Brondong itu

Brondong ini memang manis. Tapi, bukan brondong yang negatif itu, lho..

Kemarin, ketika istirahat dalam perjalanan liburan, ada brondong yang manis. Hey, jangan ngeres dulu pikirannya. Brondong ini adalah jenis makanan. Saya tidak tahu mengapa sekarang istilah brondong bergeser menjadi negatif, ya?

Dulu, waktu kecil, ada juga brondong yang terbuat dari jagung seperti halnya pop-corn yang kita kenal sekarang. Rasanya tidak terlalu manis. Soalnya sang pembuat hanya menambahkan sedikit sekali gula untuk sebagai salut bulir-bulir jagung yang merekah ini. Makanan ini sering ditawarkan oleh pemulung sebagai barteran dengan barang-barang bekas yang kita berikan ke mereka. Itu terjadi dulu ketika saya masih SD. Malangnya, saya nggak doyan makanan ini. Nggak tahu kenapa kepala pasti jadi pusing kalau memakan brondong jagung yang rasanya nyaris sepa ini.

Nah, brondong yang saya temukan di Rumah Makan Bie Seng di daerah Losari, Brebes ini tentu berbeda. Saya menyebutnya sebagai brondong beras. Brondong ini ringan sekali. Salutan gulanya juga banyak, makanya rasanya mantap manis.

Tapi, kenapa mereka mencantumkan makanan ini sebagai “kue”? Kenapa tidak disebut “snack”?

7 thoughts on “Brondong itu

  1. Kalo melewati Nagreg selain Ubi Cilembu dijajakan juga digantung bermacam-macam Borondong, ada yang sebesar bola pingpong, bola kasti hingga sebesar sofbol.

    Borondong adalah Jagong Beledug (popcorn) yang dipadatkan menjadi bola. Gula merahnya yang membuat jagung saling melekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s