara motor yg ‘sok sibuk’ menggunakan HP selama motor masih berjalan.

    tapi kalo dipikir2 yg bikin ‘rusuh’ jalanan di jakarta itu bukan motor koq, tapi mobil. coba perhatikan dgn baik. :p

  13. satu lagi, pengendara motor yg gak peduli kenapa mobil di depannya tiba2 stop? Bukannya dia ikut berhenti, eh malah nyusul mobilnya dr samping. Padahal, bisa jadi mobil di depannya itu berhenti karena:
    – ada mobil di hadapannya yg gak bisa lewat krn jalan sempit
    – ada orang nyeberang, yg membuat mobil tiba2 hrs berhenti
    – mobil itu mengalah, demi kelancaran lalu lintas di depannya

    saat si motor nyalip (tanpa liat kondisi di depannya), yg terjadi biasanya malah menambah kekacauan yg sudah ada.

  14. – motor yang gak pake lampu belakang
    – motor yang pake lampu belakangnya warna putih terang silau.
    – motor yang gak pake lampu sein (sign)
    – motor yang warna lampu sign dan lampu belakangnya ditukar.
    – motobak (motor gerobak), udah menuh0menuhin jalan, bawa sayur, banyak lalat. Kadang yang dibawa ibu2 ke pasar jumlahnya sampe 6 orang
    – cowok naek motor sambil boncengin cewek cakep, pake jaket terbalik, tangan si cewek ‘grepe-grepe’… suka bikin kecelakaan, karena yang laen ngiri dan pada ngeliatin….
    – motor yang rodanya tiga, dikasih tutup biar gak kehujanan, suaranya bising, kalau mau belok hanya dia dan Tuhan yang tahu.. (eh..bajaj ya namanya)
    :D

  15. #13 dan #19….. serius amat..??!
    kang Puji aja gak serius… kok… cuman Khekiiiii

    Sopir juga manusiaa.. punya mata punya hati.. jangan kau pikir sopir ..ndak pernah keki… (seurius)

  16. duh telat…!

    aku sih paling sebel kalo liat motor boncengin cewe cakep..
    harusnya itu cewek aku yg boncengin..
    hahahaha…
    *ngumpet di gorong gorong*

  17. Yang bikin eneg kalau ketemu pengendara motor spt ini:
    1. Kalau nyetir pecicilan nylonong kanan-nylonong kiri gak pakai aturan (mentang-mentang bisa nyelip-2 dg mudah) dan tanpa mempedulikan keselamatan diri sendiri apalagi orang lain.
    2. Suka nyalip dari sebelah kiri langsung motong jalur kekanan, sambil ngerem mendadak, lalu muter balik arah.
    Ini sangat membahayakan pengendarta yang disalip karena akan kelaabakan ngerem mendadak yang bisa-bisa ketabrak kendaraan lain dari belakang.

    Yang bikin banyak kecelakaan sepeda motor itu karena sikap mengemudi yang ugal-ugalan tanpa mempedulikan keselamatan maupun sopan santun berlalu-lintas.

  18. Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ibu
    pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.
    Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk ‘mengganggu’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena
    kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan,
    masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tdk
    anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
    dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung
    jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.

    Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang
    berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari
    alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV
    bapak ?ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot
    anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di PHK,
    hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari
    anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?

    Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu… Minimal dipotong uang transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot dan ‘bau matahari’ dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.

    Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
    Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja beda Jeh…

    Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, di
    atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari.

    Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok belakang.

    Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,
    buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
    gede kek, bodo’ amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. Aaaah
    enaknyaa di mobil.

    Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
    motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata.
    Amit-amiiiit.

    Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus
    ‘menerima’ sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
    Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus
    dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
    Maaf ya pak-bu. Peace !!!

    Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya, kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
    (Jadi gak enak nerusinnya)

    Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
    berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.

    Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
    pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).

    Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di
    koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.

    Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa
    penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma 10-20 detik. Jadi malu…

    Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu
    hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal
    mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan
    trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
    What an ironic…

    Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus, budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis, gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi mereka.

    Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
    benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
    Tuhan Maha Adil kan?

  19. #34

    Saya ngerti sih, mengendarai motor itu banyak ketidaknyamanannya.
    Tapi apakah nggak nyaman itu jadi alasan untuk melanggar aturan dan membahayakan diri sendiri?

    Kesan saya, memberikan pemakluman kepada motor yang mencuri jalur orang lain itu, seperti memberikan pemakluman kepada (sorry ya) pemulung untuk ngambil kursi kebun yang masih dipakai.

    Jangan salah, saya nggak termasuk pengendara mobil mewah yang nggak perlu absen di kantor dan tinggal perintah2 bawahan yang naik motor kok. Saya tiap hari masih harus jalan kaki, naik angkot yang ugal2an, dan deg2an menunggu suami yang -seperti Anda- naik motor puluhan kilometer per harinya.

