Buku sekolah beriklan itu

Harga buku sekolah bisa diturunkan jika ada iklan.

Dua orang tetangga mengeluh mahalnya biaya sekolah. Dari berbagai macam biaya yang harus dibayar, salah satu yang paling besar adalah biaya buku. Seorang tetangga mengatakan bahwa dia harus mengeluarka uang sampai Rp500 ribu untuk anaknya yang sekolah di tingkat SMP. Uang setengah juta itu hanya digunakan untuk buku-buku yang digunakan selama satu semester saja. Benar-benar mahal. Pertanyaan saya adalah mengapa buku sekolah mahal?

Saya menengarai adanya biaya-biaya yang tidak perlu yang harus dibayar orang tua murid. Misalnya, harga buku dari penerbit sebenarnya adalah harga gross. Artinya, sebenarnya sekolah berhak mendapatkan diskon jika membeli dalam jumlah yang banyak. Ada yang mengatakan bahwa sebenarnya diskon yang berhak sekolah dapatkan besarnya sampai dengan 30% dari harga gross itu.

Sayangnya, ada oknum di sekolah yang menikmati diskon ini sendirian dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri. Oknum sekolah ini hanya bertindak sebagai broker semata dan menikmati diskon yang diberikan oleh pihak penerbit.

Jika pihak sekolah jujur dan terbuka, sebenarnya harga buku sekolah bisa lebih rendah daripada yang ada sekarang. Bahkan, harga buku itu masih bisa turun lagi jika ada iklan dalam buku sekolah.

Bayangkan jika ada iklan-iklan dari, misalnya, Indofood dan Nestle, yang ada di bagian belakang buku. Bagi pemasang iklan, tentu saja ini adalah pasar yang sangat empuk. Iklan susu dari Nestle tampil di back cover buku anak kelas 1 sampai 6 SD yang memang sedang membutuhkan energi yang tinggi untuk pertumbuhannya. Orang iklan bilang: targetted! Biaya iklan ini dikompensasikan untuk menurunkan harga buku.

Dengan pemikiran yang simple ini maka dua pihak diuntungkan: para orang tua tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar harga buku yang selangit. Harganya turun karena ada iklan di situ. Para produsen juga senang karena bisa mengkomunikasikan produk mereka di pasar yang sangat tepat. Memang, iklan-iklan yang tampil di buku itu harus selektif dan edukatif. Saya pikir orang tidak alergi terhadap hal ini, khan?

Ada komen?

18 thoughts on “Buku sekolah beriklan itu

  1. Ntar pakai Nestle, dibilang Israel, trus bukunya diboikot. Kumaha coba?
    Tapi, generally, aku pikir ide yang menarik. Buku TIK atau Sains dengan iklan Telkomnet Instan. Buku Agama dengan iklan Bank Muamalat. Masa sih pada nggak mau bayarin? Memang pasti akan ada yang bilang bahwa ini mendidik konsumerisme sejak dini. Tapi TV pendidikan dan majalah2 pendidikan juga berjalan tanpa celaan yang berarti.

  2. meskipun ada alternatif memasang iklan di buku utk menurunkan harga, namun karena si oknum dari awal sudah niat memperkaya diri sendiri, biasanya harga buku akan tetap tinggi dan si oknum yang akan semakin kaya.

    orang betawi bilang: “udah dari sononya, bawaan orok!” susah diubah… :)

  3. Waah..benar setuju banget. sebenarnya bisa dipermurahlagi tuh. Apalagi kalo bahannya diganti dengan yang lebih murah. Toh tahun depan bahkan semester depan udah ndak terpakai

  4. Pingback: gombalkliping » Blog Archive » Puji Mau Jualan Buku Tertaja

  5. iklan di buku agama kaya gimana ya? buku PMP/PPKN kayanya akan jadi buku paling sepi peminat..

    “rating”-nya rendah, soalnya! ixixiix

  6. Keknya aku alergi deh kalo ada iklan di buku pelajaran. Membayangkan saja jijik jadinya. Komersil gitu loh. Buku itu buku, jendela ilmu!

    Kalo buku pelajaran itu mahal, menurutku sangat wajar karena menulis buku pun biayanya mahal, baik dari sisi penulis maupun penerbit.

    Yang menjadi masalah adalah sistem. Oknum yg bernafsu uang menjadikan buku mahal semakin mahal dan tidak ada hukum yg menindak oknum ini. Oknum bisa jadi distributor/broker murahan atau penerbit itu sendiri. Banyak juga penerbit yg ambil untung terlalu besar dan merugikan penulis.

    Selain itu, budaya di masyarakat Indo yg blm banyak menghargai buku. Buku-buku pelajaran umumnya berharga 30ribuan saja dibilang mahal, padahal kalo jajan ke fastfood outlet utk sepaket pizza aja udah 50ribu lebih, misalnya.

    Kapan negara Indo maju??

    Yg mesti dirubah sistemnya, bukan bukunya. Sekali lagi, menulis buku itu mahal!

    -Penulis Buku Matematika-

  7. dulu buku pelajarn tuh turun remurun!..nah klo skarang bku tuh jadi berganti trus karna ada kerja sama dari penerbit n pengarang yg merubah buku …untuk keuntungan yg berulang2!!padahal inti isi buku itu sendiri hampir sama!!huh..aneh

  8. gagasan atau ide tersebut sah-sah saja. namun yang perlu diperhatikan adalah, apakah ada satu aturan yang bisa dijadikan rujukan untuk itu. kalau buku pelajaran ada iklan, dampak plus dan minusnya apa saja. mungkin perlu dipikirkan terlebih dahulu. perlu kiranya advis dari berbgai kalangan, baik pembuat regulasi (pemerintah), penerbit, maupun pengguna buku itu sendiri.

  9. gue sangat setujuuu,pemerintah udah nggak kuat subsidi buku lagi.apalagi kalo sponsornya peduli ama pendidikan.terutama produk-produk indonesia asli.I love indonesia.

  10. sebenarnya ngak perlu banyak bicara “pemerintah ngak seirus untuk menuntaskan kebodohan di negeri ini” yang kaya makin kaya yang miskin makin kere (Jadi hidup perlu di hati-hati sendiri. kreatif dong biar ngak di bodohi orang)

  11. bagus juga tuh buku pake iklan, tapi ya harus diatur yg bener. semua aspek diatur. Pembaca nggak jadi korban, pengiklan juga gak terlalu rugi. Tapi sukur2 sih nggak pake iklan tapi pemerintah ngasih insentif buat perusahaan yang mau mencetak buku dan membeli lisensinya serta ngebagiin gratis.

  12. sebetulnya, adakah aturan baku tentang larangan memasang reklame/iklan di buku cetak/bacaan siswa sekolah atau memasang reklame/iklan di sekolah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s