Poligami dan Nurani itu

Bagaimana nurani kita mengatakan tentang poligami?

wedding ring

Sejak kabar tentang pernikahan kedua AA Gym dengan seorang wanita, pro dan kontra mengenai poligami terus didiskusikan dalam berbagai forum. Ada yang setuju, ada pula yang tidak setuju. Ada pula yang bingung. Ada yang mendasarkan kesetujuannya terhadap poligami pada kitab suci yang diyakini. Ada yang kontra terhadap poligami karena melihat sifat manusia yang sulit sekali (untuk tidak mengatakan tidak mungkin) bersikap adil terhadap dua orang.

Ya, begitulah, diskusi di masyarakat berlangsung terus.

Saya sendiri tidak setuju dengan poligami. Kenapa? Hati nurani saya mengatakan bahwa manusia (lelaki maupun perempuan) adalah mahluk pencemburu dan tidak bisa bersikap adil seadil-adilnya. Dan, yang namanya cemburu itu adalah rasa yang tidak enak, sakit. Saya tidak bisa membayangkan orang yang saya cintai membagi cintanya dengan orang lain. Itu saja alasan saya tidak setuju dengan poligami. Dasar ketidaksetujuan saya hanyalah hati nurani saja, bukan berdasarkan kitab suci. Seandainyapun kitab suci memperbolehkan poligami, saya tidak akan menyetujuinya.

Ini pandangan saya pribadi. Saya tidak memaksakan pandangan saya ini ke orang lain dan saya yakin pandangan saya ini tidak akan tergoyahkan oleh alasan apapun. Jadi, jika ingin berkomentar, please, jangan ceramahi saya dengan ayat-ayat dari kitab suci manapun. Silakan berkomentar saja. Saya senang dengan diskusi, kok.

Intinya adalah bagaimana nurani Anda menyikapi tentang poligami?

112 thoughts on “Poligami dan Nurani itu

  1. Kalo direnungin, iya juga sih poligami bikin kasihan sama si istri. Misalnya terjadi poliandri terhadap kaum suami, gimana?? Nah loh!!!

  2. numpang kasih komentar ya mas pujiono.

    saya kok malah tidak ikutan bingung dengan pernikahan ke 2 aa gym, karena sepengetahuan saya kita suci membolehkan seorang lelaki menikah hingga 4 istri. saya pribadi juga tidak setuju dgn poligami dengan alasan raca cemburu spt yang ditulis.

    tentang pro-kontra pernikahan aa gym, buat saya itu urusan pribadi aa gym. tapi saya cukup respek dengan sikap aa gym, tdk mengeluarkan jurus-jurus ayat kitab suci sebagai pembenaran pernikahan ke 2 nya. “he keeps it personal.” hal ini berbeda dgn bbrp figur publik diwaktu yang lalu, kesana-kemari mengeluarkan banyak ayat kitab suci sebagai pembenaran. wong mau kawin hingga 4 istri juga boleh kok tanpa harus menyulut debat ayat. Keep it personal sajalah.

    salam – paulin wijaya

  3. komentar yang sama untuk tema yang sama:

    AKU GAK SETUJU POLIGAMI. tapi melihat adanya usulan untuk membuat uu yang “melarang” poligami. saya menyaranken teman-teman untuk segera berpoligami sebelum poligami dilarang. beda dengan jajan meki/titit. bisa kita lakukan nanti-nanti saja, karna sepertinya hal ini masih diterima. malah bila perlu, nanti pas jajan meki/atau jajan titit kita rekam trus diedarkan. syukur bisa dapet seorang figur publik, dipastikan kita akan jadi kesayangan bangsa. simpati akan datang kepada kita.

  4. Poligami itu sebuah pilihan, dibolehkan dalam agama, tapi dengan syarat dan ketentuan yang amat sangat ketat.
    Saya yang termasuk berfikiran sebaiknya janganlah berpoligami.
    Persoalan ada yang berpoligami, sebaiknya kita berfikiran positif aja.
    Boleh jadi apa yang menurut kita baik, nyatanya tidaklah baik dalam kenyataannya untuk diri kita
    Demikianpun boleh jadi sesuatu itu tidak baik menurut penilaian kita, nyatanya justeru itulah hal yang terbaik dalam kenyataannya untuk diri kita

  5. Kalau ditanya nurani, saya dan istri setuju poligami. Istri saya pun walaupun pribadinya tidak bersedia kalau saya poligami, namun doi setuju bahwa poligami dalam situasi khusus ada manfaatnya. Menurut saya poligami tidak seharusnya dilarang, melainkan diatur dan diperjelas syarat-syaratnya.

    Alasan cemburu diatas menurut saya tidak tepat (untuk menolak poligami). Setiap orang mempunyai motif yang berbeda-beda untuk menikah.

  6. KALO EMANG SUAMI BENER_BENER CINTA SAMA ISTRINYA, GAK MUNGKIN LAH DIA MAU POLIGAMI!

    KEBAHAGIAAN SUAMI ADALAH MELIHAT ISTRI-NYA BAHAGIA. *saya sih gitu ya :p*

    YAKIN ISTRI BAHAGIA KALO KITA MENIKAH LAGI?

    COBA GANTI POSISI, RASAKAN SEANDAINYA KITA ADALAH ISTRI! *susah ya?*

    KALAU SUSAH, COBA BAYANGKAN KALAU ISTRI KITA PUNYA SUAMI LEBIH DARI 1.

    MASUK AKAL DONG. :)

    *sory huruf kapital semua, bawaanya emosi kalo ngomongin ini. orang koq boleh kawin lagi, emang dulu tulang rusuknya adam berapa sih yang di ambil buat nyiptain hawa?*

  7. Harta, Tahta dan Wanita satu paket yang tidak pandang bulu, Saya sangat sedih sekali,kita hidup ada keluarga, klo istri bisa aja diataur untuk bicara setuju, bagaimana dengan anak anak, selamat anda telah menambah panjang jajaran anak patah hati alias broken home, ternyata Aa Gym termasuk PEMAIN SANDIWARA BERBAKAT .

  8. yang paling mengenal diri kita sendiri (hati nurani) itu siapa ? kita ? salah.. yang paling tahu ya Tuhan sang pencipta .

    Dia membuat ketentuan tersebut tentu telah menimbang-nimbang baik buruknya . Benar , ada ketentuan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi kecuali nafsu .

    Maha Suci Tuhan atas segala prasangka baik dan buruk saya.

  9. saya sieh gak setuju poligami, menurut saya, bilang seorang pejabat poligami kemungkinan besar korupsi bisa terjadi. misalnya korupsi waktu, dan korupsi yang lainnya

  10. POLIGAMI = HASRAT SYAHWAT YG BESAR, dibungkus dengan jargon-jargon kemuliaan, yang dipuaskan diatas penderitaan seorang perempuan (sang istri pertama).

    Apakah Alloh senang dengan hal itu?

    Kalau memang benar mau menolong janda-2 kan tidak harus mengawininya bukan??

  11. Saya sangat2 tidak setuju dengan poligami. Sepertinya perempuan disamakan dengan barang2 koleksi , bisa dicomot sana, comot sini.
    Saya juga tidak mau menyalahkan pihak laki2nya saja. Kenapa yang perempuannya juga mau menjadi istri ke dua? ketiga?
    Apakah karena harta saja? jangan jadi wanita mata duitan.

  12. masih banyak jalan mendapatkan pahala menuju surga. moso’ iyo hrs dgn derai airmata sang istri sih:[

    oya mnrt statistik sebenernya jmlh cewek lbh byk dr co’ itu u’ usia 60thn keatas, so..yg mau mengangkat hajat hidup perempuan silahkan nikahi nenek2 qt yg lonely itu:)

  13. Poligami ???.. tidak ada salahnya jika manfaatnya lebih besar daripada mudhoratnya. tapi jangan jadikan poligami sebagai alasan untuk memuaskan nafsu belaka..lebih baik menikah lagi dari pada berzina tapi…harus mampu bertanggung jawab, adil dan bijaksana..walau hati nurani perempuan tidak ingin dimadu.

  14. Aa_online :Assalamualaikum ?

    f_rachmanto : Waalaikum salaam ?

    f_rachmanto : Aa .. lama gak online nih, ? kemana aja ?

    Aa_online : Ah ? Aa mah disini aja, Kang Oji kumaha damang?

    f_rachmanto : Baik A, kumaha bulan madu? :)

    Aa_online : Ah, eta deui, eta deui ? hehehe ?

    f_rachmanto : Sori A, habis kaget nih Aa nikah lagi

    Aa_online : Aduh kenapa atuh mesti kaget segala. Kan berpoligami teh diijinkan Allah.

    f_rachmanto : Diijinkan lho A, bukan diwajibkan.

    Aa_online : Betul. Hukumnya sunnah.

    f_rachmanto : Kenapa sih A, nikah lagi?

    Aa_online : Aduuh ini lagi pertanyaanya ? Kumaha nya ngajawabnya?

    f_rachmanto : Apa ada yg kurang dari Teteh?

    Aa_online : Wah, insya Allah bukan karena itu, Teteh itu wanita yang sangat luar biasa.

    f_rachmanto : Jadi kenapa?

    Aa_online : Begini, pernikahan Aa yang kedua ini latar belakangnya ya sama saja dengan alasan orang lain menikah. Kang Oji dulu kenapa menikah?

    f_rachmanto : Mmmm ? Karena saya dan istri saling cinta, dan pengen hidup bareng membangun keluarga yang sakinah?

    Aa_online : Begitu juga Aa dengan pernikahan kedua ini.

    f_rachmanto : Tapi Aa kan bisa menyakiti hati Teteh. Apalagi anak-anak Aa. Anak mana sih yang rela Ayahnya nikah lagi.

    Aa_online : Yah, saya juga katakan ini bukan keputusan mudah. Saya mohon maaf sama Teteh dan anak-anak saya, jika keputusan ini

    tidak enak buat mereka. Namun saya juga berharap ini bisa jadi hikmah bagi mereka untuk melatih keikhlasan mereka. Dan

    alhamdulillah Teteh dan anak-anak dapat menerima ?

    f_rachmanto : Maaf nih A, kok tega menyakiti hati orang yang kita cintai?

    Aa_online : Sudah tentu saya tidak tega, tapi ?

    f_rachmanto : Kalau tidak tega kenapa tetap dilaksanakan?

    Aa_online : Begini, karena ada tujuan yang menurut Aa insya Allah baik. Dan Aa yakin keluarga Aa akan dapat ikhlas menerima keputusan

    Aa.

    f_rachmanto : Maaf A, apakah ini untuk kepuasan seks?

    Aa_online : Semua pernikahan bukan nya selalu ada aspek seks? Namun seks tentu bukan satu2 nya aspek dan bukan yang paling utama.

    Aa_online : Salah satu hikmah pernikahan adalah untuk mencegah manusia dari kerusakan akibat perilaku seks seperti binatang. Kang Oji

    bisa lihat perilaku saudara-saudara kita dewasa ini yang lama-lama menganggap seks diluar nikah bukan hal terlarang. Ini

    harus diluruskan ?

    f_rachmanto : Dengan poligami?

    f_rachmanto : Bukan kah nanti jadi nya poligami iya, zina jalan terus ?

    Aa_online : Yah kalo masalah zina mah, kalo moral orangnya sudah mengizinkan zina ya bagaimana ya? Tapi ada pandangan juga nih.

    Barangkali masyarakat kita sekarang juga yang mengkondisikan perzinahan.

    f_rachmanto : Maksud Aa?

    Aa_online : Yah, masyarakat sekarang kan semakin permisif terhadap hubungan laki-laki dan perempuan, semakin menganggap lembaga

    keluarga tidak penting, menganggap lembaga pernikahan tidak penting. Sementara namanya dorongan hubungan seks adalah

    sesuatu yang alamiah dan pasti terjadi. Paham maksud Aa?

    f_rachmanto : Rada ngantuk sih A, tapi paham lah.

    f_rachmanto : Ya jujur aja sih, kalau sekarang kita denger sepasang laki-laki perempuan tinggal bersama tanpa menikah dianggap semakin biasa.

    Aa_online : Padahal dulu enggak

    f_rachmanto : Ya ? dulu nya itu tabu.

    Aa_online : Demikian pula poligami

    f_rachmanto : Halahh ? belok nya jago bener :)

    Aa_online : Hehehe bukan begitu. Ini kenyataan. Coba kita perhatikan dalam sejarah. Orang jaman dulu mempraktekkan poligami. Bahkan kalau tingkatannya raja atau bangsawan, istrinya bisa ratusan ?

    f_rachmanto : Dulu dianggap biasa, sekarang dianggap tabu.

    Aa_online : Betul

    f_rachmanto : Itukan dulu Aa

    Aa_online : Betul, maksud Aa cuma ingin kasih gambaran bahwa pandangan masyarakat bisa berubah.

    f_rachmanto : Tapi Aa, kenapa kita selalu melupakan konteks “adil” dalam ketentuan berpoligami.

    f_rachmanto : Maksud saya, kalau istri pertama sampai merasa tidak ridha saja kan sudah tidak adil. Saya pernah baca sih, ada beberapa istri yang dari awal ikhlas suami nya menikah lagi, bahkan membantu mencarikan istri baru. Tapi kan angkanya sangat sedikit. Artinya, poligami baru bisa dilaksanakan dalam kondisi yang hampir mustahil.

    Aa_online : Tapi mungkin

    f_rachmanto : Ya ?

    Aa_online : Apa tidak mungkin ada istri yang ikhlas suaminya menikah lagi karena sesuatu hal, katakan yang sifatnya darurat?

    f_rachmanto : Ya mungkin saja, tapi kecil ?

    Aa_online : Tetap saja mungkin.

    Aa_online : Dan hukum agama dimaksudkan untuk memberi jalan keluar bagi hal yang mungkin tadi.

    f_rachmanto : OK Aa, saya tidak pernah mempertanyakan legalitas berpoligami. Tertulis dalam teks dengan sangat jelas itu diperbolehkan.

    f_rachmanto : Tapi bukankah sesuatu yang boleh belum tentu baik.

    Aa_online : Misalnya ?

    f_rachmanto : Misalnya saya membeli mobil mewah sementara saudara-saudara saya ada yang putus sekolah karena kurang biaya, terjepit hutang, atau bahkan kelaparan ..

    f_rachmanto : Beli mobil pake uang saya sendiri, halal, ya boleh dong. Tapi tidak baik saya lakukan karena akan menyakiti hati saudara-saudara saya ?

    Aa_online : Membeli mobil tadi “tidak baik” ukuran nya apa? Dibandingkan dengan apa?

    f_rachmanto : Dibanding dengan misalnya menyedekahkan uang saya tadi ?