    Semua modus transportasi punya kelebihan dan kekurangannya masing2. Dan semua pengguna jalan harus tunduk pada aturan lalu lintas. Katanya sih, aturan itu nggak pernah salah. Kalau aturan itu ternyata “nggak tepat”, cari jalan supaya aturannya dirubah. Bukan dengan dilanggar, hehe..

  20. “Pengendara motor yang menjadikan anak balita sebagai tameng bla..bla…Huh, benar-benar membahayakan”

    ??????

    Pasti penulis artikel ini tidak/belum mengalami sulitnya punya anak lebih dari satu tetapi harus berkendara pakai motor. Kalau orang yang pakai motor bebek dan punya anak lebih dari satu, sepertinya mau tidak mau harus terjadi kondisi yang disebutkan tadi. Ini terjadi pada diri saya dan sumpah 100%, tidak ada niat untuk menjadikan anak sebagai tameng. Biasanya si sulung sendiri yang bersikeras minta duduk di depan. Kalau dia ditaruh di belakang bareng adiknya, mereka kerap berantem. Komentar si anak dijadikan tameng bagi bapaknya kayaknya terlalu menggampangkan persoalan. Cari tahu dulu dong apa akar persoalannya. Mereka yang berkendara seperti itu terpaksa tau! Mau pakai taksi, kemahalan. Mau pakai bis/angkot, ribet karena seringkali bawa barang. Tanya dong ke pemerintah kapan bisa menyediakan transportasi publik yang mudah dan aman.

    Untung saya sebentar lagi beli mobil, jadi kami sekeluarga gak akan desak-desakan naik motor. Tetapi, walaupun nanti saya naik mobil, saya tidak akan pernah berburuk sangka dengan mereka yang terpaksa harus berkendara membonceng istri dan anak-anaknya.

  21. Yang aneh kalo lagi ngantri berhenti di lampu merah, motor2 akan berusaha nyempil lewat kiri, kanan, depan, belakang mobil yang diam berhenti. Masalahnya sangat sering bikin goresan, penyok kecil, sampai gores besar. Lalu mereka seperti tidak pernah belajar sopan santun, langsung ngeluyur kabur. Tidak bisa bertanggnug jawab.

    Gawat tuh, bisa2 kalo anak perempuannya punya pacar, juga terbiasa ngga mau tanggung jawab. KEBIASAAN ngga perlu tanggung jawab di jalanan. Single parent dah, atau meninggal karena aborsi tidak aman.

    Ampun, masyarakat ini, sepertinya, kalau ngga ngelanggar peraturan, berarti ngga keren… Aneh………

  22. saya pengendara motor jg,yang paling nyebelin buat saya kalo sama2 dijalan tuh suara2 knalpot motor yg sumpah brisik banget(trutama motor 2tak dgn asap yg mengepul bikin sesak napas),dah gtu pas dilampu merah,maenin gasnya kencang2,bener2 gktau diri…igin rasanya corong knalpotnya itu dibengkokkan kearah mukanya,biar dia tau n merasa bhwa kelakuan dia tuh bener2 mengganggu orang2 disekitarnya…

  23. Gw paling benci sama yang namanya sepeda motor. Speda motornya sih gak benci, tapi ama pemilik nya. Mental kere aja belagu kalo di jalanan, gimana kalo udah kaya beneran? Banyak banget di jalanan speda motor yang gak pake kaca spion (terutama Vespa), gak ada lampu sen, dan motor bodong (gak ada pelat nomor alias motor curian). Kalo nyalip mobil ato roda empat keatas gak kira kira, pede banget, yakin bener kalo roda empat ke atas gak bakal nyerempet nabrak mereka. Mreka lupa mreka bisa ada di jalanan karena belas kasian pemakai roda empat ke atas. Kalo nyerempet kaca spion mobil, bisanya cuma kabur aja, ato belagak bego pura2x gak tahu. Speda motor mental preman tak jarang suka memakai kaki nya untuk menghajar kendaraan lain yang gak di sukainya. Speda motor juga suka nyundul bemper mobil blakang walau lampu rem blakang udah nyala skalipun, bikin lecet body mobil blakang. Motor juga suka nyalip dari kanan mobil, walau aturan motor jalan di kiri udah di berlakukan skalipun, udah gitu suka pasang tampank blagu gitu kayak gak suka ama mobil gitu. Tak jarang galakan speda motor ketimbang mobil. Rasis banget ama roda empat. Salah sndiri jadi orang kere cuma mampu beli speda motor, jangan salahin mobil donk. Gw dukung gerakan batasi populasi speda motor oleh Polri. Emang udah waktunya, berarti yang ngerasa sebel ama speda motor gak cuma gw doank. Kalo bisa, speda motor gak usah masuk jakarta deh. Halo polisi, kalian butuh duit untuk sahkan perpu itu? Bilang aja ke saya, nanti saya bantu, yang penting speda motor mampus enyah dari jakarta. Jangan coba2x ketemu gw di jalanan sepi deh, apalagi bikin ulah, gw tabrak lu ampe mati. Gw sumpahin seumur hidup mereka hidupnya susah, miskin, gak maju maju, kebanjiran, tanah longsor, tua merana. Sebagian dari doa gw itu udah terkabul, rasain lu.

