PLTN Aman itu

Kalau memang aman, mengapa PLTN ini tidak dibangun di samping rumah sampeyan saja?

Di televisi akhir-akhir ini gencar disiarkan iklan layanan masyarakat mengenai PLTN. Saya tidak tahu pihak mana yang membayar pemasangan iklan itu di media pandang-dengar itu. Saya menyimpulkan bahwa iklan ini ingin mengajak masyarakat percaya bahwa kita membutuhkan energi yang bersumber dari nuklir. Selain itu, iklan ini juga mengkampanyekan bahwa reaktor nuklir adalah sebuah teknologi yang aman.

Saya jadi ingat sebuah lelucon yang dilontarkan oleh kawan saya mengenai keamanan reaktor nuklir ini. Alkisah, pada suatu hari pemerintah mengumpulkan para sesepuh desa, pemuka adat dan para kyiai di sebuah desa di Madura. Tujuan pertemuan ini adalah ingin mensosialisasikan PLTN Madura. Sebuah tim lengkap datang dari Jakarta. Mereka terdiri dari para ahli nuklir. Dengan fasih para insiyur lulusan Jerman ini memaparkan aneka gambar, diagram, angka, foto tentang betapa amannya reaktor nuklir yang akan dibangun di Madura itu.

Pak lurah manggut-manggut saja melihat presentasi dari sang insinyur. Pak carik juga idem ditto. Insinyur kita tampaknya bangga dengan presentasinya yang sukses itu. Artinya, proyek PLTN Madura akan bisa dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti dari masyarakat. Sekarang tiba gilirannya untuk sesi tanya jawab.

Suasana sepi, tidak ada yang melontarkan pertanyaan. Sang insinyur bungah. Tapi, tiba-tiba dari deretan belakang seorang kyiai Madura yang sudah sepuh mengacungkan tangannya.

“Pak insiyur, saya ingin mengajukan pertanyaan sederhana. Boleh, khan?” kata kyiai tua ini.

“Oh, boleh. Silakan, pak kyiai,” kata sang insiyur. Semua mata sekarang tertuju pada pak kyiai.

“Tadi saya sudah mendengar cerita bahwa PLTN yang akan dibangun ini pasti aman. Tidak akan ada radiasi karena kita bisa membuat teknologi yang aman. Bukan begitu pak insiyur?” tanya pak kyiai. Dia tampak kalem saja.

“Ya, memang begitu pak kyiai. Aman 100%, tanpa radiasi,” jawab pak insiyur mantap.

“Baiklah kalau begitu. Kalau memang aman, mengapa PLTN ini dibangun di Madura? Mengapa PLTN ini tidak dibangun di samping rumah sampeyan saja?” tanya pria renta ini.

Sang insiyur kehilangan kata-kata. Lidahnya kelu. Bibirnya terkatup rapat. Semua peserta hanya saling pandang. Pak lurah geleng-geleng kepala. Presentasi hari itu gagal total.

47 thoughts on “PLTN Aman itu

  1. Hmmm…apa ya?
    Saya kira tidak sesederhana itu sih permasalahannya. Apa yang saya tahu, PLTN memang lebih menguntungkan untuk jangka panjang, dengan Bahan yang lebih murah daripada BBM dan Daya listrik yang dihasilkan jauh lebih besar. Dan jangan lupa, persediaan BBM semakin lama, semakin terbatas.

    Menurut Anda, mengapa Amerika sangat ‘keberatan’ Iran membuat reaktor nuklir? Data yang kita terima, mungkin sebagian besar, mengatakan untuk perang. Padahal sebetulnya Iran sadar dengan kekuatan dari reaktor Nuklir untuk ‘kesejahteraan’ rakyatnya. Bukan untuk perang.

    Dan yang saya tahu, sistem reaktor nuklir, ‘jika’ berjalan dengan baik, memang sangat aman. Hanya saja, memang limbah nuklirnya yang sangat berbahaya. Jika Madura yang dijadikan pilihan, saya kira itu hanyalah sebuah langkah antisipasi untuk menghindari semacam kebocoran atau bencana. Toh, di Amerika pun kita jarang mendapatkan berita tentang kebocoran radiasi nuklir ini. Saya kira, untuk permasalahan ini, kita memang harus lebih bijaksana dalam mengumpulkan data.