    Aa_online : Setuju. Nah, kalau dibanding dengan menggunakan uang tadi untuk berjudi di kasino?

    f_rachmanto : Ya lebih baik beli mobil.

    Aa_online : Sangat relatif ya?

    f_rachmanto : Hmm ? ya.

    Aa_online : Jadi itu semua akan sangat subyektif, dan sangat tergantung konteks. Tidak bisa dihakimi secara hitam-putih begitu saja. Dari satu kasus dengan kasus lain akan berbeda.

    Aa_online : Poligami itu seperti pintu darurat di sebuah pesawat. Boleh digunakan, kalau memang keadaan mengharuskan. Tapi juga jangan digunakan kalau pesawatnya baik-baik saja. Jadi harus tahu ilmunya.

    f_rachmanto : Hehehe ? Memang pernikahan Aa sama Teteh tidak baik2 saja ya ?

    Aa_online : Tuh kan ? Kalo ini mah jadi ngegosip ?

    f_rachmanto : Iya sori Aa, becanda. Thanks penjelasannya.

    f_rachmanto : BTW ini lagi online di Daarut Tauhid ya A?

    Aa_online : Lha koq Daarut Tauhid?

    f_rachmanto : Lho? Ini Aa Gym kan ?

    Aa_online : Aduh Ji! Ini mah saya atuh, Aa Dadang, temen kerja kamu dulu ?

    f_rachmanto : Astaghfirullah ? Kirain dari tadi teh Aa Gym ?

  15. Fitrah ‘pejantan’ adalah poligami. Untuk manusia, fitrah itu menjadi pilihan, mau dilakoni atau tidak. Jika mau, sudah diatur cara2 serta akibat2nya di dunia & akhirat, jika tidak, ya no problem. Saya tidak menentang hukum (alam) berpoligami, tapi, rasa2nya ga akan siap-siap menjadi pelakon poligami.

  16. […]berikan dalil, AlQuran atau Hadits, yang mengatakan secara eksplisit bahwa lebih baik berpoligami daripada zinah. (setahuku, justru ada hadits yang mengatakan bila melihat wanita cantik, segeralah percepat pulang dan temu istri kalian [bukan melamar wanita cantik tersebut])[…]

  17. Polygami itu nikmat loh, dapat merasakan aneka rasa surga dunia….en …. halalll…..
    Jangan pada sirik dong.
    Ayo para suami, pada kawin lagi mumpung masih banyak cewek/janda yang nganggur.
    Pakai pak oles dijamin mampu berpoligami sampai berapapun.

  18. kalau nafsu birahi punya jalan darurat (katanya), yaitu poligami.
    maka “nafsu” cemburu punya jalan darurat kok, cerai.

    istri harus belajar mengikhlaskan suaminya berpoligami?
    suami juga harus belajar mengikhlaskan perempuan lain untuk nggak menjadi miliknya. atau, dia harus belajar mengikhlaskan istrinya berpisah.

    jalan mana yang dipilih, tergantung masing2 keluarga. tapi jangan memojokkan istri ke sudut “ikhlas” tanpa memberi pilihan di sudut “hidup mandiri”.

  19. A…atuh kamana wae? sudah lupa sama LAGU FAVORITE-NYA? ADUH KENAPA ATUH A????

    JAGALAH HATI

    HATI LO AJA GA DIJAGA

    JANGAN KAU NODAI

    WAH ISTRI AA AJA DINODAI HATINYA

    JAGALAH HATI

    JADI WE GELAP SEMUA

    JAGALAH HATI

    MDH2AN BUAH HATI AA SEMAKIN MENERIMA COBAAN HIDUP INI !!!!!

    TEH NINIH SING SABAR….HIDUP TEH NINIH!!!!!

  20. Assalamualaikum Wr Wb

    Begini, keluarga adalah sebuah ikatan perkawinan yang disahkan oleh agama dan “negara” (aspek legalitas publiknya), akan tetapi hikmah, nilai, pernik dan kodusifitas yang ada didalam sebuah ikatan perkawinan itu kan tidak bisa didiskripsikan dan di publikasikan.

    Jadi mengenai poligami ini kita harus memahaminya secara arif, memang banyak pelaku poligami di negara ini dimana ada yang baik, ada yang biasa2 saja dan dan ada pula yang tidak baik, dimana hal itu membuktikan bahwa poligami bukan sesuatu yang mengerikan atau menyenangkan, akan tetapi merupakan fenomena sosial yang ada di masyarakat.

    Negara berhak mengatur dan harus, tetapi bukan melarang, atau mempersulit. Saya dengar bila seorang akan berpoligami harus menunjukkan berbagai syarat yang bertolak belakang dengan keadaan senyatanya. Satu contoh dalam UU Perkawinan disebutkan harus ada syarat bahwa istri dalam keadaan tidak sehat jasmani dan rohani, tidak punya anak dsb, sehingga tdak mungkin laki2 untuk menikah lagi bila istri dalam keadaan sehat, sholihah, punya anak dsb.
    Seakan-akan pintu poligami sudah tertutup, walau istri dengan penuh keikhlasan menyetujui suaminya menikah lagi.

    Memang terkadang kita tidak percaya, apa ada istri yang memberi “izin” (lebih baik disebut menyetujui) suaminya menikah lagi, akan tetapi kenyataannya ada. Dan mereka ini adalah manusia pilihan yang memiliki kedalaman iman yang sulit pula untuk dipahami.

    Sebagai manusia biasa dan memiliki keyakinan bahwa kehidupan itu tidak berakhir pada saat kita dimasukkan ke liang lahat, maka sebaiknya kita meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, merajut kehidupan di dunia ini sesuai dengan aturan yang telah diwahyukan kepada kita semua ( Al-Qur’an ). Masing masing dari kita memiliki jalan kehidupan yang berbeda, maka tidak mungkin fenomena kehidupan seseorang digenaralisir.

    Sekali lagi marilah kita saling menghargai kepada sesama manusia, jangan berprasangka buruk dan jangan mencari keburukan orang, lihatlah kebaikkannya maka dijamin akan dicapai kehidupan yang damai, aman dan tenteram dengan harapan kondisi itu akan kita bawa terus sampai nanti di saat kita dihisab di padang mahsyar.

    Wassalamualaikum.

  21. >>>
    Saya dengar bila seorang akan berpoligami harus menunjukkan berbagai syarat yang bertolak belakang dengan keadaan senyatanya. Satu contoh dalam UU Perkawinan disebutkan harus ada syarat bahwa istri dalam keadaan tidak sehat jasmani dan rohani, tidak punya anak dsb, sehingga tdak mungkin laki2 untuk menikah lagi bila istri dalam keadaan sehat, sholihah, punya anak dsb.
    >>>

    Bung Guritno,
    Faktanya banyak kok yang berpoligami sementara istri pertamanya dlm keadaan sehat-sehat, baik-baik (setia), dan sudah punya anak banyak.

    Jadi kalau yang begini ini polygaminya atas pertimbangan apa kalau bukan SYAHWAT??

  22. aa gym sih wajar kawin lagi soalnya nama panggilannya (depan) “ah..ah..”, coba kalo nama depannya “ee” pasti maunya punya wc yg banyak bukan nyari bini…. hee..heee joking donk biar gak stress. kan kita hidupnya di indonesia….. gemah ripah loh jinawi…..

  23. wkwkwk gemah ripah apanya om? Ngurus 1 aja susah masih mau nambah lagi. Pria indonesia memang suka tantangan. Bagus itu!

  24. ternyata eh ternyata AA pria yang perkasa saya akui itu. dari yang pertama aja dah 7, di tambah yang baru lagi??? berapa neh coba kalo di itung2 sehari 1 kali, plus sift barunya. butuh berapa botol ya extra josnya??? ini bukti kenapa extra joss laku keras dan kenapa orang indonesia selain kuat juga suka tantangan. xixixiix

  25. Halo semua teman2 yang baik,
    Menanggapi masalah poligami, kalau saya sih bukan setuju atau nggak setuju.
    Mari kita hati hati dengan hati kita (qolbu),
    yang penting jangan sampai hati kita datar-datar saja melihat kemaksiatan-demi kemaksiatan di sekitar kita,
    tetapi…
    hati kita malah terusik untuk sesuatu yang secara syariat tidak menyalahi, whatever alasannya.
    Yang tahu hanya hati kita dan Allah, bukan untuk didiskusikan.
    Saya pribadi selama itu sudah ditentukan, ya sami’naa wa atha’naa. Kalau ada yang menikah lagi monggo, wong kedudukan wanita itu lebih mulia di hadapan Allah dari pada jadi gendak, gundik, dll. Masalah didepan manusia nggak mulia, itu mah urusan lain.
    Sedang saya saat ini sudah sendiri, dengan dikaruniai amanah 2 orang anak, karena Allah lebih sayang ke istri saya, saya hanya berdoa nanti bertemu lagi di alam keabadian.
    Dan saya saat ini lebih memilih sendiri, konsentrasi melaksanakan amanah dari Allah. Dan juga karena ini diperbolehkan dalam syariat selama saya bisa mengendalikan diri untuk tidak berbuat maksiat.
    Demikian teman2 semua, mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang baik.

  26. Saya bukan orang yang punya kekuatan untuk berpoligami. Tapi, pliz deh, Saya setuju kok dengan poligami. Okay, nggak bakalan ada ayat suci yang bakal saya utarakan. Cukup pake fakta jaman sekarang, Perbandingan populasi cowok jauh lebih sedikit ama cewek. Sama aja dengan rasio antara orang yang beriman dengan yang tidak beriman, Jauh Bo. Udah gitu diperburuk ama munculnya kaum Gay dan Lesbian lagi ! Trus munculnya gaya hidup single parent dan Jomblo sejati ! entar populasi penduduk bumi bakal berkurang dong. Nggak jadi deh pindah ke mars-nya. Ngomongin cinta hanya antara seorang laki-laki dan perempuan ? Get Real ! Dewasa dong ah! Poliandri itu nggak mungkin ! Cowok dan cewek itu berbeda ! Cewek nggak bakalan bisa bersikap adil ! karena mereka lebih memikirkan perasaan (mereka) sendiri! Ntar, nanti bakal ada persidangan dengan judul “Itu anaknya siapa ?”. Sorry ya. buat kaum Ibu Hawa, mungkin omongan saya ini menyindir anda sekalian. Tujuan saya hanya agar setidaknya anda bisa membaca sampai akhir kalimat saya. Thanx

  27. saya dipihak netral. tapi saya mau memberikan sedikit informasi bahwa kita boleh menikah dengan 3 orang perempuan berdasarkan populasi. yang pertama perawan yang kedua janda dan yang ketiga nenek-nenek. yang paling jarang nenek2 makannya yang mau poligami sama nenek2 aja. disebelah rumah saya ada nenek2 ngangur yang mau dapat warisan silakan mendaftar

  28. Sudahlah jangan kita ributin soal Poligami, karena ada pihak lain yang mengambil kesempatan di air keruh. Itu keputusan pribadi masing-masing, baik yang menganut poli maupun mono hendaknya saling menghormati sesuai dengan keyakinan dan pemahaman masing yang tidak bertentangan dengan syari’at
    Bagi yang pro maupun yang kontra jangan saling ejek dan saling fitnah dan saling mengghibah.
    Mari kita berantas kemaksiatan & kita tingkatkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. fastabiqul Khoirot.

  29. Aa….Alhamdulillah anda telah mau masuk pada wilayah yang paling sensitif dikalangan muslim yaitu “Poligami”, sejak saya belajar keislaman wilayah inilah yang paling banyak dilewati oleh kaum muslim di negara kita. mereka ragu memunculkan dalam pembahasan publik. Dan sekaligus wilayah inilah yang dianggap titik lemah kaum muslim, sehingga sering dimanfaatkan oleh golongan lain untuk menyerang/memojokan Islam, sehingga dianggaplah pemeluk Islam adalah orang yang “doyan kawin”.

    Kini saatnya surat an-nisa ayat 3 ini di sosialisaikan secara proporsional, sehingga tidak dipakai sebagai senjata untuk menyerang dan memecah belah kaum muslim.

    Soal Poligami juga dimanfaatkan oleh kelompok feminis dengan dalih perlindungan kaum perempuan, sehingga susah seorang muslimah untuk bisa menerima Qur’an secara kaffah.

    Aa…berbuatlah adil terhadap istri-istri dan anak-anak anda, jangan sampai ada yang terdolimi, hati-hati dalam hal ini. Teh Ninih adalah istri anda dan Mbak Rini juga Istri anda. Ajak mereka kemana anda pergi terutama dihadapan publik.

    Selamat mengarungi hidup baru

  30. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya detuju dengan Polygami karena itu dibolehkan, dan tercantum di dalam Al Qur’an, namun saya tidak melakoninya. Apabila ingin berpolygami sebaiknya sebelum jadi orang terkenal. Kalau jadi orang terkenal dulu lantas berpolygami itu jelas mengundang pro dan kontra. Di dalam Islam polygami dibolehkan, maksimum dengan 4 orang isteri. Bagaimana dengan seseorang yang punya isteri lebih dari 4? jelas itu melanggar norma agama dan itu ada juga di negeri ini. Kenapa tidak diributkan?

  31. begitulah manusia-manusia indonesia, sesuatu yang dihalalkan oleh Tuhannyam ditekan oleh hawa nafsunya, kl mo poligami boleh!!Tuhannya membolehkan..tapi bukan hanya itu saja!!apakah SELURUH perintah Tuhannya sdh dijlnkan??bnk imej buruk ditampilkn oleh org indonesia!!blm tahu agama tp sdh mau menjlnkan poligami!!sembahyang tidk pernah!akhlak buruk!materialistis konsumtif!pemalas!itu yang dilakukan oleh org2Indonesia!! yang sangat memuakkan!! bertobatlah!! kiamat sudah dekat!! TIDAK PERCAYA?? Kunjungilah alam akhirat SEGERA!! nanti disana kita tahu, apakah pendapat kita benar?? atau Tuhan ALLAH SWT yg benar!!BERTOBATLAH

  32. Saya kurang setuju dengan penulis ..
    sebaiknya dalam memutuskan suatu perkara ibadah jangan pake pendapat pribadi …tapi harus ada dasarnya yaitu kitab suci dan hadist misalnya ..
    kemudian mengenai Allah bisa saja menurut pendapat kita itu tidak adil tapi di mata Allah adil ..ingat pikiran manusia terbatas …
    ingat kisah nabi Ibrahin menyembelih anak kesayanganya Is ismail apa berarti nabi Ibrahim tidak punya nurani ? dan ternyta Allah punya rencana lain yang terindah dan Ibrahim tidak tahu / kita tidak tahu :)
    pernah lihat kain rajutan sulaman / kristik ketika dilihat dari bawah sangat semrawut tapi kalau di lihat dari atas sangat indah ..demikian rencana Allah kita tahu
    saya kira sama dengan poligami ….poligami halal dan boleh .:) dan Alqur’an tidak di atur atur pake UU segala kalau pake UU ya alqur’an itu :)
    salam

  33. Yeeehhh aa gym dasar aa kegatelan… gayanya aja suci en SO tenang banget (biar dikira imannye udah dalem kaya sumur…)… ternyata kalah juga ama si kontol yang nuntut lobang baru… HAHAHAHAHA….. Kecian deh lu gym… masukkin aja tuh tititlu ke lubang lapindo…. HAHAHAHAHAHAHA….