  24. @39, bung Anti Motor, Avonturir komentator. Komentar Bung yang provokatif ini sudah saya baca sebagai komentar setidaknya di dua blog lain, dengan isi yang sama persis.

    Entah apa maksudnya.

  25. Mas antimotor ndak boleh gitu. saya pengguna motor iya, pengguna mobil juga iya-kadang2 kalo pas lg naik kopaja :-) menurut sy mslh ini menuntut pemecahan bersama dr pengguna mobil n motor,ksh solusinya ke pemerintah, jd jgn saling menyalahkan. cb kalo semua pengguna motor njualin motornya trus dituker sama mobil sedapetnya, apa gk tambah macet tuh jalanan??? trus jangan sering mengobral sumpah mas.. sering lo sumpah itu balik ke diri sendiri, hayo apa ndak takut sampeyan!!!!!

  26. Mas antimotor ndak boleh gitu. saya pengguna motor iya, pengguna mobil juga iya-kadang2 kalo pas lg naik kopaja :-) menurut sy mslh ini menuntut pemecahan bersama dr pengguna mobil n motor,ksh solusinya ke pemerintah, jd jgn saling menyalahkan. cb kalo semua pengguna motor njualin motornya trus dituker sama mobil sedapetnya, apa gk tambah macet tuh jalanan??? trus jangan sering mengobral sumpah mas.. sering lo sumpah itu balik ke diri sendiri, hayo apa ndak takut sampeyan!!!!!

  27. Sorry, yang kedua bukan dari saya, tapi dari mas Amir yang mejanya di sebelah saya. Saya pernah ngasih komen lewat komputernya waktu komputer saya lagi dipake, jadi defaultnya nama saya. Pas mas Amir komen, langsung di submit, jadi nama saya yang muncul deh :)

  28. yang paling saya benci yaitu pengendara motor yang suka ngutang di warung bensin, biasanya alasannya yang dipake ialah alasan klasik yaitu DOMPETKU KETINGGALAN

  29. gw biker. gw setuju motor dan pengendaranya yang gak bener harus diberi pekajaran. soalnya jalan raya itu milik bersama, aturan musti ditegakkan. dan buat mas bencong yang anti motor, saya tahu anda tidak suka roda dua. karena sapi kan naek truk, gak ada yg naek motor…..huahaha

  30. Gw naik semuanya, dari sepeda, motor, mobil, naik motor pernah juga ngerasa panas, tapi emang itulah Indonesia, di dlm mobil juga kalo habis diparkir juga panas

    Yg gw ga suka ama motot itu, pada pake hukum jalanan
    “Yg kecil menang” / “Yg rodanya dikit menang”

    Gw pernah liat metro mini lagi kesusahan belok terus pas palanya udah agak masuk, ada motor seenaknya jalan aja, terus si pengendara motor merasa motornya kena, dia puterbalik berenti depan metro mini, ngecek motornya, ga kenapa2 terus jalan lagi, gw yg lagi nungguin metromininya masuk, soalnya ujung jalannya kirinya dipake buat ngetem angkot, biar metro nya bisa jalan duluan cuma bisa berkata WTF ??

    Liat aja mobil gw, kiri kanan bekas motor semua, bekas mobil cuma di ujung belakang, ga ada 1 pun yg berenti (ada yg gw suruh minggir dulu malah kabur, padahal gw cuma mo bilang “Vespa kan remnya aga susah, jangan ngebut2 makanya”, soalnya cuma lecet ga keliatan :D :D )

    Agak lebai juga yg bilang “Beli motor biar ga bikin jalanan macet” (ada di bagian sms suatu koran yg lagi bahas tentang motor)
    Apa kalo mereka mampu ga mo beli mobil BMW/Mercy ??

