Tranced Woman Told Police who the Bombers

After bombs blasted in Jimbaran and Kuta, Bali, last Sunday a woman was in trance. Kadek Suastari was in trance of the spirit of Gadjah Mada, one of the most talented minister who are later brought Majapahit Empire to its peak of glory in the past. In semiconscious state, the mother of two children told the police who are the bombers of Jimbaran and Kuta. According to her, the bombers are Dedy Miswar, Abdul Gani dan Abdullah. Do you believe it?

”Kerauhan”, Sebut Pelaku Pengeboman
Balipost, Senin Pon, 3 Oktober 2005

ADA kejadian aneh mengiringi duka peledakan bom di Jimbaran, Kuta Selatan. Minggu (2/10) kemarin, seorang ibu rumah tangga asal Sudaji Buleleng, Kadek Suastari, tiba-tiba kerauhan (trance). Wanita berusia 32 tahun ini kemasukan roh Patih Gajah Mada. Percaya atau tidak, dalam kondisi kerauhan itu, dia menyebut pelaku bom secara lengkap. Nama, alamat tempat mereka menginap serta mobil yang mereka gunakan lengkap dengan nomor polisi serta jenis dan warnanya.

Kejadian bermula dari keluarga Putu Surya, suami Kadek Suastari, bersama anak mereka, Intan (6) dan Agus (5), siang kemarin sembahyang di Pura Majapahit di kawasan GWK. Keluarga yang tinggal di Puri Gading Jimbaran ini didampingi pemangku di merajan keluarga di Buleleng bernama Ketut Negara. Setelah sembahyang, Suastari tiba-tiba kerauhan. Roh yang masuk ke tubuhnya diidentifikasi sebagai Patih Gajah Mada. Ketika Putu Surya hendak pulang ke rumahnya, Suastari berontak ingin meloncat dari mobil kalau tidak diperkenankan melihat TKP. “Dia terus berontak saat kerauhan, dan mengaku sebagai Patih Gajah Mada. Dia minta diantarkan ke lokasi pengeboman (Pantai Jimbaran-red),” tutur Ketut Negara.

Pada saat bersamaan, dalam kondisi hilang kesadaran, Suastari menyebut nama pelaku bom di Nyoman Cafe dan Manega Cafe, Pantai Jimbaran. Katanya, pelaku berjumlah tiga orang, masing-masin Dedy Miswar, Abdul Gani dan Abdullah. Ketiganya sempat menginap di Jalan Anggrek 32, Kuta. Dalam melaksanakan aksinya, ketiga bedebah itu menggunakan mobil Kijang warna biru dengan nopol DK 1910 DW. Karena terus bersikeras diantar ke TKP dan menganggapnya sebagai suatu “petunjuk”, Putu Surya lantas mengantar istrinya ke TKP pukul 15.45 wita. Setelah dijelaskan, aparat keamanan mempersilakan Suastari, suami dan kedua anaknya masuk TKP. Padahal sebelumnya tak seorang pun, selain petugas kepolisian diizinkan masuk ke area yang telah dipasangi police line.

Di pantai dekat TKP, di hadapan para petugas, beberapa kali Suastari kerauhan. Lagi-lagi dia menyebut identitas para pelaku pengeboman berikut keterangan tambahan lainnya dengan jelas. Setelah itu, Suastari langsung lunglai seperti orang pingsan. Tak pelak, hal ini menjadi tontonan, termasuk oleh puluhan wartawan baik dalam maupun luar negeri.

Beberapa wartawan asing dan yang berasal dari luar Bali tampak terpesona menyaksikan fenomena niskala ini. Setelah dijelaskan, baru mereka memahami berbagai kekuatan spiritual yang menjaga Bali. Sekadar mengingatkan, dalam mengungkap pelaku peledakan bom di Kuta 12 Oktober 2002, aparat keamanan banyak dibantu oleh kalangan paranormal.

Yang menarik, saat kerauhan, Suastari sempat sedikit bernyanyi saat mengungkap dirinya sebagai “Patih Gajah Mada”. Sambil menunjuk orang di sekeliling yang mengerubutinya, Suastari mengatakan, kalian sudah tak pernah lagi sembahyang untuk Gajah Mada dan kerajaan Majapahit. Sesudah itu keluar ucapan yang tidak terlalu jelas. Beberapa orang di situ mengaku tak pernah mendengar ucapan seperti itu sehari-hari. Apakah itu bahasa Sanskerta atau Bali Kuno, entahlah. Yang jelas, apa yang dikemukakan Suastari dalam kerauhan merupakan isyarat bagi polisi. Apakah informasi yang disampaikan Suastari ini benar adanya, mari kita serahkan pada sang waktu. Toh, polisi kini tengah bekerja keras mengungkap pelaku pengeboman yang lagi-lagi merenggut korban jiwa. (*)

2 thoughts on “Tranced Woman Told Police who the Bombers

  1. hahaha …
    kocak…!

    bener juga sih … polisi termasuk yang diuntungkan dengan “tragedi” pemboman ini. dengan adanya peristiwa ini, otomatis anggaran untuk pengamanan suatu tempat akan bertambah. tentunya ini akan dengan sendirinya menambah income untuk aparat pengaman.

    tapi saya tidak percaya 100% dengan hal ini, walaupun saya tidak menolak, saat pertama kali mendengar berita pemboman di bali, dan melihat jenis bombnya yang bukan mikro nuklir, ada sisa bomb yang tidak diledakkan, korban tewas, aksi langsung main tuduh yang ngeledakin adalah JI, saya yakin mastermind nya adalah pemerintah (dalam hal ini polri)

    alasan yang mendukung: kenaikan bbm gila-gilaan, yang bisa menyebabkan demo masyarakat besar-besaran yang dapat mengguncang stabilitas keamanan nasional (tidak menutup kemungkinan terjadinya kembali peristiwa 98). daripada membiarkan terbunuhnya etnik tertentu dan turunnya presiden, biaya pemilu yang gede, tentu lebih baik membunuh puluhan orang di bali dan memanfaatkan penyakit mudah lupa orang indonesia.

    tapi kemaren-kemaren, saya malah berpikir.. jangan-jangan ini malah permainan orang yang ingin memburuk-burukkan citra polisi.. wah .. teori konspirasi nih …

    tapi saya yakin, pemerintah kita tidak sepengecut itu. pemerintah kita tidak akan mengorbankan ribuan rakyatnya untuk menghancurkan negara syariat islam afganistan, lalu beralasan menyari osamahBinLaden yang pada saat dibombardir afganistan telah bersembunyi ke pakistan (kenapa ngga pakistan ikut di bombardir? terang ajah karena yang memang dari awal pengen bombardir ya afganistan)

    semoga pelaku (master mind) yang sebenarnya DIKUTUK TUHAN SAAT MATINYA! DIPERLIHATKAN KEPADA MASYARAKAT KEBURUKANNYA SAAT DIA DIKUBURKAN!!!

    ~hehehe

  2. Buat pemerintahan indonesia, dimohon untuk benar-benar tegas kepada tindakan terorisme di Indonesia. Tindakan yang sudah dilancarkan dengan terbunuhnya Azhari sudah merupakan awal yang bagus. Buat para pelaku terorisme yang sudah ditangkap dan dijatuhi hukuman mati, tolong mereka dihukum secepatnya, TUNJUKKAN KEPADA PARA TERORISME DUNIA BAHWA HUKUM INDONESIA SANGAT KUAT!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s