  34. BONANG… BONANG….
    KACIAN DEH LUU…………….
    TEKO DITUANG KE GELAS ISINYA TEH, BERARTI DALAM TEKO ISINYA TEH….
    TEKO DITUANG KE GELAS ISINYA AIR COMBERAN, BERARTI DALAM TEKO ISINYA AIR COMBERAN
    KAMU YANG MANA NANG?????

  35. POLIGAMI kalau dibandingkan dengan PERSELINGKUHAN (kayak Eva dan Yahya Z) atau SEX BEBAS ya jelas akan kelihatan lebih baik polygami dong karena sudah diikat dengan urat.. eh surat.
    Kalau mau bandingin itu dengan bentuk kehidupan keluarga/perkawinan yang lainnya yang lebih baik, misalkan dengan keluarga yang SAKINAH.
    Polygami awalnya pasti telah terjadi kebohongan (bahkan perselingkuhan) oleh sang suami.
    Dan perjalanannya akan membuat penderitaan bathin istri pertama, karena tidak ada satu wanitapun yang rela dimadu. Kalau tokh istri pertama menyatakan rela di poligami itu tidak lain hanya untuk mempertahankan agar dirinya dan anak-anaknya tetap mendapatkan kasih sayang dan nafkah dari suami.
    Juga akan terjadi ketidak adilan dalam keluarga baik terhadap para istri maupun para anak, baik dalam hal kasih sayang, ekonomi, maupun lainnya karena tidak ada satupun manusia di bumi yg bisa berbuat adil.
    Jadi poligami bukan gambaran sebuah keluarga yang sakinah.
    Kebahagiaannya (bila terlihat bahagia) hanya semu saja.
    Poligami lebih banyak mengejar kenikmatan dunia daripada urusan akherat.

  36. saya kurang mendalami tentang kitab suci, yang saya tahu manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya oleh Tuhan paling baik diantara makhluk di bumi, dengan demikian Tuhan juga menciptakan manusia dengan sifat dan akhlak yang paling mulia diantara semua makhluk. Sedangkan poligami sejutu atau tidak setuju selalu didasari oleh nafsu, entak nafsu itu dibungkus dengan pembenaran-pembenaran macam manapun. Sedangkan Fitrah “pejantan ” untuk poligami hanya untuk binatang, sedangkan manusia makhluh yang diciptakan lebih tinggi dari binatang. Hati nurani adalah peringatan Allah kepada kita, bila kita “benar-benar” berbicara dengan hati nurani, maka kita berbicara dengan Tuhan. Karena kebanyakan orang tidak bisa membedakan itu kata hati nurani atau bisikan setan, sangat sulit. Tuhan saja ‘pecemburu’ bila Dia disekutukan dengan yang lain, apalagi kita manusia yang kemampuan dan pikirannya amat sangat jauh dari Dia.

  37. sy PRO Poligami :)

    HATI NURANI saya berkata tidak ada yang salah Poligami.
    HATI NURANI saya berkata lagi, sanggupkah kau memikul tanggung jawab yang besar bila kau melakukan itu?
    HATI NURANI saya berkata kembali….bosen deh… ngomongin ini mulu…

    :)

  38. bdasuhardi bdasuhardi …
    KACIAN DEH LUU…………….
    BERARTI BDASUHARDI AIR COMBERAN… AHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHA….

    Saya bonang si teh….

    MINUM GIH SANA AIR COMBERAN BARENG AA GYM… HAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHHAA….

    LAPINDO… LAPINDO….

  39. Saya cuma kasih sedikit saran buat yang nulis diatas, agar dalam setiap menulis harus banyak mempelajari apa yang anda akan tulis. Jelas terkesan anda menulis seperti “kurang ilmu”, Jadi sekali lagi saya sarankan sebelum anda menulis anda harus banyak membaca! sekian terimakasih mohon maaf! ini cuma masukan loh…………!

  40. MF Jaya: Silakan Anda berkomentar, saya tidak akan memaksakan pandangan saya ini kepada Anda. Jika memang saya kurang ilmu, ya itulah saya. Jika Anda tidak setuju dengan pandangan saya, ya silakan saja. Silakan Anda tulis pandangan Anda yang penuh ilmu di blog Anda sendiri. Jika Anda tidak ingin datang ke sini lagi, saya tidak rugi, kok. Emang gue pikirin…

  41. Dari info yg beredar mengenai poligami kok keliatan makin seru aja ya…. Bagi orang2 yg kontra poligami mungkin saat ini belum pada kondisi mendekat untuk berpoligami namun cenderung mensahkan zina, Tapi saya pribadi yakin berpoligami adalah solusi tuk kondisi mencari kebersamaan dari pada bercerai.

  42. Assalamualaikum. wr. wb.

    kayaknya gosip poligami belum selesai juga deh..?
    emangnya kenapa sama poligami? bukannya itu dibenarkan oleh agama Islam.
    Poligami itu kan bukan hal yang jelek dan kenyataannya baik-baik aja..!
    kalo dilihat dari hati nurani..
    saya menjawab bahwa berpoligami itu hak untuk laki-laki!!
    kalo lihat berita di televisi antara video mesum dan poligami,
    poligamilah yang diberitakan “sangat jelek”, tetapi vidoe mesum yang faktanya zinah malah anggapannya biasa-biasa aja dan “tidak dijelek-jelekkan”. kayaknya masyarakat menilainya terbalik yaa??

    terima kasih,
    wasalam

  43. aduh mas…! mbak…! jangan pada berantem dong…. kalo mau kasih komentar ya tinggal tulis…. kalo ga mau ya sudah….. btw…. komentar saya… aa gym memiliki kehidupannya sendiri… kehidupan yang di jalani aa itu adalah pilihannya sendiri (tentunya…he…he…) marilah kita benahi pikiran kita (khususnya saya) agar selalu positif thinking ajaaa…:) maap… maap…. kalo kesannya nggurui…..:):)

  44. Saya punya usul untuk semua cowok yang ingin berpoligami. Syarat bagi cowok yang ingin berpoligami pertama dia BELUM menikah/beristeri. Kedua, dia HARUS menyatakan sikapnya untuk berpoligami secara jelas dan nyata kepada semua pihak terutama cewek yang ingin dijadikan isterinya. Jelasnya tanyakan pada cewek yang ingin dikawininya apakah dia bersedia untuk dijadikan isteri Pertama.
    Kedua syarat ini MUTLAK dilakukan dengan alasan sbb: bila si cowok sudah beristeri kemudian hendak kawin lagi maka dia pada dasarnya sudah mengkhianati komitmennya sendiri pada si cewek. Umumnya cowok pada masa pacaran biasa berkata kau lah satu-satunya kepada sang pacar. Jika kemudian si cowok berubah pikiran lalu ingin kawin lagi pada dasarnya dia telah berbohong. alasan kedua, syarat-syarat ini jika dilakukan akan memungkinkan cewek untuk MEMILIH mau dimadu atau tidak, bukannya terpaksa menjadi pertama seperti yang terjadi selama ini. Alasan ketiga, syarat-syarat di atas akan menyeleksi cowok-cowok yang pantas melakukan poligami. Syarat kedua memang berat tapi bukannya tidak mungkin. Kalau cowok yang mencari isteri pertama misalnya anak kedua SBY atau Panji anak Bambang Trihatmodjo masak tidak ada cewek yang mau. Perkara isteri kedua atau yang selanjutnya, bisa dengan mudah dicari. Herannya kok jauh lebih mudah cari isteri kedua,ketiga, keempat ketimbang cari isteri pertama padahal secara esensial apa bedanya.

  45. Hai tato mintardjo :)

    perasaan syarat syarat itu tidak ada dalam Al qur’an ,,…
    Jangan suka mengatur ngatur Al qur an dech :)
    jangan mengada ada buat aturan sendiri :)

    jangan menyimpang dari ajaran Rosul

    salam :)

  46. Yusuf : terima kasih atas tanggapannya. Usul saya memang tidak ada di Al qur’an tetapi al qur’an juga tidak memberikan batasan yang benar-benar tegas tentang syarat-syarat untuk berpoligami. Mudah-mudahan usulan saya bisa menjembatani antara pihak yang kontra dengan yang pro poligami. Poligami dibolehkan dalam agama Islam semua juga tahu hal itu, tetapi aturan main yang jelas, tegas dan adil diperlukan. Tujuannya agar masalah poligami bisa didudukan pada proporsi yang tepat dan tidak lagi menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Jika ada yang memiliki usul yang lebih baik mengenai aturan untuk berpoligami saya tunggu tanggapannya

  47. dalam sebuah hadis diterangkan bahwa kawin itu haruslah denngan wanita peranak atau yang sering disebut masih bisa menurunkan keturunan dan untuk umat atau ibadah.dan dalam satu pernikahan itu haruslah ada ijin dari orang tua siwali perempuan agar tidak terjadi perjinahan dan yang paling penting doa dari walinya dan untuk ibadah.semoga ini bermafaat bagi umat untuk dikaji lebih dalam.dan yang paling penting sehat jasmani terutamanya penis masih ngacung.itulah menurutku tentang perkawinan.

  48. saudara tato mintardjo :)

    Sebenarnya Poligami itu lebih ke condong kepada masalah TAKDIR.. ( jodoh , rezeki, dan kematian adalah kuasa Allah ===bukan wilayah kita :)

    jadi tidak ada hubungannya dengan pelanggaran komitmen :)
    ini buan pendapat pribadi atau usaha menjembati yang di qur’an tidak ada :) kita manusia bodh harusnya kemabli kepdsa yang maha Pintar Allah SWT :)
    salam
    saya sependapat dengan yusuf :)

  49. saudara Haris. Kalau boleh saya simpulkan,berarti jika seseorang memiliki isteri satu, dua atau sampai berapapun itu semata-mata karena Allah telah memberikan takdir demikian. Ehmm saya jadi mau tahu, saya ditakdirkan punya isteri berapa ya ? Mungkin saudara Haris bisa membantu saya menemukan jawabannya

  50. Bukankah jodoh rezeki dan mati adalah takdir dan rahasia Allah …saudara tato meragukannya ??
    dan itu semua hanya Allah yang tahu ..tidak gunanya kita meramal ramal ..kalaupun tahu akan banyak madharat / kejelekaanya dari pada baiknya oleh karena itu memang dirahasiakan :)
    mengenai istri 2 , 3 dan 4 adalah ketentuan Allah Ya betul sekali ….ini sudah jodoh kita ..
    kalau Allah berkehendak :)
    antum meragukan jodoh itu ketentuan Allah ( jodoh rezeki , mati )

  51. jaman sekarang, wanita yang setuju poligami pasti tidak cinta tulus pada suaminya tapi pada harta suaminya. Memang, segigih apapun poligami ditentang, eh, ada aja wanita yang nggak nolak. susah emang. pluralisme emang pahit.

  52. Begini saja kita kompromi,
    Poligami memang tidak lazim dan bukan sesuatu yang sederhana. Banyak memang poligami yang dilakukan oleh warga masyarakat, dan kebanyakan mereka melakukannya dengan paksaan/tekanan kepada pihak istri tua, dan tentunya dalam perjalanannya nati rumah tangga ini akan menghadapi masalah yang cukup ruwet.

    Untuk dapat menjalankan poligami yang benar-benar baik saya kira perlu pendalaman materi yang sangat mendalam dan butuh waktu yang lama juga serta semua pihak (yaitu istri tua, anak-anak dan calon istri baru) harus duduk bersama dan membicarakannya secara demokratis tentang poligami yang akan dijalani.

    Hal ini mutlak harus dilakukan karena rumah tangga poligami tersebut adalah dibawah tanggung jawab suami, sehingga semua permasalahan yang ada dalam keluarga tersebut harus diselesaikan bersama-sama. Jadi poligami itu bukan diibaratkan seorang nahkoda yang mengemudikan dua buah kapal, akan tetapi diibaratkan sebagai seorang nahkoda yang mengemudikan sebuah kapal besar dengan satu tujuan yang sama.

    ADAKAH YANG BISA MELAKUKAN ??????? SILAHKAN DICERMATI, dan kalau sanggup lakukan saja, its ok.

  53. Poligami kenapa tidak ?

    seperti kita ketahui poligami masih LEBIH BAIK !!! dari pada zinah , pelacuran dan , serumah tanpa surat nikah ( kumpul kebo , apalagi sex bebas …

    kemudian seperti kita ketahui sudah sunatulah jumlah wanita lebih banyak dari pria ( akibat peranga/ bencana alam ( biasanya yang diselamatkan kan wanita dan anak anak ),..dan ini berlaku seluruh dunia tidak saja Indonesia.

    kemudian harus perkiraan jumlah pria adalah seperti tiga dari wanita …seandainya poligami dilarang atau diboleh kan atpi dipersulit pemerintah …terus yang 2/3 wanita mu dikemanakan ???==ini munculnya kejelekan atau mudharat misal pelcuran dll

    dan wanita yang menolak poligmi dia telah mndholomi 2/3 saudara wanita…
    masih banyak lagi hikmah poligami yang nota bene adalah ketentuan Allah

    Allah sudah memudahkan dan menyayangi umatnya kenapa kita mendholomi hukum Allah dan diri sendri ???
    coab renungkan :)

  54. Gini aja deh. Mendingan laki-laki mengakui dengan jujur, tanpa bersembunyi dibalik pembenaran agama, bahwa mereka berpoligami karena alasan nafsu syahwat belaka. Kalau begini kan enak. Jujur dan terbuka. Kalau mau bertingkah laku seperti jaman jahiliah, lebih baik terus terang saja.

  55. Ada ada saja saudara haris, sok mengkhawatirkan dan memikirkan nasib 2/3 wanita, padahal yang dipikirkan nafsu syahwat sendiri. And for your information silahkan check statistic UN, ratio wanita dan pria itu hampir sama. sekitar 1:1.03.
    Lain kali berpikirlah dengan kepala bukan dengan Mr P.

