Foreign TVs Invading Indonesia

tv network

Reading KORAN TEMPO Sunday October 9th 2005, I can conclude that Indonesian sky will be invaded by foreign TV networks.

StarTV, one of Rupert Murdoch’s News Corporation subsidiaries, bought 20% of ANTV. Meanwhile, Lativi, a private TV station owned by Abdul Latief, is said to be bought by TV3 Malaysia next year. The due diligence process is running now.

The biggest move is done by Astro All Asia Network Plc. who has bought 51% of KabelVision, the second biggest pay TV in Indonesia. Astro also “hijacked” Riza Primadi, director of news and current affairs of TransTV. After lebaran day, Riza will move to Kuala Lumpur, Malaysia to build a news provider network for Astro.

I think this is a crucial matter. Indonesia is a potensial market for media companies. With more than 210 million inhabitants, we are number 4 in the world in terms of population. What will it be if media companies in Indonesia is governed by foreign investment?

4 thoughts on “Foreign TVs Invading Indonesia

  1. Kalau saat ini investasi luar negeri masih lancar (baca: situasi Indonesia aman-tentram-damai), sekarang ini Indonesia tidak akan menjadi pengimport BBM. Nah, kalau di saat harga BBM ini naik, dan Indonesia menjadi pengekspor, saat ini Indonesia akan mendapatkan devisa yang meningkat.

    Sayangnya Indonesia tidak aman, tidak tentram, tidak damai.

    Tidak ada salahnya investasi luar negeri, karena kenyataannya Indonesia memang butuh.
    Yang penting korupsi bisa dikurangi, kolusi, dan lain2nya.

    Indonesia, mari berbenah! Mau sampai kapan begini terus?

  2. moga-moga aja bisa jadi sparring parternya tv local yang udah mulai penuh dengan tanyangan membosankan
    dengan gini tayangan-tayangan TV bisa lebih selektif lagi

  3. I think it’s a good move. Indonesia must catch up the gap with other countries in term of intellectual aptitude if it’s population. Today, Indonesia is still one of the backward countries in Asia. However, it’s still very long way to go.

  4. Ada yang bertanya: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban saya adalah: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s