    Ada juga kok yg naek motor tau aturan, tergantung orang masing2, yg nake mobil juga ada yg ngobrol ga liat kalo jalannya miring hampir nyerempat

  31. saya pemakai motor
    sedih sekali kalau ternyata pengendara motor dibenci para mobilis
    kalau memang banyak pengendara motor yang ugal-ugalan, mari kita tanyakan kepada para aparat penegak hukum, apa yang harus mereka lakukan dengan hal tersebut
    sebab semua yang terjadi di jalanan tidak diatur oleh norma, melainkan oleh hukum yang sifatnya imperatif alias bisa dipaksakan. Artinya jika ada pelanggaran, adalah tugas penegak hukum untuk menindaknya. Kesadaran berlalu-lintas harus dibangun dengan penegakan hukum. Nah, nampaknya masalah suara knalpot menggelegar, sebenarnya banyak biker yang juga tidak suka. Namun untuk penerapan sangsinya jangan sampai membabi buta. Silakan tentukan ambang batas desibel yang diperbolehkan beserta toleransinya. lalu sediakan alat ukur yang valid. Kalau memang melanggar, silakan tilang! Jangan seperti di bandung dimana knalpot racing dilarang tapi perangkat hukum dan perangkat ukurnya tidak jelas. Ingat, sebagian pemilik mobil yang anak muda juga menggunakan knalpot racing ngebas, mengapa hanya motor yang disorot disana? Mengenai balapan liar, tentu kita prihatin. masalahnya jangan menutup fakta bahwa di tiap kota juga ada arena anak mobil trek-trekan. Intinya masalah pelanggaran di jalan bukan monopoli biker. Ini masalah bersama pemakai jalan. Tolong jangan dikotak-kotakkan! Soal pengendara motor dikatakan seperti mendapat “perhatian berlebih” nampaknya agak tendensius. Sebab telah begitu banyak “keistimewaan” dari pemilik roda 4 yang tidak bisa dinikmati biker seperti paling nampak adalah jalan tol yang dibangun dengan dana trilyunan (mungkin saja bikinnya pakai utang pinjaman luar negeri yang maksudnya untuk kemakmuran rakyat banyak yang kebanyakan tidak mampu beli mercy/bmw, lho!) Padahal di luar negeri yang namanya freeway ada jalur untuk motornya. Kebanyakan biker berlapang dada untuk beresiko kena tilang ketika menyerobot ke jalur kanan. Bahkan saya sempat melihat di gatot subroto sampai ada biker yang dibetot keras kerah bajunya untuk ditilang kmarena melampaui marka jalur kiri. sementara di jalur kiri biker siap berbesar hati sharing lajur dengan mobil (yang tentunya tak akan ditilang). Lalu pernyataan “apa kalau mereka mampu gak mo beli BMW/Mercy?” lebih baik tidak usah diucapkan karena menyakiti hati orang yang hanya mampunya beli motor. Toh, kemampuan finansial orang berbeda-beda. Mungkin anda beruntung bisa beli mobil, tapi JUTAAN orang di negeri ini hanya mampu beli motor. jadi tolong, sedikit berempati, lah. Kalau motor disalahkan sebagai pembuat macet, mungkin saja. Bebas saja beropini. Tapi toh ada fakta lain yang tidak boleh diabaikan. silakan deh lewat ruas jalan yang kena 3in1. pada jam 3in1 jalan-jalan tersebut bisa dilewati dengan lebih lengang. namun ketika jam 3in1 berlalu, dimana mobil bebas masuk, kita bisa lihat sendiri kemacetannya kayak apa. jadi apakah kemacetan selalu karena motor? Soal akal-mengakali aturan atau tidak tertib, semua balik ke mental orangnya, bukan apa yang dikendarainya. Bukan masalah bisa beli Bmw bahkan ferrari atau motor. Lihat saja fenomena joki 3in1. apakah itu bukan cermin akal2an pengendara mobil? Bagaimanapun banyaknya pengguna motor adalah cermin kegagalan pemerintah menciptakan transportasi yang murah, cepat, aman dan nyaman buat rakyatnya. Rakyat yang tidak mampu beli bmw atau mercy itu tadi, yang jumlahnya jutaan itu, yang walaupun lemah secara finansial tapi toh juga bagian dari penggerak ekonomi nasional.Motor jadi pilihan sebab murah, efektif dan efisien dalam waktu tempuh dan penggunaan bahan bakar. Motor saya sendiri bisa menempuh 50 km untuk tiap liter bensin. Silakan bandingkan sendiri dengan penggunaan bbm mobil paling irit sekalipun! Biker menghemat bbm yang sampai saat ini masih disubsidi pemerintah yang ironisnya ikut dinikmati oleh pemilik mobil, padahal sasaranya adalah untuk rakyat yang tidak mampu beli bmw/mercy seperti kami, para biker.Mohon maaf jika ada kata yang tak berkenan..Saya hanya ingin mengungkap fakta yang kebetulan belum disebutkan saja. Salam!

  32. “Padahal di luar negeri yang namanya freeway ada jalur untuk motornya.”
    Not at all country, di Jerman setau gw ga tuh….