  56. kohalpuri: setuju! kalau poligami diperbolehkan maka poliandri pun harus diperbolehkan. Silahkan sama-sama mengubar hawa nafsu bagi yang mau. Adil dan jujur pada diri sendiri, tidak berlindung dibalik kedok agama.

  57. Ass. Wr.Wb

    “Poligami itu tidak dilarang dan bukan berarti dibolehkan”

    Sebaik-baiknya ummat adalah ummat pada zaman Nabi dan sahabatnya, dan sesudahnya, dan sesudahnya, dan sesudahnya…

    dan seburuk-buruknya ummat adalah ummat akhir zaman yang banyak tetapi bagai buih di lautan…
    {mempertentangkan hukum yang dibolehkan, mendekati yang syubhat, dan mendiamkan kezaliman (judi, prostitusi,pornografi, pornoaksi dsb dan menganggap itu adalah hanya urusan pribadi, sungguh ironis!!!)}

    Nabi sendiri punya istri lebih dari satu, tapi harus diingat hingga umurnya 40 lebih 2 tahun ia hanya mempunyai satu istri, yaitu khadijah, kalau memang poligami hanya berdasarkan nafsu mengapa nabi tidak menikah lagi saat istrinya masih khadijah?

    Bukankah nabi adalah sebaik-baik insan?

    ia menikahi khadijah saat berumur 25 tahun, berarti selama 18 tahun ia hanya mempunyai satu istri, dan itu pun predikatnya belum menyandang gelar nabi…
    Adakah yang tahu kapan nabi menikah lagi? dan siapa istri pertama yang dinikahinya setelah wafatnya khadijah? jawabnya AISYAH

    jadi bagi siapa yang beralasan mengikuti sunnah nabi hanya untuk poligami tolong di pelajari lagi riwayat dan hadist nabi…

    tahukah kita bahwa diantara sembilan istri nabi, hanya fatimah yang masih perawan saat dinikahinya?

    Lalu selebihnya? selebihnya adalah janda-janda sahabatnya yang tewas dalam pertempuran melawan kaum kafirin.

    bisa saja kan nabi menikahi perawan-perawan muda yang ada di madinah saat itu sebanyak-banyaknya, karena tidak ada batasan untuk nabi menikahi wanita
    tetapi mengapa tidak beliau lakukan, malah beliua memilih janda-janda sahabatnya…

    sungguh mulia tujuan beliau, mengangkat harkat dan martabat kaum wanita…
    sungguh mulia sahabat beliau,

    ingat generasi terbaik di dunia ini adalah generasi nabi dan sahabatnya serta tiga generasi setelahnya…

    dan itu lah seharusnya arah kiblat kita meniru nabi dan para sahabatnya,

    saya ingin bertanya kepada kaum hawa apakah jika anda di nikahi oleh nabi, anda akan menolak?

    Saya yakin anda akan menjawab Memangnya suami saya nabi? Justru itu adalah jawaban yang salah, Istri Sahabat-sahabat beliau juga tidak satu, lalu apakah mereka menolak untuk dinikahi oleh sahabat nabi? tidak, sekali-kali tidak!!!

    namun harus diingat mereka–sahabat nabi–juga mengikuti sunnah nabi, dengan menikahi janda-janda perang yang tidak bisa menghidupi dirinya sendiri dan anak-anaknya…

    Bukankah Islam datang mengangkat harkat dan martabat wanita? dengan menjadi istri seorang nabi, atau sahabatnya,atau istri seorang muslim justru wanita akan merasa terangkat martabatnya,

    apakah dengan mempunyai banyak istri seorang nabi ataupun sahabatnya, khlufaur rasyidin, amir-amir generasi sesudahnya malah teledor mengurus negara islam pada waktu itu? justru malah sebaliknya islam semakin kuat dan disegani diseluruh dunia, namanya semakin meluas ke seantero dunia,menguasai eropa dan ASIA dan akhirnya menyebar ke INDONESIA
    seperti sabda nabi yang kurang lebih artinya seperti ini wanita itu sebenarnya adalah tiang negara, jika wanita di negeri itu baik maka baiklah negara itu, dan sebaliknya

    bukankah agama ini telah sempurna, sehingga tidak perlu direvisi lagi,

    saya prihatin akan pernyataan istri GUSDUR di koran kompas yang menyatakan seandainya nabi masih hidup pasti ia akan melarang poligami…

    Yakinlah saudaraku, tidak ada yang salah pada poligami, tidak ada satupun yang salah pada aturan ALLAH, semuanya begitu sempurna,

    Jikalau anda pribadi menolak poligami dengan nurani.. berarti nurani anda menentang ketetapan ALLAH, sebagaimana ALLAH menetapkan bulan berputar mengelilingi bumi…

    WALLAHU ‘ALAM

  58. Dear pembaca,
    Sepertinya banyak orang yang seperti cacing kepanasan melihat kenyataan bahwa AA gym menikah lagi,apa yang salah?
    Banyak lelaki teriak tidak setuju poligami dengan alasan menyakiti hati isteri… untuk yang satu ini saya mau sharing saja bahwa jatuh cinta itu indah….masalahnya banyak yang salah dalam menanggapi masalah ini…. seolah olah olah cinta dibagi… mana bisa? yang bisa dibagi itu sesuatu yang besarannya jelas, duit, harta, waktu memang bisa dibagi,, tapi cinta? nggaklah…sebagai analogi kalau saya nyanyi dalam ruangan dan pendengarnya satu apakah lagu saya hanya untuk dia sendiri….kemudian datang orang lain… apakah pendengar pertama dikurangi haknya… misanya lagunya menjadi tidak indah lagi?… masalahnya isteri pertama tidak menginginkan indahnya lagu itu dedengar orang lain meskipun cinta suami tidak pernah berkurang… yang ada adalah perkalian… bukan pembagian…tetep aja suami bersedih kalau yang pertama ada musibah… Allah mengijinkan orang lain ikut mendengarkan senandung cinta suami, sedangkan isteri tidak mengijinkan… jadi masalahnya adalah antara Tuhan dan isteri pertama… tentu suami harus niat adil…nawaitunya adil…itu jelas digariskan oleh AlQuran…maaf yang hanya menggunakan nurani dan tidak mau pakai alQuran…ga apa2…jika kepuasannya baru sampai disitu…, dalam kontek ini saya tidak memasukan golongan yang meyalahgunakan agama dengan tujuan apapun. Bagi laki-laki yang kontra, jangan menyalahkan diri kalau suatu saat anda jatuh cinta lagi…bukan tujuan syahwat semata tapi memang ada unsur cinta yang dominan… kalau cuma syahwat barangkali banya yang dikomersilkan…murah lagi..tapi saya tidak ingin masuk dunia binatang tersebut… golongan yang kontra sepertinya adem ayem aja melihat zina dan sebangsanya berkembang subur….nah dmana nuranimu? atau itu pilihan? cobalah energi yang ada digunakan untuk menguragi hal2 tersebut sehingga bumi ini dapat berkah.. bukan membolak balik yang jelas2 halal dan mengubur dalam2 yang jelas2 haram…kan keblinger namanya….jadi jangan teriak menghujat paligami tapi diam seribu basa melihat perzinaan dan kawan2nya…bahkan ikut meramaikannya.. sebagai informasi banyak wanita terdidik mau jadi isteri kedua bukan karena harta…wong mereka ekonominya bagus, tetapi karena kecocokan dalam komunikasi, jadi? Jika mampunya satu sukurilah apa yang ada, bukankah Tuhan akan menambah nikmat orang2 yang bersyukur? siapa tahu nikmat itu adalah yang KEDUA…Jadi? Kalau mampu dua, kenapa memaksakan diri cuma satu, demi apa? demi hati nurani kali ya tapi tak berkutik dengan dekadensi moral dan komersialisasi syahwat disekitar kita…o ya isteri saya baru satu, cuma kuping saya panas jika ada argument seolah olah dia lbh pintar dari Tuhan yan menciptakannya….Tentang poligami bagi saya jika ditawari belum tentu mau, tapi jika dilarang belum tentu mundur…selamat berjuang…

  59. Saudara Haris, saya sekali-sekali tidak meragukan takdir Allah. Tetapi menurut hemat saya, keinginan mengambil isteri lagi adalah keputusan seseorang secara pribadi. Terjadi atau tidak, Allah yang akan memberi ketetapanNya. Tidak mungkin bagi saya untuk berkata walaupun kepada diri saya sendiri bahwa saya menikah lagi karena itulah yang ditetapkan Allah kepada saya. Saya bukan nabi, bagaimana saya bisa mendapatkan jawaban langsung dari Allah. Saya cuma tahu bahwa setiap yang saya perbuat-termasuk jika saya ingin kawin lagi – adalah keputusan atau keinginan yang datang dari diri pribadi saya.

  60. Saya juga sangat setuju dengan Saudara Haris bahwa poligami diperbolehkan dalam Islam, saya mendukung Aa Gym untuk menikah lagi, bahkan kalau boleh terus terang saya juga ingin menikah lagi. Jika orang tanya alasannya saya maka jawabannya adalah karena nafsu. Itu alasan saya pribadi kenapa ingin berpoligami. Apa salahnya menikah karena nafsu. Toh poligami adalah manajemen syahwat dalam agama Islam (menurut saya yang awam soal agama Islam). Mungkin di agama lain lebih baik jika kita memungkiri nafsu syahwat kita, tidak menikah lalu mengabdi kepada Tuhan. Tetapi itu bukan cara dalam agama Islam.
    Buat yang menentang poligami terutama jika dia beragama Islam. Kok meragukan apa yang menjadi ketetapan dalam agamanya sendiri? Apa mau merubah agama Islam sesuai dengan seleranya pribadi. Allah saya percaya Maha Adil, ketetapannya adalah yang terbaik untuk umat manusia. Allah adalah Maha mutlak, manusia harus berserah diri kepada yang Maha mutlak.

  61. Walau secara statisik jumlah perempuan lebih tinggi dari laki-laki tapi itu hanya terjadi pada umur 65 tahun dan di bawah 20 tahun (berusia belasan dan anak-anak). Sedangkan pada kelompok umur 25-29, 30-34 dan 45-49 jumlah lelaki lebih tinggi dari perempuan (Lembaga Penelitian IHS, Sensus DKI dan Nasional).
    Jadi alasan untuk berpoligami karena perempuan lebih banyak, sepertinya perlu dikaji ulang, walaupun seandainya lebih banyak bukan berarti untuk dipoligami kan.
    Memang ada ayat yang menyatakan “Nikahilah perempuan yang baik menurut kamu, dua, tiga, dan empat…dst,” tapi ayat ini bersambung sampai kata fawâhidah (lengkapnya: seandainya kamu kuatir tidak dapat berlaku adil, maka kawinilah satu perempuan saja). Karena terusan ayat itu pun berbunyi “tetapi wahai kamu para suami, kalian “Tidak Akan Bisa Berlaku Adil terhadap istri-istri kalian walaupun kalian bermaksud demikian”.
    Tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan institusi keluarga yang sakînah-mawaddah-warahmah (kenyamanan, cinta dan kasih sayang). Ketiga hal itu tidak bisa direalisasikan sendiri. Mesti direalisasikan dua belah pihak. Jadi, kalau ada salah satu pihak yang mengingkari ini karena masalah ketidakadilan dan perasaan yang dilukai, pasti tidak akan tercapai nuansa sakînah-mawaddah-warahmah.
    Kalau materi bisa diukur, kalau hati dan perasaan siapa yang bisa menimbang?, Oleh karena itu sesunguhnya manusia tidak bisa berbuat adil, sombong saja kalau berpikiran seperti itu, karena keadilan sesungguhnya hanya milik Tuhan semata.
    Sebenarnya pun Al Quran lebih menganjurkan bermonogami daripada berpoligami karena kalau dilihat dari ayat-ayat yang tercantum dalam tulisan ini sifatnya lebih mengkritik poligami dari pada memperbolehkannya (menurut hemat saya).
    Nabi semasa hidupnya bermonogami dengan Khadijah sampai 28 tahun hidupnya, setelah khadijah wafat 2 tahun kemudian nabi baru berpoligami, itu juga hanya selama 8 tahun dari sisa hidupnya, nabi berpoligami sebagai upaya transformasi sosial, karena di jaman feodal dulu kedudukan anak yatim dan janda amatlah rendah dan belum ada yayasan atau lembaga sosial yang menunjang.
    Jika dilacak lebih dalam lagi melalui Hadits, kita akan menemukan indikasi ketidaksetujuan Rasulullah atas poligami. Pada saat putrinya Fatimah akan dipoligami beliau marah besar, beliau langsung masuk ke dalam mesjid dan naik mimbar sambil berseru : “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, AKU TIDAK AKAN MENGIZINKAN, SEKALI LAGI TIDAK AKAN MENGIZINKAN, SUNGGUH TIDAK AKU IZINKAN, kecuali Ali Bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilahkan mengawini mereka. Ketahuilah putriku itu bagian dariku; apa yang menggangu perasaannya adalah mengganguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga”. (Jami al-Ushul, juz XII, 162 no hadis 9026).
    Dalam sebuah ungkapan juga dinyatakan “ Barang siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus” (Jami al-Ushul, juz 168, No Hadis 9049)
    Di negara yang jelas-jelas memberlakukan syariat islam saja seperti Tunisia dan Turki poligami dilarang dan dianggap sebagai tindakan criminal dengan hukuman penjaran setahun dan denda sejumlah uang karena dianggap poligami sekarang ini sangat bertentangan dengan prilaku rasul.
    Mengenai jumlah wanita yang boleh dihikahi max 4 saja lebih merupakan pada pembatasan di awalnya ketimbang pembolehan, melihat pada waktu itu banyak sekali lelaki yang menikahi puluhan sampai ratusan perempuan, kalau dilarang langsung secara frontal mungkin pada waktu itu agak sulit, oleh karena itu Nabi melakukan pembatasan maximal 4 saja, bukan menganjurkan untuk menikahi 4 wanita.
    Sebagian ulama, seperti Muhammad tahta dan Abdullahian Naim bahkan malah berpendapat bahwa poligami hanya diperbolehkan pada masa-masa awal islam. Kalau dilihat keadaan sekarang banyak suami berpoligami justru lebih pada alasan biologis kan?.
    Menurut Imam al-Alusi dalam tafsirnya, Ruhal-Ma’ani, menyatakan nikah bisa diharamkan ketika calon suami tahu dirinya tidak akan bisa memenuhi hak-hak istrinya, apalagi sampai menyakiti dan mencelakakannya. Demikian juga dengan poligami, bahkan ulama kotemporer seperti Syekh Muhammad Abduh menyatakan Poligami itu merupakan penyimpangan dari relasi perkawinan yang wajar, dan hanya dibenarkan secara Syar’i dalam keadaan darurat social, seperti perang dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar 4/287).
    Dalam konteks poligami sesungguhnya perempuan harus diletakkan sebagai subyek keadilan karena yang menanggung akibat dari poligami kan perempuan, perempuan pun MEMILIKI HAK untuk menolak atau memperbolehkan dirinya dipoligami. Karena kalau istri merasa tidak ridha dan sakit hatinya, maka poligami tidak diperbenarkan.
    Poligami sesungguhnya bukan masalah agama, tetapi lebih pada budaya dan pembendamatian perempuan.
    Muhammad abduh (Ulama kotemporer) dari mesir melihat lebih banyak keburukkan dalam praktek poligami ketimbang kebaikkan. Oleh karena itu Mumammad Abduh kemudian meminta pelarangan poligami dengan mengacu kepada hadis Nabi “ Tidak dibenarkan segala bentuk kerusakan (dharar) terhadap diri atau orang lain” (Jamia al-Uahul VII, 412 No. Hadis 4926)
    Lebih jauh lagi Allah justru meminta para suami untuk bersabar dalam menghadapi kekurangan istri dan mencari hikmahnya. Seperti yang tertulis dalam Q.S an-Nisa 4:19 “Dan perlakukanlah istrimu dengan cara-cara yang sopan lagi santun. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah, karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahala Allah menjadikan kepadanya kebaikan yang banyak”.
    Rasulullah SAW bersabda:
    ingatlah, aku berpesan: agar kalian berbuat baik terhadap perempuan, karena mereka sering menjadi sasaran pelecehan di antara kalian, padahal sedikit pun kalian tidak berhak memperlakukan mereka, kecuali untuk kebaikan,
    ( H.R. at-Turmudzi)

