Hosting Impian itu

Akhirnya saya pindah ke Dreamhost.

Akhirnya, setelah tanya sana dan sini, saya memutuskan untuk menggunakan layanan hosting dari Dreamhost. Prosesnya agak ribet sedikit karena mereka membutuhkan validasi kartu kredit dengan cara mengirimkan imprint kartu kredit via fax. Caranya dengan meletakkan kartu kredit di bawah kertas dan kemudian kita gosok menggunakan krayon atau pensil supaya nama pemegang kartu kredit dan nomornya bisa dibaca dengan jelas. Kemudian hasil cetakkan kartu kredit itu dikirimkan Karena hal itulah maka proses untuk mendapatkan account di Dreamhost memakan waktu dua hari.

Mengapa Dreamhost?
Pertama-tama tentu saja adalah karena kerepotan yang saya alami dalam mengurus lebih dari satu domain dan blog. Ya, saya memang memegang total lima domain dan semuanya aktif. Tidak ada yang kurang dengan WHPlus tempat saya selama ini berhosting. Layanan mereka cukup baik. Paling tidak sesuailah dengan harga yang mereka tetapkan. Kalaupun ada sedikit glitch, saya yakin itu masih normal-normal saja.

Nah, sejak bulan lalu saya mencari-cari layanan hosting yang besar, bisa digunakan untuk multiple domain, tapi murah. Ada beberapa pilihan, memang. Teman-teman yang berbisnis reseller sempat menawari saya. Tapi, saya pikir, mengapa harus menggunakan layanan mereka kalau saya bisa langsung berhubungan secara langsung dengan perusahaan hosting besar? Plihan menggunakan layanan dalam negeri saya urungkan. Bukankah kebanyakan dari mereka adalah reseller?

Ada beberapa alternatif yang masuk dari luar negeri, misalnya Hostgator, Yahoo!, MediaTemple. Tapi, kok mahal ya. Saya maunya space besar, multiple domain, tapi murah. Nah, ternyata Dreamhost memberikan apa yang saya impikan. Spacenya besar, 200Giga. Bisa multiple domain. Dan harganya murah, cuma US$22.40 per tahun. Itu pun masih gratis satu domain. Gila sekali, bukan?

Dua Testimonial
Sebelum memutuskan menggunakan DreamHost, saya sempat berkirim email ke dua orang yang telah hosting di sana, yaitu Harry Sufehmi dan William Pramana untuk menanyakan pengalaman mereka menggunakan layanan Dreamhost. Hanya William saja yang dengan cepat membalas email saya.

Kata William:

Iya, saya menggunakan DreamHost sejak 2 tahun yg lalu. Downtime sih kadang2 terjadi karena server upgrade/network upgrade, saya bisa memaklumi karena menurut saya jarang ada host yg bisa 100% uptime. Bisa 100% up malah lebih berbahaya karena itu artinya server nya tidak pernah di patch dari masalah2 security yg ada.

Data lost, tidak pernah. Lagipula mereka juga punya backup system yg cukup memadai. Anda juga dapet menghubungi support kalau tidak sengaja menghapus file personal anda.

Renew kontrak sudah 1x, karena saya selalu bayar 1 tahun full. Soal perpanjangan mungkin saya akan menggunakan server sendiri setelah ini karena ada beberapa project yg membutuhkan dedicated server. Jadi blog saya bisa numpang. Tapi kalau projet tsb dibatalkan, saya rasa DreamHost masih pilihan saya.

Menurut saya harga service dreamhost sangat murah untuk disk space dan bandwidth yg di berikan DreamHost. Satu hal yg saya kurang suka dari dreamhost, pembuatan database MySQL dan username baru membutuhkan waktu 10 – 15 menit. Tapi untuk saya gak ada masalah.

Wah, sebuah testimonial yang bagus dari seorang blogger paling terkenal di Indonesia. Saya pun menanyakan secara lisan tentang layanan DreamHost kepada Budi Putra. Blogger yang juga wartawan IT kawakan pun mengatakan bahwa DreamHost bagus. “Cepat kok loadingnya,” katanya pada suatu saat.

Ah, dua testimonial dari dua orang blogger papan atas pasti tidak akan salah. Akhirnya saya sign up Dreamhost dan approval sudah diterima pagi ini. Sekarang, tinggal memindah satu-satu domain dan file yang ada di WHPlus ke server baru.