    “Silakan bandingkan sendiri dengan penggunaan bbm mobil paling irit sekalipun!”
    Kalo ga salah, Honda Jazz pernah nyampe 52 km/l
    Motor macem RX KIng, Kawasaki Ninja dkk… juga ga irit toh bung, bisa sama ama mobil biasa…..
    :D :D lol

    “Biker menghemat bbm yang sampai saat ini masih disubsidi pemerintah yang ironisnya ikut dinikmati oleh pemilik mobil, padahal sasaranya adalah untuk rakyat yang tidak mampu beli bmw/mercy seperti kami, para biker.”
    Kalo ini gw setuju, ga jelas Premium di subsidi, apaan tuh, masak sempet beda cuma 200 perak ama Pertamax, masak yg disubsidi lebih jelek dengan yang ga di subsidi lebih bagus cuma beda segitu ??
    Benarkah di subsidi ??
    Kalo Premium ga disubsidi… berarti bakal lebih mahal ato = Pertamax dong…. ga mungkin, kualitas beda harga sama……
    Kayaknya yg perlu diliat duluan itusubsidinya nyampe pom bensin ga, bukan subsidinya nyampe ke biker ga….

    Mohon maaf, bukan maksud melawan, hanya ingin meluruskan fakta yang kebetulan agak salah disebutkan, gw naik motor juga, naik mobil juga….

  33. “Padahal di luar negeri yang namanya freeway ada jalur untuk motornya.”
    Not at all country, di Jerman setau gw ga tuh….

    betul sekali. tidak semua. saya yang alpa. tapi amerika ada, tetangga dekat kita, malaysia juga kalau tidak salah ada jalur motornya. maksud saya, jangan sangka jalan tol dimanapun hanya untuk spesies kaki empat. makasih koreksinya!

    “Silakan bandingkan sendiri dengan penggunaan bbm mobil paling irit sekalipun!”
    Kalo ga salah, Honda Jazz pernah nyampe 52 km/l
    Motor macem RX KIng, Kawasaki Ninja dkk… juga ga irit toh bung, bisa sama ama mobil biasa…..

    Ya honda jazz bisa 1:52 di lomba irit. kalau mau bandingkan dengan honda karisma/supra fit di lomba irit juga yang bisa ratusan kilometer per liternya. maksud saya disini kondisi real (pakai ac, macet dll)

    Motor macem RX KIng, Kawasaki Ninja dkk… juga ga irit toh bung, bisa sama ama mobil biasa…..

    ya bukan maksudnya ngeyel sih. tapi paling boros kedua motor itu 1:20. vespa butut saya dulu aja bisa 1:25. Mungkin kalo king atau ninja korekan atau salah setting yah, bisa saja kok. anda juga tidak salah kok bung djay!

    terimakasih comment lanjutannya. ternyata kita sama, berusaha saling mengungkap fakta yang enggak kelihatan atau salah sebut. Salam!

    • saya pake rx-king, 1liter 30-35 km dengan kecepatan 60-80 km/jam,irit bukan untuk ukuran saya yang tinggal dan kerja di puncak.Kalo motor korekan sih bebek bisa 1:10,jadi jangan asal memvonis kalo belum pernah pake,terima kasih.

  34. 1:20 ya… sorry, soalnya kata guru gw yg jual motor RX King nya, dia bilang bisa ampe 1:10 kaya mobil, makanya dijual….
    Gw sih ga pernah make motor begonoan :D

    “Ya honda jazz bisa 1:52 di lomba irit. kalau mau bandingkan dengan honda karisma/supra fit di lomba irit juga yang bisa ratusan kilometer per liternya. maksud saya disini kondisi real (pakai ac, macet dll)”

    Kan juga sama pas lomba irit

    HJ ga pake AC = Motor :D
    HJ buka jendela = Motor :D
    HJ (ada yang pas lomba) matiin mesin pas lampu merah = Kelakuan pengendara mobil di Jepang, sebenernya kesalahan soalnya lampu merah di Indo ga lama….

  35. Ok Gw sedikit introducing dl
    Gw dr Bandung,,, jg pemakai kuda ‘butut’ beroda dua

    gw naek motor tiap hr Bwt pergi Krja, rmh Gw di daerah Rancaekek (kab.bdg) n kntor di daerah Gasibu (kota Bdg), yg +/- 30Km skali jalan.
    Dg motor, Cost yg gw kluarin tiap hari’y jd super irit klo dibandingin sama (maaf) kendaraan umum.

    Jd gw bs pake duit’y bwt kperluan lain,!

    Kembali ke topik. Intinya,,, cobalah memandang sesuatu permasalahan dg bijaksana. Jangan hanya dr 1 sisi, mari belajar keluar dari kehidupan anda dan mencoba memposisikan diri menjadi orang lain. Coba cari apa yang melatar belakangi, hingga dia melakukannya.
    Jangan Dg mudahnya memvonis salah/lalai pd peraturan.

