Jitet Koestana

Kartunis ini adalah orang Indonesia peraih penghargaan internasional terbanyak. Masuk rekor MURI, bung!

Jika akhir-akhir ini Anda memperhatikan halaman KOMPAS, akan terasa ada sesuatu yang baru yaitu kartun dan ilustrasi yang lebih segar yang dibuat oleh Jitet Koestana. Setahu saya, Jitet memang baru di KOMPAS. Sebelum pindah ke KOMPAS, Mas Jitet adalah ilustrator di Tabloid SENIOR, anak usaha Kelompok KOMPAS Gramedia juga seperti halnya KOMPAS.

Saya suka sekali dengan gaya Mas Jitet ini dalam menggambar. Karakter ciptaannya sungguh bagus. Lihatlah SENORI, tokoh rekaannya yang terbit di Tabloid SENIOR. Si SENORI ini tampil seperti layaknya manusia biasa, natural. Komposisi ukuran bagian tubuh SENORI ini juga sama dengan manusia sesungguhnya. Ini berbeda dengan karakter rekaan kartunis lain yang kadang melebih-lebihkan ukuran tubuh manusia, ada yang kepalanya sangat besar, perutnya super buncit atau mulutnya super panjang. Mas Jitet memang beda. Ini yang membuat ilustrasi Mas Jitet enak dipandang. Belum lagi kalau ilutrasi itu dibuat berwarna. Sapuan warnanya juga mantap.

Memang, Jitet bukan orang baru di dunia kartun Indonesia. Puluhan kali dia menerima penghargaan internasional. Menurut Suara Merdeka, nama lelaki kelahiran 4 Januari 1967 tersebut pada 1998 tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai peraih penghargaan internasional terbanyak, yakni 36 buah. Saat ini angka itu telah bertambah menjadi 46 (atau sudah bertambah lagi, mungkin?). Beberapa penghargaan yang prestisius antara lain Grand Prize Seoul International Cartoon Festival” (1997), ”Cordoba International Cartoon Festival (2000), dan yang terbaru Grand Prize ”Syria International Cartoon Contest” (April 2005).

Ada yang sama antara Mas Jitet dengan kartunis-kartunis lain seperti A Loekis Haryadi (Seputar Semarang), Leak Koestiya (Jawa Pos), Hanung Kuncoro (TabloidBola), Prie GS (Suara Merdeka), Ramli (Bintang Milenia), dan Erianto Sulistyawan? Mereka semua adalah “lulusan” SECAC atau Semarang Cartoonist Club.

10 thoughts on “Jitet Koestana

  1. wah, iya kartunis ini karyanya selalu seger
    dulu sering nongol di suara merdeka minggu
    udah lama gak menikmati karyanya
    eh..eh.. sekarang di kompas ya..

  2. Jitet memang baru di KOMPAS. Sebelum pindah ke KOMPAS, Mas Jitet adalah ilustrator di Tabloid SENIOR, anak usaha Kelompok KOMPAS Gramedia juga seperti halnya KOMPAS.

    Wah, saya malah baru tahu tentang beliau ini.

  3. jitet memang top. saya juga salut sama pak jaya suprana yang pada awal 80-an ikut menggairahkan perkartunan di jawa tengah. ada pakarti, secac, dan entah apalagi. sayang, pak jaya sekarang nggak nggambar kartun lagi.

    ada lagi kartunis angkatan 80, yang bukan semarangan, tapi nggak nggambar lagi: lim bun chai (lbc), seangkatan almarhum thomas lionar van bangka.

    bagaimana dengan karya2 kere kemplu dahulu? hayo, cari! pasti nggak ketemu. :D

  4. mungkin saya mengenalnya baru beberapa bulan atau bahkan beberapa jam yang lalu. tapi sungguh salut dengan semuanya. sampai2 saya dianjurkan untuk mempelajari gaya goresan jitet… oleh seorang kawan kerjanya di koran gede di tanah air ini

  5. Saya suka gambar mas Jitet, terutama pada gambar-gambar kartun yang berwarna. Disamping penggarapannya wajahnya serius, pengerjannya tlaten. Semoga nantinya jangan turun kwalitas ketlatenannya karena dikejar deathline media.

    Selamat.

  6. mungkin saya baru tahu tentang karya-karya ms jitet,saya memang suka hasil gambar-gambar mas jitet

  7. ada yng bisa ngiriman krikatur2nya mas jitet nggak???tolongin ya,kirim ke alamatku.abis aku penggemar mas jitet

Comments are closed.