Kodok Gendut

Kodok tambun lebih rakus daripada kodok kurus.

Kalau paman yang satu itu punya kodok yang bisa ngerock, saya punya kodok yang perutnya gendut. Kodok yang terbuat dari keramik ini sungguh rakus. Kodok yang pendiam ini tidak bisa ngerock, tapi rakus. Lihat saja matanya yang besar dan melotot itu. Nggak heran kalo ada anak kecil yang takut memegang kodok ini. Mulutnya juga super lebar, hampir selebar kepalanya. Dari atas dia tampaknya cemberut, padahal kalo dilihat dari depan dia manis, lho. Selalu senyum, tapi.. rakus!

Mengapa rakus? Mungkin ini salah saya mengapa memilih kodok yang perutnya besar sehingga uang berapapun akan ditelannya tanpa bekas. Benar-benar greedy kodok ini.

Awalnya adalah sebuah ide untuk mempunyai celengan tempat uang-uang recehan dimasukkan. Entah mengapa kami akhirnya memilih bentuk kodok yang tingginya sekitar 30 centimeter ini. Sejak sekitar dua tahun lalu kami masih rajin mengisi recehan lewat mulut kodok yang sedang tersenyum ini. Mulut ini oke-oke saja menelan uang lima ratusan logam.

Dulu, waktu pertama kali dibawa masuk ke rumah, sang kodok menolak menerima uang cepekan yang memang lebih tebal. Saya paksa si kodok ini untuk menelannya. Caranya? Gampang saja, mulutnya saya gergaji sedikit agar lebih lebar. Hehehehe, uang cepekan pun sekarang dengan mudah ditelannya. Mampus, loe!

Dua tahun telah lewat, perut tambun si kodok belum sampai setengahnya berisi. Jangankan setengahnya, seperempatnya juga keliatannya belum sampai, kok. Tapi, kami masih setia mengisinya dengan recehan kembalian uang tol. Kapan akan penuh? Nggak tahu dan nggak perlu dipikir.

10 thoughts on “Kodok Gendut

  1. namanya celengan itu ya tempat nyimpan uang koin yang bentuknya babi atau celeng. masak tempat nyimpan uang koin berbentuk kodok atau ayam masih dibilang celengan !? harusnya kan dibilang kodokan atau ayaman, iya nggak ?

  2. Sikodok pendiam ini menurut legenda china, adalah dewa uang. Makanya celengan paling bagus dibuat bentuk kodok,maksudnya agar duitnya awet. Cuma sikodok penjaga uang itu masih kalah sama Tuyul !apa lagi tuyul yg doyan nasi.

  3. asslm pak …met malem sugeng ndalu,ngomong2 soal kodok dulu wkt di kampung saya juga pernah gak makan sate kodok?kt simbah sih byk pitaminnya.bener gak ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s