    Maaf ah, cuma sekedar ber-Opini saja…;)

  2. Don, saya sebenarnya juga setuju dengan opini anda itu. Sejatinya, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa selama ini kita jarang menggunakan ahli-ahli di bidang psikologi, sosiologi dan antropologi dalam sosialisasi hal-2 spt ini. padahal, itu penting lhoo..

  3. sebagai alumni teknik nuklir, saya tidak terlalu memikirkan apakah PLTN akan dibangun atau tidak. lha wong sudah dari jamannya Prof Siwabessy pada jaman Sukarno rencana itu ada tapi ngga pernah kesampaian. jadinya ya saya cuek. mau dibangun ya silahkan, mau tidak ya monggo…

    • kalo berpendapat itu harus ada datanya, tau, jangan termakan isyu dan berita…kalo mau tau dan berpendapat tentang nuklir, pelajari dulu, bukan dari isyu, …..lebih baik ngomong tidak tau daripada berpendapat sesuai otaknya sendiri…!!

  4. alaah… sutet aja udah bermasalah ini mo nukliiir…

    1.bangun sutet di atas rumah pribadi menteri/ orang DPR / presiden, orang PLN, di atas tanah pribadi menteri / orang DPR / presiden / orang PLN, dan jangan diganti tanahnya, bayar lebih rendah dari harga NJOP aja, seperti apa yang PLN lakukan
    2.bangun PLTN di sebelah istana negara
    3.Buanglah sampah ke perumahan pejabat, jangan ke bantar gebang, leuwi gajah, dll
    4.cekokin insinyurnya sama kondisi nyata, jangan cuman insinyur di atas kertas doang..

    geuleuh

  5. Beberapa kawan saya yg punya latar belakang ilmu tehnik (fisika) juga sering ngomong bahwa PLTN itu aman, apalagi sekarang sudah tinggi teknologinya.

    Cuma, saya pribadi kok masih takut, mungkin karena awam :)

  6. Setiap teknologi yang dirancang manusia pasti mempunyai resiko, sekecil apapun peluang terjadinya. Kemajuan iptek membuktikan semakin tinggi dan modern serta rumit suatu teknologi, memang konsekuensi kegagalannya akan besar, namun demikian peluang terjadinya kegagalan tersebut dapat ditekan serendah mungkin.
    Sebagai contoh, teknologi pesawat terbang lebih rumit daripada mobil. Konsekuensi kecelakaan pesawat jauh lebih besar daripada mobil, namun peluang kegagalan teknologi pesawat jauh lebih rendah daripada mobil.
    Sekedar info bahwa yang disebut konsekuensi kegagalan suatu sistem adalah hasil perkalian peluang terjadinya kegagalan dengan resiko tertentu.
    Dalam hal PLTN, teknologi telah membuktikan bahwa angka peluang kegagalanya seper seratus ribu atau dikatakan seratus tahun reaktor, artinya dari seratus ribu reaktor yang beroperasi masih ada kemungkinan satu reaktor gagal atau arti lainnya setiap seratus tahun operasional reaktor ada peluang satu reaktor gagal.

  7. bukannya masih banyak pulo-pulo tak brtuan??? knafa ga dibangun disonoH ajaH, misalnya kepulauan Nusa Tenggara (pulo yg kuecil2 itu loh) daripada pulonya ilang dijual ke org asing;(

  8. ya kalo udah ada teknologinya, duitnya, regulasinya dan memang mendesak (tuntutan pemenuhan energi) ya tinggal dibangun aja… mau di Jepara, Madura, Nusa Tenggara ataupun istana ya tinggal nyesuaiin aturan, kelayakan dan jaringan distribusinya PLN… asalkan itu aman (hrs ada jaminannya dari instansi atau lembaga berwenang, nasional dan internasional),dan bermanfaat bagi masyarakat banyak dan demi kemaslahatan bersama pake energi apapun boleh saja

  9. Pingback: KMTF - Keluarga Mahasiswa Teknik Fisika UGM » PLTN jadi dibangun? Yang benar nih?

  10. segala sesuatu ada resikonya, semua bisa berjalan baik bila dikerjakan ahlinya. seorang cleaning service aja tidak akan bersih menyapu bila tidak ahli. begitu pula PLTN. bila dikerjakan bagi yang ahli tentu aman dan bermanfaat buat kita. dan jangan lupa semua ada SOP nya

  11. Menurut saya sih ga usah bilang tidak berbahaya, bilang saja memang berbahaya…hanya saja mungkin perlu diberitahu apa saja yang sudah dipersiapkan untuk mengatasi bahaya tersebut. Kalau sudah disiapkan sebaik mungkin masih jebol juga ya namanya nasib :D

    Yang saya sekarang kepingin tahu, untuk menjalanken PLTN itu mbeli bahan bakar nuklirnya kemana ya? apa kita ngeduk sendiri di pulo jawa atau mbeli ke dukunnya (Amrik).

