Memberi pakan burung

Sejak kecil saya belum pernah memelihara burung. Entah mengapa saya tidak tertarik untuk memelihara binatang yang bisa terbang ini. Dulu, memang kakakku sempat memelihara burung merpati. Tapi, itu tidak lama. Kenapa? Soalnya bapakku tidak suka dengan burung. Hanya beberapa minggu saja burung dara itu sempat ngendon di rumahku. Suatu pagi, kakakku kehilangan burung daranya, tiga pasang. Bapak bilang, burungnya terbang gara-gara semalam ada kucing. Belakangan, setelah kami besar, baru bapak membuat "pengakuan". Burung-burung itu ternyata dilepas di gelapnya malam. Lho, kenapa?

"Kalau kalian aku ijinkan memelihara burung, kapan waktunya buat belajar," kata bapak beberpa waktu yang lalu. Saya paham keputusan beliau untuk tidak mengijinkan kami memelihara burung.

Nah, foto siapa itu yang sedang memberi makan burung? Tentu saja itu bukan foto kakakku, apalagi bapakku. Itu foto seorang pedagang burung di Pasar Kebayoran yang sedang "ngloloh" burungnya. Awas lho, flu burung itu berbahaya.

Read and post comments | Send to a friend

3 thoughts on “Memberi pakan burung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s