Harga Dreamhost
Saya memilih paket Crazy Domain Insane yang mempunyai fitur: 200Giga space, bandwidth 2T per bulan, gratis satu domain, unlimited MySQL, one-click installation, unlimited domain hosted. Harganya adalah US$9.95 per bulan atau sama dengan US$119.4 per tahun. Dengan menggunakan kode promosi tertentu, saya mendapat diskon US$97. Jadi, saya hanya perlu membayar US$22.4 per tahun. Kalau dirupiahkan ya kurang dari Rp.210.000,- per tahun. Murah banget, khan?

26 thoughts on “Hosting Impian itu

  1. Saya juga terpikiran pake Dreamhost. Tapi setelah pikir2 mendingan pake VPS aja. Soalnya kalo pake VPS saya bisa punya (almost) full control ke servernya, bisa dipasangin software apa aja, mail server sendiri, django, rails, lighttpd, spamassassin, mysql, postgresql, powerdns, you name it, dapet ip sendiri, bisa berapa banyak domain aja, bisa reboot. Kekurangannya: mesti maintain sendiri (update, security, etc.), tidak bisa utak atik kernel space, disk space dan traffic quota cuma dikit banget dibanding dreamhost. Tapi ini biasanya gak masalah.

    Contoh penyedia VPS yg tidak terlalu mahal adalah vpsland.com dan tektonic.net.

    Mungkin nantinya bisa pesen dua2nya, vps dan dreamhost. Yg vps dipake buat workhorse, yg dreamhost buat storage dan yg gak terlalu penting.

  2. Selamat bergabung.. saya juga pengguna DH.. ah kenapa ngga pake promo code saya ? “JFBOOST” disc $97 juga hehehe… dijamin paten..
    Bilang2 dong kalo lg cari hostingan..
    Anyway.. Nana (nananias.com) juga dimintakan hal yg sama, jiplak / tusir kartu kredit pake pinsil trus di fax.. tapi daku Ndak tuh.. All registration done in a few hours.. saya pake CC HSBC Indo.. sampai skrg ngga ada klarifikasi macem2..

    @Ronny..
    Yupe… karena tahun kedua, promo code udah ngga berlaku.. discount besar2an kan dtg dr promo code-nya.

  3. saya juga pernah baca blog dreamhost sucks. tapi, saya kemudian bertanya ke Google. Keyword dreamhost sucks menghasilkan 342 ribu query. Sedangkan keyword love dreamhost menghasilkan lebih dari satu juta query. Kesimpulannya: lebih banyak orang yang puas dengan dreamhost. Ini kesimpulan saya pribadi. Lagipula, saya tidak mengajak siapapun bergabung ke dreamhost, kok. Hehehe…

  4. salam kenal, wah nambah 1 lagi nih customer dreamhost. Saya juga numpang hosting disana, setelah sekitar 1-2 bulan ini, saya puas dengan servicenya. Saya tanya support juga lumayan (minda tolong perbaiki DNS (karena salah config) 2 hari selesai.) Memang sih kalah cepat dengan pandela.com (free hosting), tapi masih masuk akal koq. dibandingkan singcat network. seminggu belum tentu diurus.

  5. Setuju ama mas Gondhez. Footernya masih salah tuh.

    Yakin banget kalo orang DH skarang remes-remes rambut saking keselnya ngeliat footer jalansutera.com

    *Injek-injek cumi!*

  6. Pertama tau ni hosting agak mengherankan juga. Klo pembayarannya selain lewat kartu kredit pake apa ya ?

    Di webnya dreamhost ada tulisan:
    Automatically Increases Weekly By

    Apa iya tiap minggu nambah spacenya ?

  7. Pingback: Quality Indonesian Blogger » Blog Archive » Hosting Impian itu

  8. Pingback: Latar Belakang DidaHosting » DidaHosting’s Blog

  9. well, indonesia selalu nyari dan maunya murah! hihihih, sifat abadi, tapi garansinya apa nantinya? saya tidak tau yg murah apalagi gratis.

    VPS agak ribet,kalau mau ribet soal license beli VPS;)

    kalau mau aman reseller saja.

  10. Mas Jalsut, sampe skrg ada keluhan gak ngehost di Dreamhost? technical supportnya gimana?

    Saya masih agak sedikit bingung menentukan pilihan ngehost antara Dreamhost dan MediaTemple

    Ada saran??

    Makasih ya. Cheer!!

  11. halo mas admin boleh saya minta bimbingan ? bgmn si cara milih mutu hosting itu ? saya baru ngontrak 1 thn ni di indonitahost.com disk 500mb bandwidth 50gb/bln tp mengecewakan. bagaimana tidak, hosting saya gk bs di akses lewat semua OPERA MINI dari HP (2.0 smpe 4.2). ya andalan saya bikin situs cm bermodal hp jadul W700i. BENAR2 KECEWA MAS APA LAGI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s