    (Kayaknya saya jadi rada anti amrik gara-gara mbaca buku Confessions of an Economic Hitman punya John Perkins he..he..he..)

  12. PLTN, menurut saya okee banget. Soalnya klo kita lihat realita saat ini kebutuhan akan listrik semakin bertambah mulai dari yang terbesar untuk industri sampai yang paling sepele buat nyukur kumis sekarang pake listrik, klo ndak segera di bangun mungkin 10 tahun kedepan indonesia akan gelap gulita lagi seperti dulu.
    Kita perlu tahu PLTN itu adalah teknologi ramah lingkungan.
    I Igreee PLTN….

  13. niat baik tidak selalu berjalan mulus, yang puenting ajak dialog masyarakat utamanya tentang bahaya nuklir.menurut aku nuklir itu banyak gunanya daripada ruginya.kapan indonesia punya pembangkit listrik tenaga nuklir????

  14. mungkin ada kaitan-nya dgn posisi Madura yg relatif aman dr potensi gempa…maxud saya posisi Madura secara Geology relatif lebih aman drpd tempat2 lain…

  15. Klo PLTN dibngun disamping rmh saya di kampung, i mlh seneng kan bisa buka warung nasi, banyak pekerja dan aktivitas ekonomi. Dari 440 PLTN yng beroperasi skrg dan ratusan reaktor riset di dunia (3 ada di Indonesia) tak satupun yang ada kecelakaan radiasi. Di jepang kemarin, hanya pipa bocor. Di indonesia ada pabrik kimia di jawa timur yg njeblug total. Coz pengawasan rendah, PTLN krn sll didengung2kan bhy jd pengwasan & tekn kes, tinggi.

  16. Pingback: PLTN jadi dibangun? Yang benar nih? « Mengupas Ilmiah Technolgy dan Syariat

  17. halo Jakarte … kalo boleh sih, PLTN dibangun samping rumah ane aja, ane setuju buanget sekalian kasih pekerjaan ama bocah bocah dikampung yang pada nganggur,siape tahu juge ada anak kampung kite yang jadi direktur di PLTN. Untuk bukti nyate jepang yang pernah dijeblukin ame bom atom malah die yang paling getol bikin PLTN itukan bukti bahwa aman. orang gledek aje bise dijinakin mangkenye jadi deh tuh listriknya PLN, apelagi nuklir, mangkenye orang tue kite nyuruh pada sekoleh,die bilang kalo orang ilmunye pendek pasti ngomongnye banyak tapi kalo ilmunye banyak pasti ngomongnye pendek. Sayang knape di Madura yee, salaaam Jakmania

  18. untuk mengakali keterbatasan bahan bakar yg gak mungkin ada terus,boleh aja dibangun PLTN.Soal resiko,udah pasti ada.Dan kalo mikir takut akan resikonya terus gak akan pernah ada PLTN di Indonesia.So,menurutku bangun aja PLTN nya dan mulai pikirkan safetynya serta pencegahan akan kemungkinan terburuk dari sekarang..Dan yang pasti,percayakan pembangunannya pada orang yang”MAMPU”..

  19. Dari sejarah terbukti bahwa kemajuan peradaban manusia, terutama sejak revolusi industri, memerlukan dukungan ketersediaan energi. Kebutuhan energi, khususnya energi listrik, di Indonesia saat ini sangat besar. Sumber energi apakah yang patut dijadikan andalan, dilihat dari berbagai segi termasuk ekonomi, teknologi, sosial, dampak terhadap lingkungan dll? Teknologi nuklir di dunia saat ini sudah cukup teruji untuk menyediakan energi listrik dalam jumlah besar dengan biaya yang bersaing dengan sumber energi lain dan dengan resiko bahaya terhadap lingkungan yang relatif kecil. Tapi apakah energi nuklir cocok untuk Indonesia tentunya masih harus dikaji untuk kondisi di Indonesia. Inilah bagian yang paling penting (dan paling susah!).

