Pak Tua itu

Jangan mati dulu, Pak Tua. Tunggu 32 tahun lagi.

Saya selalu berdoa semoga Pak Tua selalu panjang umur. Saya yakin dokter-dokter paling hebat di Indonesia ini mampu menaikkan kadar hemoglobin Pak Tua sampai taraf yang dibutuhkan agar Pak Tua bisa tetap sadar meskipun sakit. Saya juga selalu berharap agar pendarahan masif di usus besar Pak Tua bisa segera pulih kembali sehingga makanan apapun bisa masuk ke dalam perut. Masih ingat khan berapa ratus juta pajak yang ditilep untuk program mobil nasional? Uang itu khan bisa untuk memuaskan perut Pak Tua itu.

Saya juga berahap masih ada orang yang mau melakukan transfusi darah ke badan Pak Tua. Bukan apa-apa, bukankah dari dulu memang Pak Tua adalah penghisap darah? Bukan hanya darah orang kaya, pengusaha, dan lawan politik. Darah mahasiswa pun Pak Tua hisap. Sampai sekarang ternyata Pak Tua masih juga suka menghisap darah. Kali ini mungkin darah dari PMI, ya?

Saya juga ingin agar Pak Tua tetap bisa menghirup oksigen. Pak Tua, oksigen di negeri ini masih gratis kok. Tapi, untuk orang setenar Pak Tua, semahal apapun oksigen itu, republik ini saya pikir masih kuat mengongkosinya. Jangankan oksigen yang bersih, murni dan menyehatkan, oksigen impor pun akan kami datangkan jika memang diharuskan. Dulu Pak Tua mengimpor yang kapal bekas dari Eropa, sekarang kami akan datangkan oksigen untuk kesehatan Pak Tua. Tapi, kok kelihatannya pulih 100% nggak mungkin, ya? Biarlah, toh yang merasakan sakit cuma Pak Tua saja.

Saya juga selalu ingin agar usus Pak Tua yang dipotong bisa segera pulih. Kenapa dipotong, Pak Tua? Apakah isi usus itu telalu banyak sehingga harus dipendekkan? Jangan khawatir Pak Tua. Kami bisa memanjangkannya lagi kalau memang Pak Tua ingin “makan” lebih banyak dan lebih kenyang lagi.

Saya juga ingin ginjal Pak Tua segera pulih supaya segala macam minuman bisa ditenggak dengan lancar. Indonesia masih punya banyak cairan berharga, kok. Jutaan barel minyak masih tersedia untuk ditenggak. Kapan Anda siap kembali meminumnya, Pak Tua?

Pak Tua, saya ingin agar Anda tetap bisa sadar walaupun sakit. Jangan berkecil hati, di Merapi masih banyak juga orang yang sengsara. Anggap saja mereka senasib. Anda tidak sakit sendirian, Pak Tua. Indonesia sejak dulu juga sakit, kok.

Pak Tua, sebentar lagi Anda ulang tahun. Ayo, sadarlah meski sakit. Berulangtahunlah sampai lebih dari 32 tahun lagi. Rasakan semuanya sekarang. Rasakan, Pak Tua! Rasakan semuanya!

Selamat ulang tahun, Pak Tua. Jangan mati dulu. Tunggu 32 tahun lagi!

18 thoughts on “Pak Tua itu

  1. HAHAHAHAHAHAHA :))

    Gile juga nich blogs.

    Pak Tua: Insyap Pak Insyap .. dah balikin deh duit rakyat , baru dapat pengampunan.

  2. Kamu yang sudah tua, apa kabarmu? Katanya baru sembuh, katanya sakit. Jantung, ginjal dan encok… sedikit saraf. Hati-hati Pak Tua, istirahatlah. Di luar banyak angin…. Pak Tua sudahlah… Kamu sudah terlihat lelah, oh yeah… Pak Tua sudahlah… Kami masih mampu bekerja, oh yeah… Pak Tua… ohhh… ohhh…

    lirik lagu elpamas judulnya paktua

    :D

  3. Bener Andri. Ada lagu yang judulnya Pak Tua dari grup band yang namanya Elpamas. Sudah lama banget sih, mungkin sekitar tahun 90-an, ya?

    Selengkapnya liriknya adalah sebagai berikut:

    Pak Tua
    Artist: Elpamas
    Album: Tato

    Kamu yang sudah tua, apa kabarmu
    Katanya baru sembuh, katanya sakit
    Jantung, ginjal, dan encok, sedikit sarap
    Hati-hati Pak Tua istirahatlah
    Diluar banyak angin

    Kamu yang murah senyum, memegang perut
    Badanmu s’makin tambun memandang langit
    Hari menjelang magrib, Pak Tua ngantuk
    Istri manis menunggu, istirahatlah
    Diluar banyak angin
    Pak Tua sudahlah
    Engkau sudah terlihat lelah

    Pak Tua sudahlah
    Kami mampu untuk bekerja
    Pak Tuaa

  4. pak tua…
    sebelum pergi
    sadarkan anak-anakmu
    ingatkan mantu-mantumu
    nasehati cucu-cucumu

    pak tua, pergilah ke merapi dulu
    tanyakan pada teman sebayamu

  5. Pingback: JalanSutera.com » Ulang Tahun Pak Tua itu

  6. pak tua…?! udah bau tanah?! segala yang telah kau perbuat semakin jelas… kebaikan atau keburukan yang terkumpul dari yang kau perbuat sudah mengarah pada kesimpulan… engkau termasuk orang baik atau orang jelek…

  7. Siapun pak tua, manusia pasti menjadi tua. Kalaupun ada yang tidak menjadi tua, pasti mati muda.Ayak2 wae!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s