Wartawan yang Ngeblog itu

Wartawan yang ngeblog memang belum banyak. Tapi, sudah ada sebagian yang merasakan betapa asyiknya menulis di blog pribadi. Contohnya sudah tidak usah di sebutkan lah. Teman-teman blogger Indonesia pasti sudah banyak yang tahu, khan?

Setahu saya, para wartawan yang ngeblog itu melakukannya dengan kesadaran sendiri. Tidak ada perintah dari perusahaan untuk menulis blog. Tidak ada perintah dari bos mereka supaya mereka membuat blog, mengisinya dan terus mengisinya. Ini yang saya lihat selama ini terjadi.

Nah, di Amerika Serikat lain lagi ceritanya. Josh Quittner, editor majalah Business 2.0 justru meminta 15 penulis dan editor majalah milik Time Inc. itu untuk ngeblog. Selain itu perusahaan tempat mereka bekerja juga akan berusaha untuk menjual iklan di halaman blog milik para penulis dan editor itu. Tentu saja mereka akan mendapatkan bayaran sesuai dengan jumlah pengunjung yang dihasilkan masing-masing blog. Wah, bisa dapat gaji dobel nih: gaji sebagai penulis/editor dan gaji sebagai blogger. Asyik, khan?

Apakah proyek ini sudah pasti akan sukses? Belum tentu. Namun jika proyek ini berhasil, maka bisa menjadi contoh untuk semua majalah di bawah Time Inc. Di sini ada yang mau coba gak, ya?

13 thoughts on “Wartawan yang Ngeblog itu

  1. Gimana kalo bloggers bikin media cetak yang berisi artikel pilihan bloggers tersebut?

    daripada nunggu, mendingan mulai … yuuuk?

    *summon om7ack*

  2. pas konsepnya di adopsi di pabrik
    pasti gajinya jalansutera sebagai blogger lebih banyak dibanding yang lain dalam satu pabrik
    udah nyolong start duluan :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s