  20. Semoga kita jadi orang-orang yang bijaksana dalam mensikapi teknologi tinggi ini. Teknologi ini sesungguhnya gak ada masalah, bahkan akan menunjang energi nasional pastinya. Sekarang yang masih jadi masalah utama adalah mental orang-orang kita (Indonesia), harus kita akui bahwa kesadaran kita masih sangat rendah bila dibandingkan dengan Jepang, Jerman, dan negara negara maju lainnya, bahkan dengan Malaysia pun kita udah ketinggalan lho. Alangkah baiknya kalo kita bisa memacu dan menumbuhkan kesadaran kita untuk menyambut teknologi ini, dan bukan hanya nuklir tentunya, teknologi lain pun punya resiko, tergantung kesadaran kita, percuma orang Indonesia pinter-pinter tapi kesadaran di negerinya sendiri masih sangat rendah, Kesadarannya tinggi hanya kalo di luar negeri saja, mari mulai dari sendiri untuk meningkatkan kesadaran kita. Orang yang masih menolak PLTN sesungguhnya ada 2 kemungkinan, #1 Karena tidak tahu, #2 Karena masih takut atau kurang yakin akan keselamatan, itu timbul karena dirinya masih memiliki kesadaran yang rendah.
    Jangan jadikan momok teknologi maju, ayo berubah untuk maju. Merdeka…..
    Wassalam

  21. pltn????? sepertinya ga ada masalah sama sekali…
    asalkan orang yang diserahi tanggung jawab itu benar2 kompeten dan berdedikasi tinggi…
    soalnya masallah kelistrikan di indonesia kita yang tercinta ni udah parah banget,lagipula pltn tu kn pusat listrik yang termasuk murah dari segi biaya pengoperasian walaupun mahal dari segi investasi

  22. Bagi sebagian negara berkembang, teknologi nuklir seolah menjadi hal yang menjanjikan, baik sebagai solusi pemenuhan kebutuhan energi maupun sebagai simbol penguasaan teknologi. Sayangnya, anggapan ini tidak selalu benar. Cerita pengalaman beberapa negara berkembang yang susungguhnya dalam membangun PLTN bisa dibaca di infoenergi.wordpress.com.

  23. ya, sebenere itu sih emang baik klo emang penanganane ora sembrono. di samping itu sesuatu yg blm dilaksanakan apapun resikonya kan tdk bisa diramal, jgn menerka suatu hal yg negatif krn mgkin di era baru nanti dampak bagus untuk kita. soale aku juga pngin kRja disana.

  24. mau gak PLTN dibangun deket rumah gueeee…..soale rumahku sering sepiii.mungkin kalo sebelahnya dibangun PLTN rame kali yaaaa……Caaapek dech kesepian.
    Tapi ada satu syarat aja,,,,,bangunnya ntar kalo udah K I A M A T !!!!….*Black Choice*

  25. bro… q paling setuju jika d negara ini punya nuklir… entah itu buat pln ato lebih bagus lg bikin rudal hulu ledak nuklir…wah mantaf…BRO…APA MAU SUATU SAAT ANAK CUCU KITA DI JATUHI NUKLIR NEGARA LAIN?..knapa ngga antisipasi dr skarang… itu tehnologi men… jangan d batasi… safety emang penting…tp jgn pesimis….klo mau maju ya jgn jd penonton… klo takut mati ya mending ngga usah hidup…negara ini d bangun dengan perang dan perang pasti licik… siapa yang pandai itu yang menang….siapa yg kuat dia yg akan memimpin…

  26. yaa.. sebagai orang yang tau ‘dikit’ tentang nuklir mungkin mengharapkan dibangun PLTN pertama kali di Indonesia tapi disini saya netral aja menaggapi PLTN..
    Saya sedikit agak terkejut kemaren di Trans 7 ada sedikit ( bahkan banya kali..) hal-hal yg tidak benar mengenai PLTN seperti :
    Korban Chernobyle itu cuma sekitar 60 org bukan 200.000 org ( nyeleweng udah jauh bgt…).
    Di Three Mile Islands tidak ada korban.
    Lalu mengenai ketersediaan energi alternatif selain nuklir kayak:
    Matahari (emang mau nutupin seluruh Indonesia dengan Solar Cell apa..)
    Air + angin ( berapa daya yg dibangkitkan apakah mencukupi kebutuhan ampe 10-20 tahun mendatang..)
    Biomass (Emang tiap hari orang kudu buang sampah ama buang hajat ampe berkilo-kilo.. Ya klo tiap hari makan klo nggak…)

