Karyawati Termuda itu

Terpaksa ikut bokap atau nyokap ke kantor. Gara-gara waktu yang mepet

Pagi-pagi kemarin ada karyawati baru masuk kantor. Gayanya centil banget. Tas warna pink dipanggul di punggung. Rambut dikucir ekor kuda. Jeans warna biru jadi andalannya, ujungnya dilipat satu kali. Pakainnya bergaya kasual, agak sedikit “you can see“.

Begitu datang ke kantor, karyawati baru ini langsung ditinggal “bosnya”.

“Tunggu di sini, ya,” kata bosnya. “Bos ada meeting di lantai bawah!”

Si karyawati baru ini menurut saja. Dibukanya tasnya yang lebih besar daripada badannya. Ada macam-macam makanan kecil: permen, coklat, dan beberapa kue kering. Dimakannya coklat sebungkus sambil menatap komputer. Sekarang tangannya memainkan keyboard sesukanya. Nggak jelas apa yang ditulis. Maklumlah, anaknya memang masih kecil. Ketika duduk pun kakinya terpaksa uncang-uncang, menggantung di atas lantai kantor.

Inilah suasana kantor saat pendaftaran sekolah tiba. Bapak dan ibu yang tidak punya banyak waktu terpaksa membawa anak-anaknya ke tempat kerja. Beruntung jika anaknya mau bersosialisasi seperti Kiki di gambar itu. Dia menurut meskipun “bosnya” meninggalkannya di ruang kerja. Dia tidak rewel. Kemarin dia mendaftar masuk SD. Dari pagi sampai siang proses belum selesai. Terpaksalah dia dibawa bokapnya ke kantor.

Suasana seperti ini terjadi juga saat pembantu memaksa mudik. Biasanya itu terjadi pada saat-saat menjelang lebaran. Pembantu sudah kesusu mudik, tapi kantor belum memberikan libur. Terpaksalah anak dibawa ke tempat kerja.

Ada yang pernah bawa anak ke tempat kerja? Gimana rasanya?

11 thoughts on “Karyawati Termuda itu

  1. #1: nggak punya kakak,dats. mau nggak kenalan sama ibunya? :D

    #2: pasti Fakit Bandwidth, ya? ngeblok gambar kok membabi buta.. hheheheee…

    #3: temboknya sebenarnya nggak kusam, kameranya yang autofokus. kurang canggih nih kameranya. :D

  2. Saya sering membawa anak saya (sejak umur 3 bulan) ke kampus. Bahkan pernah sekali saya bawa ketika harus meeting dengan orang kampus bagian external project (kebetulan saya lagi handle project). Ya lagi meeting, perlu break karena si kecil protest minta susu.

    Maklum ndak kuat bayar baby sitter, dan sang ibu harus pergi ke kampus nya di luar kota. Kadang perlu membawa anak ke tempat kerja, biar mereka tahu suasana kerja

  3. enaknya bawa anak kekantor, gak usah momong udah banyak yang ngajak.Anak gw lucu-lucu en sama siapa mau.Kata temen gw “Cemulik” maksudnya gampang diculik.Cuma selalu ada komentar ” untung gak nurunin bapaknya”

  4. Duh luthunya… :D

    Jadi pengen punya anak. Pengennya dia kecil trus biar lucu terus, soalnya klo udah gede serem mikirinnya (pergaulan bebas, narkoba, and so on so on …).

    Halah, kok jadi serius begini :D

  5. Saya bawa anak ke kantor jika dan hanya jika hari Sabtu harus masuk kerja (doh, kasian banget, ya?). Baru satu jam biasanya dia udah rewel minta pulang. Seasyik-asyiknya di kantor, rumah tetap tempat yg paling menyenangkan.

  6. Dulu waktu anak masih satu, cukup sering bawa anak ke kantor kalau ke kantor hari sabtu. Atau kadang hari minggu pas pulang dari jalan pagi bareng anak istri mampir kantor dulu.
    Sekarang makin jarang, karena Daud lebih suka main dengan Wida adiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s