    (Dari berbagai sumber)

    Sebenarnya ya balik lagi kepada pengendalian diri serta individu kita masing-masing. Saya hanya berbagi informasi, jika ada kata-kata saya yang salah mohon koreksinya dan jika kurang berkenan, saya mohon dimaafkan. Terima kasih.

  62. Dear All,
    Saya membaca keterangan mengenai puteri Rasulullah Fatimah tidak diijinkan dimadu, konon hadistnya hanya dibaca sebagian hanya bagian ketika rasulullah menolak, bagian lain yang menyatakan bahwa Rasul tidak akan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan tidak menghalalkan apa yang diharamkan Allah , sehingga dalam hal itu larangan hanya untuk puteri Fatimah…bolehkan ada pengecualian untuk beliau….seperti janda janda Rasul tidak boleh dinikahi lagi….ini khusus untuk Rasul…tdk berlaku untuk janda janda yang lain…maka sesuatu yang sifatnya khusus jangan diberlakukan untuk yang lain….maka golongan kontra selalu mengangkat hadist tersebut tidak secara utuh…maka saya setuju pligami adalah alternatif, pilihan, bukan jalan utama, seperti kita akan mudik lebaran maka sebagian besar akan melalui jalan utama dimana pemandangan sepanjang jalan semua sudah tahu dan dibuat sedikit tantangan…rambu2 lengkap duka laranyapun semua tahu, sementara poligami adalah seperti melalui jalan alternatif, informasi kurang , penuh tantangan dan menguji kemampuan untuk sampai ke tujuan, tentu saja yang lewat sedikit krn tidak semua punya nyali lewat jalan alternatif, maka keindahannyapun tdak sama dengan yang jalan biasa, lebih indah namun lebih beresiko… jadi dua jalan itu mesti ada, jangan mencoba menutup jalan alternatif itu hanya karena tahunya jalan biasa atau nyali/kemampuan memang tidak ada…sejarah menunjukan bahwa AlQuran lebih rasional sebagai manual hidup….katanya laki2 itu egois maunya empat sementara isterinya hanya boleh satu…padahal siapa yang egois jika memang jatahnya untuk empat tetapi dimakan sendiri?…he…3x, saya termasuk yang belum punya nyali…..

  63. Dear LUC
    Rasanya Turki negara sekuler bukan yang megetrapkan syariat Islam..itu gara2 kemal ataturk…, kalau ya masa ada tari perutnya menjadi daya tarik turis…maka pantas saja kalau melarang poligami dan memberi tempat tari perut dengan produk derivatnya…yang betul pakai syariat hanya ketika zaman nabi di madinah, Arab Saudi dalam banyak hal mengetrapkan Syariat, tetapi tidak dalam hal kekuasaan( kerajaan bukan khalifah)…

  64. Terima kasih untuk masukkannya pak santosa mungkin pengetahun saya masih belum sebanyak bapak. Saya hanya menyampaikan yang saya tahu. Menurut hemat saya, let’s be honest lah, Poligami jaman sekarang apakah benar-benar mengikuti sunnah rasul?. Jaman waktu itu jaman perang sehinga banyak janda-janda yang ditinggal mati oleh suaminya dan tidak ada lembaga yang cukup kokoh untuk membantu mereka karena status sebagai seorang janda saat itu dipandang rendah. Prinsip keadilan adalah sikap yang dituntut dari prilaku berpoligami itu sendiri, tapi adakah manusia yang mampu bersikap adil?.
    Kalau dilihat, untuk bisa beristri lebih dari satu harus dengan tiga persyaratan, istri cacat, mandul atau tidak bisa melayani. Bagaimana kalau suami yang cacat, mandul dan tidak bisa melayani. Apakah istrinya boleh untuk menikah lagi?, dan untuk poligami harus ada izin dari istri pertama bukan?. Nyatanya banyak yang tidak melalui restu istrinya dulu main hantam kromo saja. Lebih baik dari perselingkuhan, punya istri simpanan atau berzinah?. Poligami yang banyak dipraktekkan sekarang (bukan yang nabi lakukan dan bukan di jaman nabi), lelakinya kenalan dulu, pdkt, menjajaki trus dinikahi, banyak yang tanpa sepengetahuan istri pertamanya, itu apa bukan namanya selingkuh dulu?, punya istri simpanan juga kan poligami dalam bentuk lain toh lebih dari satu juga kan bedanya antara sah dan tidak sah?, berselingkuh pun bisa jadi cikal-bakal poligami apabila nanti lelaki itu menikahi selingkuhannya. Perempuannya juga kebanyakan bukan janda yang tua, atau yang miskin, bukan juga janda korban perang yang perlu disantuni. Lagipula saat ini sudah banyak kok lembaga sosial yang bisa menolong. Kenapa nggak mencoba lebih baik mencoba bermonogami, lebih baik coba untuk setia, lebih baik tidak berselingkuh dan menghormati komitmen pernikahan anda dengan pasangan dan saya rasa itu bisa melakukan hal tersebut juga tantangan yang tidak mudah bukan dan jalan yang biasa belum tentu tidak luar biasa, karena rambu-rambunya belum tentu dipatuhi kan, dan sepanjang perjalanan juga bisa ditemukan keindahan yang tidak biasa karena jalan itu kan jalan yang panjang penuh dengan cobaan dan godaan?. Jadi terserah penilaian masing-masing saja. Menurut hemat saya Jumlah max 4 itu awalnya sebagai pembatasan bukan pembolehan karena di jaman itu banyak yang beristri sampai puluhan atau ratusan. Awalnya juga Tuhan menciptakan Sepasang Manusia, yaitu adam dan hawa dan hawa diciptakan dari sepotong tulang rusuk adam. Bukankah kita juga diajarkan bahwa Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. Arti kata sepasang setahu saya 1 istri dan 1 suami, 1 kiri 1 kanan dsb.
    Namun mau berpoligami nggak berpoligami terserah pihak pelakunya, dan juga adalah keputusan dari pihak yang akan/telah dipoligami itu mau menolak atau menyetujui.
    Balik kepada persepsi masing-masing saja.
    Terima kasih untuk koreksinya, dan kalau ada kata-kata yang salah mohon maaf.

  65. saya berikan sebuah kutipan dr artikel ttg poligami yg saya baca di internet

    Adapun poligami, terdapat di dalam Al Qur’an nash yang jelas akan kehalalannya, ditambah lagi penghalalan poligami datang dalam bentuk perintah yang mana hukum asalnya adalah wajib, Allah Swt berfirman,
    “Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi” (Qs. An-Nisaa’; 3), adapun berubahnya hukum wajib kepada halal adalah dengan firman-Nya, “Yang kamu senangi” (Qs. An-Nisaa’; 3).
    Kemudian (sebenarnya) mereka mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa poligami adalah halal (bukan mubah) dengan sebenar-benarnya makna halal, dengan nas Al Qur’an dan berdasarkan contoh yang mutawatir lagi nyata dan tidak diragukan lagi semenjak zaman nabi SAW, para shahabat-Nya, hingga hari ini, akan tetapi mereka adalah kaum yang suka berdusta.
    Dan syarat adil pada ayat ini, “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja” (Qs. An-Nisaa’; 3) adalah syarat pribadi bukan tasyri’, yaitu syarat yang kembalinya kepada individu mukallaf bukan hal yang diatur oleh pengadilan dan mahkamah. Karena sesungguhnya Allah Swt telah mengidzinkan bagi seorang lelaki –idzin dengan bentuk perintah- untuk menikahi wanita-wanita yang dia sukai tanpa syarat harus dengan idzin seorang hakim atau undang-undang atau pemerintah, atau yang lainnya. Allah Swt juga memerintahkan apabila seseorang takut tidak dapat berbuat adil kepada istri-istrinya, hendaknya dia mencukupkan dengan seorang istri saja. Karena siapa pun tidak berkuasa atas hati seseorang yang ingin menikah sampai dia mengetahui apa yang terdapat di dalam hatinya dari perasaan takut atau tidaknya dia dari tidak dapat berbuat adil.
    Bahkan dalam hal ini Allah Swt telah menyerahkan keputusannya kepada pertimbangan hatinya, dan mengajarkannya bahwa pada hakikatnya dia tidak dapat berbuat adil antara istri-istrinya dengan sesempurnanya, dimana tidak ada sedikit pun kecondongannya terhadap salah satu istri-istrinya, karena itulah Allah Swt memerintahkannya untuk tidak condong (dalam ayatnya),
    “Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung” (Qs. An-Nisaa’;129).
    Pada ayat ini Allah Swt menganggap cukup dalam mentaati perintahnya untuk berbuat adil, dengan dia melakukan keadilan tersebut semampunya, dan memaafkan darinya hal-hal diluar kemampuannya.

    Dikutip dr tulisan “MENYIKAPI POLEMIK SEPUTAR POLIGAMI” OLEH Asy-Syaikh Ahmad Syakir (Ulama Mesir dan seorang pakar hadits)

  66. Penjelasan AA Gym Tentang Pernikahan Kedua (Sebarkan)

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Alhamdulillah, rekan-rekan sekalian. Inilah saat yang ditunggu-tunggu
    oleh kita semua. Saya akan menyampaikan, sesuatu yang sangat sangat
    penting, dan…hal yang dianggap akan menjadi hal yang strategis untuk
    siapapun yang menginginkan perubahan.

    Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh
    civitas santri daarut tauhiid, andaikata keputusan yang aa ambil ini
    membuat banyak ketidaknyamanan. Pertama, ketidaknyamanan perasaan karena
    informasi yang kurang jelas. Yang kedua, ketidaknyamanan. ..karena
    mungkin bertentangan dengan sebagian keyakinan. Yang ketiga, karena akan
    ada dampak bagi Daarut Tauhiid, MQ maupun Kopontren.

    Keputusan berpoligami ini bukan hal yang ringan, saya sadar sepenuhnya
    akan dampak (baik dan buruknya). 5 tahun dibahas, prolognya sudah sering
    dibacakan, apa gerangan alasannya, mengapa mengambil resiko yang sangat
    besar seperti ini?
    Pertama, kita lihat bahwa…kata poligami bagi sebagian masyarakat
    indonesia masih dianggap sesuatu perilaku yang buruk. Tidak heran bila
    ibu-ibu memberi nasihat…”Jangan berpoligami. ..!”

    Apalagi dengan adanya kejadian ini, sms yang… -sebagian sms yang saya
    lihat-…ibu- ibu yang begitu marahnya, sampai mau meludahi, memukul
    kalau bertemu AA, buku-buku disobek, potret tidak mau dilihat. Ini
    adalah bukan hal yang membuat kita emosi, tapi ini peta(?tidak terdengar
    jelas), betapa belum semua orang bisa siap mendengar kata poligami.

    Ini menjadi pikiran…shalat jalan, shaum jalan, haji, umrah…tapi
    ketika mendengar kata poligami…tersenga t. Menjadi marah,
    menjadi…ghibah, seakan ada hukum Allah yang salah. Saya
    mengerti…bahwa wanita begitu berat mendengar kata ini, dan ini
    manusiawi. Tetapi…manjadi tidak yakin kepada kebenaran, khususnya yang
    satu ini, menjadi memaki, memusuhi…ini yang harus kita bantu perbaiki.

    Kita lihat juga, pada saat yang sama, pergaulan bebas, perzinahan,
    ttm…menjadi. ..sepertinya bukan sebuah perilaku buruk, masyarakat
    makin permissive terhadap hal ini. Saya sebetulnya menunggu akan ada
    tokoh yang berani mengubah paradigma ini, seperti zaman jilbab dulu.

    Saudaraku sekalian, sesudah istikharah hampir satu tahun,
    maka…walaupun mungkin ada banyak kekurangan dan kesalahan di dalam
    pengambilan keputusan ini, saya memilih untuk melakukannya. Mengapa baru
    diumumkan sekarang? seperti halnya sepak bola, karena ini membutuhkan
    tim yang tangguh, saya harus menanti saat tim saya kuat…Teh Ninih,
    Anak-anak, Orang Tua. Besar harapan, Allah membuka waktunya, dan
    Alhamdulillah, pertolongan Allah…kemarin diberi kesempatan dibuka
    waktunya.

    Satu…hikmahnya, bagi saya pribadi, ini saat yang paling tepat untuk
    menguji apakah selama ini saya menikmati pujian, penghargaan,
    popularitas, penghormatan, atau saya berjuang karena ingin sesuatu yang
    saya yakini benar. Alhamdulillah, dengan adanya situasi ini, betapa
    banyak perhatian dalam aneka bentuk, caci maki, kutukan, ancaman…dan
    saya sependapat seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, kita harus
    ikhlas menerima caci maki ini, andai kata kita benar-benar mau komit.
    Alhamdulillah. ..