    Mungkin saja, biker yg melawan arus itu ada janji interview kerja / ke rumah sakit menengok keluarga yg sakit keras sehingga memburu waktu, atau lain hal. Toh tidak setiap biker Melawan arus di jalanan.

    B Positive Thinking – N menghargai hak orang lain.

  36. Hah, B Positive Thinking – N menghargai hak orang lain?

    Saya sudah membatasi diri dengan mengatakan bahwa saya tidak menyukai 10 jenis pengendara motor. Artinya, tidak semua pengendara motor saya benci. Come on, be positive thinking dong…

    Menghargai orang lain? APakah anda pikir melawan arus lalin itu adalah HAK para pengendara motor? apakah anda tidak berpikir bahwa itu MELANGGAR peraturan lalin dan MEMBAHAYAKAN diri sendiri dan orang lain? come on deh… pakai logika kalau berpendapat. jangan asal nyolot…

  37. Setuju ama mas Puji…

    To #52
    “B Positive Thinking – N menghargai hak orang lain”
    Hargailah hak pengguna jalur yg diserobot ama motor yg ngelawan arah
    Think with logic, bukan yg nguntungin doang

    @Mas Puji : #32 itu bener mas bukan ?? Link nya beda… ga abu2 pula…

  38. @Djay_RX
    Thanks atas dukungannya.

    yang nomor #32 memang saya. kalo sedang dalam login mode, akan abu-abu. Kalo nggak lagi login, maka latar belakangnya sama saja, putih.

  39. 1. Mobil memang bodynya besar daripada motor, tapi jelas bayar pajaknya juga 10 kali lipat dari motor. Lagipula yang bikin macet bukan besarnya body, tapi ketertiban. Contoh di simpang viktor serpong, tiap hari macet akibat motor gak mau ngantri, gak mau gantian, jalan di jalur berlawanan, nyerobot giliran kendaraan lain, menerobos/memotong kendaraan yang lagi jalan, masuk di jalur keluar dan keluar di jalur masuk, pembatas jalan di tanjak, jalan di trotoar pejalan kaki diklakson, kalo mobil kasih jalan ke penyeberang tapi motor malah masuk kanan atau kiri kendaraan yang berhenti tersebut dan penyeberang mau ditabrak, malam hari gak pake lampu, kecepatan tinggi terus. Kalo mau bilang yang tukang nyerempet adalah mobil, itu salah besar, kemungkinan itu ada, tapi yang dominan selap selip adalah motor, berarti yang dominan gores dan tabrak spion mobil adalah motor, motor sering nyerobot dari kiri/kanan mobil, mobil kasih sen ke kanan motor nyerobot dari kanan, mobil kasih sen ke kiri motor nyerobot dari kiri.
    2. Selain sepedamotor, angkot juga sewenang2 di jalan, bikin macet, jalan pelan sekali, berhenti mendadak dan di tengah jalan, masuk kembali ke jalan mendadak maksa dan nyerobot, nyerobot jalur kanan/kiri seenaknya, masuk di jalur keluar dan keluar di jalur masuk, ngetem di tengah jalan, mundur lagi lihat ada gerakan di sudut gang, orang mau nyeberang dipaksa naik, gak punya feeling siapa yang mau naik (padahal kalo mau naik bisa nyetop), mau nyeberang, atau cuma tegak2/duduk2 aja.
    3. Saya juga pengendara sepedamotor sejak 1986, juga punya mobil. Sampe 2001 rasanya motor masih cukup tertib, sejak eforia anarkisme yang diusung elit politik, jadi pedoman masyarakat bahwa anarkisme dan premanisme boleh dan wajar, jadilah prilaku preman dan sewenang2 meraja dan meratu-lela. Bentuknya diterjemahkan oleh pengendara motor dengan jebol knalpot, ugal2an, seruduk2, ngebut (dicontohkan iklan komeng). Oleh angkot diterjemahkan dengan boleh ngetem dimana saja, berhenti semaunya, semua orang harus maklum apapun yang mereka perbuat.
    4. Mobil juga banyak yang ngawur, kebut forever, meski lebih dominan sepedamotor yang kebut2an.
    5. Pejalan kaki pada posisi yang paling rawan, tapi juga banyak yang seenaknya menyeberang, tahu jalan rame nyeberang pelan sekali jalannya, ada jembatan penyeberang tapi lewat bawahnya. Tapi paling sering jadi korban motor yang jalan di trotoar, kalo mau nyeberang meski mobil atw angkot sudah berhenti kasih jalan, tapi tiba2 motor nyeruduk dari kiri atw kanan mobil/angkot mau tabrak yang nyeberang, kadang kejar2an sama yang nyeberang dulu2an sampe, seakan2 kalo bisa duluin penyeberang sebelum sampe tepi jalan motor menang, kalo penyeberang berhasil sampe ke tepi duluan maka motor merasa kalah.
    5. Aparat biarkan keruwetan dan pelanggaran, urusan diserahkan ke ogah. Ogah hanya mendahulukan jalur2 yang bayar, sehingga jalur yang lurus gak jalan2, akhirnya motor dan angkot gak sabar masuk ke kanan menutup jalur berlawanan. Rambu2 juga gak diurus.
    6. Kesimpulan : bukan urusan apakah pake mobil, motor, angkot, truk, tapi bagaimana mental setiap orang termasuk aparat untuk mematuhi dan menegakkkan aturan. Ada norma, ada aturan, keduanya berjalan beriringan.Meski perangkat dan sarana belum sempurna, kalo orangnya punya mental baik, mau tertib, jalan akan rapi, teratur, BBM juga jadi hemat, waktu jadi hemat, gak stress, jiwa juga jadi sehat. Tapi sulit sekali perbaiki jiwa2 yang sakit ini, harus ada kemauan dari yang lakoni. Saya pernah lihat ibu2 dan bapak2 bersama anak2nya, waktu naik kapal dari pelabuhan lembar ke padang bai (bali). Kebetulan di video kapal sedang putar vcd, film penuh kekerasan dan sex. Lucu juga lihat ortu nonton film tersebut bersama anak2nya, si ortu dengan pikiran kosong biarkan anak2nya menikmati film tersebut, bahkan sewaktu adegan sex (telanjang, maaf) digelar, gak ada respon apapun melihat ada adegan sex tersebut dan melihat anak2nya ikut melihatnya. Beruntung pengelola kapal menyadari adegan tersebut, segera mematikan film tersebut sebelum adegan berlanjut makin vukgar. Lucu ya, si ortu membiarkan, masih beruntung pengelola kapal masih punya moral. Saya jadi melihat korelasi kenapa motor harus pake lampu siang hari, alasannya agar kelihatan. Artinya, mereka boleh berprilaku apa saja, orang lain harus lebih berhati, dengan adanya lampu membuat orang lain bisa lebih extra hati2 untuk bisa menghindari kengawuran mereka, bukan yang ugal2an berhenti ugal2an, tetapi orang lain diharapkan bisa segera menghidari secepatnya begitu melihat mereka dekat dengan segala keganasannya. Bangsa yang luar biasa.