    Ya udah gini aja lo semua mau nggak saat lo operasi tiba-tiba mati lampu lalu dokter berkata ” maaf mas/mbak operasi dilanjutkan nanti karena ada pemadaman..” Padahal perut lo udah dibuka gitu…
    Aku sendiri jadi heran mengapa orang klo mo protes tidak pake ilmu.. pokoknya ngikut aja…Orang klo mo protes tolong tau ilmunya bagaimana nuklir sebenarnya dan bagaimana karakteristik reaktor nuklir sebenarnya bukan asal ngomong gitu..
    Pokonya gini klo PLTN nggak dibangun silakan aja yg penting lo yg pada protes jgn ampe merengek-rengek minta dibangun PLTN pada kami (org2 Nuklir) karena kehabisan energi.. Ingat bentar lagi Malaysia dan Vietnam mo bangun PLTN yg dimana ketika PLTN dibangun maka teknologi di negara tersebut akan maju pesat karena semakin memacu penduduk negara tersebut membuat teknologi yang membuat PLTN semakin aman juga resiko semakin kecil dan Indonesia emang akan jadi negara buruh jika melihat tetangga-tetangganya yg akan maju pesat… ( Silakan klo mo nanggapin..)

  27. Gini ya poro sedulur, terutama yang pada ketakutan sama nuklir. Sampeyan podo itu cuma membesar-2kan emosi, dan berpikir pakai dengkul, jangan-2 sampeyan semua itu cuma ditunggangi LSM2 yang anti Indonesia maju, dan mau menghancurkan negeri kita. Coba pertimbangkan ini fakta :

    1. PLTN jauh lebih aman dari pada handphone dan satekambing. Dalam seratus tahun kejadian PLTN mbledos dan membunuh orang tidak lebih dari 3 kali. Dilain pihak, ratusan kali dalm satu minggu orang mati gara-gara handphone, karena salah omong lewat handphone, salah kirim sms, kena radiasi hp, kepleset hp, salah tyelan hp dsb. Sudah jutaan orang mati karena makan sate kambing tiap hari karena bludrek.

    2. Penggunaan PLTG, PLTBBM dan PLT2 lain membuat gas rumah kaca. Sampeyan tanggung jawab kalau anak cucu kita pada kepanasan, kena polusi CO2 dsb?

    3. Teknologi PLTN tahan gempa. Kemarin di Jepang ada gempa. Semua PL mati kecuali PLTN.

    4. Yang pentiung dituntut itu begini. Mari kita dukung pemerintah rtame-2 bikin PLTN, dengan sarat, listrik untuk rumah tangga dan UMKM gratis! Ini lebih konstruktif daripada cakar-2n sendiri. dan nggak maju-2 sementara malaysia dan thailand nanti listriknya murah, industrinya maju bisa bersaing, dan UMKM kita pada gulung tikar akibat harga pokok inustri kita kalah saingan dengan negara tetengga. Nati sampeyan baru nagis kebo luh.

    4. Perkara orang pada mati, itu sudah akan tiba saatnya. Pakai pltn mati, pakai PL yangh lain orang juga akhirnya mati. Itu pak Kiai dari Madura, kayak orang nggak tahu sorga-neraka saja. Kalau dia kiai yang faham agama, mati itu kecil, makin cepet mati makin cepet masuk sorga, apalagi matinya kena nuklir, cepet, nggak pakai liwat UGD atau ICU, ehe. Lain kalau kiai bohongan, cuma nerima amplop melulu, pantes takut mati.

    Tngkiu, DB

  28. aku orang medan punya poendapat, bahwa pltn itu ngak perlu sekarang ini. karena masih banyak suber energi lain, yag ramah lingkungan;air,angin dan ombak.apalagi cuaca kita kan udah berubah,saya pikir itu karena As dan Jepang kurang ajar itu puya banyak pltn,dan bocor sehingga buat kutub jadi cair hanya ini tidak diberitkan worldnews.Kalau diberitakan amerika dan nipon akan bangkrut kena tuduhan perusakan lingkungan.
    Nur das moechte ich euch sagen.danke shoen…(bahs jerman;hanya itu saja yg ingin aku bilang.trims.)AKu ngmbil jerman di unimed