    Hikmah yang kedua, inilah kesempatan bagi masyarakat. Saya ingin tahu,
    dakwah saya selama ini mengajak orang komit kepada hukum Allah, aturan
    Allah, atau baru komit kepada suka Abdullah Gymnastiar. Kalau dia komit
    kepada hukum, berarti tidak ada masalah. Ini hal yang halal, ini hal
    yang dibolehkan, bukan dianjurkan.. .ini hal yang, juga Rasulullah tidak
    melarang, sahabat juga melakukan. Ini hal yang, aturan negara juga
    memberikan peluang. Ini bukan kejahatan, ini bukan zina, ini bukan
    selingkuh… INI HALAL!! Sesuatu yang halal, sesuatu yang boleh, tetapi
    mengapa sebagian orang sampai seperti itu kata-katanya? Berarti…saya
    dakwah belum berhasil membuat orang lebih yakin kepada kebenaran dari
    Allah, baru sampai kepada figur AA Gym. Ini baik hadirin, untuk menguji
    sampai sejauh mana efek dakwah.

    Bagi saya pribadi, ini cobaan yang luar biasa mantapnya. Ternyata,
    poligami tidak semudah diucap. Setiap hari teruji sekali, bagaimana 2
    istri ini dari sudut yang berbeda? belum lagi anak-anak, belum lagi
    masyarakat.. menguras. ..AA pemula belum pernah berpoligami sebelumnya.
    Guru-guru saya juga jarang yang berpoligami terbuka. Ada yang nasihat
    diam-diam, ada yang memberi nasehat bagus…belum juga. Jadi, untuk
    terbuka secara nasional, belum ada gurunya. Dan ini tidak mudah,
    hadirin. Kalau ada gurunya mungkin lebih mudah.

    Tetapi, saya yakin, saya bukan melakukan kejahatan. Saya tidak melakukan
    kemaksiatan, ini legal, ini halal…Bismillah. Hikmahnya, jadi lebih
    sungguh-sungguh bergantung kepada ALlah. Kepada siapa lagi, selain
    kepada ALLAH? Maha suci ALlah, mudah2an besok lusa akan nampak karunia
    ALlah lainnya bagaimana kita sudah serius menggantungkan kepada Allah.

    Hikmah untuk istri saya. Ada yang bertanya…” AA Gym kurang apa teh
    Ninih? Teh Ninih baik, pandai, sholehah, cantik.” Sulit saya
    mengemukakan. ..ini adalah tanda cinta saya kepada istri saya. Saya tahu
    istri saya sangat baik, dan saya ingin istri saya menjadi lebih baik.
    Saya rindu melihat teh Ninih menjadi bidadari di sorga kelak…dan saya
    tahu…saya adalah salah satu penghalang yang membuat teteh bisa
    mencintai Allah sepenuh hati. Siapa suami yang tidak rindu istrinya
    menjadi pecinta Allah? Saya pasti mati…Apa yang bisa dilakukan oleh
    seorang suami yang cinta ke istrinya, kecuali ingin menjadi pecinta
    Allah yang dapat menjamin dirinya. Tapi, saya susah menjelaskan ini
    kepada umum. Saya tahu istri saya akan sakit. Tetapi seperti yang
    disuntik vitamin, mungkin sakit sebentar, besok lusa dia akan lebih
    kuat. Kalau saya nanti mati, mudah2an inilah warisan terbaik sebagai
    tanda cinta saya kepada istri saya…Saya percaya betul teteh akan kuat.
    Ayahnya ulama, nenek-kakeknya ulama, adik-kakaknya orang-orang yang
    terjaga, dia didoakan banyak orang. Saya tahu bagaimana teteh bangun
    malam. Saya ingin teteh hanya mencintai Allah daripada mencintai saya
    (AA Gym berbicara sambil menangis). Ini benar hadirin…(pada bagian
    ini, terdapat jeda beberapa detik, karena AA Gym dipeluk oleh seorang
    koleganya, dan terdengar juga suara tangisan AA Gym. Sebetulnya, di
    bagian ini, jika mendengarkan rekamannya lebih mengharukan daripada
    sekedar tulisan di sini. Karena emosinya lebih terdengar, dan pada
    beberapa bagian kalimat, AA Gym berbicara sambil menangis).

    Susah saya mengungkapan dengan bahasa umum…

    Mudah2an besok lusa, cita-cita saya, teteh selama di bumi ini menjadi
    ulama wanita, yang benar2 sesuai perkataan dan perbuatannya. Saya lihat
    umat terlalu banyak berkiblat kepada saya, ini tidak sehat. Jarang ada
    ulama wanita yang begitu penuh(?). Saya harus menggeser cinta para
    muslimah, mungkin lebih tepat kepada figur seorang ulama wanita. Saya
    siap menerima caci maki, saya siap dihina orang, saya siap dijauhi
    orang…mudah2an Allah menerima ini sebagai tanda cinta saya kepada teh
    Ninih, cinta saya kepada ummat, untuk mendapat figur yang lebih tepat.
    Wallahualam, Allah lah yang Maha Tahu. Hanya waktu yang akan memberikan
    bukti ini.

    Mengapa saya berbuat kejam kepada anak2 saya? Bukan kejam. Siapa yang
    lebih mencintai anaknya selain orangtuanya sendiri? Apakah cinta dengan
    dibiarkan dia tidak mengenal kebenaran? Apakah cinta dibiarkan dengan
    segala sesuatu yang enak? Saya ingin anak saya tidak (pernah/terlalu? )
    mengatakan sesuatu yang salah tentang hukum Allah. Dia harus mengatakan
    bahwa ini adalah hukum Allah. Nggak boleh dicacati hati ini terhadap
    kebenaran dari Allah. Tidak mungkin Allah membolehkan sesuatu yang akan
    mencelakakan manusia. Tidak mungkin Allah memberikan aturan yang akan
    mencelakakan dan membinasakan, Allah yang paling tahu tentang manusia.

    Saya tahu luka hati Gaida, Ghazi dan beraat sekali bagi saya. Tapi, saya
    percaya sepenuhnya saya tidak berbuat jahat. Ini adalah kebenaran yang
    tidak umum dilakukan. Alhamdulillah. Dan saya ingin anak-anak saya kuat,
    terlatih menghadapi yang sulit. Selama ini enak, dipuji, dihargai.
    Mereka akan menghadapi teman-temannya, lingkungannya. Saya ingin mereka
    kuat menjadi anak-anak yang kuat, dan mereka harus belajar berbagi
    kebahagiaan dengan yang lain.

    Alhamdulillah. Tadi pagi sebelum anak-anak pergi ke sekolah…katakan
    Anakku untuk bapakmu…”harus kuat pak, harus kuat..”. Anak-anak
    memberikan dukungan luar biasa. Saya dapat sms dari gurunya…”Anak-
    anak AA kuat dan tegar, di sekolah biasa, walaupun saya tahu biasanya
    yang lain terpuruk”.

    Saya percaya pertolongan Allah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan.
    Untuk daarut tauhiid, inilah saatnya, saudara lebih banyak bergantung
    kepada Allah daripada kepada Abdullah Gymnastiar. Mungkin akan ada
    penurunan jumlah jama’ah yang datang, pelatihan, pembeli…kalau saudara
    bergantung kepada Abdullah Gymnastiar, inilah saatnya saudara kecewa.
    Yang membagi rezeki bukanlah saya, Allah yang maha kuasa. Kita sudah
    sering mengatakan,” suatu saat jangan bergantung kepada AA”. Inilah
    saatnya. Yang daftar ke MQ Travel ada yang membatalkan, TIDAK APA-APA,
    BAGUS!! MEREKA HARUS LURUS NIATNYA!! Bukan karena AA Gym, HARUS KARENA
    ALLAH!!. Tamu ada yang membatalkan datang ke sini..ITU BAGUS!! Mereka
    tidak boleh datang karena manusia, mereka harus datang karena mau
    mencari ilmu, mencari kebenaran. Saya tidak melihat kerugian dengan
    berkurangnya orang datang, berkurangnya transaksi jual beli, disanalah
    keberuntungan dari ALlah, agar kita bener-bener tauhiid nya lurus.

    Bagi kaum muslimah, yang takut suaminya menikah lagi, yang tiba-tiba
    menjadi benci kepada teh Rini… Teh Rini hanyalah seorang makhluk yang
    ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari terjadinya ketentuan ini.
    Insya Allah, suatu saat mudah2an teh Ninih bisa menjelaskan apa
    hikmahnya. Apakah saudara benci kepada sesama wanita sendiri, dengki
    sehingga seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, berbuat sadis…orang
    yang berghibah itu orang yang dianggap sadis, karena seperti memakan
    daging bangkai saudaranya sendiri. Ini ujian keimanan bagi AKhwat. Bagi
    lelaki, ikhwan di daarut tauhiid, ini juga ujian keimanan, apakah serta
    merta ingin melakukan hal yang sama, padahal tidak tahu ilmunya?

    Bagi ummat, ini adalah saatnya, mengetes apakah yang dicari selama ini
    hanya sesuatu yang enak, sesuai dengan seleranya, atau yang dicari yang
    benar menurut ALlah SWT. Mengapa begitu marah kepada saya? Karena tidak
    sesuai dengan harapannya. Harusnya, ummat menginginkan saya sesuai
    dengan harapan Allah, bukan harapannya. Alhamdulillah, akan ada saatnya
    sebagian orang tidak mau mendengar,menjauh, marah…tetapi saya percaya
    setiap hati itu adalah dalam genggaman Allah. Saat ini benci, belum
    tentu besok akan benci. Saat ini mencaci, belum tentu besok akan
    mencaci. Mengapa? Karena yang menanamkan cinta bukanlah rekayasa kita,
    yang menanamkan cinta hanyalah Allah SWT. Insya Allah, bagi saya tidak
    ada masalah, dihina, dicaci, dikutuk, diancam…ini adalah bagian yang
    belum pernah saya jalani selama ini.

    Saudaraku sekalian, ini akan berproses beberapa waktu. Kalau saudara
    mengharapkan pertolongan ALlah dan ikhlas, semuanya menjadi mudah. Kalau
    saudara mencintai dunia, mencintai pujian, penghargaan, bergantung
    kepada makhluk…inilah saat yang terberat yang saudara jalani. Barang
    siapa yang Allah baginya, Hasbiyallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa
    ni’mal nassir.

    Saudaraku sekalian, mudah2an kedepan dengan ijin ALlah akan terbukti,
    bentuk cinta seorang suami kepada keluarganya, kepada ummatnya, Insya
    ALlah. Saya harus kuat menjaga keikhlasan ini, saudarapun teruji
    kesetiaan, cinta kepada AA. Saya tidak berharap agar rekan2 mencintai,
    membela saya…Jangankan kepada rekan2, kepada teh Ninih saja…”Mamah,
    AA tidak menuntut mamah melakukan apapun untuk keputusan yang AA ambil
    ini”. Karena tidak bisa diungkapkan sekarang hikmahnya. Mudah2an rekan2
    memaklumi, memaafkan, dan siap. Inilah babak baru dalam kehidupan saya,
    mungkin satu-dua tahun ini akan latihan mengembangkan kemampuan. Sebagai
    penggantinya, mudah2an ibu2 akan…tempat saya digunakan oleh teh Ninih.
    Mudah2an akan ada figur ulama lain yang bisa mengisi kekosongan ini,
    pada saatnya mudah2an AA Gym yang tampil lebih layak disebut ulama
    daripada sekarang ini yang hanya baru belajar berdakwah biasa. Saya
    membutuhkan situasi dimana teruji keikhlasan, teruji kegigihan,
    konsisten dalam kebenaran, apakah karena ALlah ataukah karena mencari
    kedudukan kepada manusia.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Penjelasan Teh Ninih dan Alasan AA Gym Memilih Teh Rini

    Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. ..

    Maha suci Allah, yang melembutkan hati-hati kita. Mudah-mudahan dengan
    kelembutan hati, Allah menuntun kita agar kita mudah untuk menerima
    kebenaran. Terima kasih AA…saya pribadi merasa bersyukur memiliki
    suami yang diberikan karunia yang sangat besar, bisa mengenal Allah
    sejak sebelum menikah. Dan saya…banyak evaluasi untuk saya sebagai
    istri, kurang terima kasih saya kepada suami, sehingga dengan pernikahan
    20 tahun, walaupun saya sebagai istri sudah mulai dikenalkan dengan
    Allah oleh orang tua, tetapi untuk langsung bisa mempraktekan,
    Alhamdulillah, syariatnya lewat AA. Hakikatnya Allah SWT yang sayang,
    Allah memilih AA.

    Perjalanan 20 tahun menikah penuh dengan liku, kadang sering tidak
    setuju dengan apa yang AA lakukan. Berawal dari bagaimana AA selalu
    melatih istri untuk tidak cinta dunia. Sempat terpikir, “Kenapa AA
    seperti ini, kok nyiksa istri…?”. Tetapi, subhanallah, dengan
    kesabaran AA, sebagai suami begitu paham perasaan istri. Dan 20 tahun
    kemudian, inilah saatnya, latihan demi latihan yang luar biasa ujian
    besar. Di saat istri sangat cinta kepada suami, karena suami sedang
    diuji dengan penghormatan, dan suami juga selalu memuji istri. Nah, pada
    saat inilah, subhanallah, Allah mendatangkan kejadian yang menguji
    keikhlasan istri. Maka yang pertama kali, hikmah dari kejadian ini, “Ya
    Allah, saya sedang diuji dengan kemudahan, dengan penghormatan” . Dan
    suami begitu bangga kepada saya, kadang terucap dalam hati, dalam
    pikiran…”inilah saya yang paling hebat, yang bisa mengantarkan suami
    saya menjadi hebat seperti ini”…Allah nggak suka, Allah Maha
    Cemburu…”Bukan karena engkau…”, bukan karena saya sebagai istri,
    tapi Allah yang menuntun, Allah yang memberikan kekuatan kepada suami.
    Maka, Allah mendatangkan seorang wanita yang AA pilih sebagai istrinya.

    Awalnya, hancurlah sudah perasaan diriku…tapi, subhanallah, terus
    minta kepada Allah…oh, ternyata nggak ada yang hebat, tidak ada yang
    hebat, yang hebat hanya Allah. Itulah ujian keikhlasan, sehingga
    akhirnya…ketika tahu bahwa AA sudah menikah, subhanallah, pasti ini
    ada hikmahnya, pasti ada hikmahnya. Langsung merujuk apakah ini akan
    mengikuti nafsu saya takut kehilangan.. .kehilangan. ..nama istri AA Gym
    yang hebat, atau merujuk kepada hukum Allah. Istikharah, sujud, minta
    tolong, sambil menangis…dan, subhanallah, ketika hati kita lembut, itu
    terasa sekali penghambaan kita kepada Allah, minta yang terbaik…minta
    yang terbaik. Dan, Allah membukakan hati bahwa apa yang dilakukan suami
    saya ini adalah sebuah kebenaran. Saya harus berjuang untuk memanage
    nafsu…memanage nafsu.

