Kejutan Piala Dunia itu

Kejutan pertama bukan berasal dari lapangan hijau, tapi dari studio SCTV.

Betapa senangnya saya yang tidak bisa menonton partai pembukaan Piala Dunia yang ditayangkan oleh SCTV. Maklumlah, ketika acara tersebut digelar, saya sedang berada di tengah hutan Lampung. Di sana sinyal SCTV dari Bandar Lampung sangat lemah sehingga gambarnya tidak nyaman ditonton. Sinyal dari Palembang pun tidak bisa ditangkap juga meskipun antena UHF sudah dipasang setinggi pohon kelapa. Sementara itu sinyal SCTV dari satelit hanya menayangkan gambar-diam ketika siaran sepakbola sedang ditayangkan.

Eit…, kenapa saya senang?

Ternyata oh ternyata ada kejutan dalam siaran langsung yang dipelototin oleh jutaan pasang mata di seluruh nusantara itu. Kejutan itu adalah munculnya anak Pak Tua dengan rambut disasak tinggi dan tergerai di kedua pundaknya. Kata temen yang nonton siaran itu, gaya bicara anak Pak Tua ini jauh dari meyakinkan. Bolak-balik matanya mencari-cari teks yang harus dibacanya. Belum lagi gaya mulutnya yang munca-muncu (halah, bahasa opo to iki..)

Waduh, saya nggak langsung percaya sama temen. Saya coba baca di The Jakarta Post sebuah tulisan yang berjudul “Suharto clan riding the World Cup wave on SCTV” di edisi Hari Minggu, 12 Juni 2006 halaman 2. Di dalam tulisan itu, Ade Armando dari Komisi Penyiaran Indonesia memberikan komentarnya:

“Technically speaking, she is not someone who knows a lot about soccer. Politically, she is not known as clean figure and physically she is not very attractive to lure viewers.”

Ingat, itu kata-kata dari Ade Armando, lho, yang merupakan pakarnya komunikasi. Eh, ceritain dong gimana gayanya anak Pak Tua itu. Asyik, nggak sih?

15 thoughts on “Kejutan Piala Dunia itu

  1. aku aja kaget banget mas…
    males banget deh nontonnya…

    masih untuk nyiarin sepakbola..
    masih layak di tonton acaranya…
    tapi bagian ngomong2nya udah gag layak lagi…

    kapan ya disingkirin itu ibu ibu…

  2. Pingback: JalanSutera.com » Presenter Cendana itu

  3. Mungkin pembawa acara yang asli tiba-tiba berhalangan hadir, sedangkan di studio tidak ada orang yang mampu membawakan acara. Jadi si ibu sebagai rasa tanggung jawabnya, memberanikan diri untuk maju tampil di depan kamera.

    Mari kita berkaca positifnya saja. *ehehe*

  4. untuuuung udah gak dipake lagi sama sctv, untuuuuuuuuung cuma bertahan sampe babak penyisihan aja,soalnya kalo dia masih dipake bisa2 aku mutah mutah terus sampe isi wetengku metu kabeeeh hueeeeeeeek hueeeeeeeek

  5. muntah-muntah jijik jijik, waktu sd kalo ditanya sapa bapak pembangunan pasti ngejawab Bapak Suharto . Giliran udah jatuh dimuntah – muntah . dasar indonesia

  6. mbak titiek itu sebagai komisaris SCTV, kan punya wewenang nentuin ape aje, jadi ya ngga usah pada protes wong nyatane sing menangin hak siar World Cup 2006 ya SCTV. jadi peran mbak titiek itu besar lho jadi kita di indonesia bisa liat World Cup 2006.
    meskipun sejujurnya kalo disuruh ngeliat tuh orang, HOEK……..SOR !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s