  29. wows…telat yah lagi ikut nimbrung. lagi dapat tugas dari dosen tentang nuklir. anak psikologi sih, tapi kan tetep ada nyambung2nya ma nuklir. thx bgt atas comment kalian. aku lebih fokus ke masalah sosial humanioranya aja, bukan praktis nuklirnya. itu mah urusan orang2 teknik. yah…semoga bermanfaat yah. salam dari Jogja.
    BTW…sebenernya aku setuju aja sih PLTN dibangun. coz pas SMA dulu aku pernah kunjungan ke BATAN Jogja. sempat takut kena radiasi, pas pulang emang pusing n agak mual. tapi setelah dapat nutrisi di warung bakso…eh, langsung deh buger lagi. he he…

  30. :) Indonesia sudah punya PLTN. Tinggal pasang generator saja. Ada di Serpong. Suer. Mari dirayakan, semua konflik dan perbedaan pandang karena meninjau dari t4 berbeda-beda ternyata sudah selesai…

  31. karena t4 anda memenuhi bbrapa pengujian..Pngujian t4 untuk PLTN ckup lama, agar mmnuhi 3S(Selamat-selamat-selamat).
    Anda mnolak nuklir brarti sm saja mnolak pmberian Allah SWT, krn matahari,makanan,TV,manusia,dan sumber nuklir(yg dpermasalahkan) juga mngeluarkan Radiasi. Ttp PLTN mmilki lbih dari 5 lapis pelindung dan brbagai uji, agar mmnuhi syarat 3S.

    Resiko hrus dsikapi dgn cerdas..Qt bersiap dan mampu..!

  32. Matahari jg mnghsilkan RADIASI..Matahari ciptaan Allah SWT, Anda msih mnolak?saya akan brusaha mnjelaskn dgn bhsa yg msyarakat dan mmpersiapkan SDM yg siap dngan teknologi.

    Nuclear more save..save MORE!!

  33. aQ stuju sama pendapat yang Laen,coz pembangunan PLTN tuch mempunyai dampak bagi manusia pada umumnya…
    Tp seiring dengan perkembangan teknologi yang smakin maju serta semakin menipisnya sumberdaya Alam,sebaiknya kita mencoba mencari Alternatif laen yaitu dengan mencoba yang ginian..gtu
    toh juga kan untuk kepentingan bersama ya nggak!!!!

    meskipun ada resiko kan ga ada salahnya untuk dicoBaa.
    dan apabila di negara laen PLTN dapat berjalan dengan aman knapa para insyur kita tidak mencoba di negar kita,meskipun biaya yang akan dikeluarkan besar,, apa gunanya APBN kita..

  34. Dear Bro’s & Sis,

    Sebuah pandangan baru on Nuke’s world
    SDM –> semua operator, supervisor & Inspector harus punya sertifikasi…beda dengan guru AKta4 datang duduk dan bisa contek sana-sini (berdasarkan pengalaman) beda dengan Ir Sipil siapun yang merasa mampu bikin gambar ato ngaduk semen boleh nimbrung padahal ribuan manusia dimall-mall jakarta berlalu lalang tanpa tahu inspeksi berkalanya
    Keselamatan —> pengawasan tiap plant diawasi oleh IAEA, fixed monitor yg hanya boleh di buka/diganti oleh authorize IAEA officer, ada monitoring radiasi untuk jarak-jarak tertentu & secara berkala (beda dengan pabrik2 diIndonesia… siapa yang punya dept. Env. monitoring utk tiap medium external (air, udara, debu etc)

  35. Kita terlalu takut dengan mindset kita sendiri yang beranggapan bahwa PLTN itu pasti berbahaya atau resikonya terlalu tinggi. Mindset inilah yang membuat kita menutup diri terhadap fakta-fakta yang ada yang mengarah bahwa PLTN itu tidak berbahaya. Sebagai generasi bangsa seharusnya kita dapat berfikir lebih rasional dan cerdas dalam menyikapinya. Kalo begini terus, kapan bangsa ini dapat berkembang?? kalo generasinya aja penakut

  36. didunia yg serba nuklir ini kta harus punya nuklir, tapi nuklir tersebut harus ditaruh ditempat yang aman dan tidak padat penduduk.

  37. Semua apa yang diprogram untuk kemajuan negara selalu ada resiko atau pilihan, maka apasalahnya kita mencoba sesuatu walau itu kontroversi yang harus kita tanggung bersama. kalau semua kita takuti kapan kita akan mencoba dan menuju suatu kemajuan untuk teknologi indonesia……….siapa takut…!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s