    Dan, yang kedua, hikmahnya adalah, setelah meyakini bahwa ini sebuah
    kebenaran, disinilah benar, bahwa dengan poligami itu sangat komplit,
    bagaimana manajemen qalbu bisa dilatih semuanya. Yang pertama, bagaimana
    melatih supaya tidak dengki kepada orang. Di saat ada orangnya, dengki
    tidak? padahal hati terusik. Kalau saya dengki, berarti terhalang saya
    untuk mendekat kepada Allah. Kemudian yang kedua, evaluasi untuk diri.
    Apakah ini, saya termasuk tamak, tidak mau berbagi? Padahal selama ini,
    di hadits, di Quran…bahwa kita harus mencintai saudara seiman seperti
    mencintai diri sendiri. Saya punya suami yang begitu hebat, sholeh,
    kaya, cakep…ini orang yang paling saya cintai, bisa nggak berbagi
    kepada sesama muslimah. Ternyata tidak mudah AA…(terdengar audiens dan
    Teh Ninih sendiri tersenyum/tertawa ringan)…ngejungke l(terjungkal)
    juga yah? Istilahnya.. .AA takut sama yang lain. Tapi, subhanallah,
    dengan pertolongan Allah, terus diberikan pemahaman… pemahaman.
    Berarti saya nggak boleh mundur, ini kesempatan, harus lulus…harus
    lulus…harus bisa.

    Itu hikmah yang kedua, dan yang terakhir, barangkali ini satu harapan
    dari Teteh sebagai…sebagai orang yang dipilih mendampingi AA dalam
    berjuang. Di saat melihat akhwat, perilaku kepada teh Rini khususnya,
    sangat beragam. Sampai ada yang ingin menjenggut katanya kalau ketemu,
    ingin menjambak, ada yang malah sampai…disihir aja katanya, A,
    diguna-guna. Wah, udah macem-macem. Pokoknya, subhanallah, ini sebuah
    pelajaran untuk saya secara pribadi…oh, berarti sikap wanita itu
    sangat beragam, dan saya tidak bisa menuntut akhwat sama, semua legowo,
    semua memaafkan… tapi inilah tanggung jawab seorang pendakwah, seperti
    apa yang AA tadi sampaikan. Jadi, maaf sekali…Teteh menghargai sekali
    yang sayang kepada teteh mungkin sangat ingin, membalas lah…kalau itu
    dikatakan ketidaksukaan, bagaimana menjadi seorang anak atau santrinya
    membela gurunya, untuk supaya tidak sakit. Tapi, tolong…berperilak
    ulah, perilaku yang baik, karena walau bagaimanapun teteh sekarang mulai
    berfikir…saya bersyukur dan berterima kasih kepada teh Rini yang
    menjadi jalan saya bisa evaluasi, sejauh mana keseriusan(? ) saya taat
    kepada suami, sejauh mana saya berlatih untuk berbagi, berlatih untuk
    tidak dengki, berlatih untuk memaafkan orang yang sepertinya menyakiti.
    Seperti itu A, terima kasih.

    Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
    Alasan AA Gym memilih Teh Rini
    Mengapa dipilih Alfarini? Seorang yang baru masuk ke sini (DT). Saya
    lebih mendasarkan kepada istikharah, satu tahun, kurang lebih. Kalau
    baik, mudahkan…kalau tidak baik, jangan pernah terjadi. Saya tidak
    memilih karena saya mencintai berlebih. Tidak bisa dipungkiri Alfarini
    dikaruniai sesuatu yang menarik perhatian, tetapi .(ada satu kata yang
    tidak jelas)…sadar, saya tidak mau hanya karena itu.

    Nah, rekan-rekan sekalian. Alfarini usianya hari ini genap 38 tahun.
    Alfarini, kakeknya adalah…neneknya adik-kakak dengan orangtuanya pak
    Habibie. Jadi, ini lahir di keluarga besar pak Habibie. SD, SMP nya di
    Al-Azhar, SMA di Surabaya, kuliah di UNAIR. Yang saya dengar, memiliki
    kecerdasan memadai, tanding dengan teh Ninih yang tidak pernah rangking
    2, kecuali rangking 1 terus. IP nya 3,6. Saya pilih, diantara hikmahnya
    adalah karena ketabahan dan kesabarannya menghadapi situasi-situasi yang
    sangat berat dalam kehidupannya. Ibunya sudah stroke, ayahnya sudah
    uzur, pikun. Dia harus memikul tanggung jawab atas keluarganya seorang
    diri. Sudah janda, anaknya 3, usianya selisih setahun dengan istri saya.
    Dan teruji dalam situasi yang saaangat berat seperti ini, dimana saya
    tidak bisa mendampingi teh Rini dihina, dicaci, dimaki begitu banyak
    orang, dia harus menghadapinya seorang diri. Maha Suci Allah, yang
    membuka sedikit demi sedikit hikmah.

    Sahabat saya Hari Sudarsono, yang membangun pesantren ini dari awal,
    baru saya tahu bahwa itu adalah saudara dekatnya, dan beliaulah, Hari
    Sudarsono lah yang menceritakan. Jadi, kalau selama ini ada informasi
    yang simpang siur, siapakah wanita ini? Jangan…jangan disisipkan intel
    dan sebagainya. Semakin lama, semakin saya kenali, Qiyamul Lailnya,
    standarnya adalah jam setengah 2 pagi, jam 2 pagi. Kesabarannya,
    alhamdulillah, saya syukuri. Tentu banyak kekurangan-kekurang an sebagai
    manusia, tetapi sesudah ijab qabul, saya sebagai suaminya memikul
    tanggung jawab untuk bisa membuat istri saya ini menjadi bagian dari
    dakwah ini. Mudah-mudahan Teteh bisa menjadi Kakak, berikut gurunya.
    Saya harap saudara tidak berburuk sangka kepada istri saya yang kedua
    ini. Dia adalah bagian dari takdir ini, teteh akan berubah menjadi lebih
    baik, insya Allah, syariatnya hadirnya Rini. Anak-anak saya lebih dekat
    dengan Allah, syariatnya dengan hadirnya Alfarini. Saya bisa belajar
    untuk terus mengubah diri, syariatnya adalah ditakdirkannya ada wanita
    bernama Alfarini.

    Kenapa tidak dipilih dari anak Kyai yang sudah jadi? Mungkin takdir ini
    membuktikan bahwa menikahi itu harus bertanggung jawab memperbaiki,
    maaf, meningkatkan. Teh Ninih orangtuanya ulama, sudah jadi dari awal,
    saya hanya tinggal memoles. Alfarini, pengetahuan agamanya tidak
    sebanyak saudara-saudara, namun banyak juga pengetahuan dan pengalaman
    lainnya yang mungkin saudara belum memiliki. (sampai sini, rekaman
    terputus…)

  67. Wah rame juga pembelaannya, baguslah AA, go head…yang penting nawaitunya cari ridho Allah…itu saja…, jika tidak ,bisa celaka, kalau cuma gunjingan biasa saja…kita pasti ingat cerita bapak anak dan keledai…apapun yang dilakukan bisa selalu salah…tetapi jika berbuat krn Allah…berpegang pada tali Allah, maka dunia akhirat bisa didapat semua…amiin

  68. seandainya pernyataan AA GYM & TEH NINIH tadi bisa dipublikasikan ke khalayak ramai, entah yang pro maupun yang kontra dengan poligami… InsyaAllah smua orang jadi bisa ngerti dan menyesuaikan dengan diri sendiri.
    segala perdebatan itu bukan jadi masalah kalo semua orang menerapkan dan melihat diri sendiri.
    INDIVIDUAL DIFFERENCES
    poligami bukan berarti nyalurin syahwat doang
    tapi yang ga setuju poligami bukan berarti setuju prostitusi
    dan kaum wanita yang tidak/kurang setuju poligami (salah satunya saya)lebih dikarenakan kami belum bisa menata pikiran dan perasaan pribadi (selain faktor keadaan yang mendukung ato mengharamkan poligami). ntar poligami yang tadinya untuk mencari ridho ALlah malah bisa mendatangkan dosa kalo kami ga sesiap dan ga setegar teh Ninih & Teh Rini
    ya namanya manusia, banyak hal yang terpikirkan sebagai konsekuensi dari suatu tindakan. kalo ga sanggup ya pasti kita semua ga akan ngelaksanakan tho?!
    salute to Teh Ninih & Teh Rini! saya ga pernah kebayang ada di posisi mereka dan bisa mengambil sikap yang begitu bijaksana, ga sanggup rasanya.
    salute juga buat penulis yang udah ngangkat topik ini :)

  69. Ada pepatah mengatakan kalau kita takut sesuatu pelajarilah sesuatu itu dan hadapilah langsung, biasanya kenyataannya tidak seseram bayangan kita, jadi buat teh Cili….cobain aja…he..3x…

  70. POLIGAMI= Nikahi Janda beranak Yatim

    Poligami dalam Islam bukanlah didasarkan pelepas syahwat tetapi sesuai dengan maksud Ayat 4/3 hanyalah untuk kestabilan hidup anak yatim dan ibunya yang janda.

    Perbantuan terhadap janda beranak yatim lebih efektif jika disalurkan melalui poligami daripada melalui Baitul Maal atau jawatan yang membiayai hidup fakir miskin.

    Dan sayangnya, tradisi poligami yang berlaku selama ini dalam masyarakat Islam bukan berdasarkan Ayat 4/3 tetapi poligami bebas sembarangan yang karena salah paham telah menimbulkan sikap sekuler dalam diri perempuan bahkan juga membuka jalan bagi usaha emansipasi.

    Selengkapnya klik di bawah:

    http://myquran.org/forum/index.php/topic,11911.0.html

  71. ya kalau menurut saya pribadi sih poligami itu boleh-boleh saja. bila memenuhi semua persyaratan. kita juga tahu kan bahwa syarat-syaratnya sangat ketat. dan boleh selama tidak melanggar hukum agama.

    memang kata siapa kalau poligami itu menurunkan derajat seorang istri, bahkan dengan poligami secara tidak langsung telah mengangkat derajat sang istri, kenapa, coba kita tinjau dari segi positifnya. dalam perbandingan saja laki-laki dan perempuan itu kurang lebih 1:10. misalkan seorang suami hanya memiliki satu istri, maka akan dikemanakan yang 9 perbandingan tersebut.
    misal ada 1000 orang laki-laki maka 9000 wanita akan terlantar karena tak ada yang menjadikannya pasangan hidup.
    bagaimana menurut anda tentang contoh diatas

  72. menyambung perkataan saya “E_On3” diatas kan sudah jelas dikatakan bahwa seorang istri yang ikhlas, ridho untuk mempersilahkan suaminya menikah kembali, maka balasannya adalah syurga.

    siapa sih yang tidak mau masuk ke dalam syurga.
    boleh tanya pada diri kalian masing-masing.

    terima kasih.

  73. #87
    huahahaha.. masih ada yang percaya cowo banding cewe 1:10?

    itu ngambil statistiknya dari mana? atau cuma katanya? atau wangsit dari mimpi semalam? :D

    kalo di http://www.bps.go.id sih ga segitu. hasil sensus di Indonesia tahun 2000, laki2 sedikit lebih banyak. untung ini ga dijadikan alasan untuk poliandri, hehe..

    mau bilang data bps biasanya ga akurat sih sah2 aja. tapi kalo ga dibantah dengan data lagi, ya mentah jg dong.

  74. jangan selalu poligami dihubungkan dengan hukum Allah yang telah tertulis paten. Disini dilihat dari manusianya itu dulu. Jangan selalu membenarkan poligami itu jika hanya melihat dari boleh-tidaknya, halal-haramnya, adil-tidaknya, tapi coba rasakan bagi hati seorang wanitanya yang telah jatuh bangun mendampingi dengan seribu bahkan berjuta-juta pengertian dan pengorbanan; hatinya, jiwa raganya terasa dicabik dikoyakkan hanya karena poligami suaminya (berpoligami dengan seribu alasan). Alasan apapun untuk berpoligami akan tetap mengoyak hati wanita. Seikhlas wanita mengizinkan suami untuk berpoligami tetap dan tetap akan terasa hatinya ditusuk belati tajam. Hai kaum lelaki yang berpedoman bahwa poligami itu sangat baik, Coba terawang hati wanita ini, coba jika engkau mempunyai ibu yang dimadu, jika engkau punya anak perempuan yang dimadu. Jujur dengan sepenuh hati, wanita tidak akan pernah mau hidup kalau tahu dia akan dimadu. Wahai laki-laki poligami yang baik, seorang istri mau menerima kekurangan dirimu sebesar apapun. Kenapa kalian tidak? Engkau juga manusia biasa yang juga sangat banyak kekurangan sama seperti wanita.
    Aku hanya ingin mengetuk hati laki-laki yang berpoligami dengan sejuta alasan, belum puaskah kalian dengan setiap saat menzolimi hati wanita? Pekalah seperti engkau peka pada dirimu sendiri.
    Wanita yang dimadu hanya punya harapan agar suaminya kembali seutuhnya seperti dulu disaat pernikahan pertama. wanita memang pemaaf, tapi jangan kau manfaatkan untuk segudang alasan dengan menyakitinya. Jangan kau merasa bangga dengan melakukan poligami, itu tanggung jawab yang berat, baik pada manusia maupun pada Tuhan. Dosa istrimu kau pikul, sakit hatinya kau penyebabnya, tapi kau juga sebagai penyembuh dari luka hatinya. Wanita yang dimadu hanya mengandalkan kesadaran dan kesabaran, bahwa dirinya mempunyai kekurangan. Tapi adapula wanita yang dimadu tidak mau tinggal diam jika kesabarannya diabaikan suaminya. HAti-hatilah wahai lelaki poligami, jangan selalu meremehkan kemampuan wanita. Wanita adalah pemghibur laki-laki, wanita dapat mendapingi laki-laki untuk sukses, tapi wanita juga dapat sebagai penghancur laki-laki yang sudah mengecewakan hatinya dengan cara apapun. Poligami bukan hal penting yang patut dibanggakan dan bukan juga kunci kebahagiaan. Poligami juga bukan hal penting untuk syarat masuk surga. Beribadah banyak dengan cara lain selain berpoligami. Berbuat adil dulu untuk dirimu yang masih banyak kepincangan, baru kau berbuat adil untuk orang disekelilingmu. Luka bakar dapat hilang dengan operasi plastik, tapi luka hati seumur hidup tak pernah bisa hilang. hai kaum lelaki yang berpoligami, maukah jika istrimu membagi kasih sayang dengan orang lain selain dirimu dan anak-anakmu (yang jelas membagi cinta sepertimu dengan orang yang dicintai selain yang ada dirumah)? Jelas tidak mau, bukan!! jangan mencubit jika tidak ingin dicubit, jangan berbuat naif jika tidak ingin dikhianati…

  75. Saya setuju poligami bagi yang mampu, seperti misalnya kaum elite politik, menteri, dpr, mpr, bupati, gubernur,pengusaha dst agar tidak ada selingkuh dikalangan public figure kaum elite-artis, tahu ga apa semua kaum tsb jujur, bersih, tidak pernah selingkuh atau penampilannya saja yang kelihatan sok bersih sok suci, jawabnya cuma nurani anda yang tahu. syaratnya : istri akan yang dipoligami ambil di tempat lokalisasi sampai habis termasuk lokalisasi artis.
    elite 10 istri, mentreri 25 istri, dpr 20 istri, mpr 25 istri, gubernur 50 istri, konglongmerat/presiden 100 istri dst tinggal di atur sama undang2, adil kan bisa bagi2 rejeki, rejeki hasil korupsi tidak dimakan sendiri, psk hilang, lokalisasai raib, wong cilik sejahtera, wong kecil basah, setuju ga!!!