  40. jadi gini ya mas” sekalian… ga bisa gt jg dng klo maki” orang kita harus liat dari sisi mereka juga… bisa aja kan lampu mtr mati karena bolam putus dijalan. tlg pengertiannya jangan asal tindak saja!! thx.

  41. mas …. biar lebih fair, tulis juga dong tentang 10 Jenis Pengendara Mobil yang Tidak Ente Sukai.

    Wassalam.
    Naik Motor iya,
    Naik Mobil iya …

  42. ikutan ah walau telat,

    saya pengendara sepeda motor, dr 10 yg diatas, sebagian pernah dijalanin hehehe (maaf ya yg pernah kesel liat gue). Inti nya sama aja ma yg lain, ada positif ada negatif, tp yg gue mo usulin bkn itu.

    Penyebab kekacauan di jalan itu pasti banyak, ya motor lah, mobil, bajaj dll. Gimana seandainya kl jkt ada larangan sehari aja tidak mempergunakan kendaraan, jd semua jalan kaki, kan sehat hehehe, asyiknya lagi .. mo belok tanpa kasih tanda, mo ngelawan arus, mo brenti ngedadak kayaknya gak terlalu bermasalah .. asal jng nyopet aja hahaha

  43. biker yg motornya tampa lampu2 gue benci bgt kadang klo malem bikin celaka tau2 ada didepan trs klo belok ga ada sein bikin jengkel dasar biker kampungan

  44. Menurut saya, silahkan gunakan forum ini untuk curahkan uneg2, tapi kita harus mencoba obyektif, dan sambil lihat diri kita juga apa sudah tertib berlalin, mau berbagi jalan dengan pengendara lain, dan yang penting mau mengubah diri menjadi lebih baik. Jadi jika ada yang beruneg2 jangan dianggap musuh, jangan meski kita salah tetap merasa harus bener, yang berkeluh kesah malah dianggap maki (keluh kesah juga semestinya dengan bahasa yang baik). Saya setuju mas sunarya, semua punya konstribusi salah, mana yang dominan jelas terlihat, makanya berubahlah tertib, jangan egois, mulailah dari diri sendiri. Jangan karena banyak yang ngeluh tentang motor, lalu balas2an bikin masalah tentang mobil. Kalo obyektif gak apa2, tapi kalo diada2in ya jelas motivasinya cuma mau debat kusir, bukan angkat persoalan secara obyektif untuk berubah jadi lebih baik.

