1000 Spam

Spam harus ditangkal, komentar perlu dimoderasi

Hari ini, bersamaan dengan perayaan Hari Kartini, spam yang sudah menyasar blog ini berjumlah lebih dari 1000 buah. Tepatnya adalah 1008 buah padahal kemarin masih di kisaran angka 950 buah spam saja. Ini jika dihitung sejak pertama kali Akismet diinstal.

Awalnya, ketika dulu akan menginstal plugin ini ragu-ragu juga. Apa benar ada orang yang dengan bodohnya mau memanfaatkan blog yang tidak terkenal untuk menautkan link mereka lewat fasilitas komentar?

Saya mempunyai pandangan yang berbeda dengan Mas Budi Putera mengenai fitur moderasi untuk memantau komentar yang masuk. Beliau berpandangan bahwa semua komentar di blog harus saat itu juga ditampilkan untuk menegaskan sifat interaktif dan real timenya.

Saya berpandangan sebaliknya. Komentar perlu dimoderasi supaya spam tidak bisa nyelonong seenaknya. Tapi ini tidak untuk semua komentar, kok. Hanya komentar pertama dari masing-masing orang saja yang dimoderasi. Komentar kedua dan seterusnya dengan sendirinya “sudah dikenal” jika orang tersebut memasukkan nama dan alamat email yang sama dengan komentar pertamanya. Dengan demikian komentar-komentar selanjutnya tidak perlu moderasi lagi. Saya sendiri tidak pernah menghapus komentar orang lain betapapun berbedanya pandangan sang komentator itu terhadap entri yang saya tulis. Saya menganggap semua komentar menjadi bagian yang utuh dari sebuah blog.

Namun, tentu saja hal itu tidak berlaku bagi spam yang tiap hari menyerbu. Untuk yang satu ini saya mempercayakan kepada Akismet untuk menyelianya. Akismet adalah plugin buatan Matt Mullenweg untuk memfilter pesan-pesan yang masuk lewat fasilitas komentar blog ini. Akismet jarang sekali salah dalam menentukan apakah sebuah pesan itu benar-benar spam atau bukan. Yang perlu saya lakukan hanya mengeceknya pada sore hari untuk melihat berapa jumlah pesan yang dianggap spam oleh plugin ini. Akismet hanya menampilkan satu spam jika ternyata spam yang sama itu datang bertubi-tubi dengan isi informasi pengirim dan pesan yang sama. Dan kita masih bisa “mengoreksi” jika ternyata sebuah komentar yang valid dianggap spam oleh Akismet. Hanya dengan satu kali klik per hari semua spam itu sudah hancur. Seandainya kita yakin 100% dengan Akismet, spam yang ditangkap oleh 15 hari yang lalu akan dengan sendirinya dienyahkan dari server. Hebat, bukan?

Tapi, sehebat-hebatnya Akismet, masih ada juga spam yang lolos ke fasilitas komentar. Untunglah baru masuk dalam antrian moderasi sehingga dengan mudah ditandai sebagai “spam” dan serahkan ke Akismet lagi. Begitu seterusnya. Come on, spam me!

11 thoughts on “1000 Spam

  1. kenapa gak dibalik mas cara kerjanya. Jadi, semua komen diterima tanpa moderasi. Nanti ketika mau ngedit kita seleksilah komen yang spam atau yg bukan. Dan di saat itu juga, kita mem-ban IP si spammer, hingga tak terjadi lagi.

    menurut saya, mending kita membiarkan beberapa komen spam terdisplay sementara ketimbang mendelay komen beneran dari para visitor

  2. Pingback: Priyadi’s Place » Blog Archive » Kebijaksanaan Menangani Spam Pada Blog

  3. spam itu penting, setidaknya penting agar kita berpikir mengatasinya, dan juga bisa jadi topik posting yang seru. nah, mestinya berterimakasihlah pada para spammer itu :-)

  4. Pingback: Too Much Spam « Cosa Aranda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s