  76. YANG NAMANYA ORANG BERPOLIGAMI UDAH PASTI MORALNYA MESUM.
    GIMANA MAU DIBILANG NGGAK MESUM, LHA WONG UDAH PUNYA ISTRI MASIH NGELIRIK CEWEK LAIN.
    NGGAK USAH NYARI PEMBENAR KEMANA2, MEMANG DASAR OTAK UDAH NGERES.

  77. hmmm,
    buat yg kontra…
    sudah pernah tanya suami belum dan dapat jawaban jujur:
    – mas, apakah kamu pernah berzina?

  78. coba deh para istri, buntuti suami dari pagi sampai malam…
    ada kemungkinan kamu menemui bahwasannya suami kamu lebih baik berpoligami daripada berpura2 baik dihadapan kamu dan menunjukkan penentangan thd poligami, padahal panti pijat sering dikunjunginya dan kamu tdk pernah mau tahu khan???

    hati nurani macam apa sih yg membiarkan suami kamu spt itu???

  79. masalah poligami,kalu jaman nabi dulu itu didasari dengan iman yang kuat dan tujuan untuk menolong bukan untuk kenikmatan semata:Contoh serang lelaki yang sudahpunya istri minta ijin pada istrinya untuk menikahi janda yang sudah tua dan sudah tidak bisa cari nafkah nah itu tujuannya menolong . Kalau AA Gim menikahi janda cantik itu tujuan nya untuk nafsu bukan menolong menurut saya

  80. Siapa yang telah bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak diibadahi selain Alloh, hendaknya bertaqwa pada Alloh. Jangan kalian berbicara tanpa ilmu….. Semua itu akan dihisap, akan kalian pertangung jawabkan kelak di hadapan Alloh…Dzat yang telah menciptakan kalian !!
    Apa yang akan kalian katakan kelak di hadapan-Nya ??
    Ingatlah…..hanya ada 2 kemungkinan yang akan kalian terima kelak : Nikmat atau Sengsara !!! SELAMANYA….!!!
    Bisakah kaliah memahami kata-kata “SELAMANYA” ???
    Maka ketahuilah…..
    Sesungguhnya Ilmu itu adalah al-Qur’an dan Sunnah….!!!!
    Jika kalian berkata tanpa ilmu, itu artinya kalian berkata dengan nafsu ( yang kalian menyebutnya hati nurani ??? )
    Karena yang dikatakan hati nurani, pasti sejalan dengan fitrah manusia. Dan fitrah manusia tidak lepas dari kitabullah…..

  81. poligami, suatu bentuk ikatan perkawinan, banyak komentar, beda pandang. tidak satupun yang benar dan tidak satupun salah. apapun pilihan ada konsekuensinya. apapun agamanya ada aktifitas poligami. tanpa itupun ada kegiatan seksual tanpa ikatan. laki cari perempuan dan perempuan cari laki. jadi silakan pilih yang sesuai dengan keingina anda saat itu, jam itu, hari itu, minggu itu, bulan itu. selalu ada perubahan sikap karena berubah itu sifat manusia. Salam

  82. terdampar disini, ya numpang komen aja deh….
    setahu saya didalam Islam (agama saya) ada beberapa hukum. Wajib, sunnah, mubah (boleh) dan haram. Nah poligami itu masuk ke kategori mubah (dibolehkan) bukan sunnah.

    Mungkin untuk memahaminya harus dipakai logika terbalik mas. Bagaimana jika poligami itu haram di dalam islam. Saya pikir akan lebih susah… karena orang yang istrinya tidak bisa melahirkan, sakit atau dalam kondisi tertentu tentu suaminya tidak bisa berpoligami. Kalau sang suami ingin mencari istri lagi tentu dia harus mencerai istrinya (karena poligami haram). Kasian kan bayangkan jika punya saudari yang ga punya anak, sakit, trus dicerai ama suaminya….

    Saya punya kenalan yang berpoligami. Beliau berpoligami karena istrinya sakit keras… akhirnya istri muda nya lah yang membantu mengurus keluarga termasuk merawat istrinya tersebut. Saya ga kepikiran kalo poligami haram tentu nasib si istri akan lebih menyedihkan. DI ceraikan suami karena tidak bisa melayani suami. dan tentu orang2 pun akan berkata… Islam sungguh tidak addil…

    Jadi saya pikir diturunkannya hukum dari Allah itu ada hikmahnya… dan tentu saja orang yang berpoligami akan mempertanggung jawabkan keputusannya itu dihadapan tuhan dan manusia.

  83. Wanita tercipta dr 1 tulang rusuk laki2.
    jadi, kalau istri anda 2. Yang satu tercipta dari tulang rusuk siapa dong???

  84. Wanita setia mw menerima, melahirkan hingga membesarkan anak dari benih laki2. kenapa sebagai laki2 anda tidak bisa menahan diri untuk menikah lagi?

  85. Sebuah cerita tentang poligami :
    Ahmad tinggal di kota. Ahmad tidak pernah melihat TV, atau membaca koran. Dia selalu melihat sungai di kotanya sangat kotor, penuh sampah dan menjadi sumber penyakit.

    Suatu hari ia bertemu seorang pengelana dari desa, Wawan namanya. Wawan bercerita bahwa sungai di desanya sangat bersih, dapat dipakai mandi, berenang dan bahkan airnya dapat langsung diminum.

    Tak diduga, Ahmad marah. Ia menganggap konsepsi Wawan tentang sungai hanyalah sebuah omong kosong. Mana mungkin sungai bisa dipakai mandi, apalagi diminum airnya?

    Konsepsi Wawan tentang sungai menantang konsepsi Ahmad tentang sungai. Akhirnya, Ahmad bahkan memperjuangkan agar ide sungai bersih dari Wawan dinyatakan sebagai paham terlarang oleh pemerintah.

    Begitulah kita. Kita selalu dibombardir dengan berita-berita negatif tentang poligami, sehingga kemungkinan rumah tangga poligamis dapat menjadi rumah tangga sakinah mawaddah wa rohmah hilang sama sekali dari ruang pemikiran kita.

    Begitulah kita, ummat yang hidup dalam jangka waktu yang sangat jauh dengan Rasulullah SAW. Zaman semakin berubah, kehidupan kita semakin jauh dari praktek penegakan Islam di masa Rasulullah SAW, namun kita ‘mengadili’ nilai-nilai Islam dengan standar zaman kita, yang -sayangnya- sangat didominasi nilai-nilai Barat, yang sebenarnya, hingga 1 abad yang lalu masih mengakui praktek poligami.

    Saya yakin, akan tiba masanya dimana nanti poligami akan menjadi hal yang lumrah dan diterima sebagai fakta oleh ummat manusia. Pada saat itu, dunia akan mengakui fleksibilitas Islam, yang tidak menolak poligami, namun mengaturnya.

    Dari Abu Musa r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya nanti akan datang suatu masa, di mana seseorang berkeliling membawa emas untuk bersedekah, lalu tidak ada seorangpun yang menerimanya. Dan pada masa itu terlihat (terjadi) seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang semuanya akan berlindung kepadanya kerana sedikitnya laki-laki dan ramainya kaum wanita.;- (Muttafaq Alaihi).

  86. Polygami ? itu adalah hak pribadi secara khusus, hak keluarga secara internal rumah tangga ( istri & anak ). Hak masyarakat secara external / umum ? akan tetapi untuk hal satu ini ( polygami ), memang terutama hak pribadi. hanya dia sendiri yang tau dan mengerti tentang apa yang dilakukannya serta disaksikan langsung oleh Allahnya. terutama ilmu yang menjadi patokan / pedoman adalah yang telah dikuasainya. yang paling penting saat ini, jawab lah tantangan dari sistim penataan hidup yang sedang menguasai di muka bumi ini dengan memperbaiki pola dan cara melakukannya secara sadar ilmiah ( dzikrullah ). apakah masih ingin tetap dikuasai oleh sistim Jahiliyah ( perbudakan ) ? terbelenggu ? apakah belum inginkan kebebasan / kemerdekaan yang sebenarnya ? segitu aja dulu deh. trims.

  87. sebenarnya ya kalau mau disalahkan itu perempuan bukan laki2, karna perempuanlah yang membuat kekacauan rumah tangga orang…….yang pasti perempuanlah yang merasa sakitnya juga….coba aja dipikir…..laki2 itu tidak akan tergoda kalau perempuan tidak menggoda……maaf ya buat perempuan yang ngerasa memang begitu……kalau ada perempuan yang gak suka dengan kata saya ya call aja 085264626613…..

  88. Engga usah munafik lah !

    Kalau perlu variasi kena tidak ?

    Coba anda bayangkan, supaya adil kita main ( ML ) bareng-bareng !

    Cowonya satu vs Cewenya 2 atau 4 …

    wah .. sorry nih, … tabu …!!!

  89. T : Wanita tercipta dr 1 tulang rusuk laki2.
    jadi, kalau istri anda 2. Yang satu tercipta dari tulang rusuk siapa dong???

    J : Ya dari laki-laki juga dong. Kan tulang rusuk manusia ada 12 pasang.

    T : Kalau memang Tuhan membolehkan poligami, kenapa Dia menciptakan satu Adam dan satu Hawa?

    J : Lho kalau ada wanita lain selain Hawa, Adam bisa-bisa diacuhin karena para wanitanya sibuk ngerumpi.

  90. gw TIDAK setuju dengan poligami, apapun alasannya, karn itu akan sangat menyakitkan kaum perempuan………….kamu,kaum lelaki, jangan pernah sekali-kali menyakiti kaum prempuan!!!
    karena bagaimanapun juga, qt itu terlahir dari rahim seorang perempuan,coba dech banyangin seandainya ibu kamu yang di polgami,,,bagaimana perasaan kamu????g bs nrima khan???so, jangan egois dech!!!

  91. Setuju. Mari gunakan nurani.

    Sudah banyak orang menggunakan nurani untuk istri yang suaminya ingin menikah lagi. Kita harus bersikap adil, mari kita gunakan nurani kita untuk pihak lain.

    Mari coba gunakan nurani seandainya ada seorang perempuan, menjanda, menanggung penghidupan seorang (atau lebih) anak. Menanggung beratnya beban kehidupan. Sesuai fitrah sebagai seorang perempuan ada kerinduan untuk bersandar kepada seseorang yang bisa melindungi, mengayomi, mendidik, membela ketika orang lain menyudutkan atau melecehkan, kerinduan kepada seorang imam yang baik.

    Yang terkadang lebih berat dari semua itu adalah stigmatisasi mayoritas anggota masyarakat sebagai “berpotensi” menggoda suami orang atau suami orang tergiur padanya. Kendati dia tidak pernah menggoda suami orang, jika seorang lelaki baik yang masih perjaka, apalagi yang sudah beristri mendekatinya, meskipun atas persetujuan istri pertama, serta merta stigma janda penggoda secara sepihak segera berdatangan padanya.

    Apa kata nurani anda?

    Allah adalah Pemilik setiap nyawa, Pengendali setiap hati, Maha Membalikkan Hati seseorang. Jika hari ini kita berkata tidak terhadap sesuatu, tetapi Allah berkehendak hati kita dirubahNya 180 derajat, tidak akan ada yang kuasa mencegah. Ingat, tidak ada niatan atau pun perkataan yang tidak diuji. Jangan sampai keangkuhan kita sebagai mahluk ciptaan menimbulkan kemurkaan Sang Pencipta sehingga ketika kita diuji, kita gagal.

    Kita sudah kehilangan prasangka baik terhadap Allah. Allah tidak akan membuat aturan yang tidak ada manfaatnya. Aturan yang tidak kita pahami saat ini, mungkin memang diproyeksikan untuk masa jauh di depan kita.

    Contoh :
    Ketika peraturan tentang hijab diturunkan, adakah orang di jaman itu berfikir bahwa saat ini, karena begitu banyaknya perempuan “berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang” berkeliaran di hadapan kita sehingga mengundang shahwat baik laki2 maupun sesama perempuan. Ya…sesama perempuan (bukankah di jaman ini tidak sedikit perempuan atau laki berhubungan sejenis?)

    Paling aktual: Flu Babi. Jadi momok saat ini. Saya yakin ketika aturan pengharaman babi diturunkan, tidak seorang pun di jaman itu berfikir bahwa hari ini, babi menjadi sumber penularan penyakit yang bisa mematikan.

    Maha Benar Allah, Penguasa jagat raya dan seisinya. Semoga kita dihindarkan dari sikap sempit dalam menggunakan nurani kita. Amin.

  92. masalah poligami menurut pandangan saya heru bogor timbul karena karena kita merasa sudah segala galanya hebat :sudah kaya , sudah pandai, sudah beribadah.sewaktu kita masih miskin dan bodoh, tidak ada pikiran ingin poligami .setelah kita merasa kaya dan punya segala galanya kita berubah haluan ..siapa yang rugi anak anak kita. jangan buat kepandaian kita utk membuat sengsara anak22 kita.jangan melupakan sejarah dan asal usul kita bisa berhasil… hitung untung dan ruginya utk anak kita.heru 0251 2780705

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s