Mbah Maridjan itu

Orang besar itu sedang mengemban amanah. Biarkan saja….

Seperti dibilang oleh Mas Pecas Ndahe, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman menyebut Mbah Maridjan itu sebagai orang besar. Cirinya adalah bahwa dia mampu menjawab dan memberi penjelasan dengan ringkas, tegas dan logis.

Seperti dikutip di blog itu, Mbah Maridjan bilang,”Saya itu pengemban amanah sebagai juru kunci Gunung Merapi karena itu saya mesti menjadi orang terakhir yang meninggalkan Gunung Merapi.”

Mbah Maridjan itu ibaratnya seorang nahkoda kapal yang bernama Merapi. Nah, kapalnya hampir meledak. Dia tidak mau mengungsi seperti penduduk lain. Bahkan dia menuju ke arah sumber letusan. Keras kepala memang, tapi itulah tanggung jawabnya sebagai juru kunci, sebagai nahkoda.

Kita bayangkan seandainya seorang Mbah Maridjan tergopoh-gopoh mengungsi ketika Merapi masih dalam status siaga. Bisa-bisa seantero Magelang, Yogya, Klaten dan Boyololali akan heboh. Jangan-jangan nanti ada yang berpikir bahwa nahkodanya saja “melarikan diri” mengungsi, jangan-jangan bumi memang mau ambruk. Iya, khan?

Terus terang saya kagum dengan nahkoda tua ini. Dia tidak mau meninggalkan kapal itu sebelum seluruh penumpangnya selamat. Ini namanya Mbah Maridjan memenuhi amanahnya sebagai seorang juru kunci Merapi. Lha, apa dia tidak takut dengan letusan Gunung Merapi?

Merapi kuwi mahluk alus, iso ngukum wong sing srakah,” katanya ketika wartawan KOMPAS menanyakan hal itu.

Bagaimana jika Mbah Maridjan tewas terkena letusan Gunung Merapi? Ya biarkan saja. Dia memang jadi juru kuncinya, kok. Lagi pula pemerintah juga sudah memperingatkan, kok.

Weleh… opo ra hebat Mbah Maridjan itu…Dia orang besar, man!

15 thoughts on “Mbah Maridjan itu

  1. tapi bukannya banyak orang nggak mo ngungsi nunggu instruksi dari si mbah itu? Dan sepengetahuan saya, si Mbah itu gak mau ngungsi karena alasan yang logis-teknis : bahwa (kalau gak salah) arah luapan nanti akan ke barat, tidak ke arah tempatnya ….

    kalo gw malah setuju mbah itu diangkat paksa … dengan alasan keselamatan lebih banyak orang .. hehehe

  2. Cara pandang berbeda dlm memahami bahaya Merapi antara pemerintah dan mbah Maridjan tak perlu dibenturkan. Pendekatan melalui pola pikir berlainan mestinya dicermati dlm konteks kebudayaan, sehingga ketidaksamaan mindset tsb turut mencerminkan keberagaman manusia dlm berperilaku mengantisipasi fenomena alam. Akan lebih arif-bijak bilamana kita memaknainya secara substansial. Toh, pemerintah dan mbah Maridjan sama-sama bermaksud menyelamatkan seluruh warganya, khususnya di kawasan lereng Merapi dlm kapasitas yg proporsional.

  3. Koncoku Maridjan cocoke maen sinetron bar-barane kelar jam tayangku.

    Salam anget,
    Mbah Marimar

    Uedah kuabeh iki wong2x…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s