  45. Halo salam hangat dari saya.. saya adalah pengguna moge ( motor besar), dan setiap hari saya berangkat kerja dengan motor, adapun penggunaan mobil hanya pada waktu Weekend aja.. menurut saya kita para pengguna motor, maupun mobil harus menyadari bahwa taat kepada peraturan lalu lintas itu harus di terapkan ketika kita berada di jalan raya..Untuk pengguna mobil, jangan terlalu mendeskriditkan pengguna motor, belum tentu pegguna motor itu kaum tidak berpendidikan..siapa tau bos anda sendiri atau rekan bisnis penting anda sendiri, adalah pengguna motor. Juga para pengguna motor tetaplah kita memberikan teladan yang baik..terutama faktor safety riding…jangan terlalu berkecil hati dengan para pengguna roda empat…kalau bikers salah, atau melanggar peraturan..ya dengan jantan, dan berlapang dada akui itu adalah faktor kesalahan bikers..juga sebaliknya pengguna roda empat apabila salah, jangan buru2 salahin pengguna jalan lain..saya juga sering melihat pelanggaran roda dua dan roda empat..itu disebabkan oleh para pengguna jalannya yang tidak mengerti peraturan jalan raya. oke buatlah jalanan di kota besar di indonesia ini tertib oke..

  46. TERUS TERANG SAYA TERSINGGUNG KARENA NAMA KAWAK NINJA JUGA DI HUB2 KAN DGN INI SEMUA…ASAL KALIAN TAU MOTOR KAMI GAK MURAH…DAN BISA TERGOLONG MOTOR GENGSI..JDI INTINYA BAGI KALIAN YG SIRIK…DAN GAK BISA BELI JANGAN BACOT…MULU…& BACOT LOE TLG DI JAGA…THX BE4

  47. Saya sebagai salah satu pengendara bermotor roda 2 dan juga roda 4, memang betul mayoritas pengendara motor roda 2 tidak disiplin, saya sebagai pengendara motorpun suka sebal dengan cara berkendara motor mayoritas dijalan contohnya:

    1. menyalip dari kiri ke kanan utk mutar balik tanpa nyalain sein, padahal sebelah kanannya ada mobil yg ingin melaju.
    2. keluar dari jalan kecil, kompleks, gang, atau what ever lah, tidak melihat ke kiri atau ke kanan..maen nyelonong seenak udelnya, itu saya saksikan sendiri baik lagi naik motor atau mobil, begitu di klakson biasanya mereka malah marah2
    3. di lampu merah mau belok kanan, malah berhentinya di kiri…coba lihat di lampu merah di sebelah poins square lebak bulus raya yang mau ke arah pondok indah…sucks kan?
    4. kalau menyusul suka manteng disebelah mobil, itu bahaya sekali kalau tiba2 mobil tersebut belok ke kanan dan menyusul tidak perduli dari arah berlawanan apakah ada truck besar, mobil kencang, atau motor
    5. kalau lagi macet motor selalu melahap jalur berlawanan, sehingga apa? jalanan jadi terhambat dari arah berlawanan…coba sekali kali berangkat pagi2 di daerah pondok cabe…ampun pokoknya..

    itu kenyataan yang saya lihat dijalanan dan memang kedisiplinan sudah tidak ada jika kita sudah di jalan raya….intinya harus sabar dan tidak perlu ikut2 an dengan pengendara yg se wuenak2nya sepertinya cuma dia sendiri yg ada di jalan raya…….wah kalau cerita lagi takut kepanjangan….intinya memang benar menyebalkan dan kita harus sabar…..peace dari saya (pengendara motor dan mobil)

  48. sebenarnya yg bikin macet itu adalah jumlah kendaraan yg ada baik roda 2, 3, dan 4. trus pembelahan jalan akibat jalur busway, dan juga peletakan lampu merah yg sangat jarang di daerah2 protokol atw simpang. cth sepanjang gatot subroto cuma ada 1 lampu merah aja, itu juga pas di perempatan..yg memang jalur ramai.. jadi ya sudah macet- lagi macet lagi..

    masalah motor gw paling sebel klo liat orang naik motor keluar dari gang/ atw simpang main nyelonong aja tampa liat kiri kanan tampa parasaan bedosa, udah gitu mukanya sok ga bersalah banget lagi..motoris yg dari arah berlawanan yag sibuk untuk menyelamatkan situasi dirinya dan jelas orang tsb..bisanya kasus ini terjadi pada pengendara wanita yg terkadang hnya bisa mengendarai.

    yg paling gw sebel juga adalah…pengen beli motor ninja tapi ga punya duit wkwkwk

  49. Gue gak suka pngendara motor yg ngelakson lama, apa lg bunyinya kenceng bdg, gue tu kagetan + jantung gue lemah_ bisa mati dijalan gw_ ahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s